Tampilkan postingan dengan label Turki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Turki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 April 2023

(Turki part 8) Berburu oleh-oleh khas Turki

Nggak terasa ya sudah hari ke 18 Ramadhan. Perasaan baru kemarin puasa ya.  Dah hari ke 18 aja. Semoga bisa mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya ya guys . By the way bisa gak ya ikut BPN Ramadhan challenge sampai selesai. Semoga bisa ya. Semangat....

Kali ini mau cerita oleh-oleh khas Turki ya. Kalau temen-temen ke Turki bisa beli oleh-oleh khas Turki.

1. Turkish Blue Eyes

Orang Turki percaya Turkish Blue Eyes ini bisa menangkal malapetaka dan marabahaya. Nazar boncuk orang menyebutnya.  Konon bisa menangkal sihir jahat dan kecemburuan. 

Bentuknya bulat dan bisa dijadikan berbagai aksesoris. Bisa gantungan kunci sampai tempelan kulkas. Aku sendiri memborong Turkish Blue Eyes ini di spice Bazar. Harganya murah meriah yaitu 15 lira.



Sayang blue eyes ini gampang pecah kalau jatuh. Jadi kalau lebih aman belinya yang gantungan kunci yang kayak ada kulit sintetisnya seperti bentuk ikan di atas. Soalnya kalau jatuh nggak langsung pecah. Ukurannya sendiri bermacam-macam.  Ada yang besar dan ada yang kecil.

Selasa, 04 April 2023

(Turki part 7) Melintasi Dua Benua di Selat Bosphorus

Hari sudah siang saat kami meninggalkan Masjid Sultan Ahmed. Kami bertolak ke tujuan berikutnya yaitu Selat Bosphorus.  Kami akan menyusuri indahnya Selat Bosphorus. Pukul tiga kurang dikit kami sudah sampai.

Tampak beberapa kapal pesiar di sini. Berjajar kapal-kapal pesiar seperti di kepulauan seribu. Kami segera menuju kapal kami. 

Bosphorus adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Bosphorus dalam bahasa Turki disebut Bogazici, yang berarti “selat bagian dalam”.

Selat ini memiliki panjang 30 km dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisari dan Rumelihisari. Kedalamannya bervariasi antara 36 sampai 124 meter. Tepian selat ini berpenduduk padat, salah satu kotanya adalah Istanbul.

Ada dua jembatan yang menyeberangi Selat Bosphorus, yang pertama adalah Jembatan Bosphorus memiliki panjang 1.074 meter dan diselesaikan pada 1973. Yang kedua, Jembatan Fatih Sultan Mehmet dengan panjang 1.090 meter dan diselesaikan pada 1988 sekitar 5 km sebelah utara jembatan pertama.

Saat kami sampai di geladak kapal , pemandangan indah langsung terpampang di depan mata. Subhanallah....sungguh indah ciptaanMu. Laut biru, bangunan-bangunan tua dan ikonik di kejauhan dan burung-burung Camar yang beterbangan menambah indahnya perjalanan ini. Mulut berdecak tak henti menyebut AsmaNya. 

Rabu, 29 Maret 2023

(Turki part 6) Masjid Sultan Ahmed

Sumber : wikipedia



Lanjut dari cerita sebelumnya ya guys . Bisa dibaca di Turki part 5. Jadi sehabis ganti kaos kaki,  baju dan sepatu di pertokoan dekat Istana Topkapi aku langsung menuju ke Masjid Sultan Ahmed. Awalnya bingung lewat mana ya kalau ke Masjid. Ternyata tinggal menyeberang dari komplek pertokoan tadi.

Masuknya gratis dan tidak diminta tiket. Saat sampai disana ternyata rombonganku dah sampai di sana duluan dan bersiap berwudhu untuk sholat dhuhur. Ketemu ibuku di toilet.  Dari wajahnya tampak ibuku legaaa sekali ketemu anaknya lagi. Hahaa santai uti, nggak akan hilang kok anaknya.  Kalau nyasar bisa bertanya kok. Meski sudah gede, aku baru sadar buat seorang ibu kita masih dianggap anak-anak. Hihihi. 

Lanjut cerita tentang Masjid Sultan Ahmed.  Pertama kali ngerti masjid ini dari serial Kosem.  Serial Kosem ini adalah serial lanjutan dari Magnificent Century.  Di sini diceritakan saat Sultan Ahmed membangun masjid dan datang saat peresmian Masjid Biru ini. 

Masjid Sultan Ahmed ini berada satu kawasan dengan Hagia Sophia.  Jadi kayak berhadap-hadapan gitu. Saat kita antri memasuki Hagia Sophia,  tampak dengan jelas masjid biru ini di seberang.  Seperti foto yang kuambil saat antri di Hagia Sophia pagi-pagi. 




Masjid Sultan Ahmed disebut masjid biru karena ubinnya. Julukan Masjid Biru tersemat karena interiornya yang menakjubkan, yang dilapisi dengan lebih dari 20.000 ubin Iznik buatan tangan. Iznik sendiri merupakan kota Anatolia yang terkenal dengan tembikar tradisionalnya, ubin keramik Iznik di Masjid Biru ini berwarna pirus.

Tingkat atas Masjid Biru yang disebut kembaran Hagia Sophia ini juga dicat biru. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa Masjid Sultan Ahmed disebut Masjid Biru. Ubin biru itu menampilkan lebih dari lima puluh desain tulip yang berbeda. Motif lainnya termasuk pohon cemara, mawar dan buah-buahan yang membangkitkan visi surga yang melimpah.

Senin, 27 Maret 2023

(Turki Part 5) Menyusuri Keindahan Hagia Sophia dan Istana Topkapi

Selamat menunaikan ibadah puasa guys. Hari ini memasuki puasa keempat . Semoga kita diberi kekuatan dalam menjalankannya ya. Dan jangan lupa juga amar ma'ruf nahi mungkar. Karena terkadang melihat kemungkaran di depan mata bisa mematikan rejeki kita, jika kita tidak mengingatkannya.

Mumpung ada banyak waktu, mau nulis tentang Turki biar nggak lupa ya. Kali ini mau nulis tentang Hagia Sophia, Masjid Sultan Ahmed dan Istana Topkapi. 

24 November 2022 adalah hari terakhir kami di Turki sebelum menjalankan umroh. Pagi-pagi agenda kami adalah ke Hagia Sophia.  Berangkatnya harus pagi-pagi karena kalau siang antrian mengular. Jam 8 lebih sedikit bis rombongan kami sudah jalan. 

Sayangnya gerimis tiba saat kami tiba di sana. Mana aku salah pakai baju lagi . Ternyata gamis yang kupakai kepanjangan dan belum kupotong bawahnya. Alhasil air hujan merembes ke sepatuku yang terbuat dari kain, masuk ke kaos kaki dan membasahi gamis serta long jhon sampai hampir selutut. Huhuhu...

Antrian di Hagia Sophia tidak lagi terasa menyenangkan karena aku mulai kedinginan.  Saat memasuki Hagia Sophia sepatu dilepas, dan semakin terasa dingin karena kaos kakiku basah meski Hagia Sophia berlantai karpet.

Hagia Sophia dibangun sebagai gereja dan menjadi salah satu katedral terbesar di dunia. Pada masa penaklukan Ottoman di Istanbul pada 1453, Hagia Sophia berubah fungsi menjadi masjid. Bangunan dipercantik dengan arsitektur yang menampilkan elemen khas Kesultanan Ottoman.

Jumat, 17 Februari 2023

(Turki part 3) Berziarah ke Makam Emir Sultan dan Green Tomb di Bursa Turki

Hai guys ...lanjut lagi ya nulis tulisan tentang Turki part 3. Hari kedua di Turki kita mengunjungi Bursa. Bursa Bursa salah satu kota tua yang ada di Turki. Kota Bursa sendiri berada sekitar 153 km dari Istanbul.  Bisa ditempuh sekitar 3 sampai 5 jam perjalanan tergantung macet tidaknya jalan. Bukan hanya di Jakarta saja, ternyata di Turki juga ada macet lho meski tidak separah di Jakarta. Kami berangkat pagi-pagi dari Retaj Royale Hotel di Istanbul. Abis sarapan langsung berangkat.  Hari pun masih terlihat gelap. Ternyata jalan menuju Bursa macet saudara-saudara. Jadi jam 12 an kita baru sampai ke makam Emir Sultan.

Emir Sultan adalah salah seorang ulama tasawuf terkenal di masa pemerintahan awal Turki Utsmaniyah. Beliau sendiri masih keturunan Nabi Muhammad SAW dari sayyidina Husein.

Di Turki makam beliau menjadi salah satu tujuan ziarah muslim di Turki. Komplek makamnya sendiri terletak di Masjid Sultan Emir. Saat kami sampai sana , kami barengan dengan beberapa muslim Turki yang sangat senang bertemu selama saudaranya dari Indonesia.  Saat aku mengajak salah seorang untuk berfoto lainnya ikutan foto dengan senangnya.  Bahkan aku dikasih manisan Turki oleh salah seorang dari mereka.


Minggu, 01 Januari 2023

Mewujudkan Liburan Impian Suami ke Turki bareng Traveloka


Angin bertiup sepoi-sepoi , air laut dan langit berwarna biru. Sungguh pemandangan yang indah. Sesekali burung camar menyambar roti  yang diberikan wisatawan di atas kapal  yang membelah selat Bosphorus. Pemandangan indah tersebut  membuat kami terpaku. Sungguh pemandangan yang kami lihat di youtube tentang selat Bosphorus tiga tahun lalu membuat kami ingin pergi ke Turki.

Yuuup...aku dan pak suami ingin pergi ke Turki. Paling tidak sejak  tiga tahun lalu Turki menjadi salah satu destinasi impian kami. Bukan Jepang, Korea atau pun Australia. Bukan tanpa sebab mengapa Turki menjadi salah satu wishlist kami. Pak suami adalah salah satu penggemar serial Turki Ertrugul. Serial  sejarah Turki sebanyak 150 episode ini menjadi serial favorit pak suami. Bukan hanya Ertrugul namun Kurulus Osman juga salah satu serial favorit suami. Jika beberapa bapak lain menghabiskan waktu me timenya dengan merokok, ngopi atau ngobrol dengan bapak-bapak, pak suami menghabiskan waktu me time nya untuk nonton sejarah Turki Utsmani. Yup beliau memang penyuka sejarah dan sangat suka sejarah perkembangan islam di Turki.


Aku sendiri juga penyuka serial Turki. Dibandingkan drakor aku lebih memilih menonton serial Magnificent Century atau serial Kosem. Cerita tentang abad kejayaan Islam di Turki ini benar-benar membuatku kecanduan dan mampu menonton ratusan episodenya. Apalagi cerita sejarah tersebut dibalut romance. Jadi bukan sejarah yang isinya film perang-perangan pakai senjata. Ada saat dimana aku ngefans banget dan dalam sehari bisa menamatkan beberapa episode serial tersebut lewat youtube. Yaa...semua memang ada masanya. Setahun terakhir sudah tidak pernah menonton drama Turki lagi. Tapi keinginan kesana selalu ada. Apalagi kalau melihat keindahan Turki melalui youtube. Rasa ingin ke Turki  itu kembali hadir. Cieeee...

Kamis, 22 Desember 2022

(Turki Part 2)Salacak Donercisi, Menikmati Sarapan di Tepi Laut Marmara




Hai...kembali lagi dengan fadevmother. Kali ini udah agak lega ya. Anak-anak udah libur, jadi si emak bisa nulis lanjutkan catatan perjalanan ke Turki lagi.

Hawa dingin langsung menyergap saat kita landing di Bandara Turki.  Maklum bulan November di Turki sudah masuk musim dingin. Untung dari pesawat dah pakai jaket ya. Jadi lumayan hangat. Masya Allah bandaranya cukup besar. Jadi kita lumayan berjalan jauh dari turun pesawat ke terminal kedatangan. Kita berhenti sejenak ke toilet untuk membersihkan diri. Maklum penerbangan belasan jam dari Jakarta ke Turki membuat lumayan kucel. Hahaha...

Waktu subuh di Turki ternyata lebih siang daripada kita di Indonesia.  Jadi sambil nunggu bagasi kita sempat sholat subuh di bandara. 

Selanjutnya kita langsung city tour. Tujuan pertama kali ini adalah ziarah ke makam Sulaiman Hilmi Tunahan. Beliau adalah ulama dan pendiri pesantren Sulaymaniyah yang tersebar di Turki, Asia, Eropa dan mempunyai beberapa cabang di Indonesia. Sayang gak boleh memfoto makamnya ya. Tapi boleh memfoto beberapa makam di sekitarnya. Kebetulan beliau dimakamkan di sebuah pemakaman umum yang sudah berusia ratusan tahun di daerah Uskudar.

Sabtu, 10 Desember 2022

(Turki part 1) Menikmati Aroma Rempah di Spice Bazaar Turki

Catatan perjalanan Turki hari pertama bisa dibaca  disini ya. Maaf jika nggak berurutan nulisnya. 

Setelah ke  makam Eyup city tour hari pertama ini selanjutnya menuju ke Spice bazaar. Spice Bazar dalam bahasa Turki disebut Misir Carsisi. Mikir Carsisi ini sudah ada sejak tahun 1957. Di sini ratusan penjaja rempah menjajakan dagangannya. Ada berjenis-jenis rempah di sini dari saffron, cabai, lada dan puluhan rempah lainnya ada di sini.

Aroma rempah menyeruak begitu kita memasuki Spice Bazaar ini. Disini juga tersedia berbagai manisan Turki berbagai rasa. Orang menyebutnya Turki Delight. Berbagai macam makanan juga ada di pasar ini. Ingin mencicipi atau menikmati berbagai macam makanan Turki, datanglah ke Spice Bazaar ini.



Di dalam selain rempah-rempah kita bisa menikmati berbagai pedagang yang menjajakan berbagai macam dagangannya.  Disini terkadang kita boleh menawar. 

Sabtu, 19 Oktober 2019

Nobar Jejak Turki Utsmani di Tanah Jawa

Sabtu, 19 Oktober 2019 bertempat di  Wish cafe Rawamangun komunitas Sahabat Erdogan mengadakan Nobar Jejak Turki Utsmani di Tanah Jawa. Sahabat Erdogan adalah komunitas pecinta Turki yang ada di Indonesia. 



Peserta yang mendaftar menjadi Sahabat Erdogan lewat online  hampir 500 orang, dan saat ini sudah 1800 orang terdaftar menjadi sahabat Erdogan di seluruh Indonesia. Ada beberapa keuntungan yang didapatkan apabila kita menjadi Sahabat Erdogan termasuk diskon di mitra mitra Sahabat Erdogan termasuk diskon jika kursus Bahasa Turki.