Senin, 25 Desember 2017

Wisata Semarang Murah Meriah Untuk Liburan Akhir Tahun



Siapa yang tidak kenal petikan lagu di atas? Lagu Tasya tersebut jadi favorit anak-anak saat liburan tiba.  Kalau musim liburan tiba anak-anak yang senang. Sementara para orang tua berpikir untuk memberikan liburan yang berkesan buat anak-anak tanpa membikin kantong jebol. Hihihi..

Rencana liburan sekolah dan tahun baru kali ini rencananya  kami  mau liburan  di rumah saja. Kalau nanti suntuk dan bosan  baru main ke Bogor saja yang dekat. Maklum kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan untuk jalan-jalan dan liburan. Namun rencana tinggal rencana karena  nenekku telepon kalau beliau kangen sama buyut-buyutnya alias trio krucils. Nenekku memang sayang banget dengan anak-anakku. Kebetulan si ayah cutinya disetujui . Jadi kita pulang kampung deh. Pulang  kampung tanpa rencana jauh-jauh hari. 

Rencananya kami akan berangkat nanti sore. Berangkat saat liburan  Natal jalanan lebih  sepi daripada kemarin. Dua hari sebelum Natal jalan Pantura ke Jawa Tengah  padat dan macet. Meskipun niat awalnya silaturahmi mengunjungi nenek di Magelang, tapi karena musim libur anggap saja sekalian liburan. Jadi sambil menyelam minum air. 

Kebetulan kalau ke Magelang kami lewat Semarang. Jadi mau mampir Semarang dulu untuk wisata sebelum sampai rumah nenek. Tapi karena dana cekak, mainnya ke tempat wisata yang murah meriah saja.  Sebenarnya banyak wisata Semarang yang bisa dieksplore. Tapi karena judulnya liburan yang mendadak alias tidak direncanakan, jadi tidak ada budget berlebih. Untung di Semarang banyak tempat wisata  yang murah meriah yang bisa dikunjungi.  

Berikut tempat-tempat wisata di Semarang yang akan kita kunjungi liburan nanti : 

1. Masjid Agung Jawa Tengah

Meskipun sering lewat kota Semarang kalau pas pulang kampung, kami belum pernah mampir ke Masjid Agung. Masjid ini berlokasi di Jalan Gajah Raya di Desa Sambirejo Kecamatan Gayamsari. Masjid dengan luas 7.500 m2 dan luas bangunan utama dengan luas 7.669 m2 ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006 serta pada tahun yang sama di resmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono. Masjid Agung mampu menampung hingga 15.000 jama’ah. 

Arsitektur Arab atau Timur Tengah bisa dilihat dari dinding masjid yang terukir kaligrafi, sedang arsitektur Jawa terlihat dari tiang masjid yang memanfaatkan motif batik semisal: kawung, untuk walang, parang-parangan dan tumpal. 6 payung hidrolik raksasa yang berada di halaman masjid dan mampu menutup dan membuka secara otomatis merupakan arsitektur bangunan yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Lapisan warna yang melakat pada sudut bangunan dan desain interior Masjid Agung Semarang terinspirasi oleh style arsitektur Roma.

Masjid Agung Jawa Tengah (photo by flickr.com/photos/dzaia-bs)

2. Tugu Muda

Tugu Muda berada di sebuah bundaran bertemunya jalan-jalan besar di Semarang, yaitu Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan MGR. Soegijapranata (lebih sering disebut Jalan Siliwangi) dan sebuah jalan kecil yang berada di sebelah Pasar Bulu, yaitu Jalan HOS. Cokroaminoto.

Pertempuran Lima Hari di Semarang. Tugu Muda ini menggambarkan tentang semangat berjuang dan patriotisme warga semarang, khususnya para pemuda yang gigih, rela berkorban dengan semangat yang tinggi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. 

Tugu Muda (sumber : wikipedia)


3.  Pagoda Avalokitesvara

Pagoda ini berada tidak jauh dari pusat Kota Semarang, tepatnya beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan di kawasan Watugong, Semarang. Biasanya sering lihat pagoda ini kalau pas pulang ke Magelang. Tapi belum pernah main ke sana.

Biaya masuk ke komplek Vihara Watu Gong ini gratis dan hanya dikenakan biaya sewa parkir saja. Cocok buat kita-kita yang ingin liburan dengan budget minim.

Pagoda Watu Gong (sumber : jalanjalansemarang)
4. Lawang Sewu

Siapa yang tidak kenal dengan Lawang Sewu? Lawang Sewu adalah sebuah bangunan Belanda yang kuno dan megah yang terletak di Simpang Lama Semarang. Gedung ini dahulu  merupakan kantor dari Nederlands- Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang). 

Biaya masuknya hanya 10 ribu rupiah. Kami pernah berkunjung sekali awal tahun lalu. Murah meriah dan banyak spot yang instagrammable buat yang hobi foto-foto.

Lawang Sewu ( sumber : dokpri )
5. Candi Gedong Songo

Tidak ada salahnya mengenalkan sejarah kepada anak-anak. Wisata mengunjungi Candi adalah salah satu cara mengenalkan sejarah kepada anak-anak. Kali ini tujuannya adalah Candi Gedong Songo. Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa CandiKecamatan BandunganKabupaten SemarangJawa TengahIndonesia tepatnya di lereng Gunung UngaranDi kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi.

Candi ini merupakan peninggalan budaya Hindu dari dinasti Wangsa Syailendra pada abad ke 9 Masehi. Biaya masuk komplek percandian ini hanya tujuh ribu rupiah saja per orang. Irit bukan? 

Candi Gedong Songo (sumber: viva.co.id)
6. Museum Kereta Api Ambarawa


Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Ambarawa beberapa kilometer dari Semarang. Museum ini  menjadi salah satu di antara tiga tempat yang menyimpan lokomitif uap bergerigi buatan Hannoversche Maschinenbau AG. Tempat wisata di Semarang ini dulunya merupakan lokasi Stasiun Ambarawa, yang dibangun pada tanggal 21 Mei 1873 oleh Raja Willem I dari Belanda. Stasiun tersebut ditutup pada tahun 1976 dan secara resmi mulai berubah fungsi menjadi museum

Jika berkunjung ke museum ini kita bisa menikmati tur wisata kereta api tua, mulai kereta api uap maupun kereta api diesel. Ada dua rute yang bisa dipilih yaitu Ambarawa Tuntang atau Ambarawa Bedono. 

Museum kereta api (sumber: wisataduniatop.blogspot.co.id)
7. Eling Bening

Eling Bening terletak di Ambarawa. Tidak terlalu jauh dari Kota Semarang. Pemandangan alam  disana cukup bagus dan membuat decak kagum. Deretan 8 pegunungan dengan hamparan sawah dan danau di kakinya membuat pemandangan di Eling Bening semakin cantik.

Buat yang hobi posting di instagram, Eling Bening ini adalah tempat yang wajib dikunjungi. Banyak spot cantik di sana yang keren buat foto-fotoan. Biaya masuk kawasan wisata ini adalah 15 ribu rupiah per orang yang bisa ditukarkan dengan satu botol minum air putih ukuran sedang.


Renang di kolam renang (dokumen pribadi)

Udara yang sejuk, pemandangan yang indah, playground, kolam renang dan cafe adalah daya tarik dari Eling Bening. Dari Eling Bening tampak Rawa Pening di kejauhan.  Yang menarik,  di sini disediakan beberapa kursi buat duduk-duduk dan menikmati pemandangan indah. Kursinya pun warna-warni. Instgramable deh pokoknya. Awal tahun 2017 kami sempat mampir ke sini pas pulang kampung. Tapi rasanya pengin main lagi dan melihat pemandangan indah dari ketinggian. 


Eling Bening (dokumen pribadi)

Sebenarnya masih banyak tempat wisata di Semarang yang bisa kita singgahi. Tempat-tempat diatas adalah wisata murah meriah yang akan kami kunjungi sekalian liburan pulang kampung akhir tahun kami. Oya untuk hotel karena kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan kami pilih budget hotel untuk istirahat. Untung sekarang ada budget hotel yang mengerti kebutuhan traveler yang ingin liburan dengan dana terbatas. 

Rencananya kami akan menginap di RedDoorz near Lawang Sewu. RedDoorz near Lawang Sewu ini strategis karena  dikelilingi oleh beragam pusat wisata, perbelanjaan dan hiburan utama – seperti Sam Poo Kong Temple (1.9 km), Lawang Sewu (1.7 km), Kota Lama (3.8 km), Bandeng Juwana Elrina (2 km), Ciputra Mall Semarang (3.2 km), Paragon Mall (2.3 km), dan Taman Budaya Raden Saleh (4.5 km).




Tidak ada alasan untuk tidak liburan. Liburan tidak harus mahal kan guys? Dengan pilihan wisata yang tepat kita masih bisa menyenangkan diri sendiri dan liburan dengan murah meriah. Demikian juga dengan pilihan hotel. RedDoorz menyediakan penginapan dengan budget minimal namun dengan fasilitas bagus. RedDoorz near Lawang Sewu dilengkapi oleh beragam fasilitas penunjang kenyamanan - seperti Water Heater, Area Parkir Mobil, Ruang Tamu Bersama, Front Desk 24 Jam dan Room Service.

Selamat liburan teman-teman semua. Happy Holiday.......
Sampai ketemu kembali dengan fadevmother di cerita liburan berikutnya. 


11 komentar:

  1. Hmmmm, RedDoorz ini memang cocok banget untuk budget traveler, tapi dengan fasilitas yang memadai. Saya juga pernah nginep di RedDoorz di Near ITC Fatmawati plus, fasilitasnya oke banget... Salam kenal mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Mas Hendra. Terima kasih sudah berkunjung ke sini. Iya RedDoorz mengakomodir keinginan traveler yang ingin berlibur dan menginap tapi budget pas-pasan.

      Hapus
  2. Kalau ke Mesjid Agung saya sudah beberapa kali. Kebetulan sodara sy ada yang menetap disana. Kali ke Lawang Sewu belum pernah [kangamir dot kom]

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Mas Amir ke Lawang Sewu. Dekat kan ya dari Kebumen?

      Hapus
  3. Selamat liburan juga mbak....

    BalasHapus
  4. Aku penasaran pingin ke Museum Kereta Api Ambarawa itu mba. Anak-anak pasti seneng ya ke sana. Pingin juga masuk ke Lawang Sewu. Waktu itu pernah ke sana tapi anakku masih bayi jadi niat diurungkanlah takut kenapa2.. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ke Lawang Sewu pas tahun kemarin paa anakku umur 4 bulan Mbak. Masih bayi...diberani-beraniin. Hihihi. Gak papa kok. Kalau ke Museum Ambarawa pertama kali dulu pas anaknya masih satu.

      Hapus
  5. Waaah, saya kepengin ke Eling Bening :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo ustad main ke Eling Bening. Pemandangannya baguus bangeet.

      Hapus
  6. Eling beningnya sumpah pengen bikin nyebur :D. Sbenernya kalo ke semarang aku jrg sampe nginep. Biasanya hanya transit bentar sebelum kmudian lanjut ke solo. Tp tiap kali kesana, aku paling suja kulinerannya.. Lumpia, ikan asap :D. Pgn jg sesekali nginep lbh lama di sana

    BalasHapus