Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Juli 2019

Cara Mudah Cek Jadwal Keberangkatan Kereta Api

Kereta api masih menjadi salah satu favorit moda transportasi publik bagi sebagian masyarakat. Yup...selain bebas macet, naik kereta api terasa lebih menyenangkan apalagi di siang hari karena kita bisa melihat banyak pemandangan bagus di luar.


Pemandangan indah (dok.pri)




Saya sendiri adalah salah satu pemakai jasa transportasi publik ini. Kalau pulang ke Blitar Jawa Timur biasanya kami naik kereta api karena kalau nyetir sendiri dari Jakarta ke Blitar si ayah nggak kuat. Biasanya kami naik kereta api Gajayana atau Majapahit tergantung budget. 

Dulu jika kita  mau naik kereta api harus pergi ke stasiun untuk melihat jadwal keberangkatan kereta api. Kini semua lebih mudah. Tidak perlu pergi ke stasiun untuk melihat jadwal kereta api. Kita bisa cek jadwal lengkap keberangkatan kereta api di sini.

Dengan melihat jadwal kereta api online, proses pembelian kereta api menjadi lebih mudah. Hemat waktu, tenaga dan biaya tentunya karena tidak usah repot pergi ke stasiun untuk membeli tiket kereta api. Jadwal keberangkatan kereta api bisa kita lihat 90 hari sebelumnya. Jadi kita bisa memesan tiket kereta api 90 hari sebelum tanggal keberangkatan. 

Minggu, 21 Juli 2019

Traveling Lebih Mudah dan Nyaman dengan Sewa Mobil Online

Perjalanan ke Bali ini sebenarnya perjalanan akhir tahun lalu di Bulan November. Pukul enam sore  lebih sedikit kami tiba di Bandara Ngurah Rai. Badan sudah capek jiwa dan raga gara-gara Firdan yang nangis sepanjang perjalanan. Badannya memang sedikit tidak enak, jadi dia rewel di pesawat. Beberapa sopir taksi langsung 'nyamperin' saat aku terlihat kerepotan membawa tas dan menggendong toddler. Beberapa menawarkan diri dengan harga yang tidak masuk akal. Aku tahu kalau harganya tidak masuk akal karena sebelumnya aku sudah browsing argo taxi dari bandara ke hotel tempat kami menginap. Akhirnya aku menuju loket resmi bandara dan memesan taxi disana dengan harga yang masuk akal.

Kami sampai di hotel berbarengan dengan ayah yang baru selesai meeting. Ceritanya kami ke Bali karena si ayah tugas disana sehari. Jadi kami nyusul sekalian main dan si ayah extend nemenin kami jalan-jalan. Malamnya kami langsung tertidur karena kecapekan selama di jalan. Kami belum punya acara besok pagi mau jalan kemana.

Paginya setelah badan fresh baru lah si ayah nanya kita mau main kemana. Sudah 3 kali ini kami main ke Bali dan tiap ke Bali pasti sewa mobil. Jadi mau muter-muter Bali bebas karena nyetir sendiri. Terakhir  sewa mobil di Bali tahun 2011 kami datang ke tempat sewa mobil yang sebelumnya kami lihat di website dan memilih mobil yang ada. Tapi sekarang di jaman serba online semua serba mudah. Kita tinggal sewa mobil online. Pilihan beberapa mobil termasuk harga, ketersediaan mobil, jenis mobil yang kita pilih bisa kita lihat di website. Kita juga bisa memilih apakah mobil mau diantarkan atau kita ambil sendiri.

Selasa, 09 Juli 2019

Berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa

Waktu menunjukkan pukul satu siang saat kami beranjak dari apartemen Mataram City di Jogjakarta.  Tujuan kali ini adalah ke Semarang. Yup...kami janjian di Semarang dengan adik ipar yang mau pergi ke Pekalongan. Kami janjian ketemu jam tujuh sore di Semarang. Menurut perkiraan dari google maps, pukul  lima sore kami tiba di  Semarang. Masih ada waktu 2 jam untuk ketemuan. Tiba-tiba di tengah perjalanan  si ayah punya ide. Ke Museum Kereta Api Ambarawa aja yuk sambil nunggu waktu. Wah..benar-benar dadakan.

Langsung deh browsing tentang Museum Kereta Api Ambarawa. Sembilan tahun lalu kami pernah ke sana. Sudah lama banget ya, jadi sudah lupa jam buka dan tutupnya. Wah...ternyata jam tutupnya jam 5 sore, sementara perkiraan waktu sampai Ambarawa jam setengah lima. Awalnya ragu karena cuma ada waktu setengah jam untuk jalan-jalan ke museum yang luas itu. Takut sebanding apa nggak gitu sama effort ke sana. Tapi karena si kecil suka banget sama kereta api akhirnya si ayah putuskan tetap ke sana. Nggak papa setengah jam yang penting si kecil seneng udah lihat kereta api dari dekat. 

Wah surprise banget pas sampai sana. Ternyata museum ini sekarang sudah bagus dan dikelola secara profesional. Sembilan tahun yang lalu saat kami ke sana bentuknya belum seperti ini. Memasuki ruangan berkaca dan ber AC kami membeli tiket. Harga tiket dewasa 10 ribu rupiah dan anak-anak 5 ribu rupiah. Kami membeli 4 tiket, si kecil belum ada 3 tahun jadi tiketnya masih gratis.

Setelah diperiksa oleh petugas tiket, kami segera memasuki area museum. Di sebelah kanan tampak dinding yang dihiasi foto-foto sejarah perkeretaapian di Indonesia. Dulu foto-foto ini belum ada. Sekarang sepanjang jalan menuju area museum ada foto-foto sejarah kereta api. Jadi sambil jalan bisa sambil lihat-lihat dan baca. 

Foto di dinding
Senin, 29 April 2019

3 Tempat Traveling Romantis Terbaik di Indonesia Tahun 2019

Tak sedikit pasangan dari berbagai kalangan usia yang ingin menghabiskan waktu di tempat traveling romantis. Setiap destinasi wisata tersebut menyimpan nuansa berbeda, tergantung minat dan keinginan Anda serta pasangan. Yuk, kita pahami tempat-tempat berikut.
Sembari melepas penat atas rutinitas sehari-hari, ada kalanya Anda dan pasangan butuh menghabiskan waktu menuju tempat-tempat tertentu. Persembahkan kata kata romantis untuk si dia saat sedang liburan, niscaya hubungan kalian berdua akan semakin lekat serta intim.
Masih bingung dengan tempat traveling romantis skala lokal? Tak usah bingung, Anda tak perlu menghabiskan uang banyak untuk pergi liburan. Berikut 5 tempat traveling romantis terbaik di Indonesia rekomendasi tahun 2019 di bawah ini:
1. Ubud, Bali
Keindahan kawasan Ubud di Bali sudah tak perlu diragukan lagi. Sudah sejak lama, Pulau Dewata menjadi salah satu aset wisata terpenting di Indonesia yang mampu menyajikan pengalaman berharga bagi para pengunjung.
Baik masyarakat Tanah Air hingga skala internasional, menjadikan Ubud sebagai rekomendasi tempat traveling romantis terbaik di Indonesia. Nuansa pantai, laut yang indah, hingga suasana gemerlap malam Bali, tak dapat digantikan oleh tempat manapun.
Sabtu, 30 Maret 2019

Antara Oshin, Doraemon dan Kesamber Gledeg OTW Tiket.com

Kalau ingat film drama yang paling menyentuh sepanjang masa adalah serial drama Oshin. Aku masih kelas 3 SD saat drama itu pertama kali diputar di TVRI. Sampai kelas 5 SD drama itu masih diputar di TVRI.

Perjuangan Oshin melalui serial dramanya begitu menyentuh. Ini adalah serial film pertama yang kutonton. Makanya menancap kuat di ingatan. Untuk pertama kalinya aku kecil melihat salju di film itu. Untuk pertama kalinya aku melihat kehidupan orang lain di negara lain yaitu Jepang. Tentu saja selain negara yang kutonton dalam acara berita "Dunia dalam Berita " setiap jam 9 malam.

Cerita perjuangan Oshin, musim dingin yang penuh dengan salju tebal, rumah-rumah ala Jepang, bunga Sakura saat musim semi, kimono......semuanya cukup membuatku mempunyai cita-cita. Someday aku harus ke Jepang. Melihat negara tempat Oshin lahir. Alasan yang klise...namun begitulah kenyataannya. Terkadang impian masa kecil itu begitu menancap kuat dan susah dihilangkan.

Film Oshin

Lain aku lain anakku. Anak-anak suka banget nonton film Doraemon. Entah dimana pesona film kucing yang sudah diputar sejak aku kecil itu buat anakku. Si tengah  bisa anteng nonton berepisode-episode Doraemon lewat youtube. Kayaknya dia ngefans sama Doraemon.
Minggu, 03 Februari 2019

Pesona Keindahan Pulau Merah Banyuwangi dan 4 Pantai Indah di Sekitarnya

Yuhuuu...ketemu lagi sama fadevmother di sini. Setelah beberapa waktu nggak ngomongin tempat wisata kali ini aku akan ajak pembaca sekalian menikmati keindahan Banyuwangi. Siapa yang nggak kenal kota Banyuwangi? Kota yang terletak di paling ujung Pulau Jawa ini ternyata menyimpan sejuta pesona yang jarang kita ketahui. Apa saja pesonanya? Yuk kita lihat sama-sama. 

Salah satu wisata di Kota Banyuwangi adalah Pulau Merah. Pulau Merah  menjadi salah satu ikon Kabupaten Banyuwangi. Bukan hal yang mengherankan memang. Apalagi pantai cantik ini mampu memikat wisatawan lokal hingga mancanegara. Jadi nggak perlu jauh-jauh ke Bali kalau teman-teman ingin bertemu dengan bule.
Tapi selain Pulau Merah atau Red Island, ada sejumlah pantai di dekat wisata air ini yang panoramanya nggak kalah memikat. Sayang banget deh kalau teman-teman lewatkan. Terlebih lagi ada salah satu pantai yang memungkinkanmu untuk bertemu dengan penyu raksasa.

1. Pulau Merah Banyuwangi

Wisata yang dulunya bernama Pantai Ringin Pintu ini memang begitu memesona dengan panorama alam di sekitarnya. Di sini kalian akan menyaksikan bukit kecil di dekat pantai yang warna tanahnya berwarna merah. Nggak heran namanya menjadi Pulau Merah.
Tapi teman-teman nggak akan bisa menyaksikan tanah yang merah karena tertutup oleh pepohonan yang rimbun.
Bukan hanya bisa menyaksikan keindahan pantai dengan pasir putih keemasannya saja. Teman-teman juga bisa melakukan beberapa aktivitas seru di sini yang meliputi:
  • Berselancar (untuk pemula hingga profesional)
  • Berenang
  • Memancing
  • Menyaksikan keindahan sunset
Selain aktivitas tersebut, kalian juga bisa mengunjungi bukit kecil di Pulau Merah ketika laut surut. Di sana kalian bisa menyaksikan beragam biota laut yang terjebak di antara karang laut.
Jadi tanpa snorkeling pun teman-teman bisa menyaksikan beberapa hewan lucu yang ada tinggal di dalam lautan.
Sumber : instagram @explore_banyuwangi
Selasa, 29 Januari 2019

Hotel Amanah Benua, Hotel Transit di Cirebon

Beberapa waktu lalu saat pulang kampung dan kembali ke Jakarta  kami memutuskan untuk transit di Cirebon. Ini kali kedua kami memutuskan transit di Cirebon. Karena niatnya cuma transit dan sekedar meluruskan pinggang setelah berjam-jam perjalanan dari Jawa Tengah, maka kami pun memilih hotel murah meriah sekedar untuk trasit dan meluruskan pinggang. 

Sebenarnya ada banyak hotel murah meriah untuk transit di Cirebon. Biasanya sebelum memutuskan untuk menginap di sebuah hotel biasanya aku membaca beberapa review dari pengunjung yang menginap di hotel tersebut. Jika reviewnya bagus maka memutuskan untuk menginap, namun jika reviewnya jelek meski harganya cocok kami nggak jadi menginap. Karena si ayah tampak sudah kelelahan nyetir maka dua jam sebelum memasuki kota Cirebon aku sudah mulai browsing hotel murah yang bisa digunakan untuk istirahat. Dan pilihannya jatuh pada Hotel Amanah Benua. Letaknya strategis di pusat kota dan dekat terminal. Harganya pun murah meriah untuk sekedar transit. 

Hotel Amanah Benua (sumber : google)
Karena nggak sempat fotoin bagian depan hotel, maka ambil fotonya dari google aja ya. Hotel ini terletak persis di samping terminal. Jadi cocok buat yang ingin liburan ke Cirebon tapi nggak bawa kendaraan pribadi. Bisa naik bis turun terminal dan menginap di sana.

Senin, 14 Januari 2019

Semalam di Palm Beach Resort Bandengan

Waktu menunjukkan pukul 12 siang saat mobil kami tiba di Semarang. Kebetulan hari Jumat dan si ayah dan anak-anak harus Jumatan. Akhirnya berhenti dulu untuk sholat Jumat di masjid Sultan Agung Semarang. Yuhuu...sebentar lagi sampai Jepara nih. Anak-anak yang sudah kecapekan melakukan perjalanan semaleman dari Jakarta tidak sabar untuk segera sampai hotel dan beristirahat.

Pukul setengah tiga mobil kami memasuki kawasan Pantai Bandengan. Tepat di ujung gerbang pintu masuk Pantai Bandengan di sebelah kanan jalan terpampang tulisan besar Palm Beach Bandengan. Yippieee sudah sampai !!! Anak-anak pun bersorak kegirangan.

Palm Beach Resort Bandengan Jepara

Kami memasuki area hotel. Beberapa meter dari pintu gerbang ada bapak satpam yang menyambut  kami dan memberitahu gedung tempat resepsionis berada. Resepsionis berada di sebuah bangunan kecil yang terpisah dari kamar tamu. Hotel Palm Beach ini mempunyai area yang luas dengan beberapa bangunan yang terpisah. Di kanan kiri tampak beberapa pohon kelapa dan pohon lain yang menambah kesan asri dan hijau hotel.

Suasana hotel yang asri dan hijau (dok.pri)

Jumat, 30 November 2018

Mengenal Lebih Dekat Banjar Berseri Astra Ekowisata Subak Sembung Peguyangan

Waktu menunjukkan pukul empat sore saat kami meninggalkan hotel di kawasan Teuku Umar Bali dan menuju Ekowisata Subak Sembung Peguyangan. Ini adalah hari kedua kami berada di Bali. Salah satu tujuannya ke Ekowisata Subak Sembung Bali. Sayangnya selama dua hari si kecil rewel jadi nggak sempat kemana-mana. Di hari kedua saat si kecil tidak rewel kami memutuskan pergi ke Subak Sembung. 

Cuaca cerah saat kami tiba di Subak Sembung Peguyangan. Parkiran tampak penuh dengan beberapa motor dan mobil milik orang-orang yang jogging. Hawa segar khas area persawahan langsung terasa saat kami tiba di sana. Kontras dengan suasana Denpasar dan Kuta yang padat, kita bisa merasakan sejuknya udara di area ini. Tak sabar rasanya ingin memasuki area subak, tapi sebelumnya sempetin foto dulu. 

Eko wisata Subak Sembung terletak di Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan. Area ini mempunyai  luas 115 hektar. Kata subak sendiri sudah tidak asing bagiku. Dulu pada saat  sekolah dasar diajarkan sistem pengairan di Bali yang disebut subak. Subak Sembung bermula pada saat  petani yang tergabung dalam empat kelompok pengelola irigasi (subak) menggagas ekowisata di desanya. Pada awalnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Denpasar bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana (Unud), Bali mendampingi mereka. Jadi Subak Sembung ada sejak tahun 2014.

Gerbang masuk Banjar Berseri Astra (dok.pri)

Kamis, 29 November 2018

Menikmati Pasir Putih di Pantai Parai Bangka Wonderful Indonesia

Angin sepoi-sepoi menerpa wajah kami saat kami tiba di Pantai Parai siang itu. Hari itu adalah hari kedua kami berada di Pulau Bangka. Mas Roza driver sekaligus guide kami yang kami sewa selama di Bangka  mengantarkan kami ke Parai di hari kedua ini. Pantai Parai Tenggiri terletak di Kampung Matras, Sinar Baru Sungailiat, Kabupaten Bangka, sekitar 40 Kilometer dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, atau sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat.

Alhamdulilah cuaca cerah saat kami datang.Anak-anak langsung takjub melihat keindahan pantai ini. Sementara aku langsung bertasbih menyebut asma Allah melihat keindahan yang terpampang di depan mata. Mas Roza bercerita tentang sejarah Pantai Parai. Dulu namanya Parai Tenggiri karena Presiden Sukarno yang dulu dibuang ke Bangka sangat senang makan ikan Tenggiri dari pantai ini. Sekarang namanya berubah bukan Parai Tenggiri tetapi hanya Pantai Parai saja.

Turun dari mobil anak-anak sudah tidak sabar untuk memasuki area pantai dan langsung berenang. Suasana terik membuatku memilih untuk berteduh di beberapa saung yang ada di pinggir pantai.  Sementara anak-anak memilih berenang dan bermain pasir ditemani ayahnya. Baju dan anak-anak basah karena mereka nyebur mandi di pantai sekaligus penuh pasir karena bermain pasir pantai yang putih. Untung bawa baju ganti, jadi tidak khawatir meski baju anak-anak basah. 

Hamparan granit (dok.pri)

Senin, 26 November 2018

5 Pelajaran Berharga ini Bakal Kalian Temukan Saat Solo Traveling


Haloo semuanyaa...hawa-hawa liburan sudah mulai terasa ya tiap akhir tahun gini. Buat yang sudah berkeluarga pasti sudah siapin acara liburan keluarga. Buat yang masih jomblo, jangan khawatir, soalnya kalian  bisa solo traveling.

Buat yang sudah punya cicilan online tanpa kartu kredit dari PayLater, tapi nggak tahu mau liburan sama siapa nggak usah ribet ya mikirnya. Kalian bisa solo traveling karena  berpetualang itu nggak harus menunggu banyak orang. Kebahagiaan saat jalan-jalan di tempat-tempat asing juga bisa datang ketika kamu menjelajahi seorang diri. Setuju kan guys?

Berikut adalah lima pelajaran berharga yang bakal teman-teman  temukan saat solo traveling.

Jadi Lebih Mandiri

sumber @jetshoots


Mungkin selama ini teman-teman  terlihat sebagai sosok yang mandiri di hadapan orang lain. Tapi untuk urusan berpetualang, beranikah teman-teman  melakukannya seorang diri? Solo traveling itu nggak sekadar jalan-jalan, lho. Ada banyak hal yang bisa membentuk jati diri dan kemandirian ketika melakukannya.
Rabu, 07 November 2018

Menikmati Pagi di Desa Wisata Penglipuran Bali

Hari masih gelap saat kami check out dari hotel tempat kami menginap di kawasan Teuku Umar Denpasar. Waktu menunjukkan jam lima pagi lebih sedikit saat kami meninggalkan pelataran hotel. Jalanan masih sepi dan lengang saat mobil yang kami tumpangi menembus jalanan Denpasar - Ubud. Sengaja kami check out pagi-pagi karena ingin melihat suasana di Desa Penglipuran . Kami harus berkejaran dengan waktu karena  jam sebelas siang kami sudah harus sampai Bandara Ngurah Rai untuk terbang kembali ke Jakarta.

Di sepanjang jalan tampak beberapa rumah adat dan pura. Suasana yang berbeda dengan Kota Denpasar yang ramai dan tampak modern. Sepanjang jalan ke Ubud ini kami menemukan suasana khas Bali yang jarang dijumpai di kota lain. Suasana yang sangat religius bagi orang Hindu. Mobil kami  sempat beriringan  dengan rombongan orang- orang yang ingin  beribadah ke pura naik truk bak terbuka. Sebuah pemandangan yang langka bagi kami dan langsung kami abadikan.


Rombongan yang mau berangkat ke pura naik kendaraan bak terbuka (dok.pri)

Desa Penglipuran terletak di desa Kubu kabupaten Bangli Bali. Pukul tujuh kurang seperempat kami sampai di desa Penglipuran. Suasana masih sangat sepi. Awalnya sempat ragu-ragu apakah kami boleh masuk dan parkir karena menurut website yang kami baca  Desa Penglipuran baru buka jam 8 pagi. Tapi kalau untuk menunggu smpai jam 8 pagi kami khawatir nantinya tidak sempat untuk mengejar pesawat pulang. Akhirnya setelah bertanya kepada penduduk setempat mobil kami boleh masuk dan parkir di sana.

Senin, 22 Oktober 2018

Tergoda Dwidaya Tour Carnival di Grand Galaxy Park

Awalnya sih nggak ada niatan pengin lihat Dwidaya tour carnival tanggal 19-21 Oktober 2018. Gara-gara sehari sebelumnya main ke Grand Galaxy Park dan lihat banner gede-gede terpampang langsung deh tergiur lihat iklan yang begitu menggoda. Bayangin aja di banner tertulis tiket pp ke Bali hanya 600 ribu. Murah banget kan? Kebetulan lagi ada rencana ke Bali. Mayan banget nih bisa hemat biaya liburan. Namanya juga emak-emak pengiritan. Hahahaha...

Pas hari Sabtunya sengaja minta anter si ayah dan ajak semua krucils main ke sini. Yaah..rayu rayu si ayah buat beliin tiket gitu. Dari rumah sudah semangat banget. Tapi gara-gara takut macet malam minggu, kita naik motor aja bawa dua motor daripada bawa mobil. Eh beneran deh di jalan macet banget. Untung bawa motor ya jadi bisa selap-selip. 

Sampai mall sudah magrib, jadi ya kita sholat magrib dulu. Abis itu langsung cuzz deh gak sabar ke area pameran. Stannya sih banyak banget ya Dwidaya ini. Membuka beberapa meja dan menempati sebagian besar atrium. Tapi sayang banget pas hari itu pengunjungnya sepi. Nggak tau juga ya kalau siangnya tapi pas aku datang ke sana masih sepi, padahal malam Minggu loh.


pemesanan tiket pesawat (dok.pri)

Kamis, 18 Oktober 2018

Memilih Hotel Nyaman di Sukabumi

Halooo....rasanya sudah lama banget ya nggak nulis blog. Maklum dua minggu ini si emak lagi sibuk.  Ngurusin UTS dua bocil , kesibukan karena mbah Uyut dan eyang uti rawuh mengunjungi cucunya dan yang paling menyita pikiran adalah operasi si kakak beberapa hari yang lalu setelah sebelumnya bolak-balik ke rumah sakit. Sungguh minggu-minggu yang melelahkan dan menegangkan. Mendadak emak butuh liburan. Butuh refreshing untuk mengendurkan otot dan syaraf yang tegang. Kebetulan juga ya dah lama nggak liburan keluar kota.

Si emak sih penginnya liburannya yang agak jauhan gitu, tapi yang nggak macet. Tahu sendiri kan kalau weekend daerah Puncak pasti macet. Penginnya cari udara yang masih segar dan banyak pohon-pohonan alias hijau-hijau. Trus langsung kepikiran deh pengin liburan ke Sukabumi. Terakhir liburan ke Sukabumi dan pertama kali ke Sukabumi dua tahun lalu pas lagi hamil Firdan. Saat itu ada tetangga yang nikahin anaknya ke Sukabumi, jadi kita kondangan sekalian jalan-jalan. Suasananya asyik dan masih bebas polusi. Jadi si emak kepikiran pengin liburan ke sana lagi.

Banyak sekali wisata di Sukabumi yang bisa kita datangi. Dua tahun lalu kami main ke Salabintana. Salabintana adalah Taman Rekreasi yang berada di dekat kota yang terdiri dari hamparan rumput hijau yang luas. Di sekelilingnya juga terdapat banyak pohon Pinus yang bikin suasana jadi adem. Saat itu anak-anak senang sekali berlaran di padang rumput sambil bermain layangan. Seruuuu bangeeet....


Bermain layangan di Taman Salabintana (dok.pri)

Selasa, 21 Agustus 2018

Serunya Bermain di Funtopia Balloon Park di Bintaro Xchange

Sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab terhadap perkembangan dan penggunaan gadget di usia anak-anak yang menggunakan gadget secara berlebihan Traveloka bersama dengan Beyond Screen  Production menghadirkan Funtopia, sebuah arena permainan balon terbesar di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk menciptakan sebuah arena bermain anak di luar ruangan (outdoor) yang dapat dimanfaatkan keluarga Indonesia untuk meningkatkan aktivitas fisik anak dan menciptakan momen kebersamaan bersama keluarga.

Tascha Liudmila sebagai penulis buku Screen Time menjelaskan, “Tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa, untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial. Dalam hal ini, orangtua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga. Selayaknya perkembangan fisik dan kepribadian anak, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh. Artinya peran orangtua sangat penting dan usia prasekolah merupakan rentang usia yang tepat untuk mengembangkan kreativitas mereka”.

Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production menjelaskan, ”Saat ini, tren penggunaan gadget sudah tidak memandang usia dan anak usia prasekolah sudah paham teknologi. Artinya, kreativitas para orangtua dalam menyediakan kegiatan pengganti screen time anak sangat dibutuhkan, karena aktivitas fisik sangat sangat berperan dalam menstimulasi kecerdasan anak. Otak dan daya tahan tubuh saling bergantung dan bekerja timbal balik, sehingga pemberian stimulasi menjadi sama pentingnya dengan pemberian nutrisi.” Beyond Screen Production sebagai event organizer berkomitmen membawa ragam alternatif hiburan yang menyenangkan untuk anak, yang sekaligus bisa menjadi sarana stimulasi untuk mengasah hobi, keterampilan dan kreativitas mereka. Sukses dengan Little Chef Wonder tahun 2015 lalu, sebuah wadah yang mengasah bakat masak si kecil, kini Beyond Screen Production bersama dengan Traveloka, menghadirkan Funtopia.


Beyond Screen Production merupakan anak perusahaan dari event organizer Double Tape yang berdiri sejak tahun 2006. Beyond Screen Production sendiri lahir tahun 2015 dengan filosofi dan komitmen untuk membawa alternatif hiburan menyenangkan sekaligus mendidik yang bisa mengasah kemampuan kreativitas, motorik, sensorik, sekaligus menjadi sarana stimulasi yang baik untuk anak. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai event organizer, misi untuk membawa konsep dalam sebuah eksekusi event yang aman dan memenuhi seluruh aspek dalam pengadaan event yang ideal, menjadi tujuan utama.

Jumat, 29 Juni 2018

Liburan Keluarga Jadi Mudah dengan Vizitrip


Semua keluarga mempunyai prioritas masing-masing. Ada yang lebih mengutamakan membeli barang-barang branded, membeli baju-baju mahal ataupun gonta-ganti baju. Bagi kami semua itu bukan prioritas. Mengajak jalan anak-anak lebih merupakan kebutuhan dibanding baju branded.

Sebenarnya keuangan kami juga nggak banyak. Jadi kalau pengin jalan-jalan pasti menahan diri untuk tidak membeli sesuatu. Paling seneng sih kalau pas pulang kampung. Bisa bersilaturahmi ke banyak saudara sekaligus berwisata ke berbagai tempat wisata.

Ngomongin jalan-jalan nih, demi pengiritan kami biasanya merencanakan tur sendiri. Sibuk hunting tiket sendiri, sibuk cari diskonan hotel sampai merancang itinerary sendiri. Asyik saja sih sebenarnya meski terkadang pusing. Apalagi jika baru pertama kali  bepergian ke tempat tersebut. Jalan-jalan pertama kali keluar negeri tahun 2010 ke Kuala Lumpur. Repot cari tiket pesawat murah, diskon hotel sampai bikin itinerary. Belum lagi kalau pas disana ternyata tidak sesuai dengan kenyataan atau ada itinerary yang meleset. Belum lagi naik transportasi umum di negara tetangga dengan banyak barang bawaan plus bawa 2 anak kecil. 

Senin, 25 Juni 2018

Kampung Prau Homestay Asyik di Bibir Pantai Bandengan

Libur lebaran kali ini si ayah cuti agak lama. Karena lama kami berencana touring sampai Jawa Timur. Biasanya tujuan mudik cuma sampai Jateng saja. Ada yang berbeda dalam mudik kali ini. Biasanya kalau mudik pasti menginap di rumah orang tua ayah di Jepara. Karena sekarang bapak dan ibu sudah tidak ada sekali-kali kami ingin menginap di hotel meskipun sedang mudik. Selain bisa istirahat lebih leluasa si ayah juga membutuhkan wifi kenceng untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya yang belum selesai.

Perjalanan hampir 20 jam membuat badan lelah dan ingin segera istirahat. Sebenarnya tol lancar tapi karena sering dan banyak istirahat perjalanan Bekasi Jepara ditempuh selama 20 jam. Pas sampai Semarang baru kepikiran pengin istirahat di hotel pas tiba di Jakarta. Setelah browsing dapat deh tempat yang oke punya tapi harganya terjangkau. Jadi menginap kali ini bisa dibilang mendadak juga sih. Bookingnya pas udah sampai Semarang. Untung sekarang banyak travel online jadi bisa booking dimana saja meskipun kita sedang di perjalanan. 

Kampung Prau ini adalah nama homestay yang terletak di bibir Pantai Bandengan. Pas lihat harga lumayan murah untuk kamar yang luas. Harga semalam 275 ribu rupiah untuk H-4 lebaran. Sementara untuk H-2 sampai lebaran mereka mematok harga 450 - 480 ribu rupiah permalam untuk tipe kamar yang kami tempati.Namanya juga emak-emak lihat harga murah langsung main  booking.

Pukul 2 siang kami sampai di Kampung Prau. Ternyata kamarnya belum siap dan kami harus menunggu sebentar. Duo krucils sudah nggak sabar menunggu. Jadi saat menunggu kamar siap mereka dah langsung nyebur ke Pantai dan main pasir. Padahal panas banget dan mereka puasa loh. 

Asyik main pasir (dok.pri)

Sabtu, 19 Mei 2018

Indahnya Kota Semarang dari Candiview Hotel Semarang



Akhir Desember tahun kemarin kami sekeluarga pulang kampung. Sebenarnya acara pulang kampungnya termasuk mendadak alias tidak direncanakan terlebih dahulu. Namun meskipun hanya beberapa hari tetap senang karena bisa mengunjungi keluarga di Jepara dan Magelang.

Pulangnya kami mampir dan menginap di Semarang sebelum kembali ke Jakarta karena si ayah sudah capek menyetir. Pesen hotel jam 9 malam dalam perjalanan Jepara ke Semarang. Mendadak juga sih pesennya. Dan sampai hotel sekitar jam 11 malam. Rasa letih dan kantuk langsung hilang saat melihat kamar hotel yang nyaman. Yup..kamar hotelnya diatas ekspektasi kami karea ternyata kamarnya luas. Biasanya kamarnya tidak seluas ini jika kami menginap. Si ayah gelar kasur di bawah sementara kami berempat untel-untelan di atas. 

kamarnya lumayan luas

Selain kamar yang luas, kamar ini juga dilengkapi dengan meja kerja yang nyaman. Jadi pagi-pagi sebelum check out si ayah sempat bekerja dengan nyaman. Aku juga sempat menyelesaikan satu buah tulisan lomba blog yang deadlinenya hari itu alias tanggal 31 Desember. 

mejanya nyaman dan unik
Kamar mandinya lumayan bersih meskipun ada beberapa bagian yang terlihat kurang bersih. Tapi kamar mandinya lumayan luas dan nyaman.
Kamis, 29 Maret 2018

Mengenal Lebih dekat Pontianak, Kota Khatulistiwa

Pernah punya lagu favorit saat kecil dan masih sekolah? Pasti punya dong. Dulu saat masih SD aku suka sekali memandangi peta Indonesia besar yang tertempel di dinding belakang kelas sambil menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke.


Saat aku dewasa  keinginan mengunjungi daerah-daerah di Indonesia menjadi impian. Sayangnya belum sempat keliling daerah di Indonesia sudah nikah duluan. Dan sekarang tambah tidak mungkin karena tiap bepergian aku pasti mengajak suami dan anak-anak. Alhasil mengunjungi beberapa daerah di Indonesia tinggal impian karena keterbatasan biaya bawa pasukan lengkap. hihihi..

Karena keterbatasan biaya aku belum bisa menginjakkan kaki di seluruh daerah di Indonesia. Baru beberapa daerah di Jawa, Bali, Madura , Bangka dan Kalimantan yang pernah aku singgahi. Daerah lainnya masih menjadi impian sampai sekarang.  

Kali ini aku akan bercerita tentang perjalananku ke Kota Pontianak tiga tahun lalu. Yup....mengunjungi Kalimantan merupakan salah satu cita-citaku yang akhirnya tercapai.

Jaman SD mendengar kata Kalimantan yang ada di kepala adalah suku Dayak. Setelah kuliah melihat beberapa teman kuliah yang keturunan suku Dayak dan berkulit putih membuatku penasaran dengan Kalimantan. Dan kesempatan mengunjungi Kalimantan terutama Pontianak baru terwujud 3 tahun yang lalu. 

Kamis, 04 Januari 2018

Menikmati Pemandian Para Bangsawan di Candi Umbul Magelang

Waktu menunjukkan pukul setengah tiga siang saat mobil kami beranjak dari rumah makan lesehan di pinggir sawah di daerah Temanggung. Perut kenyang dan buaian udara yang sejuk membuat aku tertidur. Baru tidur sebentar dibangunkan si ayah yang bingung dengan arah. Yup...tujuan kami berikutnya adalah Candi Umbul di daerah Grabag. Si ayah sempat bingung dengan GPS karena tulisan arah Candi Umbul tidak juga ketemu. 

Kami terus melanjutkan perjalanan. Peta di GPS menunjukkan kalau tujuan kami sudah dekat. Dugaan kami benar. Selang beberapa ratus meter tampak tulisan plang Candi Umbul di sebelah kanan jalan. Yeayyy....akhirnya tiba juga di Candi Umbul. 

Plang Arah Candi Umbul



Yup...Candi Umbul adalah salah satu tujuan liburan kami saat pulang kampung libur akhir tahun kemarin. Candi ini terletak di desa Kartoharjo, Kecamatan GrabagKabupaten MagelangJawa Tengah. Untuk dapat mencapai objek wisata ini, bila mengendarai mobil dari arah Semarang, kita dapat mengambil jalan ke kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Sekitar 400 meter akan langsung sampai di lokasi. Sedangkan apabila dari arah Yogyakarta, pengunjung dapat mengambil jalan ke kanan di pertigaan Desa Krincing (sebelah utara Secang) ke arah Grabag, kemudian mengikut papan penunjuk arah menuju Candi Umbul.

Mari Manfaatkan Transaksi Digital untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional

Sejak diberlakukannya sekolah daring untuk anak-anak  dan kerja dari rumah buat si ayah otomatis waktu nereka lebih banyak dihabiskan di rum...