Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 November 2018

Mengenal Lebih Dekat Banjar Berseri Astra Ekowisata Subak Sembung Peguyangan

Waktu menunjukkan pukul empat sore saat kami meninggalkan hotel di kawasan Teuku Umar Bali dan menuju Ekowisata Subak Sembung Peguyangan. Ini adalah hari kedua kami berada di Bali. Salah satu tujuannya ke Ekowisata Subak Sembung Bali. Sayangnya selama dua hari si kecil rewel jadi nggak sempat kemana-mana. Di hari kedua saat si kecil tidak rewel kami memutuskan pergi ke Subak Sembung. 

Cuaca cerah saat kami tiba di Subak Sembung Peguyangan. Parkiran tampak penuh dengan beberapa motor dan mobil milik orang-orang yang jogging. Hawa segar khas area persawahan langsung terasa saat kami tiba di sana. Kontras dengan suasana Denpasar dan Kuta yang padat, kita bisa merasakan sejuknya udara di area ini. Tak sabar rasanya ingin memasuki area subak, tapi sebelumnya sempetin foto dulu. 

Eko wisata Subak Sembung terletak di Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan. Area ini mempunyai  luas 115 hektar. Kata subak sendiri sudah tidak asing bagiku. Dulu pada saat  sekolah dasar diajarkan sistem pengairan di Bali yang disebut subak. Subak Sembung bermula pada saat  petani yang tergabung dalam empat kelompok pengelola irigasi (subak) menggagas ekowisata di desanya. Pada awalnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Denpasar bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana (Unud), Bali mendampingi mereka. Jadi Subak Sembung ada sejak tahun 2014.

Gerbang masuk Banjar Berseri Astra (dok.pri)

Kamis, 29 November 2018

Menikmati Pasir Putih di Pantai Parai Bangka Wonderful Indonesia

Angin sepoi-sepoi menerpa wajah kami saat kami tiba di Pantai Parai siang itu. Hari itu adalah hari kedua kami berada di Pulau Bangka. Mas Roza driver sekaligus guide kami yang kami sewa selama di Bangka  mengantarkan kami ke Parai di hari kedua ini. Pantai Parai Tenggiri terletak di Kampung Matras, Sinar Baru Sungailiat, Kabupaten Bangka, sekitar 40 Kilometer dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, atau sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat.

Alhamdulilah cuaca cerah saat kami datang.Anak-anak langsung takjub melihat keindahan pantai ini. Sementara aku langsung bertasbih menyebut asma Allah melihat keindahan yang terpampang di depan mata. Mas Roza bercerita tentang sejarah Pantai Parai. Dulu namanya Parai Tenggiri karena Presiden Sukarno yang dulu dibuang ke Bangka sangat senang makan ikan Tenggiri dari pantai ini. Sekarang namanya berubah bukan Parai Tenggiri tetapi hanya Pantai Parai saja.

Turun dari mobil anak-anak sudah tidak sabar untuk memasuki area pantai dan langsung berenang. Suasana terik membuatku memilih untuk berteduh di beberapa saung yang ada di pinggir pantai.  Sementara anak-anak memilih berenang dan bermain pasir ditemani ayahnya. Baju dan anak-anak basah karena mereka nyebur mandi di pantai sekaligus penuh pasir karena bermain pasir pantai yang putih. Untung bawa baju ganti, jadi tidak khawatir meski baju anak-anak basah. 

Hamparan granit (dok.pri)

Senin, 26 November 2018

5 Pelajaran Berharga ini Bakal Kalian Temukan Saat Solo Traveling


Haloo semuanyaa...hawa-hawa liburan sudah mulai terasa ya tiap akhir tahun gini. Buat yang sudah berkeluarga pasti sudah siapin acara liburan keluarga. Buat yang masih jomblo, jangan khawatir, soalnya kalian  bisa solo traveling.

Buat yang sudah punya cicilan online tanpa kartu kredit dari PayLater, tapi nggak tahu mau liburan sama siapa nggak usah ribet ya mikirnya. Kalian bisa solo traveling karena  berpetualang itu nggak harus menunggu banyak orang. Kebahagiaan saat jalan-jalan di tempat-tempat asing juga bisa datang ketika kamu menjelajahi seorang diri. Setuju kan guys?

Berikut adalah lima pelajaran berharga yang bakal teman-teman  temukan saat solo traveling.

Jadi Lebih Mandiri

sumber @jetshoots


Mungkin selama ini teman-teman  terlihat sebagai sosok yang mandiri di hadapan orang lain. Tapi untuk urusan berpetualang, beranikah teman-teman  melakukannya seorang diri? Solo traveling itu nggak sekadar jalan-jalan, lho. Ada banyak hal yang bisa membentuk jati diri dan kemandirian ketika melakukannya.
Rabu, 07 November 2018

Menikmati Pagi di Desa Wisata Penglipuran Bali

Hari masih gelap saat kami check out dari hotel tempat kami menginap di kawasan Teuku Umar Denpasar. Waktu menunjukkan jam lima pagi lebih sedikit saat kami meninggalkan pelataran hotel. Jalanan masih sepi dan lengang saat mobil yang kami tumpangi menembus jalanan Denpasar - Ubud. Sengaja kami check out pagi-pagi karena ingin melihat suasana di Desa Penglipuran . Kami harus berkejaran dengan waktu karena  jam sebelas siang kami sudah harus sampai Bandara Ngurah Rai untuk terbang kembali ke Jakarta.

Di sepanjang jalan tampak beberapa rumah adat dan pura. Suasana yang berbeda dengan Kota Denpasar yang ramai dan tampak modern. Sepanjang jalan ke Ubud ini kami menemukan suasana khas Bali yang jarang dijumpai di kota lain. Suasana yang sangat religius bagi orang Hindu. Mobil kami  sempat beriringan  dengan rombongan orang- orang yang ingin  beribadah ke pura naik truk bak terbuka. Sebuah pemandangan yang langka bagi kami dan langsung kami abadikan.


Rombongan yang mau berangkat ke pura naik kendaraan bak terbuka (dok.pri)

Desa Penglipuran terletak di desa Kubu kabupaten Bangli Bali. Pukul tujuh kurang seperempat kami sampai di desa Penglipuran. Suasana masih sangat sepi. Awalnya sempat ragu-ragu apakah kami boleh masuk dan parkir karena menurut website yang kami baca  Desa Penglipuran baru buka jam 8 pagi. Tapi kalau untuk menunggu smpai jam 8 pagi kami khawatir nantinya tidak sempat untuk mengejar pesawat pulang. Akhirnya setelah bertanya kepada penduduk setempat mobil kami boleh masuk dan parkir di sana.

Senin, 22 Oktober 2018

Tergoda Dwidaya Tour Carnival di Grand Galaxy Park

Awalnya sih nggak ada niatan pengin lihat Dwidaya tour carnival tanggal 19-21 Oktober 2018. Gara-gara sehari sebelumnya main ke Grand Galaxy Park dan lihat banner gede-gede terpampang langsung deh tergiur lihat iklan yang begitu menggoda. Bayangin aja di banner tertulis tiket pp ke Bali hanya 600 ribu. Murah banget kan? Kebetulan lagi ada rencana ke Bali. Mayan banget nih bisa hemat biaya liburan. Namanya juga emak-emak pengiritan. Hahahaha...

Pas hari Sabtunya sengaja minta anter si ayah dan ajak semua krucils main ke sini. Yaah..rayu rayu si ayah buat beliin tiket gitu. Dari rumah sudah semangat banget. Tapi gara-gara takut macet malam minggu, kita naik motor aja bawa dua motor daripada bawa mobil. Eh beneran deh di jalan macet banget. Untung bawa motor ya jadi bisa selap-selip. 

Sampai mall sudah magrib, jadi ya kita sholat magrib dulu. Abis itu langsung cuzz deh gak sabar ke area pameran. Stannya sih banyak banget ya Dwidaya ini. Membuka beberapa meja dan menempati sebagian besar atrium. Tapi sayang banget pas hari itu pengunjungnya sepi. Nggak tau juga ya kalau siangnya tapi pas aku datang ke sana masih sepi, padahal malam Minggu loh.


pemesanan tiket pesawat (dok.pri)

Kamis, 18 Oktober 2018

Memilih Hotel Nyaman di Sukabumi

Halooo....rasanya sudah lama banget ya nggak nulis blog. Maklum dua minggu ini si emak lagi sibuk.  Ngurusin UTS dua bocil , kesibukan karena mbah Uyut dan eyang uti rawuh mengunjungi cucunya dan yang paling menyita pikiran adalah operasi si kakak beberapa hari yang lalu setelah sebelumnya bolak-balik ke rumah sakit. Sungguh minggu-minggu yang melelahkan dan menegangkan. Mendadak emak butuh liburan. Butuh refreshing untuk mengendurkan otot dan syaraf yang tegang. Kebetulan juga ya dah lama nggak liburan keluar kota.

Si emak sih penginnya liburannya yang agak jauhan gitu, tapi yang nggak macet. Tahu sendiri kan kalau weekend daerah Puncak pasti macet. Penginnya cari udara yang masih segar dan banyak pohon-pohonan alias hijau-hijau. Trus langsung kepikiran deh pengin liburan ke Sukabumi. Terakhir liburan ke Sukabumi dan pertama kali ke Sukabumi dua tahun lalu pas lagi hamil Firdan. Saat itu ada tetangga yang nikahin anaknya ke Sukabumi, jadi kita kondangan sekalian jalan-jalan. Suasananya asyik dan masih bebas polusi. Jadi si emak kepikiran pengin liburan ke sana lagi.

Banyak sekali wisata di Sukabumi yang bisa kita datangi. Dua tahun lalu kami main ke Salabintana. Salabintana adalah Taman Rekreasi yang berada di dekat kota yang terdiri dari hamparan rumput hijau yang luas. Di sekelilingnya juga terdapat banyak pohon Pinus yang bikin suasana jadi adem. Saat itu anak-anak senang sekali berlaran di padang rumput sambil bermain layangan. Seruuuu bangeeet....


Bermain layangan di Taman Salabintana (dok.pri)

Selasa, 21 Agustus 2018

Serunya Bermain di Funtopia Balloon Park di Bintaro Xchange

Sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab terhadap perkembangan dan penggunaan gadget di usia anak-anak yang menggunakan gadget secara berlebihan Traveloka bersama dengan Beyond Screen  Production menghadirkan Funtopia, sebuah arena permainan balon terbesar di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk menciptakan sebuah arena bermain anak di luar ruangan (outdoor) yang dapat dimanfaatkan keluarga Indonesia untuk meningkatkan aktivitas fisik anak dan menciptakan momen kebersamaan bersama keluarga.

Tascha Liudmila sebagai penulis buku Screen Time menjelaskan, “Tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa, untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial. Dalam hal ini, orangtua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga. Selayaknya perkembangan fisik dan kepribadian anak, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh. Artinya peran orangtua sangat penting dan usia prasekolah merupakan rentang usia yang tepat untuk mengembangkan kreativitas mereka”.

Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production menjelaskan, ”Saat ini, tren penggunaan gadget sudah tidak memandang usia dan anak usia prasekolah sudah paham teknologi. Artinya, kreativitas para orangtua dalam menyediakan kegiatan pengganti screen time anak sangat dibutuhkan, karena aktivitas fisik sangat sangat berperan dalam menstimulasi kecerdasan anak. Otak dan daya tahan tubuh saling bergantung dan bekerja timbal balik, sehingga pemberian stimulasi menjadi sama pentingnya dengan pemberian nutrisi.” Beyond Screen Production sebagai event organizer berkomitmen membawa ragam alternatif hiburan yang menyenangkan untuk anak, yang sekaligus bisa menjadi sarana stimulasi untuk mengasah hobi, keterampilan dan kreativitas mereka. Sukses dengan Little Chef Wonder tahun 2015 lalu, sebuah wadah yang mengasah bakat masak si kecil, kini Beyond Screen Production bersama dengan Traveloka, menghadirkan Funtopia.


Beyond Screen Production merupakan anak perusahaan dari event organizer Double Tape yang berdiri sejak tahun 2006. Beyond Screen Production sendiri lahir tahun 2015 dengan filosofi dan komitmen untuk membawa alternatif hiburan menyenangkan sekaligus mendidik yang bisa mengasah kemampuan kreativitas, motorik, sensorik, sekaligus menjadi sarana stimulasi yang baik untuk anak. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai event organizer, misi untuk membawa konsep dalam sebuah eksekusi event yang aman dan memenuhi seluruh aspek dalam pengadaan event yang ideal, menjadi tujuan utama.

Jumat, 29 Juni 2018

Liburan Keluarga Jadi Mudah dengan Vizitrip


Semua keluarga mempunyai prioritas masing-masing. Ada yang lebih mengutamakan membeli barang-barang branded, membeli baju-baju mahal ataupun gonta-ganti baju. Bagi kami semua itu bukan prioritas. Mengajak jalan anak-anak lebih merupakan kebutuhan dibanding baju branded.

Sebenarnya keuangan kami juga nggak banyak. Jadi kalau pengin jalan-jalan pasti menahan diri untuk tidak membeli sesuatu. Paling seneng sih kalau pas pulang kampung. Bisa bersilaturahmi ke banyak saudara sekaligus berwisata ke berbagai tempat wisata.

Ngomongin jalan-jalan nih, demi pengiritan kami biasanya merencanakan tur sendiri. Sibuk hunting tiket sendiri, sibuk cari diskonan hotel sampai merancang itinerary sendiri. Asyik saja sih sebenarnya meski terkadang pusing. Apalagi jika baru pertama kali  bepergian ke tempat tersebut. Jalan-jalan pertama kali keluar negeri tahun 2010 ke Kuala Lumpur. Repot cari tiket pesawat murah, diskon hotel sampai bikin itinerary. Belum lagi kalau pas disana ternyata tidak sesuai dengan kenyataan atau ada itinerary yang meleset. Belum lagi naik transportasi umum di negara tetangga dengan banyak barang bawaan plus bawa 2 anak kecil. 

Senin, 25 Juni 2018

Kampung Prau Homestay Asyik di Bibir Pantai Bandengan

Libur lebaran kali ini si ayah cuti agak lama. Karena lama kami berencana touring sampai Jawa Timur. Biasanya tujuan mudik cuma sampai Jateng saja. Ada yang berbeda dalam mudik kali ini. Biasanya kalau mudik pasti menginap di rumah orang tua ayah di Jepara. Karena sekarang bapak dan ibu sudah tidak ada sekali-kali kami ingin menginap di hotel meskipun sedang mudik. Selain bisa istirahat lebih leluasa si ayah juga membutuhkan wifi kenceng untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya yang belum selesai.

Perjalanan hampir 20 jam membuat badan lelah dan ingin segera istirahat. Sebenarnya tol lancar tapi karena sering dan banyak istirahat perjalanan Bekasi Jepara ditempuh selama 20 jam. Pas sampai Semarang baru kepikiran pengin istirahat di hotel pas tiba di Jakarta. Setelah browsing dapat deh tempat yang oke punya tapi harganya terjangkau. Jadi menginap kali ini bisa dibilang mendadak juga sih. Bookingnya pas udah sampai Semarang. Untung sekarang banyak travel online jadi bisa booking dimana saja meskipun kita sedang di perjalanan. 

Kampung Prau ini adalah nama homestay yang terletak di bibir Pantai Bandengan. Pas lihat harga lumayan murah untuk kamar yang luas. Harga semalam 275 ribu rupiah untuk H-4 lebaran. Sementara untuk H-2 sampai lebaran mereka mematok harga 450 - 480 ribu rupiah permalam untuk tipe kamar yang kami tempati.Namanya juga emak-emak lihat harga murah langsung main  booking.

Pukul 2 siang kami sampai di Kampung Prau. Ternyata kamarnya belum siap dan kami harus menunggu sebentar. Duo krucils sudah nggak sabar menunggu. Jadi saat menunggu kamar siap mereka dah langsung nyebur ke Pantai dan main pasir. Padahal panas banget dan mereka puasa loh. 

Asyik main pasir (dok.pri)

Sabtu, 19 Mei 2018

Indahnya Kota Semarang dari Candiview Hotel Semarang



Akhir Desember tahun kemarin kami sekeluarga pulang kampung. Sebenarnya acara pulang kampungnya termasuk mendadak alias tidak direncanakan terlebih dahulu. Namun meskipun hanya beberapa hari tetap senang karena bisa mengunjungi keluarga di Jepara dan Magelang.

Pulangnya kami mampir dan menginap di Semarang sebelum kembali ke Jakarta karena si ayah sudah capek menyetir. Pesen hotel jam 9 malam dalam perjalanan Jepara ke Semarang. Mendadak juga sih pesennya. Dan sampai hotel sekitar jam 11 malam. Rasa letih dan kantuk langsung hilang saat melihat kamar hotel yang nyaman. Yup..kamar hotelnya diatas ekspektasi kami karea ternyata kamarnya luas. Biasanya kamarnya tidak seluas ini jika kami menginap. Si ayah gelar kasur di bawah sementara kami berempat untel-untelan di atas. 

kamarnya lumayan luas

Selain kamar yang luas, kamar ini juga dilengkapi dengan meja kerja yang nyaman. Jadi pagi-pagi sebelum check out si ayah sempat bekerja dengan nyaman. Aku juga sempat menyelesaikan satu buah tulisan lomba blog yang deadlinenya hari itu alias tanggal 31 Desember. 

mejanya nyaman dan unik
Kamar mandinya lumayan bersih meskipun ada beberapa bagian yang terlihat kurang bersih. Tapi kamar mandinya lumayan luas dan nyaman.
Kamis, 29 Maret 2018

Mengenal Lebih dekat Pontianak, Kota Khatulistiwa

Pernah punya lagu favorit saat kecil dan masih sekolah? Pasti punya dong. Dulu saat masih SD aku suka sekali memandangi peta Indonesia besar yang tertempel di dinding belakang kelas sambil menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke.


Saat aku dewasa  keinginan mengunjungi daerah-daerah di Indonesia menjadi impian. Sayangnya belum sempat keliling daerah di Indonesia sudah nikah duluan. Dan sekarang tambah tidak mungkin karena tiap bepergian aku pasti mengajak suami dan anak-anak. Alhasil mengunjungi beberapa daerah di Indonesia tinggal impian karena keterbatasan biaya bawa pasukan lengkap. hihihi..

Karena keterbatasan biaya aku belum bisa menginjakkan kaki di seluruh daerah di Indonesia. Baru beberapa daerah di Jawa, Bali, Madura , Bangka dan Kalimantan yang pernah aku singgahi. Daerah lainnya masih menjadi impian sampai sekarang.  

Kali ini aku akan bercerita tentang perjalananku ke Kota Pontianak tiga tahun lalu. Yup....mengunjungi Kalimantan merupakan salah satu cita-citaku yang akhirnya tercapai.

Jaman SD mendengar kata Kalimantan yang ada di kepala adalah suku Dayak. Setelah kuliah melihat beberapa teman kuliah yang keturunan suku Dayak dan berkulit putih membuatku penasaran dengan Kalimantan. Dan kesempatan mengunjungi Kalimantan terutama Pontianak baru terwujud 3 tahun yang lalu. 

Kamis, 04 Januari 2018

Menikmati Pemandian Para Bangsawan di Candi Umbul Magelang

Waktu menunjukkan pukul setengah tiga siang saat mobil kami beranjak dari rumah makan lesehan di pinggir sawah di daerah Temanggung. Perut kenyang dan buaian udara yang sejuk membuat aku tertidur. Baru tidur sebentar dibangunkan si ayah yang bingung dengan arah. Yup...tujuan kami berikutnya adalah Candi Umbul di daerah Grabag. Si ayah sempat bingung dengan GPS karena tulisan arah Candi Umbul tidak juga ketemu. 

Kami terus melanjutkan perjalanan. Peta di GPS menunjukkan kalau tujuan kami sudah dekat. Dugaan kami benar. Selang beberapa ratus meter tampak tulisan plang Candi Umbul di sebelah kanan jalan. Yeayyy....akhirnya tiba juga di Candi Umbul. 

Plang Arah Candi Umbul



Yup...Candi Umbul adalah salah satu tujuan liburan kami saat pulang kampung libur akhir tahun kemarin. Candi ini terletak di desa Kartoharjo, Kecamatan GrabagKabupaten MagelangJawa Tengah. Untuk dapat mencapai objek wisata ini, bila mengendarai mobil dari arah Semarang, kita dapat mengambil jalan ke kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Sekitar 400 meter akan langsung sampai di lokasi. Sedangkan apabila dari arah Yogyakarta, pengunjung dapat mengambil jalan ke kanan di pertigaan Desa Krincing (sebelah utara Secang) ke arah Grabag, kemudian mengikut papan penunjuk arah menuju Candi Umbul.

Senin, 25 Desember 2017

Wisata Semarang Murah Meriah Untuk Liburan Akhir Tahun



Siapa yang tidak kenal petikan lagu di atas? Lagu Tasya tersebut jadi favorit anak-anak saat liburan tiba.  Kalau musim liburan tiba anak-anak yang senang. Sementara para orang tua berpikir untuk memberikan liburan yang berkesan buat anak-anak tanpa membikin kantong jebol. Hihihi..

Rencana liburan sekolah dan tahun baru kali ini rencananya  kami  mau liburan  di rumah saja. Kalau nanti suntuk dan bosan  baru main ke Bogor saja yang dekat. Maklum kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan untuk jalan-jalan dan liburan. Namun rencana tinggal rencana karena  nenekku telepon kalau beliau kangen sama buyut-buyutnya alias trio krucils. Nenekku memang sayang banget dengan anak-anakku. Kebetulan si ayah cutinya disetujui . Jadi kita pulang kampung deh. Pulang  kampung tanpa rencana jauh-jauh hari. 

Rencananya kami akan berangkat nanti sore. Berangkat saat liburan  Natal jalanan lebih  sepi daripada kemarin. Dua hari sebelum Natal jalan Pantura ke Jawa Tengah  padat dan macet. Meskipun niat awalnya silaturahmi mengunjungi nenek di Magelang, tapi karena musim libur anggap saja sekalian liburan. Jadi sambil menyelam minum air. 

Kebetulan kalau ke Magelang kami lewat Semarang. Jadi mau mampir Semarang dulu untuk wisata sebelum sampai rumah nenek. Tapi karena dana cekak, mainnya ke tempat wisata yang murah meriah saja.  Sebenarnya banyak wisata Semarang yang bisa dieksplore. Tapi karena judulnya liburan yang mendadak alias tidak direncanakan, jadi tidak ada budget berlebih. Untung di Semarang banyak tempat wisata  yang murah meriah yang bisa dikunjungi.  

Selasa, 28 November 2017

Membuat Paspor Melalui Aplikasi Antrian Paspor Online

Yuhuu...ketemu lagi sama fadevmother. Kali ini kita berbicara masalah paspor yuk. Meski sudah bikin paspor beberapa kali ( punyaku dan duo krucils ) serta memperpanjangnya sepertinya belum pernah bikin tulisan khusus tentang paspor ya. Tulisan tentang paspor baru satu di blog ini. Itu pun nulisnya sekilas saja. 

Baca : Tips memperpanjang paspor anak

Jadi rencananya kami mau bikin paspor buat si dedek bayi. Belum tahu ada rencana kemana sih. Cuman bikin aja dulu. Siapa tau ntar emaknya dapat rejeki jalan kemana atau ada tiket promo murah kemana. Yang penting sudah punya paspor duluan sudah tenang.

Sabtu, 18 November 2017

Rencana Liburan Akhir Tahun ke Bali

Beberapa bulan ini kami disibukkan dengan berbagai macam urusan. Mencari sekolahan buat si kakak yang tahun depan SMP. Surveynya dah dari sekarang. Browsing sana-sini nanya sana-sini. Ternyata cari sekolahan SMP bikin pusing dan galau  ya. Trus sudah 4 bulan ini rumah kami renovasi dan belum selesai sampai sekarang.  Urusin desain dari awal, diskusi ini itu sama arsitek, mengecek pekerjaan tukang dan printilan ini itu membuat kami pusing juga. Rasanya  butuh refreshing akhir tahun untuk ngademin kepala yang mulai ngebul. Qiqiqi...

Senin, 25 September 2017

Batik Trusmi Sebuah Inspirasi dari Kota Cirebon



Waktu menunjukkan pukul dua siang saat mobil kami meninggalkan area Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. Usai sudah tugas si ayah menerangkan salah satu dari  wali songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Sebuah wisata religi bersama anak-anak. Berwisata sekaligus mengenalkan sejarah kebudayaan Islam di Jawa. Hari sebelumnya kami mengenalkan duo krucil tentang Sunan Kudus dan Raden Patah dengan mengunjungi makamnya di Jawa Tengah dalam perjalanan pulang ke Jakarta.



Mobil melaju menuju perkampungan Batik Trusmi. Sudah lama sekali aku ingin mengunjungi pusat Batik Trusmi ini. Berawal dari menonton acara Kick Andy tentang Sally Giovany pendiri sekaligus orang yang mengenalkan Batik Trusmi di khayalak ramai. Semua pemberitaan tentang dirinya di media membuatku penasaran dan ingin mengunjungi kampung batik ini. 

Anak-anak tertidur kecapekan saat kami sampai di pusat grosir Batik Trusmi. Sebenarnya ada beberapa toko yang menjual batik di kampung ini. Kami menuju salah satu yang paling besar  milik Sally Geofany dan suaminya. Si ayah berbaik hati menjaga tiga krucils yang tidur di mobil, sementara aku turun dan ingin melihat-lihat batik. Dua penjaga toko menyambut ramah di pintu masuk toko  sambil mengucapkan ucapan selamat datang seperti di Mall Matahari. Dan jujur aku terkesan.
Senin, 18 September 2017

AOK Jek Transportasi Online di Bangka Belitung

Masih cerita tentang perjalanan ke Bangka kemarin. Mau berbagi informasi barangkali informasi ini berguna buat temen-temen yang mau jalan ke Bangka Belitung. Postingan ini murni berbagi. Bukan job review , sponsor post atau semacamnya ya.

Seperti kebiasaanku traveling, aku selalu menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari. Dari tiket pesawat, hotel bahkan transportasi di daerah wisata yang dituju. Biasanya aku browsing beberapa bulan sebelumnya. Demikian pula dengan perjalananku ke Bangka kemarin.

Awalnya sempat bingung juga gimana nanti pas jalan-jalan ke sana. Nggak ada kenalan dan saudara. Sementara transportasi umum juga sepertinya susah. Kalau browsing biasanya malah nemu tour yang per orangnya mahal. Enak sih ikut tour. Tujuan wisata sudah jelas,ada kendaraan yang mengantar kita ke tujuan wisata, dapat makan dan sebagainya. Sayangnya karena dana terbatas kami tidak pernah ikut tour selama ini. Pun dalam perjalanan ke Bangka nantinya.

Akhirnya pas browsing nggak sengaja nemu aplikasi AOK Jek. Ini semacam go jek nya Jakarta. Wah..asyik banget kayaknya. Jadi bisa antar kemana-mana dan bisa pesan makanan nih. Katanya AOK Jek ini aplikasi lokal khusus Bangka Belitung. Langsung install deh.
Selasa, 12 September 2017

Sebutir Kenangan dan Sebuah Inspirasi dari Negeri Timah



Drama di Hari H
Tujuan liburan kali ini adalah Pulau Bangka. Saat semua orang pergi untuk sholat Idul Adha, kami sibuk memasukkan koper dan ransel ke mobil. Yup..kami memang membawa mobil sendiri ke bandara. Lebih praktis dan tidak susah mencari kendaraan atau taxi online di hari lebaran.

Sayangnya si ayah lupa mengecek bensin yang ternyata mau habis. Perburuan mencari bensin pun dimulai. Sepanjang perjalanan dari rumah semua pom bensin yang kami temui tutup dan baru buka jam 9 pagi. Padahal kami harus sudah sampai bandara jam 9 pagi. Ada sekitar tujuh sampai delapan pom bensin yang kami datangi dalam perjalanan ke bandara dan semua TUTUP.

Si ayah makin panik. Indikator bensin di mobil sudah menyala. Artinya bensin sudah benar-benar habis.  Untunglah kami sudah dekat dengan Bandara. Si ayah bergegas ke pom bensin di pintu keluar bandara.  Dan ternyata sama. Tutup!!

Tampak sebuah mobil di pom. Sepertinya mau isi bensin juga. Gambling kami masuk pom meski tertulis tutup. Ternyata pom bensin bukan hanya tutup Idul Adha. Ternyata memang tutup dan tidak melayani pembelian bensin lagi. Lemes lah kami. Terbayang pasti mobil mogok di sini dan kami ketinggalan pesawat. Pom bensin ini mau tutup dan tidak melayani pembelian tunai. Harus memakai kupon. Sementara kami tidak punya kuponnya. Sudah minta belas kasihan petugas agar mau dibayar tunai karena bensin kami benar-benar habis. Tapi tetep tidak bisa.

Selasa, 29 Agustus 2017

Traveling Lebih Asyik dengan My Prelo Lovelist




Sejak kenal aplikasi Prelo beberapa bulan lalu aku jadi sering membuka aplikasi ini untuk mencari barang yang bener-bener aku butuhkan atau sekedar cuci mata. Maklum namanya juga emak-emak, sekedar cuci mata juga udah senang.

Aplikasi ini  memudahkan aku yang dananya terbatas tapi ingin barang branded. Nggak perlu ngeluarin duit banyak namun kita bisa memiliki barang impian dengan membeli barang bekas atau second  di Prelo. Aku sendiri pernah menjual barang preloved ku di Prelo. Aplikasi ini membantu kita  yang ingin dapetin barang bagus dengan harga miring.


Senin, 07 Agustus 2017

Hotel Cordela Cirebon, Hotel Asyik Buat Transit

Sebenarnya late post sih. Acara menginapnya sudah sebulan yang lalu. Tapi nggak ada salahnya ditulis. Barangkali ada yang butuh menginap di Kota Cirebon dan butuh referensi menginap. 

Pulang kampung kali ini terasa menyenangkan karena selain bersilaturahmi dengan keluarga besar kami juga bisa mampir ke beberapa tempat wisata. Setelah 10 harian di rumah tiba waktunya kembali ke Jakarta.

Hari Kamis siang kami berangkat. Setelah mampir ziarah ke Makam Sunan Kudus kami melanjutkan perjalanan. Berhenti beberapa kali untuk tidur. Jalanan masih ramai lancar. Sampai di Cirebon jam 12 siang hari Jumat. Si ayah yang solo driver sudah kecapekan. Dan tiba-tiba ingin istirahat dan menginap di Cirebon. Wah langsung deh browsing hotel-hotel di Cirebon di mobil.


Setelah membandingkan beberapa hotel dari review dan harganya kami memilih Hotel Cordela Cirebon untuk istirahat transit semalam. Selain karena hotelnya baru, katanya lagi ada promo undian vacation gratis jika kita menginap di Cordela. Maklum si emak suka gratisan, jadi dengar vacation gratis langsung pengen nginap di sana deh. Tahunya promo ini  juga pas browsing.

Mobil segera meluncur ke tengah kota dimana Cordela berada. Kebetulan kami lapar berat dan belum makan siang. Eh di depan hotel ada Richeese Factory. Jadi mampir makan dulu deh. Jam satu kurang selesai makan langsung menyeberang. Sejam sebelumnya sudah pesan melalui Traveloka.