Kamis, 23 Agustus 2018

Merdeka dari Penjajahan Produk Impor dengan Membeli Produk Lokal

Saat ini adalah  era informasi dimana informasi  berkembang dan menyebar secara cepat. Indonesia  adalah salah satu negara yang  mengalami pertumbuhan pengguna Internet. Pada tahun 2017 tercatat pengguna internet di Indonesia sebesar 143,26 jt orang, data tersebut berasal dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII).


Peningkatan jumlah pengguna internet juga berdampak bagi e-commerce. Dari segi e-commerce, tercatat juga nominal yang cukup fantastis. Pada tahun 2017 nilai transaksi e-commerce yang tercatat menurut Bank Indonesia sebesar 85 triliun dan 75 triliun pada tahun 2016. Terjadi peningkatan sebesar 10 triliun dari tahun 2016 ke tahun 2017.
Namun sungguh miris, dari total produk yang dijual online di Indonesia saat ini, 93-94% merupakan produk impor & produk lokal hanya 6-7%
Dibesarkan bertahun-tahun di sebuah desa sentra produksi kerajinan tanduk aku sangat mengetahui kehidupan para pengrajin. Produk-produk kerajinan tanduk di desaku pada jaman dahulu sempat menguasai pasaran. Sayangnya dengan banyaknya produksi barang sejenis dari plastik impor dari luar negeri lambat laun para pengrajin tanduk di desaku satu persatu gulung tikar.

Selasa, 21 Agustus 2018

Serunya Bermain di Funtopia Balloon Park di Bintaro Xchange

Sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab terhadap perkembangan dan penggunaan gadget di usia anak-anak yang menggunakan gadget secara berlebihan Traveloka bersama dengan Beyond Screen  Production menghadirkan Funtopia, sebuah arena permainan balon terbesar di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk menciptakan sebuah arena bermain anak di luar ruangan (outdoor) yang dapat dimanfaatkan keluarga Indonesia untuk meningkatkan aktivitas fisik anak dan menciptakan momen kebersamaan bersama keluarga.

Tascha Liudmila sebagai penulis buku Screen Time menjelaskan, “Tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa, untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial. Dalam hal ini, orangtua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga. Selayaknya perkembangan fisik dan kepribadian anak, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh. Artinya peran orangtua sangat penting dan usia prasekolah merupakan rentang usia yang tepat untuk mengembangkan kreativitas mereka”.

Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production menjelaskan, ”Saat ini, tren penggunaan gadget sudah tidak memandang usia dan anak usia prasekolah sudah paham teknologi. Artinya, kreativitas para orangtua dalam menyediakan kegiatan pengganti screen time anak sangat dibutuhkan, karena aktivitas fisik sangat sangat berperan dalam menstimulasi kecerdasan anak. Otak dan daya tahan tubuh saling bergantung dan bekerja timbal balik, sehingga pemberian stimulasi menjadi sama pentingnya dengan pemberian nutrisi.” Beyond Screen Production sebagai event organizer berkomitmen membawa ragam alternatif hiburan yang menyenangkan untuk anak, yang sekaligus bisa menjadi sarana stimulasi untuk mengasah hobi, keterampilan dan kreativitas mereka. Sukses dengan Little Chef Wonder tahun 2015 lalu, sebuah wadah yang mengasah bakat masak si kecil, kini Beyond Screen Production bersama dengan Traveloka, menghadirkan Funtopia.


Beyond Screen Production merupakan anak perusahaan dari event organizer Double Tape yang berdiri sejak tahun 2006. Beyond Screen Production sendiri lahir tahun 2015 dengan filosofi dan komitmen untuk membawa alternatif hiburan menyenangkan sekaligus mendidik yang bisa mengasah kemampuan kreativitas, motorik, sensorik, sekaligus menjadi sarana stimulasi yang baik untuk anak. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai event organizer, misi untuk membawa konsep dalam sebuah eksekusi event yang aman dan memenuhi seluruh aspek dalam pengadaan event yang ideal, menjadi tujuan utama.

Kamis, 16 Agustus 2018

Lautan hosting Teman Setia Perjalanan Blogku

Hai....ketemu lagi sama fadev disini. Maaf kalau postingnya gak kontinyu ya. Karena ngetik pakai hp jadi butuh perjuangan. Maklum seringnya rebutan komputer sama dua bocil.Hehehe...

Sekali-kali cerita perjalanan blogku ah. Gara-gara status seorang teman yang dituduh bohong oleh blogger pemula karena bilang blogging itu menghasilkan. Dan si blogger pemula ini merasa sudah ngeblog sebulan dan belum menghasilkan apa-apa. Jadi deh temenku dituduh bohong. Trus aku jadi kepikiran buat nulis perjalanan blogku.

Jadi sejak jaman SD aku sudah hobi nulis diary. Isinya ya....standar diary jaman dahulu kala. Kalau seangkatan sama aku tahu lah ya karena jaman dulu pada nulis diary. Parahnya kebiasaan nulis diary itu nggak bisa berhenti pas aku kerja. Jadi pas kerja kadang ngumpet-ngumpet nulis diary di buku agenda berisi penelitian di lab. Dulu kerjanya di lab. Pas pindah kerja masih juga ngumpet-ngumpet nulis diary. Akhirnya tahun 2003 diajarin temen bikin blog di blogdrive. Itu blog pertamaku. Isinya? Diary online...Haha...alay pada jamannya.

Blog di blogdrive berisi kegiatan sehari-hari itu masih aku urusin sampai 2007 kalau nggak salah. Trus tahun 2007 aku mulai pindah ke MP atau multiply. Jaman dulu anak-anak milist Magelang pada punya MP. Isinya masa kecil dan perkembangan Faris. Maklum anak pertama. Semua-semua ditulis. And aku nulis sampai th 2009 atau 2010. Trus MP bubar dan semua tulisan dan kenanganku hilang.
Selasa, 31 Juli 2018

Manfaat Menanamkan Menabung Sejak Dini pada Anak - Anak

Januari 1987

Siang itu matahari begitu terik. Aku baru saja pulang sekolah dan belum berganti baju. Meskipun panas tapi tidak menyurutkan langkah kecilku untuk menuju pasar di desaku. Di sebuah rumah kecil tanpa plang aku masuk. Di sana ada sebuah bangku kursi panjang dari kayu. Disanalah aku duduk bersama orang - orang yang mengantri mau menabung sepulang dari pasar. 

Ruangan itu sungguh kecil berukuran 5x4 meter . Di dalamnya ada 2 buah meja dengan 2 orang yang duduk di belakang meja. Sementara di depannya ada dua bangku panjang dari kayu untuk mengantri. Yup..itu adalah bank di desaku. Bukanya setiap 5 hari sekali setiap hari pasaran yaitu hari Pahing dimana pasar di desaku ramai dengan orang - orang yang jual beli.

Saat giliranku dipanggil, bapak petugas bank tersenyum padaku. Kuangsurkan uang seribu rupiah hasil menabungku berhari-hari di celengan. Kemudian bapak itu mencatat di buku TABANASku. Buku bersampul coklat bertuliskan TABANAS itu menjadi buku kesayanganku. Aah..senangnya...tabunganku bertambah seribu rupiah setelah seminggu. Tahun 1987 saat aku kelas 3 SD uang seribu sangat banyak.

sumber : djamandahoeloe.com


Buku TABANAS adalah buku tabunganku pertama kali saat kelas 3 SD. Aku menjadi nasabah terkecil disana. Nenekku yang mendaftarkan aku untuk menabung disana. Jaman itu di desaku  belum lazim anak-anak menabung di bank. Teman-temanku masih menabung uangnya di celengan ayam yang terbuat dari tanah liat. 

Menabung di bank mengajarkanku banyak hal. Sejak kecil jika aku ingin sesuatu aku tidak bisa langsung minta kepada orang tuaku. Tapi aku harus menabung dulu. Harus ada usaha dulu meski saat itu orang tuaku mampu membelikanku barang yang kumau.

Bebas Gatal dengan Purekids Itchy Cream

Acara mudik kami lebaran kemarin sangat menyenangkan. Soalnya lebaran kemarin kami bisa bersilaturahmi dengan lebih banyak saudara dan kerabat. Biasanya mudiknya hanya sampai Jawa Tengah saja. Tapi kemarin karena cuti si ayah agak panjang kami bisa bersilaturahmi sampai Jawa Timur. Yang paling seneng kalau mudik ya anak-anak. Soalnya bisa bertemu dengan banyak sepupu. Alhamdulilah meskipun mudik selama 14 hari dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain si baby nggak rewel.

Kalau sudah kumpul dengan para sepupu, heboh deh dunia persilatan. Maksudnya rumah eyang uti jadi rame banget. Apalagi cucunya cowok semua. Kalau pas akur sih akur. Tapi kalau udah rebutan mainan atau berantem ya gitu deh...rame para emak teriak. Kalau pas akur mereka bisa main bareng, dari main mobil-mobilan sampai pesawat. Dari main kejar ayam sampai main ke kebun di rumah eyang uyut. Kalau sudah main anak-anak sering lupa waktu. Dan yang jelas sih jadi keringetan. Akibatnya salah satu sepupu kena biang keringat deh.

Biasanya kalau mudik aku  pasti bawa perlengkapan obat-obatan buat bocil-bocil termasuk Purekids Itchy Cream. Niatnya sih buat jaga-jaga kalau selama mudik si baby gatal karena digigit nyamuk.  Jadi pas sepupu kecil kena biang keringat aku  intip perlengkapan obatku soalnya sekilas baca pas beli sepertinya bisa untuk biang keringat. Ternyata bisa untuk biang keringat. Kebetulan deh...jadi bisa dipakai.    

Saat pakein Purekids ke sepupu Firdan  aku baca petunjuk di kemasan. Ternyata kemarin pas beli nggak teliti baca kemasan.  Jadi nggak sempat baca kalau Purekids ini belum bisa dipakai Firdan karena umurnya kurang dari 2 tahun. Karena sepupu Firdan usianya lima tahun jadi sudah aman menggunakan produk ini.  Meskipun salah beli tapi berguna juga ya ternyata.

Gara - gara salah beli nggak lihat usia anak jadi pengin ngreview produk ini deh. Yaah..siapa tau ada mama - mama yang butuh biar nggak salah lagi. Bukannya berbagi itu ibadah ya? Hehehe..

Minggu, 01 Juli 2018

Merasakan Kehangatan Keluarga di Madame Delima Menteng

Siapa sih yang nggak suka kuliner? Pasti semua suka kan? Makan di luar setiap Sabtu Minggu rasanya menjadi menu wajib masyarakat urban di Jakarta dan sekitarnya. Tak heran food court dan restoran di mall selalu penuh setiap weekend. Restoran siap saji dan tradisional pun tumbuh semakin subur meramaikan jagad perkulineran di Indonesia. 

Kami sendiri termasuk salah satu dari kaum urban yang makan diluar saat weekend. Selain menghilangkan kejenuhan makan bersama di luar bisa mendekatkan hubungan antar keluarga. Antar suami dan istri dan antar orang tua dan anak. Ceritanya 3 bulan lalu kami  ditraktir sama om yang kebetulan ada hajat. Karena om suka privasi maka nraktirnya bukan di mall. Restoran Madame Delima yang ada di Menteng menjadi pilihan beliau mentraktir kami. 

Dengan Google Map sampailah kami di Restoran Madame Delima. Sebelumnya om dan keluarga sudah sampai terlebih dahulu. Disusul adikku dan keluarganya. Tempat parkirnya lumayan luas bisa menampung beberapa mobil. 

Di tengah banyaknya kafe dan tempat makan yang tumbuh semakin banyak di Jabodetabek, tempat makan atau restoran keluarga tetap menjadi idola dan banyak dicari banyak keluarga yang menginginkan kenyamanan dan privasi. Dan Madame Delima adalah salah satu restoran yang mengerti kebutuhan akan kenyamanan dan privasi. 

Begitu masuk kita disambut oleh waiter dan waitress yang ramah. Suasananya sungguh kekeluargaan. Ada photo booth berbentuk ruang keluarga yang nyaman. Pengunjung pun bisa berfoto di sana. Huhuhu...jadi nggak sabaran pengin foto-foto. Maklum golongan emak-emak narsis.

dokumen pribadi
Jumat, 29 Juni 2018

Liburan Keluarga Jadi Mudah dengan Vizitrip


Semua keluarga mempunyai prioritas masing-masing. Ada yang lebih mengutamakan membeli barang-barang branded, membeli baju-baju mahal ataupun gonta-ganti baju. Bagi kami semua itu bukan prioritas. Mengajak jalan anak-anak lebih merupakan kebutuhan dibanding baju branded.

Sebenarnya keuangan kami juga nggak banyak. Jadi kalau pengin jalan-jalan pasti menahan diri untuk tidak membeli sesuatu. Paling seneng sih kalau pas pulang kampung. Bisa bersilaturahmi ke banyak saudara sekaligus berwisata ke berbagai tempat wisata.

Ngomongin jalan-jalan nih, demi pengiritan kami biasanya merencanakan tur sendiri. Sibuk hunting tiket sendiri, sibuk cari diskonan hotel sampai merancang itinerary sendiri. Asyik saja sih sebenarnya meski terkadang pusing. Apalagi jika baru pertama kali  bepergian ke tempat tersebut. Jalan-jalan pertama kali keluar negeri tahun 2010 ke Kuala Lumpur. Repot cari tiket pesawat murah, diskon hotel sampai bikin itinerary. Belum lagi kalau pas disana ternyata tidak sesuai dengan kenyataan atau ada itinerary yang meleset. Belum lagi naik transportasi umum di negara tetangga dengan banyak barang bawaan plus bawa 2 anak kecil.