Selasa, 31 Juli 2018

Bebas Gatal dengan Purekids Itchy Cream

Acara mudik kami lebaran kemarin sangat menyenangkan. Soalnya lebaran kemarin kami bisa bersilaturahmi dengan lebih banyak saudara dan kerabat. Biasanya mudiknya hanya sampai Jawa Tengah saja. Tapi kemarin karena cuti si ayah agak panjang kami bisa bersilaturahmi sampai Jawa Timur. Yang paling seneng kalau mudik ya anak-anak. Soalnya bisa bertemu dengan banyak sepupu. Alhamdulilah meskipun mudik selama 14 hari dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain si baby nggak rewel.

Kalau sudah kumpul dengan para sepupu, heboh deh dunia persilatan. Maksudnya rumah eyang uti jadi rame banget. Apalagi cucunya cowok semua. Kalau pas akur sih akur. Tapi kalau udah rebutan mainan atau berantem ya gitu deh...rame para emak teriak. Kalau pas akur mereka bisa main bareng, dari main mobil-mobilan sampai pesawat. Dari main kejar ayam sampai main ke kebun di rumah eyang uyut. Kalau sudah main anak-anak sering lupa waktu. Dan yang jelas sih jadi keringetan. Akibatnya salah satu sepupu kena biang keringat deh.

Biasanya kalau mudik aku  pasti bawa perlengkapan obat-obatan buat bocil-bocil termasuk Purekids Itchy Cream. Niatnya sih buat jaga-jaga kalau selama mudik si baby gatal karena digigit nyamuk.  Jadi pas sepupu kecil kena biang keringat aku  intip perlengkapan obatku soalnya sekilas baca pas beli sepertinya bisa untuk biang keringat. Ternyata bisa untuk biang keringat. Kebetulan deh...jadi bisa dipakai.    

Saat pakein Purekids ke sepupu Firdan  aku baca petunjuk di kemasan. Ternyata kemarin pas beli nggak teliti baca kemasan.  Jadi nggak sempat baca kalau Purekids ini belum bisa dipakai Firdan karena umurnya kurang dari 2 tahun. Karena sepupu Firdan usianya lima tahun jadi sudah aman menggunakan produk ini.  Meskipun salah beli tapi berguna juga ya ternyata.

Gara - gara salah beli nggak lihat usia anak jadi pengin ngreview produk ini deh. Yaah..siapa tau ada mama - mama yang butuh biar nggak salah lagi. Bukannya berbagi itu ibadah ya? Hehehe..

Minggu, 01 Juli 2018

Merasakan Kehangatan Keluarga di Madame Delima Menteng

Siapa sih yang nggak suka kuliner? Pasti semua suka kan? Makan di luar setiap Sabtu Minggu rasanya menjadi menu wajib masyarakat urban di Jakarta dan sekitarnya. Tak heran food court dan restoran di mall selalu penuh setiap weekend. Restoran siap saji dan tradisional pun tumbuh semakin subur meramaikan jagad perkulineran di Indonesia. 

Kami sendiri termasuk salah satu dari kaum urban yang makan diluar saat weekend. Selain menghilangkan kejenuhan makan bersama di luar bisa mendekatkan hubungan antar keluarga. Antar suami dan istri dan antar orang tua dan anak. Ceritanya 3 bulan lalu kami  ditraktir sama om yang kebetulan ada hajat. Karena om suka privasi maka nraktirnya bukan di mall. Restoran Madame Delima yang ada di Menteng menjadi pilihan beliau mentraktir kami. 

Dengan Google Map sampailah kami di Restoran Madame Delima. Sebelumnya om dan keluarga sudah sampai terlebih dahulu. Disusul adikku dan keluarganya. Tempat parkirnya lumayan luas bisa menampung beberapa mobil. 

Di tengah banyaknya kafe dan tempat makan yang tumbuh semakin banyak di Jabodetabek, tempat makan atau restoran keluarga tetap menjadi idola dan banyak dicari banyak keluarga yang menginginkan kenyamanan dan privasi. Dan Madame Delima adalah salah satu restoran yang mengerti kebutuhan akan kenyamanan dan privasi. 

Begitu masuk kita disambut oleh waiter dan waitress yang ramah. Suasananya sungguh kekeluargaan. Ada photo booth berbentuk ruang keluarga yang nyaman. Pengunjung pun bisa berfoto di sana. Huhuhu...jadi nggak sabaran pengin foto-foto. Maklum golongan emak-emak narsis.

dokumen pribadi
Jumat, 29 Juni 2018

Liburan Keluarga Jadi Mudah dengan Vizitrip


Semua keluarga mempunyai prioritas masing-masing. Ada yang lebih mengutamakan membeli barang-barang branded, membeli baju-baju mahal ataupun gonta-ganti baju. Bagi kami semua itu bukan prioritas. Mengajak jalan anak-anak lebih merupakan kebutuhan dibanding baju branded.

Sebenarnya keuangan kami juga nggak banyak. Jadi kalau pengin jalan-jalan pasti menahan diri untuk tidak membeli sesuatu. Paling seneng sih kalau pas pulang kampung. Bisa bersilaturahmi ke banyak saudara sekaligus berwisata ke berbagai tempat wisata.

Ngomongin jalan-jalan nih, demi pengiritan kami biasanya merencanakan tur sendiri. Sibuk hunting tiket sendiri, sibuk cari diskonan hotel sampai merancang itinerary sendiri. Asyik saja sih sebenarnya meski terkadang pusing. Apalagi jika baru pertama kali  bepergian ke tempat tersebut. Jalan-jalan pertama kali keluar negeri tahun 2010 ke Kuala Lumpur. Repot cari tiket pesawat murah, diskon hotel sampai bikin itinerary. Belum lagi kalau pas disana ternyata tidak sesuai dengan kenyataan atau ada itinerary yang meleset. Belum lagi naik transportasi umum di negara tetangga dengan banyak barang bawaan plus bawa 2 anak kecil. 

Senin, 25 Juni 2018

Kampung Prau Homestay Asyik di Bibir Pantai Bandengan

Libur lebaran kali ini si ayah cuti agak lama. Karena lama kami berencana touring sampai Jawa Timur. Biasanya tujuan mudik cuma sampai Jateng saja. Ada yang berbeda dalam mudik kali ini. Biasanya kalau mudik pasti menginap di rumah orang tua ayah di Jepara. Karena sekarang bapak dan ibu sudah tidak ada sekali-kali kami ingin menginap di hotel meskipun sedang mudik. Selain bisa istirahat lebih leluasa si ayah juga membutuhkan wifi kenceng untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya yang belum selesai.

Perjalanan hampir 20 jam membuat badan lelah dan ingin segera istirahat. Sebenarnya tol lancar tapi karena sering dan banyak istirahat perjalanan Bekasi Jepara ditempuh selama 20 jam. Pas sampai Semarang baru kepikiran pengin istirahat di hotel pas tiba di Jakarta. Setelah browsing dapat deh tempat yang oke punya tapi harganya terjangkau. Jadi menginap kali ini bisa dibilang mendadak juga sih. Bookingnya pas udah sampai Semarang. Untung sekarang banyak travel online jadi bisa booking dimana saja meskipun kita sedang di perjalanan. 

Kampung Prau ini adalah nama homestay yang terletak di bibir Pantai Bandengan. Pas lihat harga lumayan murah untuk kamar yang luas. Harga semalam 275 ribu rupiah untuk H-4 lebaran. Sementara untuk H-2 sampai lebaran mereka mematok harga 450 - 480 ribu rupiah permalam untuk tipe kamar yang kami tempati.Namanya juga emak-emak lihat harga murah langsung main  booking.

Pukul 2 siang kami sampai di Kampung Prau. Ternyata kamarnya belum siap dan kami harus menunggu sebentar. Duo krucils sudah nggak sabar menunggu. Jadi saat menunggu kamar siap mereka dah langsung nyebur ke Pantai dan main pasir. Padahal panas banget dan mereka puasa loh. 

Asyik main pasir (dok.pri)

Sabtu, 09 Juni 2018

Stick Nugget Asam Manis Menu Rumahan Praktis untuk Sahur






Waah..nggak terasa udah puasa hari ke 23 ya. Sudah sampai mana nih ibadah emak-emak? Semoga masih sempat tadarus dan tarawih ya meski sibuk. Alhamdulilah anak-anak alias duo krucils masih kuat puasanya meski kemarin sempat bolong karena sakit. Aku sendiri alhamdulilah tahun ini bisa puasa meski masih menyusui. Dua tahun berturut-turut kemarin posongnya bolong-bolong ngggak karuan karena hamil dan menyusui.

Pekerjaan tiap bulan puasa itu biasanya nambah. Soalnya harus nyiapin buka dan sahur. Biasanya beberapa emak bikin menu buat sebulan. Kalau aku sendiri jarang bikin menu dan ditulis, soalnya ribet. Biasanya aku suka yang praktis-praktis saja. Meskipun kadang-kadang diprotes anak-anak karena menunya itu-itu saja.  Makanya emak-emak harus kreatif. 

Nyiapin menu buka dan sahur itu butuh usaha  tersendiri. Paling panik kalau bangun sahur kesiangan. Nggak sempat masak yang ribet-ribet dan aneh-aneh. Kalau pas kesiangan bangun sahur gini biasanya aku pakai jurus andalan. Masak pakai bahan makanan siap masak yang ada di kulkas. Trus tinggal tambahin sedikit bumbu. Jadi deh masakan rumahan yang yummi. 

Menu rumahan andalan saat sahurku adalah Stick Nugget Asam Manis. Kebetulan cari bahannya mudah. Kebetulan aku memakai merk So Good aja yang sudah terjamin kualitasnya. Cara mendapatkannya juga mudah soalnya dijual di supermarket dekat rumah.  Chicken Stick Asam Manis ini bahan-bahannya mudah didapat dan cara masaknya pun gampang.

Jumat, 01 Juni 2018

Ruam Popok Bukan Lagi Masalah dengan 3M Cavilon



Anak yang sehat tentu dambaan setiap orang tua. Bebas dari batuk, pilek atau penyakit lainnya. Meskipun demikian terkadang ada saja penyakit yang umum terjadi pada bayi dan batita yang tidak kita harapkan yaitu ruam popok. Ruam popok ini umum terjadi pada bayi dan anak yang masih berusia kurang dari 2 tahun. Paling banyak terjadi pada bayi yang menggunakan popok sekali pakai. 

Saat duo krucil masih bayi saya juga pernah mengalami ruam popok. Saat itu solusinya cuma diangin-anginkan dan lepas diapres selama beberapa hari. Si kecil Firdan yang sekarang 21 bulan juga pernah mengalami ruam popok. Obatnya hanya dikasih salep dan tidak memakai diapers selama beberapa hari. Sayangnya ada beberapa ruam popok yang parah dan sulit sembuh. Pulihnya memakan waktu yang lama. Tentu hal tersebut sangat menyiksa buat bayi. BAyi menjadi rewel karena kesakitan. 

Mengapa Bisa terjadi Ruam Popok? 

Dr.Rina dari RSCM dalam blogger Gathering 3M Cavilon menjelaskan lebih lanjut tentang ruam popok. Ruam popok merupakan peradangan kemerahan pada kulit dengan atau tanpa terkikisnya lapisan kulit akibat paparan berulang dan terlalu lama bersentuhan dengan urin atau tinja. Biasanya ruam popok pada bayi terjadi jika kita terlalu lama mengganti popok. Akibatnya timbul ruam kemerah-merahan yang sering kita sebut dengan ruam popok. 


dokter Rina
Rabu, 30 Mei 2018

Mitu Baby Gathering, Wipes Away Germ and Your Worries


Tanggal 9 Mei kemarin bersama Kumpulan Emak-Emak Blogger  aku menghadiri acara Mitu Baby Gathering yang diselenggarakan oleh Godrej Indonesia di D’Lab Menteng Selain emak blogger ada juga beberapa media yang diundang di acara tersebut. Menghadirkan  DR. Herbowo Agung Soetomenggolo, SPA(K) sebagai nara sumber dan ibu Sabrina Purba sebagai Brand Manager Mitu 
Registrasi dibuka pukul setengah dua siang. Buat emak-emak yang membawa anak disediakan playground untuk anak-anak lengkap dengan balon. Jadi anak-anak bisa bermain dan para ibu bisa mendengarkan materi dengan konsentrasi. 
Dokter Herbowo membuka materi dengan menjelaskan fakta bahwa angka kematian balita terbesar di Indonesia disebabkan oleh infeksi. Penyebab infeksi adalah kuman yang dapat berupa bakteri, virus, jamur atau parasit. Selanjutnya beliau menjelaskan sumber-sumber kuman di sekitar anak 




Fakta menunjukkan jika tempat tidur adalah tempat paling banyak bersarang kuman yaitu 35 persen. Selanjutnya dapur, ruang tamu dan garasi menempati urutan di bawahnya. Stroller dan mainan juga menjadi tempat bersarang kuman 
Kesimpulannya banyak sekali sumber kuman di sekitar anak. Meskipun demikian bukan berarti anak kita tidak bebas bereksplorasi. Anak-anak tetap bebas bereksplorasi tanpa takut terpapar oleh kuman. Oleh karena itu Godrej Indonesia melalui MITU sebagai brand yang aware terhadap kebutuhan bayi dan balita mengeluarkan MITU varian terbaru yaitu  Tisu Basah Bayi Antiseptic, MITU Baby Antiseptic.