Tampilkan postingan dengan label Bangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangka. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 September 2017

AOK Jek Transportasi Online di Bangka Belitung

Masih cerita tentang perjalanan ke Bangka kemarin. Mau berbagi informasi barangkali informasi ini berguna buat temen-temen yang mau jalan ke Bangka Belitung. Postingan ini murni berbagi. Bukan job review , sponsor post atau semacamnya ya.

Seperti kebiasaanku traveling, aku selalu menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari. Dari tiket pesawat, hotel bahkan transportasi di daerah wisata yang dituju. Biasanya aku browsing beberapa bulan sebelumnya. Demikian pula dengan perjalananku ke Bangka kemarin.

Awalnya sempat bingung juga gimana nanti pas jalan-jalan ke sana. Nggak ada kenalan dan saudara. Sementara transportasi umum juga sepertinya susah. Kalau browsing biasanya malah nemu tour yang per orangnya mahal. Enak sih ikut tour. Tujuan wisata sudah jelas,ada kendaraan yang mengantar kita ke tujuan wisata, dapat makan dan sebagainya. Sayangnya karena dana terbatas kami tidak pernah ikut tour selama ini. Pun dalam perjalanan ke Bangka nantinya.

Akhirnya pas browsing nggak sengaja nemu aplikasi AOK Jek. Ini semacam go jek nya Jakarta. Wah..asyik banget kayaknya. Jadi bisa antar kemana-mana dan bisa pesan makanan nih. Katanya AOK Jek ini aplikasi lokal khusus Bangka Belitung. Langsung install deh.
Selasa, 12 September 2017

Sebutir Kenangan dan Sebuah Inspirasi dari Negeri Timah



Drama di Hari H
Tujuan liburan kali ini adalah Pulau Bangka. Saat semua orang pergi untuk sholat Idul Adha, kami sibuk memasukkan koper dan ransel ke mobil. Yup..kami memang membawa mobil sendiri ke bandara. Lebih praktis dan tidak susah mencari kendaraan atau taxi online di hari lebaran.

Sayangnya si ayah lupa mengecek bensin yang ternyata mau habis. Perburuan mencari bensin pun dimulai. Sepanjang perjalanan dari rumah semua pom bensin yang kami temui tutup dan baru buka jam 9 pagi. Padahal kami harus sudah sampai bandara jam 9 pagi. Ada sekitar tujuh sampai delapan pom bensin yang kami datangi dalam perjalanan ke bandara dan semua TUTUP.

Si ayah makin panik. Indikator bensin di mobil sudah menyala. Artinya bensin sudah benar-benar habis.  Untunglah kami sudah dekat dengan Bandara. Si ayah bergegas ke pom bensin di pintu keluar bandara.  Dan ternyata sama. Tutup!!

Tampak sebuah mobil di pom. Sepertinya mau isi bensin juga. Gambling kami masuk pom meski tertulis tutup. Ternyata pom bensin bukan hanya tutup Idul Adha. Ternyata memang tutup dan tidak melayani pembelian bensin lagi. Lemes lah kami. Terbayang pasti mobil mogok di sini dan kami ketinggalan pesawat. Pom bensin ini mau tutup dan tidak melayani pembelian tunai. Harus memakai kupon. Sementara kami tidak punya kuponnya. Sudah minta belas kasihan petugas agar mau dibayar tunai karena bensin kami benar-benar habis. Tapi tetep tidak bisa.