Selasa, 22 Juli 2014

Kidzania...Asyiknya Dunia Anak-Anak

Pertengahan bulan Juni lalu  kami berkesempatan mengunjungi Kidzania. Yup..mumpung ujian sudah selesai. Sambil menunggu terima raport, kami pergi ke Kidzania. Kebetulan aku habis dapat dua buah tiket kidzania gratis dari kuis. Jadi tinggal beli satu tiket lagi untuk pendamping. Sebenarnya tiketnya sih untuk ibu dan anak, berhubung anaknya dua, jadi dipakai Faris dan Devin deh. Jadi aku yang beli.  SStt....ini adalah kedatangan keempat kalinya krucils ke kidzania. Tiga kali dapat gratisan dari beberapa kuis. Dan sekali berangkat rombongan dari sekolah.



Menang kuis Kidzania


KIDZANIA adalah sebuah pusat rekreasi berkonsep EDUTAINMENT yang unik bagi anak-anak usia 2-16 tahun serta orang tua nya.

KIDZANIA dibangun khusus menyerupai replika sebuah kota yang sesungguhnya, namun dalam ukuran anak-anak, lengkap dengan jalan raya, bangunan, ritel juga berbagai kendaran yang berjalan di sekeliling kota.

Di kota ini, anak-anak memainkan peran orang dewasa sambil mempelajari berbagai profesi. Misalnya, menjadi seorang dokter, pilot, pekerja konstruksi, detektif swasta, arkeolog, pembalap F1 dan lebih dari 100 jenis PROFESI dan PEKERJAAN orang dewasa lainnya.

Di KIDZANIA terdapat bangunan-bangunan yang umumnya terdapat di sebuah kota, seperti Rumah Sakit, Supermarket, Salon, Teater, Kawasan Industri, dan banyak lagi (Lihat “Tur Kota”).

Kidzania ini terletak di Mall Pacific Place lantai 6  Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Kawasan Niaga Sudirman (SCBD), Jakarta 12190. Jam operasinya Senen sampai Kamis jam 9 pagi sampai jam 4 sore . Kalau weekend  dibagi dua sesi yaitu sesi pertama jam 9 sampai jam 2 siang. Dan sesi dua jam 3 sampai jam 8 malam. Harga tiketnya adalah 130 ribu untuk anak-anak dan 90 ribu untuk pendamping weekday, dan 150 ribu saat weekend untuk anak-anak. Harga tiket selengkapnya bias dilihat di sini. Kalau musim liburan harga tiket bias 200 ribu per anak lho. Begitu juga dengan pendamping. Jadi kalau sering dapet tiket gratis kayak aku sih lumayan irit. Hihi...

Biasanya untuk rombongan tour atau rombongan sekolah, kita bisa reservasi terlebih dahulu. Harganya pun bisa lebih murah selisih banyak dengan pembelian jumlah tertentu. Jangan lupa, siapin uang lebih ya karena kita tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. Jadi  harus membeli makanan dan minuman di dalam.

Karena sering kesini, anak-anak hafal destinasi favoritnya. Mereka paling senang jadi polisi dan menangkap penjahat. Serasa jadi super Hero deh. Tempat baru yang dikunjungi kemarin adalah jadi pegawai hotel, bikin handuk  dan bikin paspor. Lainnya sudah sering mereka datangi. Khusus Devin dia bikin SIM baru karena SIM lamanya bikin pas dia masih kecil dan umurnya sudah bertambah katanya. Hihi...

Untuk paspor kita harus membuatnya di kantor Imigrasi Kidzania dan harus bayar. Tapi bayarnya nggak pakai uang Kidzoz tapi pakai uang beneran. Masing-masing anak membayar 15 ribu rupiah.  Jika mempunyai paspor Kidzania ini, tiap bekerja langsung mendapat tambahan dua kidzos. Lumayan bukan?



Kemarin sih foto banyak banget disana. Sengaja mau dibikin cerita gitu. Tapi sudah diubek -ubek kok gak nemu ya. Huaa...hilang kemana nih. Ntar ya fotonya menyusul kalau sudah ketemu. Gara-garanya kemarin buru-buru mau liburan sih, jadi foto di kamera dipindahin ke komputer.Tapi kenapa sekarang ngilang ya? Panik dot kom



Minggu, 06 Juli 2014

Asyiknya Berbelanja Di Transmart Carrefour Super Center

Penasaran dengan cerita teman yang pernah mengunjungi Transmart Carrefour  Super Center di Tangerang, akhirnya kemarin Sabtu 5 Juli 2014 kami memutuskan untuk pergi kesana. Sebenarnya cukup jauh juga lokasi Transmart Center ini mengingat kami tinggal di Bekasi. Namun perjalanan dua jam lebih Bekasi - Tangerang terbayar sudah saat kami menginjakkan kaki disana. Transmart Carrefour ini terletak di Jalan MH Thamrin Cikokol Tangerang.

Kamis, 03 Juli 2014

Museum Angkut Batu , Dunia Dalam Genggaman

Liburan panjang kali ini eyang uti mengajak semua cucu-cucunya liburan.  Tujuan liburan kali ini adalah museum angkut kota Batu Malang. Letaknya dekat dengan Jatim Park. Kira-kira 500 meter dari Jatim Park.

Waktu menunjukkan pukul 12 siang saat kami tiba disana. Kebetulan sekali karena ternyata Museum angkut ini buka jam 12 siang. Antrian panjang tampak di beberapa loket yang ada. Maklum musim liburan. Harga tiket untuk musim liburan adalah 75 ribu dan ditambah wahana baru yaitu  museum topeng menjadi 85 ribu rupiah. Sedang harga tiket untuk weekday adalah 60 ribu rupiah dengan museum topeng dan 50 ribu tanpa museum topeng. Tapi kan semua  yang bayarin eyang uti. Asyiiiik. Kami pergi bersepuluh. Aku dan krucils, adikku dan anaknya, adik bungsuku bersama suami dan anaknya , eyang uti dan eyang uyut. Alhamdulilah eyang uyut masih sehat diajak jalan-jalan. Jadi judulnya jalan-jalan empat generasi.


Kamis, 26 Juni 2014

Kereta Ekonomi ? Siapa Takut ?

Liburan kali ini menjadi liburan yang menyenangkan buat anak-anak. Selain karena pulang kampung ke tempat eyang uti nya di Blitar, ada yang berbeda dalam liburan kali ini. Apakah itu? Yup...kami mencoba kereta ekonomi AC. Namanya kereta Majapahit. Selama ini selama bertahun-tahun kami selalu menggunakan kereta api eksekutif Gajayana untuk pulang.

Awalnya agak ragu. Bisa nggak ya naik kereta ekonomi cuma bertiga saja tanpa ayahnya. Tapi harus semangat doonk. Sekali-kali anak-anak harus diajak keluar dari zona nyaman. Akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta api Majapahit jurusan Pasar Senen - Malang. Kami bisa turun di Blitar.


Selasa, 17 Juni 2014

Unforgottable "Nol Rupiah" Journey With Kids

Yuhuuuu.....aku berjingklak-jingklak saat akhirnya aku berhasil mendapatkan tiket nol rupiah ke Bali untuk kami berempat dari AirAsia . Nggak sia-sia begadang semaleman. Akhirnya dapat nol rupiah juga. Benar-benar nol rupiah pulang pergi . Ditambah biaya lain-lain plus bagasi aku hanya mengeluarkan tiga ratus ribu untuk berempat untuk berangkat 26 oktober dan pulang 31 oktober 2011.

Selasa, 03 Juni 2014

Pesona Pantai Anyer

Waktu menunjukkan pukul setengah sebelas saat kami tiba di Jayakarta cottage tempat kami menginap. Angin sepoi-sepoi Pantai Anyer langsung menyambut kedatangan kami. Segar sekali.  Anak-anak sudah berteriak-teriak kegirangan sepanjang perjalanan saat mobil kami mulai memasuki kawasan Anyer. Tampaknya mereka sudah tidak sabar ingin berenang. Teriakan kegirangan berubah menjadi decakan kagum saat mereka benar-benar mulai melihat pantainya.





Hotel Jayakarta. Gambar : disini



Ini adalah perjalanan pertama kami ke Anyer bersama anak-anak. Sebelumnya aku sudah dua kali pergi ke Anyer. Tanggal 10 Mei kemarin atas undangan om ku sekeluarga kami diajak berlibur sekaligus acara gathering kantornya di Anyer. Rombongan beliau sudah tiba terlebih dahulu satu jam sebelumnya.

Setelah istirahat di ruang makan kami segera memindahkan barang-barang yang ada di mobil ke Cottage kami. Cottage kami terletak di depan kolam renang dan terdiri dari 4 kamar.



Anyer Jayakarta . Sumber : disini







Setelah istirahat dan makan siang anak-anak sudah heboh minta main ke Pantai. Wah..ternyata ombaknya besar sekali kalau sore hari. Anak – anak senang sekali main air di pantai. Mau nggak mau emaknya ikut nyemplung. Soalnya harus jagain anak-anak.  Kalau nggak nyemplung pada main ke tengah soalnya. Selain anak-anakku ada Irfan dan Naura saudara tante dan ada Elang anak adikku yang ikutan berlibur juga.






Sementara kami bermain ombak, rombongan omku mengadakan berbagai permainan di acara gathering kantor beliau. Sayangnya anak-anakku dan saudara-saudara lebih memilih bermain ombak daripada ikutan acara permainan rame-rame.











Malam menjelang.  Anak-anak semua kecapekan setelah seharian berenang. Namun karena happy wajahnya masih pada ceria. Acara dilanjutkan dengan makan malam.  Kompak banget kumpulan krucils makan ditemani si ayah.








Malam beranjak larut. Krucilsku memlilih tidur bersama saudara- saudara kecilnya dibanding tidur bersama kami. Karena kecapekan mereka pun tertidur pulas. Jadi si emak gak usah ribut nidurin and ngelonin mereka seperti biasanya. Pagi-pagi anak-anak bangun pagi. Mereka langsung heboh menuju pantai. Aduh semangat banget. Padahal juga masih agak gelap. Sambil menunggu yang lain jalan-jalan ke pantai si ayah main badminton sama Devin.





Adikku dan ponakanku Elang pun nggak mau kalah. Melihat para sepupunya jalan-jalan ke pantai si kecil pun ikut minta jalan-jalan ke pantai. Si emak pun nggak kalah narsis ikut foto-foto sambil ngawasin anak-anak yang berenang.







Hari menjelang siang. Setelah makan pagi anak-anak bermain lagi ke pantai. Tapi kali ini sudah nggak nyebur lagi. Karena seharian sejak pagi sudah puas nyebur. Kali ini mereka bermain layang-layang. Padahal panas banget lho.









Sementara anak-anak asyik main layang-layang. Si emak narsis bikin foto session sendiri buat berbagai lomba yang diikuti. Dari produk coklat sambil paksa si ayah ikutan foto sampai produk tempat makan sambil foto sama Faris. Hihi…sambil menyelam minum air. Mumpung ke pantai gitu looh.





Hari  sudah semakin siang. Kami harus segera check out. Barang-barang yang sudah rapi segera dimasukkan ke mobil. Anak-anak manyun masih ingin main. Ternyata Pantai Anyer dan pesonanya mampu mengikat hati anak-anak untuk main kembali dan nggak mau pulang. Anyer tunggu kami ya. Kami kan kembali. Last thanks buat om ku dan keluarga yang sudah mengajak big family dan semua staffnya liburan kali ini.
Sabtu, 31 Mei 2014

One Day In Jungle Land Sentul

Kamis 29 Mei 2014 kami memutuskan untuk pergi ke Jungle Land . Tentu saja memanfaatkan tiket gratisan.Meskipun bersiap-siap dari pagi nyatanya mobil baru meninggalkan rumah pukul 9 pagi lebih sedikit. Sebelum sampai di tempat,  mobil kami sempat berputar-putar di area Sentul selepas keluar tol Sentul. Ternyata GPS nya salah.  Area Jungle Land ditunjukkan ke arah perumahan. Tampaknya si bapak satpam penjaga gerbang sudah sering menemui kasus serupa. "Mau ke Jungle Land ya Pak? Bapak putar arah..bla..bla....Banyak yang nyasar kesini Pak." kata nya.

Setelah mengikuti arah yang ditunjukkan Pak satpam kami tiba disana. Pukul sebelas siang kami tiba. Hari amat panas meskipun Gunung  Salak tampak di kejauhan. Parkiran penuh sekali. Maklum hari libur. Jadi kami parkir agak jauh dari loket pintu masuk. Keluar mobil sudah banyak para tukang ojek untuk mengantarkan kami sampai ke pintu loket. Meskipun panas, kami memutuskan berjalan kaki saja. Selain olah raga, topi yang dibawa dari rumah buat ayah dan anak-anak dan kaca mata hitamku mampu melindungi dari panas. Hihi..padahal sih maksudnya irit gitu looh.

Setelah berjalan beberapa waktu tampak bola dunia bertuliskan Jungle Land. Langsung deh terbayang bola dunia Universal Studio Singapura. Bedanya yang ini terbuat dari besi dan seperti rangka bola dunia. Selain itu tempat masuk dan jalan menuju ke loket penjualan juga mirip dengan jalan masuk di Universal Studio. Berasa di Singapura rasa Indonesia.


Saat memasuki area ada tulisan dilarang membawa makanan dan minuman. Masing-masing tiket dibawa sendiri-sendiri. Karena hari libur, jadi lumayan banyak juga yang antri masuk. Sampai di dalam sudah ada petugas Jungle Land seperti di Universal Studio yang mengabadikan gambar kita. Nantinya gambar tersebut boleh dibeli atau tidak dibeli. Setelah narsis sok gaya di depan petugas yang memotret kita, kita langsung melanjutkan perjalanan. Wahana pertama yang dituju adalah wahana Mini Tower.  Kami naik tinggi lalu turun berulang kali. Sayang nggak ada foto dari kamera pribadi. Penampakannya seperti ini.



Waah...aku yang aslinya takut aktifitas adrenalin tinggi teriak-teriak. Sampai si ayah bilang " Nggak usah teriak-teriak, malu ". Hihi..gimana nggak teriak emang rasanya jantung mau copot.

Kemudian anak-anak menuju arena bermain anak-anak. Mereka mencoba wave swinger untuk anak-anak. Kalau di Dufan namanya Ontang-anting deh kayaknya. Anak-anak tampaknya menikmati permainannya.



Krucils and Wafe Swinger
Krucils and Wafe Swinger

Puas menikmati Wafe Swinger anak-anak minta ke rumah hantu. Aduh antriannya panjang sekali. Kita dimasukkan ke dalam ruangan yang  dibuat tua dan kumuh dan antri disana. Karena pengunjung berjubel rasanya panas dan gerah  sekali. Namun disediakan beberapa kipas angin besar di dalam ruangan. Tempatnya pun tidak begitu terang.  Setelah sampai di antrian terdepan kita akan menaiki kendaraan terbuka untuk empat orang yang berjalan di atas rel dan mengitari rumah hantu. Tampak kanan kiri hantu jadi-jadian. Di ujung sebelum pintu keluar ada manusia beneran yang memakai pakaian kuntilanak dan membuat kaget serta berteriak pengunjung.Pokoknya seru.

Karena sudah jam dua belas lebih anak-anak kelaparan. Kita segera menuju FoodYard untuk  makan siang. Sebelum masuk kita diberi kartu pesanan oleh petugas jaga. Tempat makannya terdiri dari beberapa gerobak dan kedai makanan. Kita tinggal pilih mau makanan apa dan kartu akan dicap oleh pemilik gerobak atau kedai. Nanti bayarnya di  kasir. Kisaran harganya dua puluh lima ribu sampai tiga puluh lima ribu untuk seporsi kecil nasi atau siomay. Minuman bervariasi dari sepuluh ribu untuk aqua dan teh botol sampai dua puluh ribuan untuk macam-macam es. Buat yang doyan makan , siapkan dana lebih untuk makan dua porsi karena porsinya kecil.

Puas makan acara dilanjutkan. Kali ini kami berbeda tujuan. Faris dan ayahnya ke area yang butuh adrenalin tinggi, sedangkan aku dan Devin ke area yang tidak terlalu menakutkan.



Sebenarnya yang antri disini kebanyakan remaja dan dewasa. Tinggi minimal adalah 130 cm. Meskipun anak-anak, namun tinggi Faris cukup. Jadilah dia satu-satunya anak-anak yang berani naik wahana ini. Melihatnya saja aku ngeri. Selain wahana ini Faris dan ayahnya naik wahana satu lagi yang tidak kalah menyeramkan. Aku lebih memilih mengantar Devin naik wahana Bom-Bom car untuk anak-anak dan berbagai wahana anak-anak lainnya sambil menunggu Faris selesai dengan permainannya.

Setelah puas dengan permainan masing-masing, kami bertemu di area pertunjukan. Sedang ada pertunjukan di sana. Padahal hari panas  terik. Aku saja sambil picingin mata untuk melihat kalau nggak pakai kaca mata hitam. Hebat banget ya yang nari. Tahan panas. Ada bermacam-macam pertunjukan disana. Ada tari-tarian, Super Hero bahkan karaker film Frozen .


Hari sudah semakin siang menjelang sore. Kami berempat memutuskan naik Bianglala. Dari atas tampak keindahan Jungle Land. Artis-artis pertuinjukan juga tampak jelas dari atas. Sebenarnya dari Bianglala kami ingin naik wahana semacam air terjun  Niagara tapi kecil. Namanya apa ya? Curah jeram atau apa ya? Lupa. namun karena dari atas tampak antrian yang mengular, kami tidak jadi naik wahana tersebut.


Tujuan kami berikutnya adalah Harvest Time. Berada di Zona Tropicalia. Wahana ini bisa untuk anak-anak dan dewasa dengan tinggi minimal 130 cm. Yah...semacam roller coaster kecil. Menaiki wahana ini cukup membikin aku teriak-teriak sambil merem dan nggak berani lihat bawah. Hehe...btw secara keseluruhan lumayan seru.

Cuaca masih panas. Kami menghabiskan berbotol-botol minuman. Tapi anak-anak belum puas bermain. Mereka melanjutkan permainan di wahana pilihan mereka.     Hari sudah semakin sore. Tiba-tiba gerimis turun. Masih ada banyak tempat yang belum  dikunjungi. Ada beberapa wahana yang belum dinaiki. Tapi waktu sudah menunjukkan jam setengah enam sore. Jungle Land tutup jam enam sore.Kami harus segera pulang. Sebuah hari yang menyenangkan kata anak-anak.
Senin, 26 Mei 2014

Liebster Award Dariku Untukmu

Waah...surprise banget saat beberapa hari yang lalu ada notif di FB. Ternyata pas dibuka adalah notifikasi dari Mak Putri Madona.Isinya adalah penyerahan tongkat estafet Liebster Award. Waah...terima kasih mak. Jujur merasa tersanjung dan diperhatikan lho. Soalnya aku kan newbie. Baru - baru aja ngeblog dan bergabung dengan KEB. Masih jarang blogwalking dan baru kenal beberapa emak. Asyik banget ya dengan adanya Liebster Award ini. Jadi mau nggak mau blogwalking. Jadinya nambah temen dan saudara deh.

Senin, 19 Mei 2014

Tuberkolosis Pada Anak

Tuberkulosis adalah penyakit akibat infeksi kuman Mikobakterium tuberkulosis yang bersifat sistemik sehingga dapat mengenai hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer

Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia. Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada lingkungan,sehingga jumlah penderita semakin bertambah.
Pengobatan Tuberkulosis berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan .

Tuberkolosis bias menyerang pada anak-anak. Bila anak anda mengalami gejala seperti di bawah ini, harus hati-hati dan segera periksa ke dokter.

  • Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, dan tidak naik dalam 1 bulan meskipun sudah mendapatkan penanganan gizi yang baik (failure to thrive).

  • Nafsu makan tidak ada (anorexia) dengan gagal tumbuh dan berat badan tidak naik (failure to thrive) dengan adekuat.

  • Demam lama/berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifus, malaria atau infeksi saluran nafas akut), dapat disertai keringat malam.

  • Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit. Biasanya multipel, paling sering didaerah leher, ketiak dan lipatan paha (inguinal).

  • Gejala-gejala dari saluran nafas, misalnya batuk lama lebih dari 30 hari (setelah disingkirkan sebab lain dari batuk), tanda cairan di dada dan nyeri dada.

  • Gejala-gejala dari saluran cerna, misalnya diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare, benjolan (massa) di abdomen, dan tanda-tanda cairan dalam abdomen
Senin, 12 Mei 2014

Semi Final Zona Main Rinso

Cerita ini sebenarnya sudah lama, namun baru sempat menuliskannya di blog karena tertutup postingan lain. Jadi baru sempat nulis deh. Selasa 4 Maret 2014 kami bertanding di semi Final Zona Main Rinso.

Kamis, 08 Mei 2014

Festival Kuliner Pasar Senggol di Summarecon Mal Bekasi

Pada tanggal 19 April 2014 kemarin saya bersama para blogger diberi kesempatan untuk mengunjungi Mal Summarecon dalam acara one day tour with blogger. Di acara yang bertempat di Marketing gallery Summarecon itu para blogger diajak berkeliling di kawasan terpadu Summarecon. Summarecon Bekasi adalah suatu kawasan yang dibangun dengan luas mencapai lebih dari 240 hektar. Dikembangkan menjadi kota yang ramah lingkungan. Summarecon Bekasi menghadirkan beragam hunian bersahabat dengan alam, ruang hijau terbuka bagi publik hingga kampanye daur ulang bagi penghuni.

31 Tempat Wisata di Kabupaten Semarang Siap Menyambut Wisatawan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Haii sobat fadevmother ketemu lagi ya sama aku yang udah lama banget nggak ngomongin jalan-jalan. Iya sih soalnya blog ini sekarang bukan b...