Sabtu, 31 Mei 2014

One Day In Jungle Land Sentul

Kamis 29 Mei 2014 kami memutuskan untuk pergi ke Jungle Land . Tentu saja memanfaatkan tiket gratisan.Meskipun bersiap-siap dari pagi nyatanya mobil baru meninggalkan rumah pukul 9 pagi lebih sedikit. Sebelum sampai di tempat,  mobil kami sempat berputar-putar di area Sentul selepas keluar tol Sentul. Ternyata GPS nya salah.  Area Jungle Land ditunjukkan ke arah perumahan. Tampaknya si bapak satpam penjaga gerbang sudah sering menemui kasus serupa. "Mau ke Jungle Land ya Pak? Bapak putar arah..bla..bla....Banyak yang nyasar kesini Pak." kata nya.

Setelah mengikuti arah yang ditunjukkan Pak satpam kami tiba disana. Pukul sebelas siang kami tiba. Hari amat panas meskipun Gunung  Salak tampak di kejauhan. Parkiran penuh sekali. Maklum hari libur. Jadi kami parkir agak jauh dari loket pintu masuk. Keluar mobil sudah banyak para tukang ojek untuk mengantarkan kami sampai ke pintu loket. Meskipun panas, kami memutuskan berjalan kaki saja. Selain olah raga, topi yang dibawa dari rumah buat ayah dan anak-anak dan kaca mata hitamku mampu melindungi dari panas. Hihi..padahal sih maksudnya irit gitu looh.

Setelah berjalan beberapa waktu tampak bola dunia bertuliskan Jungle Land. Langsung deh terbayang bola dunia Universal Studio Singapura. Bedanya yang ini terbuat dari besi dan seperti rangka bola dunia. Selain itu tempat masuk dan jalan menuju ke loket penjualan juga mirip dengan jalan masuk di Universal Studio. Berasa di Singapura rasa Indonesia.


Saat memasuki area ada tulisan dilarang membawa makanan dan minuman. Masing-masing tiket dibawa sendiri-sendiri. Karena hari libur, jadi lumayan banyak juga yang antri masuk. Sampai di dalam sudah ada petugas Jungle Land seperti di Universal Studio yang mengabadikan gambar kita. Nantinya gambar tersebut boleh dibeli atau tidak dibeli. Setelah narsis sok gaya di depan petugas yang memotret kita, kita langsung melanjutkan perjalanan. Wahana pertama yang dituju adalah wahana Mini Tower.  Kami naik tinggi lalu turun berulang kali. Sayang nggak ada foto dari kamera pribadi. Penampakannya seperti ini.



Waah...aku yang aslinya takut aktifitas adrenalin tinggi teriak-teriak. Sampai si ayah bilang " Nggak usah teriak-teriak, malu ". Hihi..gimana nggak teriak emang rasanya jantung mau copot.

Kemudian anak-anak menuju arena bermain anak-anak. Mereka mencoba wave swinger untuk anak-anak. Kalau di Dufan namanya Ontang-anting deh kayaknya. Anak-anak tampaknya menikmati permainannya.



Krucils and Wafe Swinger
Krucils and Wafe Swinger

Puas menikmati Wafe Swinger anak-anak minta ke rumah hantu. Aduh antriannya panjang sekali. Kita dimasukkan ke dalam ruangan yang  dibuat tua dan kumuh dan antri disana. Karena pengunjung berjubel rasanya panas dan gerah  sekali. Namun disediakan beberapa kipas angin besar di dalam ruangan. Tempatnya pun tidak begitu terang.  Setelah sampai di antrian terdepan kita akan menaiki kendaraan terbuka untuk empat orang yang berjalan di atas rel dan mengitari rumah hantu. Tampak kanan kiri hantu jadi-jadian. Di ujung sebelum pintu keluar ada manusia beneran yang memakai pakaian kuntilanak dan membuat kaget serta berteriak pengunjung.Pokoknya seru.

Karena sudah jam dua belas lebih anak-anak kelaparan. Kita segera menuju FoodYard untuk  makan siang. Sebelum masuk kita diberi kartu pesanan oleh petugas jaga. Tempat makannya terdiri dari beberapa gerobak dan kedai makanan. Kita tinggal pilih mau makanan apa dan kartu akan dicap oleh pemilik gerobak atau kedai. Nanti bayarnya di  kasir. Kisaran harganya dua puluh lima ribu sampai tiga puluh lima ribu untuk seporsi kecil nasi atau siomay. Minuman bervariasi dari sepuluh ribu untuk aqua dan teh botol sampai dua puluh ribuan untuk macam-macam es. Buat yang doyan makan , siapkan dana lebih untuk makan dua porsi karena porsinya kecil.

Puas makan acara dilanjutkan. Kali ini kami berbeda tujuan. Faris dan ayahnya ke area yang butuh adrenalin tinggi, sedangkan aku dan Devin ke area yang tidak terlalu menakutkan.



Sebenarnya yang antri disini kebanyakan remaja dan dewasa. Tinggi minimal adalah 130 cm. Meskipun anak-anak, namun tinggi Faris cukup. Jadilah dia satu-satunya anak-anak yang berani naik wahana ini. Melihatnya saja aku ngeri. Selain wahana ini Faris dan ayahnya naik wahana satu lagi yang tidak kalah menyeramkan. Aku lebih memilih mengantar Devin naik wahana Bom-Bom car untuk anak-anak dan berbagai wahana anak-anak lainnya sambil menunggu Faris selesai dengan permainannya.

Setelah puas dengan permainan masing-masing, kami bertemu di area pertunjukan. Sedang ada pertunjukan di sana. Padahal hari panas  terik. Aku saja sambil picingin mata untuk melihat kalau nggak pakai kaca mata hitam. Hebat banget ya yang nari. Tahan panas. Ada bermacam-macam pertunjukan disana. Ada tari-tarian, Super Hero bahkan karaker film Frozen .


Hari sudah semakin siang menjelang sore. Kami berempat memutuskan naik Bianglala. Dari atas tampak keindahan Jungle Land. Artis-artis pertuinjukan juga tampak jelas dari atas. Sebenarnya dari Bianglala kami ingin naik wahana semacam air terjun  Niagara tapi kecil. Namanya apa ya? Curah jeram atau apa ya? Lupa. namun karena dari atas tampak antrian yang mengular, kami tidak jadi naik wahana tersebut.


Tujuan kami berikutnya adalah Harvest Time. Berada di Zona Tropicalia. Wahana ini bisa untuk anak-anak dan dewasa dengan tinggi minimal 130 cm. Yah...semacam roller coaster kecil. Menaiki wahana ini cukup membikin aku teriak-teriak sambil merem dan nggak berani lihat bawah. Hehe...btw secara keseluruhan lumayan seru.

Cuaca masih panas. Kami menghabiskan berbotol-botol minuman. Tapi anak-anak belum puas bermain. Mereka melanjutkan permainan di wahana pilihan mereka.     Hari sudah semakin sore. Tiba-tiba gerimis turun. Masih ada banyak tempat yang belum  dikunjungi. Ada beberapa wahana yang belum dinaiki. Tapi waktu sudah menunjukkan jam setengah enam sore. Jungle Land tutup jam enam sore.Kami harus segera pulang. Sebuah hari yang menyenangkan kata anak-anak.
Senin, 26 Mei 2014

Liebster Award Dariku Untukmu

Waah...surprise banget saat beberapa hari yang lalu ada notif di FB. Ternyata pas dibuka adalah notifikasi dari Mak Putri Madona.Isinya adalah penyerahan tongkat estafet Liebster Award. Waah...terima kasih mak. Jujur merasa tersanjung dan diperhatikan lho. Soalnya aku kan newbie. Baru - baru aja ngeblog dan bergabung dengan KEB. Masih jarang blogwalking dan baru kenal beberapa emak. Asyik banget ya dengan adanya Liebster Award ini. Jadi mau nggak mau blogwalking. Jadinya nambah temen dan saudara deh.

Senin, 19 Mei 2014

Tuberkolosis Pada Anak

Tuberkulosis adalah penyakit akibat infeksi kuman Mikobakterium tuberkulosis yang bersifat sistemik sehingga dapat mengenai hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer

Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia. Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada lingkungan,sehingga jumlah penderita semakin bertambah.
Pengobatan Tuberkulosis berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan .

Tuberkolosis bias menyerang pada anak-anak. Bila anak anda mengalami gejala seperti di bawah ini, harus hati-hati dan segera periksa ke dokter.

  • Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah mendapatkan penanganan gizi yang baik (failure to thrive).

  • Nafsu makan tidak ada (anorexia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik (failure to thrive) dengan adekuat.

  • Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifus, malaria atau infeksi saluran nafas akut), dapat disertai keringat malam.

  • Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit. Biasanya multipel, paling sering didaerah leher, ketiak dan lipatan paha (inguinal).

  • Gejala-gejala dari saluran nafas, misalnya batuk lama lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk), tanda cairan di dada dan nyeri dada.

  • Gejala-gejala dari saluran cerna, misalnya diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan (massa) di abdomen, dan tanda-tanda cairan dalam abdomen
Senin, 12 Mei 2014

Semi Final Zona Main Rinso

Cerita ini sebenarnya sudah lama, namun baru sempat menuliskannya di blog karena tertutup postingan lain. Jadi baru sempat nulis deh. Selasa 4 Maret 2014 kami bertanding di semi Final Zona Main Rinso.

Kamis, 08 Mei 2014

Festival Kuliner Pasar Senggol di Summarecon Mal Bekasi

Pada tanggal 19 April 2014 kemarin saya bersama para blogger diberi kesempatan untuk mengunjungi Mal Summarecon dalam acara one day tour with blogger. Di acara yang bertempat di Marketing gallery Summarecon itu para blogger diajak berkeliling di kawasan terpadu Summarecon. Summarecon Bekasi adalah suatu kawasan yang dibangun dengan luas mencapai lebih dari 240 hektar. Dikembangkan menjadi kota yang ramah lingkungan. Summarecon Bekasi menghadirkan beragam hunian bersahabat dengan alam, ruang hijau terbuka bagi publik hingga kampanye daur ulang bagi penghuni.

Rabu, 07 Mei 2014

My Unforgottable Journey : My First Time Backpacker With Kiddos

Kalau ditanya perjalanan apa yang tak terlupakan ? Rasanya semua perjalanan dan liburanku mempunyai kenangan tersendiri. Dan hampir semua tak terlupakan. Tapi kalau ditanya mana perjalanan yang paling mengesankan dan tak terlupakan? Maka jawabannya adalah backpacker pertamaku dengan suami dan krucils ke Kuala Lumpur bulan Ramadhan tahun  2010 hampir 3,5 tahun lalu.


Mengapa tak terlupakan ? Yah..karena itu adalah perjalanan pertama kami keluar negeri. Dengan membawa dua balita dan modal dengkul tentu saja. Kalau dipikir-pikir sekarang, kok berani ya saat itu nekad jalan-jalan keluar negeri bawa dua balita dan modal dengkul ? Baru pertama kali lagi.


Ceritanya berawal dari sebuah sms dari teman lama. Dia bilang  sedang ada promo dari Air Asia nol rupiah untuk penerbangan ke berbagai negara dan domestik . Saat itu bulan November  2009. Iseng aku browsing...dan mata terbelalak saat aku bisa mendapatkan tiket nol rupiah untuk ke KL untuk berempat untuk bulan Agustus tahun depannya. Aku segera booking. Untuk tiket pulangnya  aku memanfaatkan vocher dari AirAsia sebagai kompensasi mereka karena pada saat kami ke Surabaya dia delay dua jam. Jadi kami mendapat tiga buah vocher senilai masing-masing lima ratus ribu rupiah dan berjumlah 1,5 juta. Akhirnya  vocher itu aku belikan tiket pulang dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Jadi pulang pergi aku bayar nol rupiah alias tidak membayar sama sekali. Tahun 2009 saat belum diberlakukan fuel surchage , kalau Air Asia bilang nol rupiah ya benar- benar nol rupiah. Yuhuu....tiket pulang pergi untuk tahun depan sudah ditangan.


Dan perjuangan pun dimulai. Maklum karena belum pernah keluar negeri, aku dan anak-anak belum mempunyai paspor. Kalau ayahnya sih sudah punya paspor karena pernah tugas ke Thailand. Saking semangatnya aku yang tinggal di Pondok Gede bolak balik ke Imigrasi Depok naik angkot ganti berkali kali dengan membawa dua balita. Saat itu Faris masih berumur 3,5 tahun dan Devin 2,5 tahun saat aku mengurus paspor untuk mereka. Ayahnya sendiri hanya sempat mengantar satu kali karena harus bekerja. Kalau dipikir-pikir sekarang,kok dulu aku bisa ya? Haha...euforia semangat mau jalan-jalan keluar negeri mengalahkan logika kerepotan saat itu.


Setelah urusan paspor beres, urusan selanjutnya adalah browsing tempat-tempat yang ingin kukunjungi, booking hotel tempat menginap dan lain-lain. Namanya juga modal nekad...alias nggak ada duit, jadi booking hotelnya ya hotel yang murah meriah alias nggak mahal.

Dan tibalah hari H. Gara-gara cari nol rupiah aku nggak sadar kalau pas tanggal ke Malaysia itu adalah bulan puasa. Namanya juga pesen tiketnya sepuluh bulan sebelumnya. Main booking aja,nggak nyadar kalau itu pas bulan puasa. Sebodo amat...yang penting jalan-jalan keluar negeri.  Pesawat kami berangkat malam. Namun kami datang siang ke bandara.Maklum belum pernah keluar negeri.Takut terlambat.Hahaha..Kami pun berbuka puasa di Soeta.



[caption id="attachment_700" align="alignnone" width="300"] Sambil menunggu cemat cemot makan coklat[/caption]
Dan tibalah saat pesawat berangkat. Alhamdulilah meski perjalanan malam, namun anak-anak tidak rewel. Apalagi ibunya...seneng banget. Euforia sampai nggak bisa tidur di pesawat meskipun badan capek setengah mati.



Sambil menunggu cemat cemot makan coklat
Sambil menunggu cemat cemot makan coklat
Ceria di pesawat
Ceria di pesawat

Jam setengah dua belas kira-kira waktu Malaysia kami sampai di LCCT. Kemudian naik sky bus sampai  KL Sentral. Dari KL central kami naik taksi menuju Tune Hotel di DownTown Kuala Lumpur. Sampai hotel anak-anak yang kecapekan langsung tertidur pulas. Sementara ayahnya mencari makanan buat sahur di sekitar hotel.


Paginya setelah menemani anak-anak sarapan ( anak-anak nggak puasa ) kami langsung chek out dan berniat jalan-jalan ke Petronas. Sebelumnya kami menitipkan tas di hotel Radius Internasional Hotel  tempat kami akan menginap malam berikutnya. Hotel Radius ini terletak di daerah Bukit Bintang. Eh meskipun hotelnya hotel internasional, karena kami bookingnya tujuh bulan sebelumnya,kami dapat harga super murah lho. Harga murah dengan kualitas oke tentunya.



Bawa tas ransel depan belakang
Bawa tas ransel depan belakang


Emaknya juga kebagian gendong ransel
Emaknya juga kebagian gendong ransel


Krucils juga kebagian bawa tasnya sendiri
Krucils juga kebagian bawa tasnya sendiri



Gak sengaja di candid. Bergaya foto ala model cilik
Gak sengaja di candid. Bergaya foto ala model cilik



Dan acara jalan-jalan pun dimulai.  Meskipun bawa dua balita biar irit kami nggak naik taksi, namun kami naik Monorail. Wah anak-anak takjub sekali naik Monorail. Soalnya  belum ada di Indonesia. Sepanjang perjalanan mereka melihat pemandangan diluar.



Melihat pemandangan dari atas Monorail
Melihat pemandangan dari atas Monorail

Setelah berganti dengan MRT kami menuju ke  Suria KLCC. Suria KLCC ini adalah nama sebuah Mall yang ada di dekat Petronas. Di Suria KLCC ini ada namanya Petrosains. Semacam wahana pendidikan untuk anak-anak. Di dalamnya ada bermacam-macam alat peraga pendidikan dan science termasuk ada simulator helikopter. Wah...anak-anak senang sekali main ke Petrosains ini.



Main traktor di Petrosains
Main traktor di Petrosains


Penampakan Petrosains dari luar
Penampakan Petrosains dari luar

Setelah puas main ke Petrosains, kami menuju foodcourt terdekat untuk mencari makan. Semacam KFC lah kalau di Indonesia. Anehnya aku ditanya si pelayan . " Melayu?  Moslem? ". Waduh bingung aku. Kenapa mau makan aja ditanya Melayu apa nggak. Ternyata baru kutahu, karena wajahku melayu dan pakai kerudung, aku nggak boleh makan disitu karena sedang bulan puasa. Jadi makanan harus dibungkus. Trus aku menunjuk dua anakku , baru deh boleh makan disitu anak-anak. Ketat juga ya peraturan selama bulan puasa di Malaysia. Padahal itu di mall besar. Langsung bandingin dengan di Indonesia, orang-orang pada makan seenaknya siang hari di Mall.


Setelah puas jalan-jalan di  Suria KLCC, kami segera keluar dan menuju Petronas. Namun karena sudah siang kami tidak naik.Jadi hanya berfoto di depan Tower yang terkenal itu buat kenang-kenangan. Selebihnya anak-anak main di kolam di dekat taman. Padahalnggak bawa baju ganti lho. Eh malah keasyikan berenang deh krucils.



Di depan Petronas
Di depan Petronas

Ternyata ada  satu hal yang membuat perjalanan kali ini tidak terlupakan. Disini baru ingat kalau hari itu annyversary ke 6.Jadi serasa ngerayain anniversary sambil liburan deh. Padahal asli...suer..nggak sengaja alias kebetulan.


Karena backpacker jadi perjalanan kami hanya dua malam saja. Malamnya kami sempatkan jalan--jalan ke ChinaTown di Petaling Street sambilmencari oleh-oleh buat teman dan kerabat. Malamnya kami sukses tewas kecapekan di hotel.


Pagi berikutnya kami menyempatkan diri jalan-jalan ke  Dataran Merdeka dan Masjid jamek. Hari sudah agak siang  saat kami tiba di Dataran  Merdeka. Kami pun berfoto-foto narsis disana. Dan asiknya pas kami disana sedang ada syuting film India. wah...jadi nonton syuting deh. Kapan lagi ya bisa melihat bintang film India secara langsung? Agak siang kami menuju Pasar Seni atau Central Market. Membeli beberapa barang-barang yang kurang. Dan sorenya kami langsung menuju KL Central dan LCCT untuk pulang ke Indonesia. Perjalanannya memang cuma sebentar. Tapi rasanya seru jalan-jalan backpack bawa anak-anak.



masjidj amek ok



Dataran merdeka
Di depan Petronas

Unforgottable Journey karena tahun 2010 adalah backpack pertama kami bawa dua balita yang dua-duanya masih nge dot. Bisa bayangin repotnya kami membawa botol-botol susu itu. Backpack pertama ini  dilanjutkan dengan perjalanan-perjalanan berikutnya. Meskipun perjalanannya sudah  lama baru sempat nulis perjalanan ini . Itu karena dulu nggak ngeblog.





















Casting Trans TV , Zona Main Rinso dan Pizza Domino

Hehe...lihat judulnya nggak nyambung ya. Hihi...memang begitulah nggak nyambung. Tapi hari ini saya berhubungan dengan tiga hal di atas. Casting Trans TV ,  Zona main Rinso dan Pizza Domino.  Awalnya sih gara - gara ada telepon kemarin siang dari Trans TV. Katanya sih dipanggil casting jam satu siang untuk Zona Main Rinso. Woow..what a surprise.  Secara sudah hopeless gitu looh.  Dari 400 an foto yang dipanggil cuman beberapa orang saja.  Kebetulan beberapa teman kuis yang kukenal sudah casting . Bahkan sudah ada yang syuting di Trans TV dan ditayangkan hari Minggu besok. Saat semua teman sudah dipanggil , dan  rasa kecewa  serta sedih menjadi rasa yang benar-benar ikhlas tiba-tiba kami dipanggil.  What a miracle. Jakarta pun sudah tidak banjir dan hujan seperti kemarin-kemarin. Alhamdulilah.

Jalan-Jalan Ke Pinisi Edutainment Park

Tanggal 17 Desember 2013 hari Selasa kemarin aku mengajak dua krucilsku jalan-jalan ke Pinisi. Kebetulan punya empat tiket gratis hadiah kuis yang diadain Pinisi. Karena expire datenya tanggal 18 Desember, jadilah kami jalan-jalan tgl 17 Desember . Kebetulan dapat 4 tiket jadi dipakai bertiga deh. Yang satu dikasih temen Faris.

Gambar
Tiket hadiah


Berangkat pukul 8 pagi , kami naik busway dari Pinang Ranti. Tapi ternyata olala...busway penuh. Karena capek, anakku duduk aja di pojokan bukan berdiri. Mereka main - main biar gak bosan. Kami harus transit di Semanggi dan menuju halte Benhil untuk sampai di Blok M. Waktu menunjukkan 10.15 saat kami sampai di Blok M. Tinggal nyebrang dan sampailah kami di Pasaraya Blok M.

Pinisi terletaak di Lantai 9 Pasaraya. Ini dia penampakan di dalamnya.
Gambar.



Kapal Pinisi
Kapal Pinisi

Gambar

Ada banyak wahana di dalamnya. Ada seluncuran, ada flyng fox, ada film 4 dimensi, ada kapal pinisi dll. Ini dia foto-fotonya.

390
Seluncuran


siap siap flyng fox
Siap-siap Flyng Fox

399


Puas bermain, jam 12 siang perut keroncongan. Kami langsung naik ke lantai 10 ke kedai Pinisi. Oya disini kita tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar ya. Untuk orang dewasa boleh keluar membeli makanan namun meninggalkan KTP. Jika anak-anak yang keluar, maka mau masuk lagi harus membeli tiket baru. Tujuannya sih biar semua membeli makanan di Pinisi. Ya nggak? Ternyata nasib baik sedang tidak berpihak di kami. Di lantai 10 sedang ada tiga rombongan TK yg sedang makan siang. Alhasil setelah satu jam seperempat menunggu makanan kami baru dating. Perut sudah disko gak karuan.Maklum pagi nggak sarapan. Krucils sampai turun lagi main soalnya bosen makanan gak datang-datang.



Pemandangan dari lanati 10
Pemandangan dari lantai 10
Akhirnya rombonga TK selesai makan, dan kami menempati kursi-kursi kosong yang mereka tinggalkan.

Dinding Kedai penuh gambar pahlawan
Dinding Kedai penuh gambar pahlawan


Sampai bosen makanan gak datang juga

Akhirnya setelah satu jam lima belas menit dan si emak ikut ngamuk tiga porsi nasi goreng Singapura pun datang. Sebenarnya kasihan sama si mas-mas nya sih. Mereka nggak kalah sibuknya harus ngurusin ratusan orang. Tapi harusnya waktunya bisa dimanage dengan baik. Jadi saat pengunjung datang bersamaan ke kedai mereka tidak panik dan kami tidak harus menunggu terlalu lama. Alhamdulilah gak kelaparan lagi.  Acara masih dilanjut. Sementara anak-anak main flyng fox untuk kedua kalinya emaknya keliling. Ada banyak kelas disini. Kelas batik,kelas drama,kelas angklung, kelas pedalangan dsb.



442
kelas angklung


446
kelas pedalangan


kelas gamelan
kelas gamelan

Ada juga Planetarium lho. Anak-anak sempat menonton pertunjukan planetarium ini bersama rombongan anak-anak TK. Sepertinya anak-anakku sih puas. Jam dua ada pentas teater drama Lutung Kasarung. Si Devin ikut kelas drama dan ikut pentas. Bangga sekali lihat dia diatas panggung, meski cuma sebagai pemeran pembantu sebagai lutung kecil teman Lutung Kasarung.



Devin sebagai Lutung
Devin sebagai Lutung


Selesai pertunjukan waktu sudah menunjukkan pukul tiga. anak-anakku masih kerasan dan minta naik ke lantai 10 untuk mencoba permainan disana. Ada kereta api dan arena panjat dinding. Ada juga arena buat toddler.

Ruangan teater
Ruangan teater


Pukul empat anak-anak kuajak pulang meskipun belum puas. Tutupnya sih jam 5 sore. Namun karena khawatir macet kamim pulang. Bye bye Pinisi. Sampai ketemu lagi.

99 Cahaya di Eropa Mimpi Yang Menjadi Nyata

Tanggal 14 Desember 2013 kemarin setelah kecewa karena ada acara kopdar dengan costesmania  yang gagal akhirnya aku samperin misua dan anak-anak yang terpaksa ikut kerja ayahnya ke Mall karena mau ditinggal kopdar. Untuk mengobati rasa kecewaku karena nggak jadi ketemu teman-teman, akhirnya kami memutuskan untuk nonton. Kebetulan pekerjaan ayahnya sudah selesai. Film nya pun film yang kutunggu-tunggu yaitu 99 Cahaya di Eropa. Nontonnya udah sore .

Gambar
Tiket Nonton


Melihat film 99 Cahaya Eropa seperti melihat perjalanan kami hampir 1,5 tahun yang lalu. Tempat-tempat untuk syuting yang menggambarkan pertemuan Marion dan Hanum di pinggir sungai Seine, Museum Louvre, menara Eifel dan jalan-jalan sepanjang Paris mengingatkanku akan Paris. Sebuah kota yang sangat indah. Meskipun cuma tiga hari menginjakkan kaki disana rasanya begitu berkesan.



CIMG0766
Eifel tempat Rangga adzan

Dikisahkan dalam film 99 Cahaya di Eropa ini Rangga adzan diatas menara Eifel. Dari atas menara Eifel ini juga tampak monumen-monumen penting di Paris yaitu Arc De Triomphe yang mempunyai  sebagai  garis lurus sempurna dengan Museum Lovre . Garis lurus imajiner ini membelah kota Paris dan disebut  Axe historique yang menuju satu titik  yaitu Mekah.

Arc De Triomphe
Arc De Triomphe


Foto ini adalah Arc De Triomphe salah satu monumen yang terkenal di Paris. Btw di sekitar Arc De Triomphe ini banyak copet lho. Oleh pemandu kami , kami diingatkan. Dan tak dinyana saat rombongan kami disana, kami melihat secara langsung aksi si copet dengan target turis di depan kami. Modusnya dengan menjatuhkan uang koin di depan turis. Dan nanti dia pura-pura sibuk mencari uang koinnya yang jatuh. Si turis akan membantu dia mencari koinnya. Saat turis lengah dia akan mengambil  dompet target. Sayangnya saat itu aksinya tidak berhasil karena turis yang dijatuhin koin lempeng aja jalannya dan tidak ikut-ikutan mencari koin. Tentu saja kami yang di belakangnya senyum-senyum sendiri melihat aksi si copet.

Bagian dalam museum Louvre
Bagian dalam museum Louvre


Di Paris kami juga ke Museum Lovre. Di dalam film 99 Cahaya di Eropa  digambarkan ada lukisan  Bunda Maria yang bertuliskan arab dan ada bacaan Laa ilaaha illAllah. Kebetulan saat itu karena antrian panjang dan waktu terbatas , kami hanya berjalan-jalan di museum tapi tidak masuk ke galeri tempat lukisan-lukisan berada. Tapi lumayan lah bisa jalan-jalan dan berfoto di Piramida yang ada di Museum Louvre.

Di depan Museum Lovre
Di depan Museum Lovre


Selain Arc De Triomphe, Menara Eifel dan Museum Lovre Paris juga mempunyai Sungai Seine yang sangat indah dan membelah kota Paris. Rasanya seperti mimpi bisa menyusuri kota Paris di atas kapal di atas sungai Seine. Di film 99 Cahaya di eropa juga digambarkan keindahan Sungai Seine.



Setelah lelah mengelilngi Paris, di hari ketiga kami juga mengunjungi Istana Versailles. Istana ini sangat indah. Banyak lukisan-lukisan Napoleon beserta keluarganya disana. Ada juga ranjang atau tempat tidur dan banyak barang berharga peninggalan Napoleon disana. Tak henti mulut berdecak kagum melihat keindahan istana dengan karpet-karpet mewah di dalamnya. Chaetau de Versailles ini merupakan salah satu warisan budaya dunia yang dilestarikan oleh UNESCO.

Dahulu kala, tahun 1682, Versailles menjadi pusat kekuatan politik oleh Raja Louis IV setelah pindah dari kota Paris. Bangunan ini dimulai dibangun tahun 1661 untuk memenuhi hasrat dari Raja Louis IV, dan secara resmi berdiri pada tanggal 6 Mei 1682. Dan diteruskan sampai Louis XIV.

Bagian luar komplek Istana Versailles
Bagian luar komplek Istana Versailles


Btw tiga hari yang indah di Paris. Kerennya lagi si pemandu ini juga memandu putra presiden SBY yang pertama saat bulan madu bersama istrinya ke Paris. trus memandu siapa ya..itu lho..penulis yang bikin novel berlatar belakang  Eropa  saat jalan-jalan ke Paris. Lupa nama penulisnya, tapi pernah lihat bukunya di Gramedia. Bahasa Indonesianya fasih banget dan pengetahuan tentang sejarah Prancis top markotop. Sepertinya sih dia pemandu mahal disana. Sayang lupa namanya.

Selama menginap di Paris kami menginap di Mercure Paris. Lokasinya bersebelahan dengan staisun kereta api besar Gare du Nord dan stasiun kota Paris. Pelayanannya memuaskan. Ada juga mbak asli Indonesia yang bekerja sebagai petugas di ruang makan sebagai penerima tamu. Ada juga pegawai asal Afrika yang muslim. Dan tampaknya dia takjub melihat perempuan berjilbab ada di hotelnya. Sepertinya dia senang ada teman muslim di negeri minoritas muslim.  Dengan ramah dia bertanya. " Are you moslem? " Dan  selalu menyapa Assalamualaikum kepadaku dan suami saat kami breakfast. Dia juga menerangkan mana makanan halal dan mana yang haram alias pork.

Hotel Mercure tempat menginap
Hotel Mercure tempat menginap


Di dalam stasiun Gare Du North
Di dalam stasiun Gare Du North


Rasanya seperti mimpi ya bisa menginjakkan kaki di Paris dan Eropa gratis. Awalnya nggak percaya dan seperti mimpi. Berawal dari akhir tahun 2011 saat membaca buku 99 Cahaya di Eropa. Saat itu masih cetakan ke 11. Dan sampulnya pun masih sampul lama. Membaca novel itu sekitar November 2011 dalam waktu dua jam di kamar bersama adikku yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah. Kebetulan dia habis beli novel ini. Trus karena pinjam terpaksa dua jam harus tamat. Waktu menunjukkan pukul 11 malam saat novel selesai kubaca. Iseng kubilang sama adikku. " Nduk kok baca ini jadi pengin ke Eropa ya? ". haha..khayal ya Nduk..dan kami pun tertawa bersama sebelum tidur. Tentu saja dengan impian mustahil. Jalan-jalan ke Eropa.

Buku yang kubaca sampulnya masih ini
Novel 99 Cahaya di Eropa


Sungguh Allah mengetahui mimpi hambanya. Tanpa disangka suatu siang aku ditelepon oleh Unilever dan mengabarkan kalau salah satu tulisanku menang sebagai salah satu pemenang lomba menulis berhadiah jalan-jalan ke Paris dan Eropa selama 9 hari. Subhanallah...rasanya seperti mimpi. Dan nikmat manakah yang kamu dustakan. Dan he we are...di Paris...seperti yang diceritain di atas. Semua berawal dari Novel 99 Cahaya Di Eropa. Baca bukunya , pengin kesana , kesampaian dan baru liat filmnya.

Bersama para pemenang siap-siap berangkat dari Soeta
Bersama para pemenang siap-siap berangkat dari Soeta



Last...Meskipun terlambat Terima kasih kepada Unilever, Bayu Buana Travel dan Pak Nurdin sebagai guidenya dan Mas Chandra sebagai fotografer yang disewa Unilever khusus untuk meliput kegiatan kami . Satu setengah tahun berselang sejak Juli 2012 namun baru sempat menuliskan ini.Semua berawal dari mimpi yang menjadi nyata.
Selasa, 06 Mei 2014

Having Fun @Dufan

Siapa yang nggak kenal Dufan ? Dufan yang terletak di Taman Impian Jaya Ancol ini laksana magnet yang menarik siapa saja untuk berkunjung ke sana. Lagi...dan lagi. Yah...seperti kami, meskipun sudah beberapa kali mengunjungi Dufan, keinginan bermain kesana selalu muncul lagi. Apalagi jika pikiran sedang penuh dan butuh refreshing, seakan semua beban lepas dengan berteriak dan menaiki banyak wahana di Dufan.

Jalan- Jalan Gratis Ke Universal Studio Singapura

Setelah kemarin nulis tentang backpackeran ke Kuala Lumpur kok jadi ketagihan nulis tema traveling ya. Maklum aku suka  jalan.Tapi karena nggak ada blog , ya nggak pernah ditulis. Itung-itung menuh-menuhin blog, nulis traveling lagi aja yuk. Setelah bulan Agustus 2010 berkesempatan nol rupiah ke Malaysia, rupanya Dewi Fortuna sedang menghampiriku. Bulan Oktober 2010 aku menang jalan - jalan ke Universal Studio Singapura dan jalan-jalan ke Singapura selama dua hari.



Wah..gimana ceritanya tuh kok bisa jalan-jalan gratis ? Saat itu Air Asia bekerja sama dengan kartu kredit HSBC mengadakan kuis namanya HSBC Flyng Fantasi. Jadi satu orang bisa mengajak 50 orang temannya untuk terbang gratis bersama AirAsia. Syaratnya dengan belanja sejumlah tertentu untuk mendapatkan satu tiket. Begitu tahu ada promo dari HSBC ,hari itu juga langsung belanja sejumlah tertentu. Tapi belanjanya dua kali biar dapat dua struk dan bisa ajak pasangan. Setelah itu ikutin step demi step nya. 50 0rang itu nggak harus kenal lho. Bahkan nggakkenal satu pun awalnya. Singkat cerita aku dan suami berhasil menjadi salah satu pemenang di acara HSBC Flyng Fantasi itu.



Kami berangkat tanggal 16 Oktober 2010 pukul 10.55. Karena tiketnya cuma dua buah buat aku dan suami terpaksa krucils dititip sama mbak. Ini pertama kalinya aku meninggalkan anak-anak dan hanya jalan berdua saja dengan suami lho. Rasanya tega nggak tega. Yah..anggap saja bulan madu berdua. Rasanya gimana gitu. Norak-norak bergembira. Soalnya baru pertama kali mau pergi ke Singapura.







Pukul 14.00 waktu Singapura kami tiba di Changi. Dari Bandara kami langsung menuju hotel Fragrance Selegie di daerah Little India.  Acara hari itu bebas alias boleh jalan sendiri-sendiri. Setelah beristirahat secukupnya, kami memutuskan jalan-jalan dengan modal browsing beberapa hari sebelumnya.  Tujuan kami adalah patung  Merlion yang ada di Marina Bay. Hotel tempat kami menginap dekat  dengan stasiun MRT. Jadi kami memutuskan  naik MRT kesana.







Setelah puas berfoto-foto dan berjalan-jalan di sekitar sana, kami memutuskan untuk pergi ke Orchad. Hari sudah malam saat kami tiba di Orchad. Nggak sempat shopping karena kantong juga lagi cekak.Jadi kami memutuskan berjalan-jalan saja dan membeli oleh-oleh mainan buat Faris dan Devin di rumah. Sayangnya komputer kami sempat rusak, jadi foto-foto saat ke Singapura banyak yang hilang.Untung dulu sempat upload beberapa di facebook.Jadi masih ada kenang-kenangannya.



Sepulang dari  Orchad , berbekal browsing  sana-sini beberapa hari sebelumnya kami memutuskan pergi ke China Town untuk makan malam dan membeli beberapa oleh-oleh. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas  malam saat kami mengakhiri perjalanan kami.Kaki sudah pegel-pegel semua.Akhirnya kami memutuskan  pulang ke hotel naik taksi karena sudah tidak ada MRT.



Hari berikutnya acaranya adalah jalan-jalan ke Universal Studio. kami berangkat sendiri-sendiri dan berjanji akan bertemu rombongan di sana. Sebelumnya kami sempatkan untuk mampir ke Mustafa sebentar.Mencari oleh-oleh yang masih kurang. Acara pergi ke Universal Studio ini sempat salah MRT dan harus ganti-ganti dengan kaki yang sudah pegal-pegal. Namun saat kami bertemu rombongan ,rasa capek hilang semua dan berganti rasa suka cita.Ya iyalah...main ke Universal Studio gratis gitu looh.












Nggak usah cerita tentang Universal Studio ya. Pasti dah banyak yang nulis soalnya. Intinya disana kami menikmati semua permainan yang ada. Pumpung nggak sama anak-anak. Serasa bulan madu berdua. Dari Castle Far Far Away, Shreek,  Dinosaurus  sampai Mummy kami cobain semua. paling seru sih pas di Mummy ini.Gimana nggak serem kalau kita naik  rolcoaster gelap gelapan. Seruu deh. Jadi pengin ke sini lagi ajak anak-anak. Apalagi foto-foto disini pada ilang. Hiks..



Waktu sudah sore saat kami harus keluar dari Universal Studio. Kami berkumpul di depan Universal Studio dengan para peserta lainnya.kan tadi kita pergi sendiri-sendiri. Setelah mengambil barang di hotel , kami langsung menuju bandara dan pulang ke Indonesia dengan pesawat malam. Bagaimanapun juga perjalanan kesana tahun 2010 cukup membekas di hati. Meskipun sampai sekarang juga belum kesampaian kesana lagi bawa anak-anak. Terimakasih HSBC, terima kasih Air Asia atas kesempatannya.




Jumat, 02 Mei 2014

Sehari Di Batu Secret Zoo

Late post nih. Jalan-jalannya sudah beberapa waktu yang lalu tapi baru sempat nulis. Finally bisa liburan ke kota Malang lagi. Kali ini karena pulang ke Blitar akhirnya akung dan uti ngajak jalan-jalan semua anak cucunya ke Batu Secret Zoo. Ini adalah perjalanan kedua kami ke sana. Tahun lalu sebenarnya pernah jalan-jalan ke sana. Tapi karena tempatnya bagus jadinya anak-anak nggak bosen dan menikmati acara jalan-jalannya.