Jumat, 30 November 2018

Pampers Orang Dewasa, Solusi Tepat untuk Bantu Kondisi Tak Memungkinkan Ini!


Sebulan yang lalu nenek saya alias mbah buyutnya anak-anak jatuh di depan kamar mandi. Alhamdulilah beliau tidak sampai jatuh terjembab karena beliau menahan dengan tangan. Sayangnya karena tidak kuat menahan beban nenek, pergelangan tangan nenek retak karena menahan badan pas jatuh. Akhirnya sebulan yang lalu nenek saya harus digips tangannya untuk mengembalikan tangan beliau seperti semula.



Aku dan nenek saat tangannya belum digips

Nenek yang biasa hidup sendiri dan mandiri  di kampung dan hanya ditemani   'si mbak' mendadak tidak bisa melakukan aktifitasnya dengan normal. Biasanya beliau meski sudah sepuh masih melakukan semuanya sendiri. Sekarang harus dibantu orang lain termasuk ke kamar mandi untuk mandi atau sekedar buang air kecil. Sudah sebulan ini ibuku dan tante-tanteku pulang kampung gantian jagain nenek. Untuk mempermudah aktifitas nenek agar  tidak berkali-kali ke kamar mandi dengan bantuan ibu atau tante akhirnya sekarang nenek pakai popok dewasa di situsTanyaConfidence.comDengan memakai popok nenek jadi lebih mandiri dan tidak perlu memanggil bantuan untuk ke kamar kecil. Popok confidence ini direkomendasikan untuk lansia. Selain berperekat, ada juga yang bentuknya celana. Jadi lebih mudah dipakai.


Mengenal Lebih Dekat Banjar Berseri Astra Ekowisata Subak Sembung Peguyangan

Waktu menunjukkan pukul empat sore saat kami meninggalkan hotel di kawasan Teuku Umar Bali dan menuju Ekowisata Subak Sembung Peguyangan. Ini adalah hari kedua kami berada di Bali. Salah satu tujuannya ke Ekowisata Subak Sembung Bali. Sayangnya selama dua hari si kecil rewel jadi nggak sempat kemana-mana. Di hari kedua saat si kecil tidak rewel kami memutuskan pergi ke Subak Sembung. 

Cuaca cerah saat kami tiba di Subak Sembung Peguyangan. Parkiran tampak penuh dengan beberapa motor dan mobil milik orang-orang yang jogging. Hawa segar khas area persawahan langsung terasa saat kami tiba di sana. Kontras dengan suasana Denpasar dan Kuta yang padat, kita bisa merasakan sejuknya udara di area ini. Tak sabar rasanya ingin memasuki area subak, tapi sebelumnya sempetin foto dulu. 

Eko wisata Subak Sembung terletak di Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan. Area ini mempunyai  luas 115 hektar. Kata subak sendiri sudah tidak asing bagiku. Dulu pada saat  sekolah dasar diajarkan sistem pengairan di Bali yang disebut subak. Subak Sembung bermula pada saat  petani yang tergabung dalam empat kelompok pengelola irigasi (subak) menggagas ekowisata di desanya. Pada awalnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Denpasar bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana (Unud), Bali mendampingi mereka. Jadi Subak Sembung ada sejak tahun 2014.

Gerbang masuk Banjar Berseri Astra (dok.pri)

Kamis, 29 November 2018

Menikmati Pasir Putih di Pantai Parai Bangka Wonderful Indonesia

Angin sepoi-sepoi menerpa wajah kami saat kami tiba di Pantai Parai siang itu. Hari itu adalah hari kedua kami berada di Pulau Bangka. Mas Roza driver sekaligus guide kami yang kami sewa selama di Bangka  mengantarkan kami ke Parai di hari kedua ini. Pantai Parai Tenggiri terletak di Kampung Matras, Sinar Baru Sungailiat, Kabupaten Bangka, sekitar 40 Kilometer dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, atau sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat.

Alhamdulilah cuaca cerah saat kami datang.Anak-anak langsung takjub melihat keindahan pantai ini. Sementara aku langsung bertasbih menyebut asma Allah melihat keindahan yang terpampang di depan mata. Mas Roza bercerita tentang sejarah Pantai Parai. Dulu namanya Parai Tenggiri karena Presiden Sukarno yang dulu dibuang ke Bangka sangat senang makan ikan Tenggiri dari pantai ini. Sekarang namanya berubah bukan Parai Tenggiri tetapi hanya Pantai Parai saja.

Turun dari mobil anak-anak sudah tidak sabar untuk memasuki area pantai dan langsung berenang. Suasana terik membuatku memilih untuk berteduh di beberapa saung yang ada di pinggir pantai.  Sementara anak-anak memilih berenang dan bermain pasir ditemani ayahnya. Baju dan anak-anak basah karena mereka nyebur mandi di pantai sekaligus penuh pasir karena bermain pasir pantai yang putih. Untung bawa baju ganti, jadi tidak khawatir meski baju anak-anak basah. 

Hamparan granit (dok.pri)

Senin, 26 November 2018

5 Pelajaran Berharga ini Bakal Kalian Temukan Saat Solo Traveling


Haloo semuanyaa...hawa-hawa liburan sudah mulai terasa ya tiap akhir tahun gini. Buat yang sudah berkeluarga pasti sudah siapin acara liburan keluarga. Buat yang masih jomblo, jangan khawatir, soalnya kalian  bisa solo traveling.

Buat yang sudah punya cicilan online tanpa kartu kredit dari PayLater, tapi nggak tahu mau liburan sama siapa nggak usah ribet ya mikirnya. Kalian bisa solo traveling karena  berpetualang itu nggak harus menunggu banyak orang. Kebahagiaan saat jalan-jalan di tempat-tempat asing juga bisa datang ketika kamu menjelajahi seorang diri. Setuju kan guys?

Berikut adalah lima pelajaran berharga yang bakal teman-teman  temukan saat solo traveling.

Jadi Lebih Mandiri

sumber @jetshoots


Mungkin selama ini teman-teman  terlihat sebagai sosok yang mandiri di hadapan orang lain. Tapi untuk urusan berpetualang, beranikah teman-teman  melakukannya seorang diri? Solo traveling itu nggak sekadar jalan-jalan, lho. Ada banyak hal yang bisa membentuk jati diri dan kemandirian ketika melakukannya.
Rabu, 07 November 2018

Menikmati Pagi di Desa Wisata Penglipuran Bali

Hari masih gelap saat kami check out dari hotel tempat kami menginap di kawasan Teuku Umar Denpasar. Waktu menunjukkan jam lima pagi lebih sedikit saat kami meninggalkan pelataran hotel. Jalanan masih sepi dan lengang saat mobil yang kami tumpangi menembus jalanan Denpasar - Ubud. Sengaja kami check out pagi-pagi karena ingin melihat suasana di Desa Penglipuran . Kami harus berkejaran dengan waktu karena  jam sebelas siang kami sudah harus sampai Bandara Ngurah Rai untuk terbang kembali ke Jakarta.

Di sepanjang jalan tampak beberapa rumah adat dan pura. Suasana yang berbeda dengan Kota Denpasar yang ramai dan tampak modern. Sepanjang jalan ke Ubud ini kami menemukan suasana khas Bali yang jarang dijumpai di kota lain. Suasana yang sangat religius bagi orang Hindu. Mobil kami  sempat beriringan  dengan rombongan orang- orang yang ingin  beribadah ke pura naik truk bak terbuka. Sebuah pemandangan yang langka bagi kami dan langsung kami abadikan.


Rombongan yang mau berangkat ke pura naik kendaraan bak terbuka (dok.pri)

Desa Penglipuran terletak di desa Kubu kabupaten Bangli Bali. Pukul tujuh kurang seperempat kami sampai di desa Penglipuran. Suasana masih sangat sepi. Awalnya sempat ragu-ragu apakah kami boleh masuk dan parkir karena menurut website yang kami baca  Desa Penglipuran baru buka jam 8 pagi. Tapi kalau untuk menunggu smpai jam 8 pagi kami khawatir nantinya tidak sempat untuk mengejar pesawat pulang. Akhirnya setelah bertanya kepada penduduk setempat mobil kami boleh masuk dan parkir di sana.

Senin, 22 Oktober 2018

Tergoda Dwidaya Tour Carnival di Grand Galaxy Park

Awalnya sih nggak ada niatan pengin lihat Dwidaya tour carnival tanggal 19-21 Oktober 2018. Gara-gara sehari sebelumnya main ke Grand Galaxy Park dan lihat banner gede-gede terpampang langsung deh tergiur lihat iklan yang begitu menggoda. Bayangin aja di banner tertulis tiket pp ke Bali hanya 600 ribu. Murah banget kan? Kebetulan lagi ada rencana ke Bali. Mayan banget nih bisa hemat biaya liburan. Namanya juga emak-emak pengiritan. Hahahaha...

Pas hari Sabtunya sengaja minta anter si ayah dan ajak semua krucils main ke sini. Yaah..rayu rayu si ayah buat beliin tiket gitu. Dari rumah sudah semangat banget. Tapi gara-gara takut macet malam minggu, kita naik motor aja bawa dua motor daripada bawa mobil. Eh beneran deh di jalan macet banget. Untung bawa motor ya jadi bisa selap-selip. 

Sampai mall sudah magrib, jadi ya kita sholat magrib dulu. Abis itu langsung cuzz deh gak sabar ke area pameran. Stannya sih banyak banget ya Dwidaya ini. Membuka beberapa meja dan menempati sebagian besar atrium. Tapi sayang banget pas hari itu pengunjungnya sepi. Nggak tau juga ya kalau siangnya tapi pas aku datang ke sana masih sepi, padahal malam Minggu loh.


pemesanan tiket pesawat (dok.pri)

Kamis, 18 Oktober 2018

Memilih Hotel Nyaman di Sukabumi

Halooo....rasanya sudah lama banget ya nggak nulis blog. Maklum dua minggu ini si emak lagi sibuk.  Ngurusin UTS dua bocil , kesibukan karena mbah Uyut dan eyang uti rawuh mengunjungi cucunya dan yang paling menyita pikiran adalah operasi si kakak beberapa hari yang lalu setelah sebelumnya bolak-balik ke rumah sakit. Sungguh minggu-minggu yang melelahkan dan menegangkan. Mendadak emak butuh liburan. Butuh refreshing untuk mengendurkan otot dan syaraf yang tegang. Kebetulan juga ya dah lama nggak liburan keluar kota.

Si emak sih penginnya liburannya yang agak jauhan gitu, tapi yang nggak macet. Tahu sendiri kan kalau weekend daerah Puncak pasti macet. Penginnya cari udara yang masih segar dan banyak pohon-pohonan alias hijau-hijau. Trus langsung kepikiran deh pengin liburan ke Sukabumi. Terakhir liburan ke Sukabumi dan pertama kali ke Sukabumi dua tahun lalu pas lagi hamil Firdan. Saat itu ada tetangga yang nikahin anaknya ke Sukabumi, jadi kita kondangan sekalian jalan-jalan. Suasananya asyik dan masih bebas polusi. Jadi si emak kepikiran pengin liburan ke sana lagi.

Banyak sekali wisata di Sukabumi yang bisa kita datangi. Dua tahun lalu kami main ke Salabintana. Salabintana adalah Taman Rekreasi yang berada di dekat kota yang terdiri dari hamparan rumput hijau yang luas. Di sekelilingnya juga terdapat banyak pohon Pinus yang bikin suasana jadi adem. Saat itu anak-anak senang sekali berlaran di padang rumput sambil bermain layangan. Seruuuu bangeeet....


Bermain layangan di Taman Salabintana (dok.pri)