Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2026

Mata sehat, Camping Perdana pun Lancar

Haloo...lama banget ya gak nulis cerita di blog ini. Rasanya vakum lama banget. Ada banyak cerita tahun ini. Cerita si kecil yang tambah besar, cerita si kakak-kakak yang sudah kuliah dan sebagainya. 

Duniaku berubah sejak dua anak kuliah di Bandung.  Yang jelas gedabrukan setiap pagi siapin sarapan sudah berkurang.  Pagi masih saja sibuk,  namun tidak sesibuk saat duo kakak masih SMA dan di rumah.  Banyak hal yang berubah.  Termasuk si emak yang tidak bisa seenaknya minta tolong.  Biasanya ada si kakak yang diminta tolong pasang galon, si tengah yang diminta tolong jemput adiknya les atau anak-anak yang diminta tolong menyapu dan pel saat ibunya repot. Intinya ibunya harus mandiri. Pun anak-anak di kos, mereka juga belajar mandiri. Menyiapkan baju dan peralatan sendiri, cari makan sendiri,  pun mengurus diri sendiri saat mereka sakit.

Meski mereka kuliah di Bandung,  namun jadwal kuliah padat. Apalagi mereka ada kuliah di hari Sabtu.  Jadi belum tentu sebulan sekali bisa pulang. Mereka hanya pulang saat libur semester atau saat libur tanggal merah yang kejepit. Meski demikian komunikasi kami tetap lancar. Dua hari sekali masih video call dan berapa hari sekali masih menyimak anak-anak yang ngaji lewat video call. Bukan berarti mereka tidak mandiri. Sering video call sebagai wujud rasa perhatian ortu ke anak sekaligus cek perkembangan studi anak-anak. 

Karena jarang ketemu langsung,  bisa dibayangkan kan kangennya kami ke anak-anak.  Kalau dulu bisa melihat mereka setiap hari, bisa makan di luar sering-sering atau bisa liburan bareng, sekarang kesempatan tersebut menjadi hal yang istimewa.  Yuuup seiring bertambahnya umur anak-anak,  hal-hal kecil seperti liburan bareng pun terasa istimewa sekarang. 

Cita-Cita Camping


Meskipun kami sering liburan dan menginap di hotel,  tapi belum pernah sekalipun kami camping bersama. Sebenarnya cita-cita camping ini sudah ada sejak anak-anak SMP. Tapi kekhawatiran akan ketidaknyamanan tidur di tenda, ingin glamping tapi mahal dan sebagainya akhirnya sampai anak-anak kuliah kami belum sempat camping. 

Cita-cita camping masih ada, apalagi setiap kami liburan si ayah nanya.  Kenapa gak menginap di tenda saja, mengapa harus di hotel dan sebagainya.  Seperti biasa aku akan mengemukakan banyak alasan. Dari rasa takut tidak nyaman jika tenda biasa , sampai harga yang mahal jika harus glamping, menginap di tenda modern. 

Awal Juli lalu kami ke Bandung untuk menjemput anak-anak yang mulai libur kuliah sekaligus mengajak anak-anak main ke Garut. Di Garut kami mengunjungi banyak tempat wisata termasuk naik ke Gunung Papandayan.  Naik Gunung Papandayan adalah pengalaman pertama kali kami mengajak si kecil naik gunung.  Rupanya keinginan si ayah untuk mengajak anak-anaknya camping semakin menggebu sejak naik Papandayan.  Ayah ingin lebih mengenalkan alam kepada anak-anak dengan cara camping tidur di tenda.

Dan sejak hari itu pencarian lokasi camping pun dimulai. Si ayah browsing lokasi yang kira-kira bisa dilalui mobil kami yang bukan mobil offroad, aku bandingin harga satu camp ke camp lain , mencari harga paling murah. Hahaha. Finally setelah beberapa hari mencari kami sudah mendapat tempat camping. Namanya Dzakira  Family Camping,  letaknya di puncak.



Senin, 09 September 2024

Menikmati Keindahan Masjid Raya Al Jabbar Bandung

Waktu menunjukkan pukul 12 siang. Waktunya check out dari hotel. Setengah jam sebelumnya si ayah tiba-tiba punya ide untuk mengunjungi Masjid Raya Al Jabbar mumpung di Bandung.  Sebagai pecinta masjid, kami selalu menyempatkan diri sholat di masjid-masjid yang kami lewati atau kami kunjungi kotanya. Bukan hanya masjid terkenal dan ikonik seperti masjid Kudus, masjid Demak, atau Kubah Mas. Tapi juga masjid di sepanjang jalan di kota-kota yang pernah kita lewati. Jadi mumpung ke Bandung, pengin ke Masjid Al Jabbar.

Mobil meluncur ke kampus si sulung. Rencananya sekalian ajak dia main dulu ke masjid Al Jabbar  sebelum kami pulang . Maps dihidupkan dan mobil membelah jalan menuju masjid. Setelah 40 menitan berjalan,  mobil tiba-tiba berhenti dan menandakan kita sampai di titik yg diinginkan.  Tengok kanan kiri tapi kok gak ada masjidnya. Yang ada rumah sakit Unpad. Ternyata baru sadar kalau salah ketik . Harusnya ketik Masjid Raya Al Jabbar,  tapi di maps diketik masjid Al Jabbar saja. Hahaha...

Karena sudah lapar akhirnya makan dulu di mall terdekat plus sholat dhuhur di sana. Tadi sengaja tidak sholat dhuhur di hotel karena mau sholat dhuhur di Masjid Raya Al Jabbar tapi malah nyasar. Hahahaha. 

Setelah kenyang kita melanjutkan perjalanan.  Kali ini dengan maps yang baru. Ternyata masjidnya cuma beberapa kilometer dari hotel. Tapi karena tadi salah ketik jadi kelihatan jauh banget. 

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di masjid kebanggaan warga Bandung.  Biasanya melihat keindahan masjid ini hanya dari instagram.  Kini bisa melihat kemegahannya secara langsung. Masjid Al Jabbar ini dibangun diatas danau buatan dan mempunyai luas sekitar 25 hektar. Mampu menampung 30 ribu jamaah, dengan 10 ribu jamaah di dalam dan 20 ribu jamaah di luar.

Jumat, 30 Agustus 2024

Memilih Transportasi yang Tepat saat Liburan

Halooo jumpa lagi sama fadevmother.  Akhirnya pengin nulis lagi setelah beberapa hari ribet ngurusin keperluan si kakak yang mau kuliah pertama kali. Huhuhu....time flies yaa. Perasaan dulu masih diajak kesana kemari sekarang dah mau kuliah aja. Tapi bukan itu sih intinya. Intinya kali ini aku ingin cerita tentang memilih transportasi yang tepat untuk liburan.

Saat liburan aku menggunakan beberapa macam alat transportasi.  Sebenarnya tergantung keperluannya juga sih. Berikut beberapa alat transportasi yang digunakan saat liburan plus pertimbangan mengapa memilih transportasi tersebut.

1. Mobil

Biasanya untuk liburan dalam jangka waktu lama dan harus berpindah dari satu kota ke kota lain kami menggunakan mobil sebagai transportasi.  Contohnya saat libur lebaran. Saat libur lebaran tiket kereta api susah dapatnya dan harus rebutan.  Sementara transportasi lainnya seperti bis, kena harga tuslah. Alias harga naik saat lebaran tiba.

Selain itu saat lebaran kami harus berpindah-pindah di beberapa kota. Misal ke kampung nenekku  kemudian ke kota suami, silaturahmi keliling ke beberapa kerabat. Nah untuk hal semacam ini membawa kendaraan pribadi adalah pilihan paling tepat karena waktunya bisa fleksible. Saat lebaran tiba mencari transportasi umum juga sering penuh, jadi mobil atau kendaraan pribadi adalah pilihan transportasi yang tepat.

Selasa, 06 Agustus 2024

Don't Worry No Rugi ke TMII, Bisa Keliling Indonesia dalam Sehari

Hari masih pagi, si ayah sibuk memasukkan tiga sepeda ke mobil. Dua sepeda dewasa dan satu sepeda anak-anak milik bocil. Iya weekend kali ini kita akan sepedaan ke Taman Mini. Taman Mini menjadi destinasi favorit buat kami saat libur. Selain letaknya yang dekat, tiket masuknya juga tidak terlalu mahal dan kami bisa seharian berkeliling di sana. Liburan murah meriah.

Gerbang Taman Mini sudah tampak di depan mata. Aku segera membuka layar handphone dan menyiapkan barcode tiket masuk agar bisa di scan petugas. Oya jika kita ke TMII kita membeli tiketnya online. Biasanya aku beli di Xperience Traveloka.  Harga per tiket dua puluh lima ribu rupiah dan harga masuk mobil tiga puluh lima ribu rupiah.  Tiket masuk mobil ini juga dibeli di Xperience Traveloka. 

Dengan cara pembelian tiket seperti ini bisa mengurangi antrian masuk di TMII. Dulu beli tiketnya manual, Sejak pandemi kita membeli tiket secara online. Jika kita belum membeli tiket secara online, TMII menyediakan jalur mobil yang akan membeli tiket menggunakan QRis.

Sejak September 2023 Taman Mini Indonesia Indah mengusung wajah baru. Salah satu pilar yang diusung adalah green. Pilar green pada TMII menghadirkan eco-park yang 70 persen areanya adalah taman hijau yang minim emisi. Dulu kita bisa berkeliling TMII menggunakan mobil atau sepeda motor, kini tidak bisa lagi. Mobil dan motor diparkir di tempat parkir dan kita bisa berkeliling TMII menggunakan bis-bis yang disediakan. Hal ini untuk mewujudkan TMII yang minim emisi.

Buat teman-teman yang belum pernah ke TMII sejak direnovasi, kini TMII punya wajah baru yang lebih cakep. Iya paling suka kalau weekend ke sana karena ada jalur sepeda yang bagus. Jadi meski nggak bisa berkeliling TMII naik mobil, kita bisa berkeliling naik sepeda. Jika tidak membawa sepeda, bisa menyewa sepeda di sana. Ada berbagai jenis sepeda yang disewakan. Kalau kami lebih suka membawa sepeda sendiri karena lebih bebas.

Rabu, 31 Juli 2024

Liburan Hemat? Yuk Beli Tiket Xperience di Epic Sale Traveloka

Yuhuuu akhirnya yang ditunggu-tunggu datang.  Apalagi kalau bukan Epic Sale Traveloka. Diskon hotel dan Xperience sampai 50 persen. Bayangin aja hematnya sampai 50 persen. Biasanya kalau ada Epic Sale seperti saat ini , aku  biasanya membeli tiket Xperience atau hotel. Lumayan bisa dipakai kapan-kapan. 

Mulai tanggal 30 Juli sampai 11 Agustus 2024 ada Epic Sale Traveloka.  Nah temen-temen bisa intip-intip nih Xperience yang lagi diskon.  

Tiket yang lagi diskon diantaranya adalah : 

1. Tiket masuk Dufan dan tiket Sea World Ancol



Siapa yang gak kenal Dufan. Dufan adalah destinasi wisata favorit buat semua. Nggak anak-anak,  nggak remaja , nggak dewasa semua bisa having fun di Dufan.  Lumayan banget nih diskon tiketnya  pas Epic Sale dari harga 250 rb diskon jadi 145 ribuan aja.

Senin, 29 Juli 2024

Pengalaman Epic dan Tak Terlupakan ke Dieng

Libur lebaran kemarin menjadi pengalaman tak terlupakan dalam sejarah perjalanan traveling kami. Biasanya saat pulang kampung kami mampir dulu menikmati indahnya Dieng. Sudah beberapa kali kami menikmati indahnya Dieng dan dinginnya Dieng dalam perjalanan menuju kampung halaman.

Dieng seperti candu buat kami. Ingin ke sana lagi...dan lagi. Meski sudah berkali-kali tak bosan rasanya menikmati hamparan perbukitan dengan sayuran segar yang memanjakan mata. Meski jalan yang harus kami lalui berkelak-kelok, tidak menyurutkan niat kami untuk selalu main ke Dieng.

Pagi, siang atau maksimal sore biasanya kami menghabiskan waktu di Dieng. Kami selalu menghindari malam hari jika melewati Dieng. Kalaupun saat itu masih main, biasanya kami usahakan sudah turun sore hari untuk menghindari kabut.  Kawasan pegunungan seperti Dieng rawan sekali turun kabut jika malam tiba. 

Pengalaman Tak Terlupakan di Dieng

By the way sejak pandemi, kita belum pernah lagi menginjakkan kaki ke Dieng. Jadi karena sudah lama tidak ke Dieng, anak-anak request, sebelum sampai rumah nenek di Magelang, minta mampir dulu menginap ke Dieng.

Seperti biasanya aku selalu menghindari Dieng di malam hari karena terlalu berbahaya untuk menyetir. Jadi saat anak-anak minta ke Dieng aku putuskan untuk menginap di Wonosobo. Biasanya sampai Wonosobo malam hari, jadi kami putuskan untuk booking hotel di Wonosobo dan pagi harinya baru jalan ke Dieng.

Jumat, 26 Juli 2024

Berwisata ke Geopark Ciletuh? Don't worry No Rugi

Dua bulan lalu tiba-tiba si ayah mengajak kami ke Sukabumi. Mumpung anak-anak bisa diajak pergi gaass aja. Kebetulan meski sudah pernah ke Sukabumi dua kali, kami belum pernah sampai ke Pelabuhan Ratu. Jadi saat ada kesempatan diajak si ayah ke daerah ke Pelabuhan Ratu kami happy

Rencananya ini  perjalanan menginap kami ketiga di Sukabumi.  Jadi beberapa hari sebelumnya aku hunting hotel. Hotelnya nanti aku tulis di sini ya. Puas banget menginap di Hotel Augusta Sukabumi kemarin.

Kembali ke cerita awal. Karena tol ke arah Sukabumi masih belum dibuka dan masih dalam perbaikan karena longsor beberapa waktu lalu, akhirnya kami memutuskan untuk berangkat pagi-pagi biar gak macet dan lama di jalan. Sehabis subuh, jam setengah enam kami berangkat dari rumah. Perjalanan lumayan lancar sampai keluar tol Cigombong. Nah setelah tol Cigombong lalu lintas agak padat. Padat saja sih bukan macet. Karena mungkin masih pagi ya. Coba berangkat siang dikit pasti macet banget daerah sini.

Karena lancar jam setengah 10 kami hampir tiba di hotel. Tapi kan kepagian kan ya? Pasti gak boleh check in. Mau nunggu di pantai di Pelabuhan Ratu sampai jam dua juga males karena pasti kepanasan. Trus ingat seorang teman pernah ke Geopark Ciletuh dan cakep-cakep fotonya.  Langsung request ke ayah gimana kalau sambil nunggu waktu check in kita ke Geopark Ciletuh saja. Jarak dari hotel ke Geopark kalau dari maps kira-kira 1.5 jam . Oke deh gass..

Selasa, 11 Juli 2023

Terdampar di Keindahan Eling Bening

Hai guys ketemu lagi nih sama fadevmother.  Huhuhu dah lama banget ya nggak nyapa pembaca dan nulis cerita jalan-jalan.  Padahal banyaaak banget cerita jalan-jalan yang belum ditulis. Kata orang nulis itu harus mood. Jadi kalau nggak mood ya kadang males nulis.

Kali ini mau nulis tentang perjalanan libur lebaran kemarin. Biasanya setiap pulang kampung pasti kami memyempatkan diri untuk berwisata di tempat wisata sekitar.  

Sayangnya libur lebaran kemarin karena mengurus nenek yang sedang sakit,  jadi tidak sempat berwisata. 

Rencananya kita mau main  ke sekitar Ambarawa pas perjalanan pulang ke Jakarta.  Kebetulan banyak tempat wisata yang dilalui saat perjalanan pulang. Ada Candi Gedong Songo, Eling Bening, Palagan Ambarawa,  Museum Kereta Api dan sebagainya. 

Hari H pulang pun tiba.  Sayangnya si bungsu lagi nggak enak badan. Jadi sepanjang perjalanan dia muntah. Satu kilometer dari  Eling Bening wajahnya semakin pucet. Jadi  kita melipir ke Eling Bening.  Niat awalnya buat wisata, namun karena si kecil sakit, kita mampir  buat istirahat sambil nunggu si bocah enakan. Judulnya sih beristirahat sambil berwisata.

Waktu menunjukkan pukul sebelas siang saat kami tiba di Eling Bening.  Parkiran lumayan penuh karena hari itu hari libur lebaran.

Eling Bening berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa indah dan udara segar. Tempat ini terletak di Jalan Sarjono, Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. 

Banyak yang telah berubah dari Eling Bening. sejak terakhir kali ke sini awal tahun 2017. Harga tiketnya waktu itu masih 15 ribu plus dapat mineral water. Sekarang harga tiketnya 35 ribu rupiah dengan fasilitas yang lebih baik.



Rabu, 12 April 2023

Menikmati Indahnya Pegunungan di Senja Pagi Cafe

Hai....cerita umrohnya jeda dulu ya. Setelah nulis Turki sampai part 8 pasti temen-temen bosen ya kan? Kali ini nulis yang seger-seger aja ya. By the way perjalananku ini sebenarnya udah Desember tahun lalu. Tapi kebiasaanku kalau gak mood nulis ya gak ditulis-tulis. Hehehe....

Kali ini aku mau cerita pengalaman pas pulang kampung Desember kemarin. Bulik bilang kalau ada cafe baru yang keren. Pemandangannya enam gunung. Wuiih sebagai pecinta gunung langsung pengen. Apalagi tempatnya dekat dari rumah nenekku. Kurang lebih sejam naik motor santai. Akhirnya cuzz lah berangkat bertiga aja. Aku, bocil dan sepupuku yang masih SMP.

Sebelum ke cafenya sempat browsing bentar. Lihat-lihat instagramnya dan ulasan di google. Waah cakep banget nih. Makin semangat ya jadinya pergi nya. Letaknya sendiri di Jalan Grabag Kopeng, Kragon Kecamatan Ngablak.

Sempat beberapa kali berhenti lihat maps karena nggak sampai-sampai. Hahaha...Iya biasanya tinggal duduk manis di samping pak suami trus sampai di tujuan. Kali ini karena pulkam berdua ma bocil, pergi ke cafenya naik motor sendiri. Buat aku yg susah baca peta jadi berhenti berkali-kali. Hihihi..


Minggu, 09 April 2023

(Turki part 8) Berburu oleh-oleh khas Turki

Nggak terasa ya sudah hari ke 18 Ramadhan. Perasaan baru kemarin puasa ya.  Dah hari ke 18 aja. Semoga bisa mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya ya guys . By the way bisa gak ya ikut BPN Ramadhan challenge sampai selesai. Semoga bisa ya. Semangat....

Kali ini mau cerita oleh-oleh khas Turki ya. Kalau temen-temen ke Turki bisa beli oleh-oleh khas Turki.

1. Turkish Blue Eyes

Orang Turki percaya Turkish Blue Eyes ini bisa menangkal malapetaka dan marabahaya. Nazar boncuk orang menyebutnya.  Konon bisa menangkal sihir jahat dan kecemburuan. 

Bentuknya bulat dan bisa dijadikan berbagai aksesoris. Bisa gantungan kunci sampai tempelan kulkas. Aku sendiri memborong Turkish Blue Eyes ini di spice Bazar. Harganya murah meriah yaitu 15 lira.



Sayang blue eyes ini gampang pecah kalau jatuh. Jadi kalau lebih aman belinya yang gantungan kunci yang kayak ada kulit sintetisnya seperti bentuk ikan di atas. Soalnya kalau jatuh nggak langsung pecah. Ukurannya sendiri bermacam-macam.  Ada yang besar dan ada yang kecil.

Selasa, 04 April 2023

(Turki part 7) Melintasi Dua Benua di Selat Bosphorus

Hari sudah siang saat kami meninggalkan Masjid Sultan Ahmed. Kami bertolak ke tujuan berikutnya yaitu Selat Bosphorus.  Kami akan menyusuri indahnya Selat Bosphorus. Pukul tiga kurang dikit kami sudah sampai.

Tampak beberapa kapal pesiar di sini. Berjajar kapal-kapal pesiar seperti di kepulauan seribu. Kami segera menuju kapal kami. 

Bosphorus adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Bosphorus dalam bahasa Turki disebut Bogazici, yang berarti “selat bagian dalam”.

Selat ini memiliki panjang 30 km dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisari dan Rumelihisari. Kedalamannya bervariasi antara 36 sampai 124 meter. Tepian selat ini berpenduduk padat, salah satu kotanya adalah Istanbul.

Ada dua jembatan yang menyeberangi Selat Bosphorus, yang pertama adalah Jembatan Bosphorus memiliki panjang 1.074 meter dan diselesaikan pada 1973. Yang kedua, Jembatan Fatih Sultan Mehmet dengan panjang 1.090 meter dan diselesaikan pada 1988 sekitar 5 km sebelah utara jembatan pertama.

Saat kami sampai di geladak kapal , pemandangan indah langsung terpampang di depan mata. Subhanallah....sungguh indah ciptaanMu. Laut biru, bangunan-bangunan tua dan ikonik di kejauhan dan burung-burung Camar yang beterbangan menambah indahnya perjalanan ini. Mulut berdecak tak henti menyebut AsmaNya. 

Rabu, 29 Maret 2023

(Turki part 6) Masjid Sultan Ahmed

Sumber : wikipedia



Lanjut dari cerita sebelumnya ya guys . Bisa dibaca di Turki part 5. Jadi sehabis ganti kaos kaki,  baju dan sepatu di pertokoan dekat Istana Topkapi aku langsung menuju ke Masjid Sultan Ahmed. Awalnya bingung lewat mana ya kalau ke Masjid. Ternyata tinggal menyeberang dari komplek pertokoan tadi.

Masuknya gratis dan tidak diminta tiket. Saat sampai disana ternyata rombonganku dah sampai di sana duluan dan bersiap berwudhu untuk sholat dhuhur. Ketemu ibuku di toilet.  Dari wajahnya tampak ibuku legaaa sekali ketemu anaknya lagi. Hahaa santai uti, nggak akan hilang kok anaknya.  Kalau nyasar bisa bertanya kok. Meski sudah gede, aku baru sadar buat seorang ibu kita masih dianggap anak-anak. Hihihi. 

Lanjut cerita tentang Masjid Sultan Ahmed.  Pertama kali ngerti masjid ini dari serial Kosem.  Serial Kosem ini adalah serial lanjutan dari Magnificent Century.  Di sini diceritakan saat Sultan Ahmed membangun masjid dan datang saat peresmian Masjid Biru ini. 

Masjid Sultan Ahmed ini berada satu kawasan dengan Hagia Sophia.  Jadi kayak berhadap-hadapan gitu. Saat kita antri memasuki Hagia Sophia,  tampak dengan jelas masjid biru ini di seberang.  Seperti foto yang kuambil saat antri di Hagia Sophia pagi-pagi. 




Masjid Sultan Ahmed disebut masjid biru karena ubinnya. Julukan Masjid Biru tersemat karena interiornya yang menakjubkan, yang dilapisi dengan lebih dari 20.000 ubin Iznik buatan tangan. Iznik sendiri merupakan kota Anatolia yang terkenal dengan tembikar tradisionalnya, ubin keramik Iznik di Masjid Biru ini berwarna pirus.

Tingkat atas Masjid Biru yang disebut kembaran Hagia Sophia ini juga dicat biru. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa Masjid Sultan Ahmed disebut Masjid Biru. Ubin biru itu menampilkan lebih dari lima puluh desain tulip yang berbeda. Motif lainnya termasuk pohon cemara, mawar dan buah-buahan yang membangkitkan visi surga yang melimpah.

Senin, 27 Maret 2023

(Turki Part 5) Menyusuri Keindahan Hagia Sophia dan Istana Topkapi

Selamat menunaikan ibadah puasa guys. Hari ini memasuki puasa keempat . Semoga kita diberi kekuatan dalam menjalankannya ya. Dan jangan lupa juga amar ma'ruf nahi mungkar. Karena terkadang melihat kemungkaran di depan mata bisa mematikan rejeki kita, jika kita tidak mengingatkannya.

Mumpung ada banyak waktu, mau nulis tentang Turki biar nggak lupa ya. Kali ini mau nulis tentang Hagia Sophia, Masjid Sultan Ahmed dan Istana Topkapi. 

24 November 2022 adalah hari terakhir kami di Turki sebelum menjalankan umroh. Pagi-pagi agenda kami adalah ke Hagia Sophia.  Berangkatnya harus pagi-pagi karena kalau siang antrian mengular. Jam 8 lebih sedikit bis rombongan kami sudah jalan. 

Sayangnya gerimis tiba saat kami tiba di sana. Mana aku salah pakai baju lagi . Ternyata gamis yang kupakai kepanjangan dan belum kupotong bawahnya. Alhasil air hujan merembes ke sepatuku yang terbuat dari kain, masuk ke kaos kaki dan membasahi gamis serta long jhon sampai hampir selutut. Huhuhu...

Antrian di Hagia Sophia tidak lagi terasa menyenangkan karena aku mulai kedinginan.  Saat memasuki Hagia Sophia sepatu dilepas, dan semakin terasa dingin karena kaos kakiku basah meski Hagia Sophia berlantai karpet.

Hagia Sophia dibangun sebagai gereja dan menjadi salah satu katedral terbesar di dunia. Pada masa penaklukan Ottoman di Istanbul pada 1453, Hagia Sophia berubah fungsi menjadi masjid. Bangunan dipercantik dengan arsitektur yang menampilkan elemen khas Kesultanan Ottoman.

Senin, 27 Februari 2023

(Turki Part 4) Masjid Ulu Camii dan Koza Han

Hai guys...mumpung belum ngantuk kita terusin cerita tentang Turki ya. Kali ini masih cerita di Bursa. Tulisan tentang Bursa bisa dibaca di Turki part 3 sebelum ini ya. Kali ini kita akan cerita tentang Masjid Ulucami dan Koza Han. Kita ke sini tanggal 23 November 2022.

Masjid Ulu Camii adalah masjid yang bersejarah di kota Bursa. Dibangun pada saat kesultanan Utsmaniyah masjid ini dibangun oleh Sultan Bayezid  untuk memperingati kemenangan dalam perang Nikopolis.

Masjid Ulu Camii ini sungguh indah. Dibangun dengan 20 kubah dan dua menara dengan arsitektur interior yang sangat indah. Konon masjid dengan 20 kubah ini adalah nadzar sultan yang ingin membangun 20 masjid. Namun karena terbatas dananya akhirnya membangun sebuah masjid dengan 20 kubah.

Di dalam masjid ini ada sebuah air mancur yang merupakan tempat wudhu. Sayang pada saat masuk karena tempat sholat penuh sekali aku tidak sempat melihat tempat wudhu air mancur ini. Guide lokal menerangkan bahwa awalnya di komplek yang sekarang dibangun masjid adalah tempat tinggal salah seorang perempuan tua yang tidak mau dan tidak rela jika tempat tinggalnya dijadikan masjid. Setelah perempuan itu meninggal, maka rumah beliau yang terletak di dalam masjid dijadikan tempat wudhu berbentuk air mancur bagi jamaah laki-laki dan tidak dijadikan tempat sholat.

Saat kami sampai sana kebetulan masuk waktu Ashar. Kami berwudhu di tempat wudhu yang ada di depan masjid. Masya Allah begitu memasuki masjid ternyata penuh sekali di dalam sehingga kami hanya bisa sholat di luar masjid dekat dengan tangga. 

Jumat, 17 Februari 2023

(Turki part 3) Berziarah ke Makam Emir Sultan dan Green Tomb di Bursa Turki

Hai guys ...lanjut lagi ya nulis tulisan tentang Turki part 3. Hari kedua di Turki kita mengunjungi Bursa. Bursa Bursa salah satu kota tua yang ada di Turki. Kota Bursa sendiri berada sekitar 153 km dari Istanbul.  Bisa ditempuh sekitar 3 sampai 5 jam perjalanan tergantung macet tidaknya jalan. Bukan hanya di Jakarta saja, ternyata di Turki juga ada macet lho meski tidak separah di Jakarta. Kami berangkat pagi-pagi dari Retaj Royale Hotel di Istanbul. Abis sarapan langsung berangkat.  Hari pun masih terlihat gelap. Ternyata jalan menuju Bursa macet saudara-saudara. Jadi jam 12 an kita baru sampai ke makam Emir Sultan.

Emir Sultan adalah salah seorang ulama tasawuf terkenal di masa pemerintahan awal Turki Utsmaniyah. Beliau sendiri masih keturunan Nabi Muhammad SAW dari sayyidina Husein.

Di Turki makam beliau menjadi salah satu tujuan ziarah muslim di Turki. Komplek makamnya sendiri terletak di Masjid Sultan Emir. Saat kami sampai sana , kami barengan dengan beberapa muslim Turki yang sangat senang bertemu selama saudaranya dari Indonesia.  Saat aku mengajak salah seorang untuk berfoto lainnya ikutan foto dengan senangnya.  Bahkan aku dikasih manisan Turki oleh salah seorang dari mereka.


Senin, 30 Januari 2023

Berwisata di danau Situ Gunung dan Situ Gunung Suspension Bridge

Halooo...kita terusin ya tulisan tentang jalan-jalan ke Sukabumi kemarin. Iya mumpung mood. Soalnya kalau nulis tema traveling itu gak boleh lama-lama. Sekali gak lama terlupakan dan nggak nulis deh karena moodnya sudah hilang duluan. Yang pasti sih feel nya dah gak ada kalau kelamaan gak ditulis.

Jadi setelah sampai di Villa Cemara, kita istirahat sebentar. Anak-anak yang lapar pesan nasi goreng disana. Setelah rebahan sebentar langsung cuzz ke Situ Gunung. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat sore. Padahal jam tutupnya jam empat sore. Ya...gak papa lah ya jalan-jalan sebentar ke danau biar besok gak buru-buru.

Kita membeli tiket di pintu gerbang. Harga tiketnya 18.500 dan si kecil tidak ditarik tiket. Jadi hanya empat dewasa saja. Mungkin karena setengah jam lagi mau tutup ya. Kita berjalan sekitar setengah jam jalan santai sampai danau. Di tengah jalan tiba-tiba hujan turun. Untung kita bawa jas hujan dan payung di tas. Jadi neduh bentar buat ganti jas ujan di pos ojek. Eh hujannya ternyata cuma sebentar trus cuma gerimis saja. Tapi gak papa lah ya tetep pakai jas ujan.

Dan sampailah kita di danau Situ Gunung . Indah pemandangannya meski mending dan gerimis. Untungnya pas kita mau foto-foto gerimis berhenti, jadi kita bisa foto tanpa jas hujan. Selesai foto eh hujan lagi. Alhamdulilah....

Minggu, 01 Januari 2023

Mewujudkan Liburan Impian Suami ke Turki bareng Traveloka


Angin bertiup sepoi-sepoi , air laut dan langit berwarna biru. Sungguh pemandangan yang indah. Sesekali burung camar menyambar roti  yang diberikan wisatawan di atas kapal  yang membelah selat Bosphorus. Pemandangan indah tersebut  membuat kami terpaku. Sungguh pemandangan yang kami lihat di youtube tentang selat Bosphorus tiga tahun lalu membuat kami ingin pergi ke Turki.

Yuuup...aku dan pak suami ingin pergi ke Turki. Paling tidak sejak  tiga tahun lalu Turki menjadi salah satu destinasi impian kami. Bukan Jepang, Korea atau pun Australia. Bukan tanpa sebab mengapa Turki menjadi salah satu wishlist kami. Pak suami adalah salah satu penggemar serial Turki Ertrugul. Serial  sejarah Turki sebanyak 150 episode ini menjadi serial favorit pak suami. Bukan hanya Ertrugul namun Kurulus Osman juga salah satu serial favorit suami. Jika beberapa bapak lain menghabiskan waktu me timenya dengan merokok, ngopi atau ngobrol dengan bapak-bapak, pak suami menghabiskan waktu me time nya untuk nonton sejarah Turki Utsmani. Yup beliau memang penyuka sejarah dan sangat suka sejarah perkembangan islam di Turki.


Aku sendiri juga penyuka serial Turki. Dibandingkan drakor aku lebih memilih menonton serial Magnificent Century atau serial Kosem. Cerita tentang abad kejayaan Islam di Turki ini benar-benar membuatku kecanduan dan mampu menonton ratusan episodenya. Apalagi cerita sejarah tersebut dibalut romance. Jadi bukan sejarah yang isinya film perang-perangan pakai senjata. Ada saat dimana aku ngefans banget dan dalam sehari bisa menamatkan beberapa episode serial tersebut lewat youtube. Yaa...semua memang ada masanya. Setahun terakhir sudah tidak pernah menonton drama Turki lagi. Tapi keinginan kesana selalu ada. Apalagi kalau melihat keindahan Turki melalui youtube. Rasa ingin ke Turki  itu kembali hadir. Cieeee...

Kamis, 22 Desember 2022

(Turki Part 2)Salacak Donercisi, Menikmati Sarapan di Tepi Laut Marmara




Hai...kembali lagi dengan fadevmother. Kali ini udah agak lega ya. Anak-anak udah libur, jadi si emak bisa nulis lanjutkan catatan perjalanan ke Turki lagi.

Hawa dingin langsung menyergap saat kita landing di Bandara Turki.  Maklum bulan November di Turki sudah masuk musim dingin. Untung dari pesawat dah pakai jaket ya. Jadi lumayan hangat. Masya Allah bandaranya cukup besar. Jadi kita lumayan berjalan jauh dari turun pesawat ke terminal kedatangan. Kita berhenti sejenak ke toilet untuk membersihkan diri. Maklum penerbangan belasan jam dari Jakarta ke Turki membuat lumayan kucel. Hahaha...

Waktu subuh di Turki ternyata lebih siang daripada kita di Indonesia.  Jadi sambil nunggu bagasi kita sempat sholat subuh di bandara. 

Selanjutnya kita langsung city tour. Tujuan pertama kali ini adalah ziarah ke makam Sulaiman Hilmi Tunahan. Beliau adalah ulama dan pendiri pesantren Sulaymaniyah yang tersebar di Turki, Asia, Eropa dan mempunyai beberapa cabang di Indonesia. Sayang gak boleh memfoto makamnya ya. Tapi boleh memfoto beberapa makam di sekitarnya. Kebetulan beliau dimakamkan di sebuah pemakaman umum yang sudah berusia ratusan tahun di daerah Uskudar.

Sabtu, 10 Desember 2022

(Turki part 1) Menikmati Aroma Rempah di Spice Bazaar Turki

Catatan perjalanan Turki hari pertama bisa dibaca  disini ya. Maaf jika nggak berurutan nulisnya. 

Setelah ke  makam Eyup city tour hari pertama ini selanjutnya menuju ke Spice bazaar. Spice Bazar dalam bahasa Turki disebut Misir Carsisi. Mikir Carsisi ini sudah ada sejak tahun 1957. Di sini ratusan penjaja rempah menjajakan dagangannya. Ada berjenis-jenis rempah di sini dari saffron, cabai, lada dan puluhan rempah lainnya ada di sini.

Aroma rempah menyeruak begitu kita memasuki Spice Bazaar ini. Disini juga tersedia berbagai manisan Turki berbagai rasa. Orang menyebutnya Turki Delight. Berbagai macam makanan juga ada di pasar ini. Ingin mencicipi atau menikmati berbagai macam makanan Turki, datanglah ke Spice Bazaar ini.



Di dalam selain rempah-rempah kita bisa menikmati berbagai pedagang yang menjajakan berbagai macam dagangannya.  Disini terkadang kita boleh menawar. 

Senin, 07 November 2022

Menikmati Keindahan Little Venice Kota Bunga

Sebenarnya ini cerita libur lebaran Idul Adha kemarin. Hihi...dah lumayan lama ya. Gak papa kemarin belum sempat nulis soalnya. Tulis disini siapa tahu ada yang pengin ke sana ya.

Libur lebaran Idul Adha 2022 kemarin kami menghabiskan waktu liburan di puncak. Iya di puncak, jadi kami sholat Idul Adha pun di puncak. Berangkat dua hari sebelumnya,  jadi si ayah yang puasa Arafah pun buka dan sahur di puncak.

Paginya setelah sholat Idul Adha kami jalan-jalan ke Little Venice.  Sebenarnya kami nggak punya tujuan sih. Cuma pengin yang adem-adem aja gitu. Tapi kebetulan hotel tempat kami menginap dekat Little Venice. Jadi go show deh ke sana.

Little Venice ini terletak di komplek perumahan Kota Bunga. Menuju ke sana suasana khas Eropa langsung terasa. Di kanan kiri banyak bangunan khas Eropa. Namun bukan hanya khas Eropa  saja ternyata.  Di sini berbagai rumah Bergaya Jepang sampai Korea bisa kita temui.

Taraaa....sampailah kita di Little Venice. Pintu gerbangnya ala-ala bangunan Romawi kuno dengan berbagai patung di sana. Kebetulan karena hari libur, jadi harga tiketnya harga tiket weekend. Satu tiket harganya 90 ribu rupiah termasuk tiket masuk, replika bangunan negara, maze of light dan tiket empat permainan. Kami membeli 4 tiket terusan 90 ribu dan satu tiket masuk 60 ribu buat si ayah karena gak mau naik permainan. Tiket 60 ribu termasuk tiket masuk dan tiket maze of light. Jadi total 420 ribu untuk berlima. 

Untuk setiap pengunjung yang masuk, kita diberi gelang. Masing-masing gelang berbeda warnanya tergantung tipe tiket yang kita beli.

Bangunan ala-ala Eropa dan Venesia langsung terasa saat kita memasuki area Little Venice. Sayang foto-foto yang bisa kuambil hanya ini. Si kakak punya banyak objek bagus buat difoto. Sayangnya gak pernah boleh dimasukkan blog emaknya. Jadi foto pakai handphone emaknya aja nih yang ada di blog. Tapi tidak mengurangi keindahannya.