Jumat, 22 September 2017

Memilih Mainan Anak Yang Tepat Untuk Anak Usia Setahun Di MatahariMall

Akhir bulan lalu usia Firdan tepat setahun. Nggak terasa ya. Perasaan baru kemarin ngerasain hamil dan lemes-lemes di tri semester pertama. Baru kemarin ngerasain sakitnya operasi cesar. Sekarang sudah setahun aja si bocah. Usia setahun tambah pinter nih Firdan. Bukan saja kemampuan bahasanya yang bertambah, kemampuan kognitif, sensori dan motoriknya juga sudah bertambah.


Di usianya sekarang Firdan  sudah bisa tepuk tangan, dadah-dadah, belajar berjalan dan menirukan suara kuda. Sekarang juga makin pinter karena bisa menirukan gaya meneleponku saat aku menelepon si ayah, sudah bisa komunikasi satu arah dan sudah bisa panggil 'ayah'. Bagian ini si ayah paling seneng. Kalau sudah panggil 'Ayah".."Ayah"..sudah deh nemplok seharian nggak mau lepas. Kalau bagian ini emaknya yang seneng soalnya bisa me time sejenak. Hehehe...


By the way ngomongin perkembangan si bayi nggak lepas dari ngomongin bermain. Bayi dan balita butuh bermain untuk membangun perkembangan fisik dan mentalnya. Pinter-pinter kita sebagai orang tua untuk memilih mainan yang tepat untuk anak seusianya.


Sekarang dia sudah ngerti mainan dan seneng bermain loh, Apalagi kalau main dengan Elang sepupunya yang sama-sama balita. Seneng banget dia. Kebetulan karena jarak usia Firdan dengan duo krucils kakaknya jauh, maka nggak ada mainan yang bisa diwarisin lagi. Semua mainan kakaknya dah dilungsurin dan dikasih ke orang. Jadi mainan Firdan baru sedikit alias bisa dihitung dengan jari. Terpaksa harus beli lagi mainan-mainan baru buat Firdan.

Senin, 18 September 2017

AOK Jek Transportasi Online di Bangka Belitung

Masih cerita tentang perjalanan ke Bangka kemarin. Mau berbagi informasi barangkali informasi ini berguna buat temen-temen yang mau jalan ke Bangka Belitung. Postingan ini murni berbagi. Bukan job review , sponsor post atau semacamnya ya.

Seperti kebiasaanku traveling, aku selalu menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari. Dari tiket pesawat, hotel bahkan transportasi di daerah wisata yang dituju. Biasanya aku browsing beberapa bulan sebelumnya. Demikian pula dengan perjalananku ke Bangka kemarin.

Awalnya sempat bingung juga gimana nanti pas jalan-jalan ke sana. Nggak ada kenalan dan saudara. Sementara transportasi umum juga sepertinya susah. Kalau browsing biasanya malah nemu tour yang per orangnya mahal. Enak sih ikut tour. Tujuan wisata sudah jelas,ada kendaraan yang mengantar kita ke tujuan wisata, dapat makan dan sebagainya. Sayangnya karena dana terbatas kami tidak pernah ikut tour selama ini. Pun dalam perjalanan ke Bangka nantinya.

Akhirnya pas browsing nggak sengaja nemu aplikasi AOK Jek. Ini semacam go jek nya Jakarta. Wah..asyik banget kayaknya. Jadi bisa antar kemana-mana dan bisa pesan makanan nih. Katanya AOK Jek ini aplikasi lokal khusus Bangka Belitung. Langsung install deh.
Selasa, 12 September 2017

Sebutir Kenangan dan Sebuah Inspirasi dari Negeri Timah



Drama di Hari H
Tujuan liburan kali ini adalah Pulau Bangka. Saat semua orang pergi untuk sholat Idul Adha, kami sibuk memasukkan koper dan ransel ke mobil. Yup..kami memang membawa mobil sendiri ke bandara. Lebih praktis dan tidak susah mencari kendaraan atau taxi online di hari lebaran.

Sayangnya si ayah lupa mengecek bensin yang ternyata mau habis. Perburuan mencari bensin pun dimulai. Sepanjang perjalanan dari rumah semua pom bensin yang kami temui tutup dan baru buka jam 9 pagi. Padahal kami harus sudah sampai bandara jam 9 pagi. Ada sekitar tujuh sampai delapan pom bensin yang kami datangi dalam perjalanan ke bandara dan semua TUTUP.

Si ayah makin panik. Indikator bensin di mobil sudah menyala. Artinya bensin sudah benar-benar habis.  Untunglah kami sudah dekat dengan Bandara. Si ayah bergegas ke pom bensin di pintu keluar bandara.  Dan ternyata sama. Tutup!!

Tampak sebuah mobil di pom. Sepertinya mau isi bensin juga. Gambling kami masuk pom meski tertulis tutup. Ternyata pom bensin bukan hanya tutup Idul Adha. Ternyata memang tutup dan tidak melayani pembelian bensin lagi. Lemes lah kami. Terbayang pasti mobil mogok di sini dan kami ketinggalan pesawat. Pom bensin ini mau tutup dan tidak melayani pembelian tunai. Harus memakai kupon. Sementara kami tidak punya kuponnya. Sudah minta belas kasihan petugas agar mau dibayar tunai karena bensin kami benar-benar habis. Tapi tetep tidak bisa.

Selasa, 29 Agustus 2017

Traveling Lebih Asyik dengan My Prelo Lovelist




Sejak kenal aplikasi Prelo beberapa bulan lalu aku jadi sering membuka aplikasi ini untuk mencari barang yang bener-bener aku butuhkan atau sekedar cuci mata. Maklum namanya juga emak-emak, sekedar cuci mata juga udah senang.

Aplikasi ini  memudahkan aku yang dananya terbatas tapi ingin barang branded. Nggak perlu ngeluarin duit banyak namun kita bisa memiliki barang impian dengan membeli barang bekas atau second  di Prelo. Aku sendiri pernah menjual barang preloved ku di Prelo. Aplikasi ini membantu kita  yang ingin dapetin barang bagus dengan harga miring.


Sabtu, 19 Agustus 2017

"Exploring Indonesia On Budget" Bersama Trinity, Arif Rahman dan Airy Rooms

Senin, 14 Agustus 2017 lalu adalah sebuah kehormatan buatku bisa diundang di acara bincang-bincang bertema "Exploring Indonesia On Budget" bersama traveler idolaku Trinity dan Mas Arif Rahman. Acara ini sekaligus dalam rangka soft launching fitur baru di Airy App yaitu fitur pembelian tiket  pesawat.

Acara berlangsung di Bluegrass Grill and Bar di daerah Kuningan. Acaranya jam setengah tujuh malam. Jam enam aku sudah sampai di lokasi. Masih ada waktu setengah jam untuk sholat magrib sebelum acara dimulai.

Selesai sholat magrib segera meluncur ke tempat acara. Sudah ada beberapa panitia dari Airy  Rooms dan travel blogger Mbak Katerina dan Myra Anastasia saat aku datang. Beberapa travel blogger dan instgrammer juga sudah hadir.

Setelah semua undangan dan pembicara hadir acara segera dimulai. Trinity dan Mas Arif Rahman memberikan tips-tips mereka sebagai budget traveler. Budget traveler adalah smart traveler. Dia harus bisa menekan biaya selama traveling.

Senin, 07 Agustus 2017

Hotel Cordela Cirebon, Hotel Asyik Buat Transit

Sebenarnya late post sih. Acara menginapnya sudah sebulan yang lalu. Tapi nggak ada salahnya ditulis. Barangkali ada yang butuh menginap di Kota Cirebon dan butuh referensi menginap. 

Pulang kampung kali ini terasa menyenangkan karena selain bersilaturahmi dengan keluarga besar kami juga bisa mampir ke beberapa tempat wisata. Setelah 10 harian di rumah tiba waktunya kembali ke Jakarta.

Hari Kamis siang kami berangkat. Setelah mampir ziarah ke Makam Sunan Kudus kami melanjutkan perjalanan. Berhenti beberapa kali untuk tidur. Jalanan masih ramai lancar. Sampai di Cirebon jam 12 siang hari Jumat. Si ayah yang solo driver sudah kecapekan. Dan tiba-tiba ingin istirahat dan menginap di Cirebon. Wah langsung deh browsing hotel-hotel di Cirebon di mobil.


Setelah membandingkan beberapa hotel dari review dan harganya kami memilih Hotel Cordela Cirebon untuk istirahat transit semalam. Selain karena hotelnya baru, katanya lagi ada promo undian vacation gratis jika kita menginap di Cordela. Maklum si emak suka gratisan, jadi dengar vacation gratis langsung pengen nginap di sana deh. Tahunya promo ini  juga pas browsing.

Mobil segera meluncur ke tengah kota dimana Cordela berada. Kebetulan kami lapar berat dan belum makan siang. Eh di depan hotel ada Richeese Factory. Jadi mampir makan dulu deh. Jam satu kurang selesai makan langsung menyeberang. Sejam sebelumnya sudah pesan melalui Traveloka.

Kamis, 27 Juli 2017

Ingin Sukses Seperti Pengusaha Sukanto Tanoto? Jangan Mudah Menyerah

Siapa yang tidak ingin sukses? Bohong sekali jika ada yang menyatakan dirinya tidak mau meraih kesuksesan dalam hidup. Pasti siapa pun mau seperti itu. Kalau ya, cobalah miliki prinsip hidup seperti pengusaha Sukanto Tanoto yang tidak mudah menyerah.

Dalam dunia bisnis di Indonesia maupun internasional, Sukanto Tanoto merupakan nama besar. Ia adalah pendiri grup korporasi Royal Golden Eagle. Perusahaan yang didirikannya ini termasuk raksasa di bidangnya.

Sumber : Royal Golden Eagle


Lihat saja aset yang dimilikinya. Royal Golden Eagle ditaksir senilai 18 miliar dollar Amerika Serikat. Perkiraan itu masuk akal melihat lingkup kerja perusahaan Sukanto Tanoto ini karena Royal Golden Eagle beroperasi di berbagai sektor industri.