Kamis, 09 November 2017

Kapanpun dan Dimanapun Lebih Hemat dan Aman dengan Layanan Isi Pulsa dan Paket Internet dari Traveloka




Sebagai seorang yang senang bepergian aku sudah tidak asing dengan Traveloka. Sudah beberapa tahun terakhir ini aku menggunakan Traveloka untuk memesan tiket  pesawat, hotel atau kereta api. Aplikasi Traveloka sangat membantu aktifitas travelingku selama ini. 

Meskipun sering menggunakan aplikasi Traveloka, namun aku tidak begitu memperhatikan ada fitur pembelian pulsa dan paket internet. Biasanya aku lihat sambil lalu saja. Hingga akhir bulan Agustus kemarin untuk pertama kalinya aku menggunakan layanan isi pulsa ini.

Awalnya aku mendapat proyek untuk mencari 100 responden tentang kebiasaan berbelanja. Sebagai ucapan terima kasih setiap responden yang mengisi survey diberikan pulsa sebesar 25 ribu rupiah. Form survey aku bagikan melalui google sheet yang harus diisi. Responden yang telah mengisi survey akan dikirim pulsa dengan nomor yang tercantum di form survey.  

Untuk alasan kepraktisan aku  mencoba membeli pulsa yang  kubagikan ke responden melalui aplikasi Traveloka yang sering kulihat saat memesan tiket pesawat. Niat awalnya hanya  ingin praktis karena bisa isi pulsa tanpa harus pergi ke konter pulsa di depan komplek. Repot banget beli pulsa bawa bayi ke depan komplek. Belum lagi kalau dedek bayi  bete nungguin emaknya isi puluhan nomor handphone.
Senin, 06 November 2017

Bermalam di Hotel Santika Pangkal Pinang


Mobil Avanza yang menjemput kami di bandara melaju di jalanan Pangkal Pinang yang sepi. Yup...hari itu hari lebaran haji atau hari Idul Adha. Jalanan di Pangkal Pinang terlihat lengang. Beberapa rumah makan yang kami lewati sepanjang perjalanan menuju hotel pun terlihat tutup. Tidak sampai setengah jam mobil kami sudah sampai di Hotel Santika Pangkal Pinang Bangka.

Sementara ayah dan anak-anak duduk di lobi, aku segera ke meja resepsionis. Tampak dua resepsionis yang sedang sibuk melayani rombongan tamu yang akan check in. Aku melihat sekeliling. Kurang lebih 10 orang dewasa berada di rombongan dan akan check in. Mereka diwakili dua orang yang check in di resepsionis. Setelah mereka selesai gantian aku yang dilayani oleh mbak-mbak resepsionis yang ramah.

Aku melirik jam. Jam satu lebih beberapa menit. Aku menulis untuk early check in karena aku membawa bayi dan perjalanan jauh. Jadi setelah memperlihatkan bukti booking di Traveloka resepsionis memberi kunci kamar dan kami bisa beristirahat meskipun waktu check in jam 2. Kami memesan kamar Superior King untuk dua malam. 
Selasa, 24 Oktober 2017

Weekend Lebih Hemat dengan Diskon Voucher Makan BambiDeal

Sebagai kaum urban dengan suami yang berangkat pagi dan pulang malam, quality time bersama anak-anak adalah saat weekend. Weekend selalu ditunggu anak-anak karena saat weekend bisa bermain dengan ayahnya seharian. Biasanya kami main ke taman dekat rumah. Seringnya sih main ke mall dekat rumah sekedar cuci mata dan refreshing.

Kalau ke mall tempat favorit kami adalah toko buku. Selanjutnya tempat favorit ayah adalah toko peralatan. Selebihnya kami makan.  Anak-anak paling suka weekend. Artinya hari makan di luar. Kita tidak boleh memandang remeh makan bersama karena makan bersama saat weekend bisa mempererat bonding anak-anak dengan orang tuanya. Anak-anak bisa bercerita bebas tentang aktifitasnya saat makan bersama. Kami memberlakukan no gadget saat makan bersama sehingga bonding lebih terasa.

Senin, 25 September 2017

Batik Trusmi Sebuah Inspirasi dari Kota Cirebon



Waktu menunjukkan pukul dua siang saat mobil kami meninggalkan area Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Usai sudah tugas si ayah menerangkan salah satu dari  wali songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Sebuah wisata religi bersama anak-anak. Berwisata sekaligus mengenalkan sejarah kebudayaan Islam di Jawa. Hari sebelumnya kami mengenalkan duo krucil tentang Sunan Kudus dan Raden Patah dengan mengunjungi makamnya di Jawa Tengah dalam perjalanan pulang ke Jakarta.



Mobil melaju menuju perkampungan Batik Trusmi. Sudah lama sekali aku ingin mengunjungi pusat Batik Trusmi ini. Berawal dari menonton acara Kick Andy tentang Sally Giovany pendiri sekaligus orang yang mengenalkan Batik Trusmi di khayalak ramai. Semua pemberitaan tentang dirinya di media membuatku penasaran dan ingin mengunjungi kampung batik ini. 

Anak-anak tertidur kecapekan saat kami sampai di pusat grosir Batik Trusmi. Sebenarnya ada beberapa toko yang menjual batik di kampung ini. Kami menuju salah satu yang paling besar  milik Sally Geofany dan suaminya. Si ayah berbaik hati menjaga tiga krucils yang tidur di mobil, sementara aku turun dan ingin melihat-lihat batik. Dua penjaga toko menyambut ramah di pintu masuk toko  sambil mengucapkan ucapan selamat datang seperti di Mall Matahari. Dan jujur aku terkesan.
Jumat, 22 September 2017

Memilih Mainan Anak Yang Tepat Untuk Anak Usia Setahun Di MatahariMall

Akhir bulan lalu usia Firdan tepat setahun. Nggak terasa ya. Perasaan baru kemarin ngerasain hamil dan lemes-lemes di tri semester pertama. Baru kemarin ngerasain sakitnya operasi cesar. Sekarang sudah setahun aja si bocah. Usia setahun tambah pinter nih Firdan. Bukan saja kemampuan bahasanya yang bertambah, kemampuan kognitif, sensori dan motoriknya juga sudah bertambah.


Di usianya sekarang Firdan  sudah bisa tepuk tangan, dadah-dadah, belajar berjalan dan menirukan suara kuda. Sekarang juga makin pinter karena bisa menirukan gaya meneleponku saat aku menelepon si ayah, sudah bisa komunikasi satu arah dan sudah bisa panggil 'ayah'. Bagian ini si ayah paling seneng. Kalau sudah panggil 'Ayah".."Ayah"..sudah deh nemplok seharian nggak mau lepas. Kalau bagian ini emaknya yang seneng soalnya bisa me time sejenak. Hehehe...


By the way ngomongin perkembangan si bayi nggak lepas dari ngomongin bermain. Bayi dan balita butuh bermain untuk membangun perkembangan fisik dan mentalnya. Pinter-pinter kita sebagai orang tua untuk memilih mainan yang tepat untuk anak seusianya.


Sekarang dia sudah ngerti mainan dan seneng bermain loh, Apalagi kalau main dengan Elang sepupunya yang sama-sama balita. Seneng banget dia. Kebetulan karena jarak usia Firdan dengan duo krucils kakaknya jauh, maka nggak ada mainan yang bisa diwarisin lagi. Semua mainan kakaknya dah dilungsurin dan dikasih ke orang. Jadi mainan Firdan baru sedikit alias bisa dihitung dengan jari. Terpaksa harus beli lagi mainan-mainan baru buat Firdan.

Senin, 18 September 2017

AOK Jek Transportasi Online di Bangka Belitung

Masih cerita tentang perjalanan ke Bangka kemarin. Mau berbagi informasi barangkali informasi ini berguna buat temen-temen yang mau jalan ke Bangka Belitung. Postingan ini murni berbagi. Bukan job review , sponsor post atau semacamnya ya.

Seperti kebiasaanku traveling, aku selalu menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari. Dari tiket pesawat, hotel bahkan transportasi di daerah wisata yang dituju. Biasanya aku browsing beberapa bulan sebelumnya. Demikian pula dengan perjalananku ke Bangka kemarin.

Awalnya sempat bingung juga gimana nanti pas jalan-jalan ke sana. Nggak ada kenalan dan saudara. Sementara transportasi umum juga sepertinya susah. Kalau browsing biasanya malah nemu tour yang per orangnya mahal. Enak sih ikut tour. Tujuan wisata sudah jelas,ada kendaraan yang mengantar kita ke tujuan wisata, dapat makan dan sebagainya. Sayangnya karena dana terbatas kami tidak pernah ikut tour selama ini. Pun dalam perjalanan ke Bangka nantinya.

Akhirnya pas browsing nggak sengaja nemu aplikasi AOK Jek. Ini semacam go jek nya Jakarta. Wah..asyik banget kayaknya. Jadi bisa antar kemana-mana dan bisa pesan makanan nih. Katanya AOK Jek ini aplikasi lokal khusus Bangka Belitung. Langsung install deh.
Selasa, 12 September 2017

Sebutir Kenangan dan Sebuah Inspirasi dari Negeri Timah



Drama di Hari H
Tujuan liburan kali ini adalah Pulau Bangka. Saat semua orang pergi untuk sholat Idul Adha, kami sibuk memasukkan koper dan ransel ke mobil. Yup..kami memang membawa mobil sendiri ke bandara. Lebih praktis dan tidak susah mencari kendaraan atau taxi online di hari lebaran.

Sayangnya si ayah lupa mengecek bensin yang ternyata mau habis. Perburuan mencari bensin pun dimulai. Sepanjang perjalanan dari rumah semua pom bensin yang kami temui tutup dan baru buka jam 9 pagi. Padahal kami harus sudah sampai bandara jam 9 pagi. Ada sekitar tujuh sampai delapan pom bensin yang kami datangi dalam perjalanan ke bandara dan semua TUTUP.

Si ayah makin panik. Indikator bensin di mobil sudah menyala. Artinya bensin sudah benar-benar habis.  Untunglah kami sudah dekat dengan Bandara. Si ayah bergegas ke pom bensin di pintu keluar bandara.  Dan ternyata sama. Tutup!!

Tampak sebuah mobil di pom. Sepertinya mau isi bensin juga. Gambling kami masuk pom meski tertulis tutup. Ternyata pom bensin bukan hanya tutup Idul Adha. Ternyata memang tutup dan tidak melayani pembelian bensin lagi. Lemes lah kami. Terbayang pasti mobil mogok di sini dan kami ketinggalan pesawat. Pom bensin ini mau tutup dan tidak melayani pembelian tunai. Harus memakai kupon. Sementara kami tidak punya kuponnya. Sudah minta belas kasihan petugas agar mau dibayar tunai karena bensin kami benar-benar habis. Tapi tetep tidak bisa.