Kamis, 04 Januari 2018

Menikmati Pemandian Para Bangsawan di Candi Umbul Magelang

Waktu menunjukkan pukul setengah tiga siang saat mobil kami beranjak dari rumah makan lesehan di pinggir sawah di daerah Temanggung. Perut kenyang dan buaian udara yang sejuk membuat aku tertidur. Baru tidur sebentar dibangunkan si ayah yang bingung dengan arah. Yup...tujuan kami berikutnya adalah Candi Umbul di daerah Grabag. Si ayah sempat bingung dengan GPS karena tulisan arah Candi Umbul tidak juga ketemu. 

Kami terus melanjutkan perjalanan. Peta di GPS menunjukkan kalau tujuan kami sudah dekat. Dugaan kami benar. Selang beberapa ratus meter tampak tulisan plang Candi Umbul di sebelah kanan jalan. Yeayyy....akhirnya tiba juga di Candi Umbul. 

Plang Arah Candi Umbul



Yup...Candi Umbul adalah salah satu tujuan liburan kami saat pulang kampung libur akhir tahun kemarin. Candi ini terletak di desa Kartoharjo, Kecamatan GrabagKabupaten MagelangJawa Tengah. Untuk dapat mencapai objek wisata ini, bila mengendarai mobil dari arah Semarang, kita dapat mengambil jalan ke kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Sekitar 400 meter akan langsung sampai di lokasi. Sedangkan apabila dari arah Yogyakarta, pengunjung dapat mengambil jalan ke kanan di pertigaan Desa Krincing (sebelah utara Secang) ke arah Grabag, kemudian mengikut papan penunjuk arah menuju Candi Umbul.


Saat kami sampai,  loket tampak sepi. Parkiran di depan pun sepi. Hanya tampak beberapa sepeda motor di parkiran. Aku segera menuju loket dan membeli tiket. Karena kami datang di hari biasa atau weekday harga tiketnya  hanya 5500 rupiah untuk dewasa dan 4500 rupiah untuk tiket anak-anak. Murah banget kan?  Harga tiket di hari libur beda. Harga tiketnya adalah 7000 rupiah untuk dewasa dan 6000 rupiah untuk tiket anak. Kami segera membeli dua tiket dewasa, dua tiket anak dan tiket parkir mobil. 





Tiket Masuk



Candi Umbul adalah situs purbakala berupa pemandian air panas. Candi ini dibangun sejak zaman Wangsa Syailendra, dan sampai sekarang sisa-sisa peninggalannya masih tetap dilindungi dan dijadikan salah satu objek wisata di Magelang. Sejak aku kecil pemandian Candi Umbul ini sudah terkenal. Konon orang yang sakit gatal bisa sembuh jika mandi di pemandian ini. Saat aku dewasa baru aku tahu kalau kandungan belerang yang terkandung di pemandian ini yang bisa menyembuhkan gatal-gatal. 



Buat yang penasaran dengan kata Candi Umbul, ternyata nama Candi Umbul ini berasal dari Bahasa Jawa. Karena gelembung airnya menyembul seperti gelembun dan mumbul (naik dalam Bahasa Jawa) maka pemandian ini dinamakan Candi Umbul. Konon jaman dahulu pemandian ini merupakan tempat mandi para bangsawan. 



Anak-anak langsung pengin nyebur saat kami datang. Mereka mandi di kolam yang besar. Airnya tidak sehangat mata air panas di Ciater. Tapi tidak dingin seperti air di Magelang pada umumnya. Aku pun sebenarnya ingin mandi. Ingin merasakan sensasi mandi ala putri raja dan para bangsawan jaman dulu di kolam. Sayang ...si baby nggak mau ditinggal ibunya. Jadi cukup melihat kegembiraan anak-anak yang nyebur tanpa ikut nyebur. 



kolam sepi 
Kolam besar

Untuk ukuran tempat wisata, pemandian Candi Umbul ini termasuk sepi, Kami datang pada saat musim liburan, tapi pengunjung kolam tidak penuh. Padahal tempat wisata lain di magelang seperti Candi Borobudur atau Taman Kyai Langgeng penuh sesak saat liburan. Senang sih karena anak-anak bisa berenang dengan leluasa tanpa uyel-uyelan dengan pengunjung lain.

Sementara anak-anak berenang aku berkeliling  mengekslor sekeliling pemandian.  Sejumlah batuan situs berjejer di tepian kolam menggambarkan berbagai relief tumbuhan, binatang, dan stupa bagian puncak candi. Candi ini masih menampakan nuansa sejarahnya. Keberadaan pondasi yang terdapat di setiap sudut dasar kolam merupakan tiang penyangga atap pelindung. Sedangkan batuan lain berbentuk lingga datar merupakan alas duduk untuk bersemadi para ksatria.
Aku di gerbang kolam



Batuan situs di sekeliling kolam



Batuan berelief

Menurut papan yang ada di pinggir kolam, Candi Umbul adalah Candi bercorak Hindu. Hal ini tampak  dari relief dan beberapa petilasan bentuk lingga dan yoni di beberapa titik. Selain itu juga ditemukan beberapa arca yang menunjukkan agama Hindu yaitu Arca Durga, Agastya dan Siwa Mahaguru. Indikasi yang menunjukkan pengaruh Hindu adalah temuan miniatur candi. Adanya profil miniatur Candi yang disebut sebagai profil Jawa Tengah sejajar menunjukkan situs  ini dibangun pada peradaban 800-850 atau abad ke IX Masehi. 


                               



Selain kolam mata air alami air hangat, komplek Candi Umbul ini dilengkapi dengan taman atau lapangan rumput yang lumayan luas. Tempat ini bisa digunakan untuk piknik keluarga buat keluarga yang menunggu anggota keluarganya berenang. Kebetulan kami selalu membawa tenda di dalam mobil. Jadi sambil menunggu dua kakaknya berenang si baby bisa leyeh-leyeh di tenda atau lari-lari main bola di lapangan rumput. Karena tempatnya sepi serasa mempunyai taman dan lapangan pribadi. Hehehe...





Tempat ini sudah lumayan bagus daripada saat aku kecil dulu. Dinas pariwisata Kota Magelang sepertinya telah membuat tempat ini menjadi salah satu ikon wisata di Magelang. Sayangnya sepertinya gaungnya masih sebatas lokal saja. Belum banyak wisatawan di luar Magelang mengetahui tempat ini. Jika dipromosikan dengan baik pasti tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai. 

Candi Umbul...tempat para bangsawan Dinasti Syailendra mandi adalah salah satu surga tersembunyi di daerah asalku. Kalian punya destinasi wisata unik dan tersembunyi lainnya guys? Ceritain yuk...


13 komentar:

  1. Piknik bersama keluarga sembari mengenang sejarah masa lalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Adi. Piknik sambil belajar sejarah tepatnya.

      Hapus
  2. seru ya buat main nak anak.. ada tamannya luas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tamannya luas. Anak-anak seneng banget bisa berlarian dan main bla di sana Mbak.

      Hapus
  3. wah asik nih dapat info wisata baru,jadi pingin ke sana juga.salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Mbak Lela. Bisa menjadi tujuan wisata jika mbak dan keluarga berkunjung ke Magelang.

      Hapus
  4. Kalau ke Magelang aku tahunya cuma candi Borobudur, candi Pawon. Baru tau ada candi umbul. Besok lagi kalau ke Magelang mau coba ke sini. Thanks infonya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang gaungnya belum kemana-mana Mbak. Kurang promosi sepertinya. Jadi masih alami banget. Parkir mobil aja aku di pinggir sawah kok. Main ke sini Mbak kalau datang ke Magelang.

      Hapus
  5. Aku aja yg ortu di Magelang jg nggak tau hihihii. Mungkin krn tidak sebesar obyek wisata lain ya & arahnya sdh diluar kota. Borobudur jg luar kota sih tp di sekitarnya banyak fasiltas & obyek pendukung wisata lain. Semoga dg tulisan ini akan mendapatkan perhatian. Apalagi foto2nya bagus. Pengelolanya jg bisa cari ide menambah fasilitas wisata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Lusi. Semoga lebih diperhatikan ya. Soalnya tempat parkir saja kalau mobil di pinggir sawag loh. Pasti ramai nantinya kalau dikelola dengan baik. Terima kasih sudah berkunjung Mbak.

      Hapus
  6. Aku aja yg ortu di Magelang jg nggak tau hihihii. Mungkin krn tidak sebesar obyek wisata lain ya & arahnya sdh diluar kota. Borobudur jg luar kota sih tp di sekitarnya banyak fasiltas & obyek pendukung wisata lain. Semoga dg tulisan ini akan mendapatkan perhatian. Apalagi foto2nya bagus. Pengelolanya jg bisa cari ide menambah fasilitas wisata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Lusi. Semoga lebih diperhatikan ya. Soalnya tempat parkir saja kalau mobil di pinggir sawah loh. Pasti ramai nantinya kalau dikelola dengan baik. Ini masih alami banget soalnya.Terima kasih sudah berkunjung Mbak.

      Hapus
  7. bagus nih buat anak, bisa belajar tentang candi dan sambil bermain di tempat yang luas.

    BalasHapus