Selasa, 19 Oktober 2021

QuBisa Aplikasi Siap Kerja, Aku Bisa Kamu Bisa

Beberapa  waktu  lalu ramai  di televisi berita tentang korban   yang tertipu iming-iming menjadi   PNS  dengan mengeluarkan uang  ratusan juta. Segitu kerasnya perjuangan mencari kerja.  Teringat zamanku dulu berburu kerja. Alhamdulillah, aku termasuk yang beruntung dalam  berburu pekerjaan dan karir. Pada beberapa interview di beberapa perusahaan kebetulan aku diterima dengan mudah.   Bahkan selesai skripsi sambil menunggu  wisuda aku sudah   diterima magang bekerja meskipun hanya sebentar. Dan alhamdulilahh dua minggu setelah wisuda aku bisa langsung bekerja  di sebuah perusahaan  nasional yang   merajai  pasar   makanan  ringan di Indonesia.   Beberapa tahun  kemudian  aku pindah berkarir di sebuah PMA  Jepang di Jakarta. Kenangan   kerja adalah hal terindah meski   sekarang aku memutuskan menjadi ibu rumah tangga. 

Teman-temanku heran kok aku berkarir dan bekerja semudah pilih menu di restoran. Alhamdulillah, rezeki sudah ditakdirkan. Yang penting ikhtiar, doa dan menyiapkan diri dengan perbekalan serta meningkatkan  kemampuan. Intinya kita harus pede dan mahir berbahasa Inggris, punya ketrampilan dan menguasai materi saat wawancara pekerjaan.


Namun masalahnya tidak  semua orang mempunyai keberuntungan yang sama. Tidak  cukup hanya berbekal  keberuntungan seperti si Untung dalam komik Walt Disney. Untuk masuk dunia kerja saat ini butuh ketrampilan khusus, kemampuan berbahasa asing, dasar-dasar manajerial yang materi itu bisa kita temukan di QuBisa. Bahkan soft skill yang biasanya dicari perusahaan, tips dan trik ketika menghadapi interview, tips menyusun surat lamaran kerja dan curriculum vitae bisa dipelajari di Qubisa.



Apa itu QuBisa?

QuBisa adalah platform belajar online, bisa disebut sebagai aplikasi siap kerja. Berbeda dengan platform belajar untuk para pelajar yang membahas materi pelajaran di bangku sekolah, QuBisa lebih membidik mahasiswa, atau masyarakat umum dan materi yang diajarkan memiliki cakupan lebih luas, mengacu pada kebutuhan dunia kerja yang memerlukan karyawan dengan mental dan skill mumpuni. Intinya, QuBisa menawarkan cara belajar efektif secara online bagi penggunanya dan bisa diakses dimana saja. Belajar gak ribet dan tak perlu mengeluarkan biaya transportasi, cukup meluangkan waktu demi meningkatkan kemampuan agar bisa bersaing di dunia kerja.

Jumat, 15 Oktober 2021

Merdeka dari Pandemi dengan Bergotong Royong

Tidak pernah terbayangkan jika pandemi akan terjadi di negara ini. Namun pandemi nyata adanya. Virus Corona yang awalnya hanya kita lihat di televisi akhirnya sampai juga di Indonesia. Meluluhlantakkan semuanya. Perekonomian hancur , kesehatan apalagi. Banyak sektor usaha yang terpaksa tutup. Para pejuang covid dokter dan perawat adalah garda terdepan dalam menghadapi pandemi ini. Bahu membahu mengorbankan tenaga, waktu dan juga materi untuk menyelamatkan sesama.

Bagiku pandemi mengajarkan banyak hal. Nilai gotong royong yang selama ini hampir punah terutama di perkotaan muncul lagi sejak pandemi melanda. Masyarakat bergotong royong dan saling membantu untuk survive.

Aku paling seneng lihat postingan temen mayaku Aprilia Arifiyanti. Sejak pandemi kegiatan gotong royong di perumahannya sebuah perumahan di Purwokerto berjalan bagus. Di awal pandemi banyak warga perumahannya terdampak dan ini membuat dia dan beberapa pengurus RT nya berinisiatif untuk membuat gawang berbagi. Warga yang mampu boleh donasi apa saja dan mencantelkan donasinya di pagar rumah yang ditunjuk. Bisa berupa telur, gula, beras, sayur, tempe maupun minyak. Dan warga yang membutuhkan bisa mengambil apa yang dibutuhkan dari cantelan. Butuh minyak boleh ambil minyak, butuh telur boleh ambil telur dan seterusnya. Sungguh sebuah gotong royong dan saling berbagi yang indah.

Gawang berbagi yang awalnya dibuat saat pandemi dan warga bisa cantelin apa saja kini makin berkembang dan teratur. Bukan setiap hari namun menjadi setiap Jumat. Donasinya pun kini berbentuk uang dan dibelanjakan oleh pengurus. Dalam seminggu ibu-ibu pengurus PKK membagikan 300 bungkus sayur dan lauk. Ibu-ibu yang butuh boleh mengambil sayur, lauk dan pauk maksimal 3 macam. Oya semua dalan kondisi mentah dan bisa diolah sendiri. Salut dengan April dan ibu-ibu di kompleknya yang istiqomah, saling bergotong royong dan berbagi di masa pandemi ini.

Sumber : Instagram Aprilia Arifiyanti

Sabtu, 25 September 2021

Muze Coffe and Eatery Grand Icon Caman

Saat nulis ini aku lagi terdampar di Muze Coffe and Eatery Grand Icon Caman. Kenapa terdampar coba? Yah karena awalnya emang nggak niat ke sini. Gara-gara si ayah ada janji sama sahabatnya di sini bocil pengin ngikut. Ya udah deh ngikut. Eh sampai di jalan tidur. Lha gimana dong. Awalnya sih niatnya kalau ayahnya lagi janjian kita tungguin sambil jalan-jalan ngemall tipis-tipis di sekitar situ. Masak mau gendong. Berat euy...Eh untung ada coffee shop dekat sini. Ya udah deh nungguin bocil tidur sambil ngopi aja deh.

Trus daripada gabut ya udah sambil nulis cafe ini aja. Sebelumnya minta ijin dulu sama mas yang jaga. Sekalian ambil foto-foto. Kebetulan pengunjungnya aku aja. Kadang kasihan juga pandemi gini banyak coffee shop tutup.

Jadi buat kalian yang sekedar pengin nongkrong, ketemu temen atau habisin malam minggu kalian sambil melamun boleh lah ya melipir ke sini. Namanya Muze Coffee and Eatery. 


Selasa, 21 September 2021

Reddoorz Premium @Green Wattana Hotel Sentul, Hotel Ramah Keluarga


Berawal dari blog kontes Reddoorz bulan lalu, semua peserta meski nggak menang dapat free voucher menginap di hotel jaringan Reddoorz. Kita bisa pilih hotel se Indonesia di kota yang kita inginkan. Akhirnya karena sudah lama gak liburan ajak anak-anak karena anak-anak ABG sekarang susah diajak pergi, akhirnya kita putuskan buat liburan weekend kemarin sebelum anak-anak masuk sekolah offline.

Karena voucher kami hanya  satu kamar, akhirnya pesen lagi kamar buat anak-anak. Sayangnya pesen  di aplikasi Reddoorz penuh, dan akhirnya kita pesan di aplikasi lain. Oya harga di aplikasi Reddoorz lebih murah dibandingkan dengan aplikasi lain untuk kamar yang sama. Butuh 2 jam buat ngerayu anak-anak agar mau diajak nginap. Dulu tiap diajak nginap antusias. Sejak ABG punya dunia sendiri dan lebih suka libur tiduran di rumah.

Sore berangkat, perjalanan lancar dan Magrib sampai di hotel. But ada sedikit miskom dari pihak Reddoorz dan hotel. Mereka bilang kamar full. Setelah beberapa waktu akhirnya bisa diselesaikan dan dua kamar kami diupgrade ke type Deluxe dengan view mountain with balkon. Terima kasih buat Pak Hendri dari Wattana yang udah bantuin ya.

Jujur baru dua kali sebenarnya menginap di jaringan Reddoorz. Meski demikian untuk sekelas bintang 2 hotel ini lumayan bagus. Kamarnya lumayan luas dengan  kulkas, Tv, AC, peralatan minum lengkap dengan tea maker, dan wifi 24 jam. Kamar mandinya juga lumayan bersih dengan air panas dan hairdryer. Nah biasanya jarang banget ya hotel ada hairdryer kecuali hotel bintang 4 dan 5. Untuk toilet aminities lumayan lah untuk hotel bintang 2. Jangan bandingin dengan hotel bintang 4 dan 5 ya.  Secara keseluruhan di kelasnya hotel ini lumayan bagus.

Oya kebetulan kamar kami diupgrade ke type Deluxe. Jadi bisa bersantai di balkon dengan view mountain. Langsung seger deh mata lihat yang hijau hijau.

Kamis, 26 Agustus 2021

Semalam di Grand Tjokro Jakarta

Beberapa hari lalu manfaatin tiket flash sale dari Traveloka yang udah dibeli beberapa bulan sebelumnya. Yup ...kapan lagi bisa nginap di Grand Tjokro Jakarta dengan harga terjangkau. Sengaja beli buat ngerayain anniversary pernikahan ke 17. Anggap saja kado pernikahan. By the way ini bukan pertama kali nginap di Hotel Grand Tjokro. Sebelumnya kami pernah menginap di Grand Tjokro Bandung. Bisa dibaca di sini : Menikmati Kebun Binatang Mini di Grand Tjokro Bandung. 

Sampai di hotel udah malam, udah sholat Isya dan makan malam duluan di rumah. Jadi sampai sana tinggal tidur. Saat check in kami dapat kamar di lantai 5. Staff resepsionis nanya besok pagi mau sarapan apa. Soalnya masa PPKM gini sarapannya diantar ke kamar. Jadi sekalian pesannya besok pagi tinggal antar. Ada Indonesian Food atau American Food. Pesen Indonesia food aja dengan menu berbeda.

Oya kami dapat kamar Superior double. Luasnya 22 meter persegi. Lumayan luas lah. Apalagi cuma nginap sama bocil. Kakak kakak tinggal di rumah. Kamar mandinya bersih dan fasilitasnya sama kayak hotel bintang 4 pada umumnya. Senangnya sih ada hairdryer ya jadi rambut gak bau kalau pakai jilbab. Bisa keringin dulu.



Senin, 23 Agustus 2021

Pengalaman Ngemall Saat PPKM

Sejak pandemi bisa dibilang jarang banget ke mall kalau nggak butuh-butuh amat. Apalagi selama PPKM. Belum pernah ngemall. Pernah sih sampai parkiran numpang parkir doang gara-gara beli Nasi Padang Sederhana depan mall. Hahaha...

Ceritanya beberapa waktu lalu kangen jalan-jalan keliling Jakarta setelah sekian lama di rumah saja. Ya udah lah pas perut laper coba-coba mampir di mall yang dilewati. Siapa tau bisa makan di tempat kan? Bosen take away sekalian cuci mata.

Kebetulan pas perut laper mall terdekat yang dilewati Kokas, ya udah lah mampir ke Kokas buat makan siang. Dan ini adalah pengalaman pertama masuk mall pakai check in aplikasi peduli lindungi.

Buat teman-teman yang belum instal aplikasinya sebaiknya install dulu ya. Soalnya ini penting banget kalau kita mau jalan ngemall. Kalau udah install di rumah, mengurangi antrian saat check in kan? Nah selanjutnya untuk check in kita harus scan barcode yang ada. Trus ukur suhu badan.



Rabu, 18 Agustus 2021

Senyumku: Bank Digital dan Aplikasi Catatan Keuangan


Beberapa waktu yang lalu sempat mengobrol dengan seorang teman yang kebetulan anak pertamanya mau kuliah di kedokteran. Sempat surprise juga mengingat kuliah di kedokteran kan sumbangannya ratusan juta. Tapi meski pandemi dia bisa menyediakan uang pangkal ratusan juta. Kuncinya ada di tabungan pendidikan.

Teman yang lain bercerita kalau salah satu kerabatnya saat pandemi seperti ini susah untuk membayar uang muka daftar sekolah. Padahal sebelum pandemi keadaannya sangat lebih dari cukup.

Dari dua kisah diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa tabungan atau dana pendidikan itu penting. Terlebih jika pendapatan kita tiap bulan naik turun dan tidak tetap setiap bulannya. Bagi rumah tangga dengan satu pendapatan yang bekerja hanya suami saja seperti rumah tanggaku perencanaan keuangan sangat penting karena pendapatan hanya melalui satu pintu.

Aku akui di tahun-tahun pertama menikah lebih sering tekornya. Apalagi saat pengantin baru masih banyak kebutuhan plus cicilan rumah dan kendaraan. Sejak tekor melulu aku mulai merencanakan pengeluaran dengan cara sederhana.

Tips perencanaan keuangan sederhanaku : 

1. Bayar cicilan kartu kredit

Begitu gajian usahakan langsung membayar lunas tagihan kartu kredit. Kami masih menggunakan kartu kredit untuk belanja bulanan karena biasanya ada cashbacknya. Hehe. Namun kami selalu membayar lunas cicilan yang ada sehingga tidak terkena bunga.

2. Membuat pos - pos pengeluaran utama. Pengeluaran utama seperti pos untuk listrik, SPP anak-anak, transportasi, gaji mbak cuci setrika, belanja harian, pos sosial,  pulsa dan internet. Begitu gajian langsung masukin ke dalam amplop pembagian pos-pos ini.

3. Menyisihkan sebagian gaji untuk tabungan anak-anak. 

Untuk pos tabungan pendidikan anak-anak ini aku alokasikan khusus. Dan sistemnya tidak bisa diutak-utik. 

4. Menyisihkan pendapatan untuk zakat dan sedekah. 

Untuk sedekah bisa kita ambil dari pos sosial. Untuk zakat ini  besarnya 2.5 persen. Bisa kita bayarkan setiap bulan atau setahun sekali setelah tercapai nishab.

5. Tidak lapar mata dan membeli barang seperlunya.

Meski sebenarnya bisa saja beli beli baju atau tas setiap bulan, namun aku memilih untuk tidak melakukannya. Budget untuk membeli baju atau sepatu bisa dialihkan ke hal-hal yang lebih penting atau ditabung untuk sesuatu yang tidak terduga. Jadi jangan kaget kalau sosmedku sepertinya gak ganti-ganti baju alias itu-itu saja. Hahahaha...

6. Mencatat pengeluaran harian

Pengeluaran harian ini sepertinya sepele namun bisa tekor jika tidak terkendali dan tidak tercatat. Tiba-tiba baru 2 minggu atau 3 minggu gaji sudah habis saja. Sejak beberapa tahun lalu aku mulai mencatat pengeluaran harian. Mencatatnya manual di buku tulis. Hehehe. Tapi efektif banget karena aku jadi punya catatan pengeluaran bulananku dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun berkat rajin mencatat pengeluaran harian ini.

Enaknya sekarang ada aplikasi catatan pengeluaran dari Senyumku loh. Jadi buat yang malas catat manual seperti aku, bisa catat catatan pengeluaran langsung dari aplikasi. Dan enaknya lagi sudah dikelompokkan per kategori.

Minggu, 08 Agustus 2021

Sejuta Pesona Belitung Yang Bikin Kangen

Hampir 1.5 tahun pandemi melanda negeri ini. Kabar duka berdatangan dari sahabat, teman sampai kerabat. Pandemi ini bukan hanya meluluhlantakkan ekonomi namun juga menyisakan duka yang mendalam untuk seluruh negeri. Banyak anak-anak yang tiba-tiba menjadi yatim atau piatu. Banyak orang tua yang tiba-tiba kehilangan anaknya. Sedih itu pasti.

Terbayang wajah  beberapa kenalan yang berkecimpung di dunia pariwisata terpuruk. Berharap pandemi segera berlalu agar ekonomi dan kesehatan segera pulih. Saat ini vaksin digencarkan oleh pemerintah agar tercipta herd immunity.  Kita harus optimis kita pasti  bisa menghadapi pandemi. 

Hampir 1.5 tahun ini kita tidak bisa berwisata dengan normal.  Boleh dong berandai-andai. Jika pandemi berlalu aku punya travel wishlist. Jadi kalau pandemi selesai pengin mewujudkan mimpi ke Belitung lagi. Entahlah....dari sekian banyak destinasi wisata yang pernah kami kunjungi, Belitung ini ngangenin dan pengin ke sana lagi.

Serunya Island Hopping

Perjalanan ke sana akhir tahun 2019 ke Belitung sangat berkesan. Anak-anak sangat suka Island Hopping. Menikmati birunya laut, berenang, snorkeling, dan tentu saja main pasir.



Rabu, 21 Juli 2021

Pengalaman Vaksin Sinovac Pertama dan Efek Sampingnya

Selamat Hari Raya Idul Adha ya teman-teman. Meski Idul Adha kali ini berbeda dengan biasanya. Yup.... kita melaksanakan sholat Idul Adha di rumah karena masih masa pandemi dan tingginya kurva penderita covid akhir-akhir ini. Hari ini  hari terakhir PPKM Jawa Bali sejak diberlakukannya PPKM tanggal 3 Juli.

Bulan  Juni pemerintah Kota Bekasi sedang gencar-gencarnya melaksanakan vaksin buat para warganya. Sebagai warga negara yang baik dan sadar kalau kita butuh vaksin langsung deh  mendaftar vaksin lewat kelurahan.

Setelah beberapa kali kuota penuh akhirnya bisa mendaftar juga untuk vaksin pertama. Sebelum vaksin kita screening dulu di kelurahan. Ada tes swab dan cek tensi buat masyarakat yang ingin vaksin. Untuk yang mempunyai darah tinggi tidak diperbolehkan untuk vaksin. Demikian pula yang hasil tes swabnya positif tidak diperbolehkan vaksin.

Menurutku screening yang dilakukan pemerintah kota Bekasi yang dilakukan oleh nakes dari puskesmas ini bagus sekali. Soalnya benar-benar orang yang sehat yang divaksin setelah menjalani screening. Screening dilakukan 2 hari sebelum pelaksanaan vaksin di kelurahan masing-masing.
Senin, 28 Juni 2021

Pentingnya Asuransi Perjalanan Saat Traveling




Haloo sobat fadevmother, apa kabar? Kemarin udah baca cerita perjalananku ke Wisata Alam Posong Temanggung kan? Buat yang belum baca bisa baca-baca dulu di sini ya. Nah...kali ini seperti biasa aku kan cerita tentang seputar traveling. Nah, kali aku akan bercerita sedikit tentang pentingnya asuransi perjalanan saat traveling. 

Siapa di sini yang udah kangen jalan-jalan jauh naik pesawat tunjuk jari ! Pasti banyak banget ya yang tunjuk jari. Sudah lama banget kita nggak melakukan perjalanan naik pesawat. Aku sendiri selama pandemi baru sekali melakukan perjalanan jauh naik pesawat yaitu ke Pontianak bulan Oktober tahun lalu. Berharap pandemi segera berakhir biar bisa liburan lagi tanpa merasa was-was dan cemas ya. By the way terkadang naik pesawat bukan hanya liburan juga loh. Banyak juga yang naik pesawat untuk keperluan pekerjaan atau dinas ke luar kota. Nah buat teman-teman yang masih aktif bepergian naik pesawat, jangan lupain satu hal penting  saat perjalanan atau traveling ya. Apalagi kalau bukan asuransi perjalanan. 

Asuransi perjalanan biasanya sering terlupakan. Orang malas untuk membeli asuransi perjalanan karena mereka pikir jarang digunakan atau jarang klaim. Terlebih lagi harus membayar beberapa puluh ribu rupiah. Padahal manfaatnya banyak sekali lho teman-teman dibanding biaya yang kita keluarkan. Namanya juga proteksi ya kan? 

Beberapa tahun lalu pesawat sempat delay beberapa jam dan karena aku beli asuransi perjalanan kami mendapat kompensasi berupa uang tunai yang cukup lumayan. Dari uang kompensasi itu kami bahkan bisa buat liburan pakai tiket promo ke Malaysia loh. Hihihi...

Minggu, 27 Juni 2021

Wisata Alam Posong, Surga Tersembunyi di Temanggung




Siapa yang tidak kenal Posong? Beberapa tahun terakhir wisata alam ini naik daun. Buat warga Jawa Tengah Posong yang terletak di Temanggung ini tidak asing lagi dan menjadi salah satu destinasi wisata baru. Aku sendiri sangat ingin ke sana. Apalagi bulik yang tinggal di Temanggung berkali-kali ngomporin buat main ke Posong plus menunjukkan foto-foto Posong yang bikin mupeng. Sayangnya setiap pulang kampung pasti agenda penuh dengan silaturahmi dan tidak sempat melihat keindahan Posong.

Waktu menunjukkan pukul 6 pagi saat mobil kami meluncur dari rest area Semarang. Perjalanan semalam dari Jakarta cukup melelahkan. Tapi sempat istirahat makan, sholat Subuh dan selonjoran kaki di masjid rest area. Sebenarnya tujuan kami adalah ke Magelang tempat nenekku. Tapi mumpung suami ajak sepupu dan putrinya serta keponakan cowoknya nggak ada salahnya kita ajak main ke Posong.

Hari masih pagi saat kami tiba di Temanggung. Mobil melaju meninggalkan kota dan mengikuti maps ke arah Posong. Sampai di desa Tlahab mobil berhenti. Gang kecil menunjukkan arah ke Posong. Bener nih jalannya ? Kok sempit banget. Akhirnya keponakan suami turun dan bertanya ke warga apakah benar gang  tersebut menuju Posong. Ternyata benar.

QuBisa Aplikasi Siap Kerja, Aku Bisa Kamu Bisa

Beberapa  waktu  lalu ramai  di televisi berita tentang korban   yang tertipu iming-iming menjadi   PNS  dengan mengeluarkan uang  ratusan j...