Kamis, 06 September 2018

Transaksi Lebih Mudah dan Cepat dengan Mandiri Online



Haloo semuanya. Ketemu lagi dengan fadevmother. Biar blognya isinya beragam dan pembaca nggak bosen kali ini kita akan bahas masalah perbankan. Sekali-kali bahas masalah ini soalnya penting buat emak-emak jaman now kayak kita-kita. 

Nah..kali ini aku mau ngomongin tentang Bank Mandiri .  Aku menjadi nasabah Bank Mandiri  sejak tahun 2003. Awalnya sih karena perusahaan tempat aku kerja mentransfer pembayaran karyawan pakai Bank Mandiri. Jadi aku buka rekening di Bank Mandiri. Oya aku juga punya internet banking mandiri. Tapi karena dulu dirasa belum butuh jadi punya internet bangking cuma buat cek mutasi rekening saja tanpa token. Trus baru daftar sms banking yang bisa dipakai belanja sekitar 2 tahun lalu karena butuh buat belanja online.

Kini Bank Mandiri mempunyai inovasi baru yaitu mandiri online. Apa sih mandiri online itu? Mandiri online  merupakan layanan integrasi dari mandiri Internet dan mandiri Mobile yang tampil dengan wajah baru untuk menghadirkan kenyamanan serta kemudahan lebih dalam memperoleh informasi dan melakukan aktivitas transaksi finansial.

Layanan mandiri online ini bisa diakses melalui 2 cara yaitu melalui website maupun melalui aplikasi mandiri online. Aplikasi ini bisa diunduh melalui google play maupun play store. Karena sebelumnya aku telah memiliki internet banking dan sms banking aku tidak perlu lagi datang ke cabang mandiri untuk daftar. Cukup aktivasi aplikasi mandiri online yang sudah diunduh di smartphone.


Selasa, 04 September 2018

Serunya ke Festival Asian Games Bersama Krucil




Euforia Asian Games 2018 ada dimana-mana selama penyelenggaraan Asian Games 2018. Rasa haru...rasa bangga...rasa nasionalisme sepertinya hadir di seluruh masyarakat Indonesia. Tidak ada lagi perpecahan mendukung pilpres masing-masing selama Asian Games.  Semua larut dalam satu rasa. Bangga sebagai Indonesia. Timeline facebook pun adem ayem.

Melihat postingan teman - teman yang menonton acara pembukaan atau menyaksikan pertandingan secara langsung membuat iri. Iri dalam artian positif ya. Sayang beberapa tiket pertandingan sudah pada habis. Jadinya menonton dari televisi saja.

Untungnya ada broadcast wa dari temen kalau kita bisa merasakan keseruan nonton Asian Games dengan cara membeli tiket festival. Jadi kita bisa merasakan keseruan Asian Games dengan cara masuk ke Gelora Bung Karno tapi tidak ikut melihat pertandingan.  Waah ide bagus nih buat aku yang penasaran sama Asian Games.

Akhirnya Rabu 29 Agustus 2018 bersama adik, keponakan kecil dan Firdan aku berangkat ke GBK. Enak sih naik busway cuma transit sekali. Sengaja berangkat pagi-pagi biar gak macet dan penuh. Eh ternyata di jalan macet juga. Sampai GBK jam setengah sebelas siang.

Setelah membeli tiket seharga 10 ribu rupiah kita diberi gelang tiket masuk untuk memasuki arena GBK. Mayan masih sepi. Tapi karena anak-anak sudah lapar jadinya makan dulu.
Senin, 27 Agustus 2018

Hidup Lebih Tenang dengan Perlindungan Maksimal Allisya Protection Plus



Sebagai manusia kita wajib berusaha dan berikhtiar. Bekerja keras, memberikan yang terbaik buat anak-anak dan keluarga adalah salah satu yang bisa kita lakukan sebagai orang tua. Tentu kita tidak ingin diberikan musibah. Namun jika terjadi musibah ada baiknya kita sudah siap dan sudah mempersiapkan diri untuk bekal anak-anak. Dan mempunyai asuransi adalah bagian dari ikhtiar kita apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Meninggal dunia atau cacat tetap misalnya. 


Beberapa cerita di sekitarku tentang keluarga yang ditinggal pencari nafkah utama dengan anak-anak yang masih kecil-kecil adalah contoh nyata di sekitar bahwa asuransi adalah hal yang penting untuk proteksi keluarga. Tidak ada salahnya kita sedia payung sebelum hujan. Asuransi ibarat payung sebagai alat proteksi kita apabila hujan turun dengan tiba-tiba. 


Sedia payung sebelum hujan (pic : pexels.com)


Saat ini ada beberapa asuransi yang bisa kita pilih. Ada asuransi konvensional dan asuransi syariah. Beberapa keluarga saat ini lebih memilih asuransi syariah dibanding asuransi konvensional dengan beberapa pertimbangan. Salah satu pertimbangannya adalah  produk asuransi syariah tidak menginvestasikan dananya dalam bisnis yang mengandung riba (berbunga) dan hal lain yang diharamkan Islam. Asuransi syariah juga tidak bertransaksi dan berinvestasi pada instrumen yang tidak jelas akadnya (gharar), spekulatif dan memiliki potensi merugikan salah satu pihak.

Produk asuransi syariah tidak menginvestasikan dananya dalam bisnis yang mengandung riba (berbunga) dan hal lain yang diharamkan atau dihindari dalam Islam seperti alkohol, rokok, insitusi keuangan konvensional dan bisnis lainnya yang masuk kategori non halal.

Melalui produk asuransi syariah, setiap peserta Asuransi Syariah mengumpulkan dana dan menyerahkannya untuk dikelola oleh Perusahaan, sehingga nantinya akan digunakan untuk membantu meringankan beban peserta lainnya yang tertimpa risiko. Dana yang kita donasikan ini merupakan hasil investasi bersama yang dilakukan berdasarkan perjanjian yang risikonya jelas. Dengan demikian, pengelolaan dana asuransi syariah didasarkan pada kerjasama, tanggung jawab, perlindungan dan saling tolong menolong antar anggotanya. Pengelolaan risiko ini dipercayakan pada perusahaan asuransi.

Kamis, 23 Agustus 2018

Merdeka dari Penjajahan Produk Impor dengan Membeli Produk Lokal

Saat ini adalah  era informasi dimana informasi  berkembang dan menyebar secara cepat. Indonesia  adalah salah satu negara yang  mengalami pertumbuhan pengguna Internet. Pada tahun 2017 tercatat pengguna internet di Indonesia sebesar 143,26 jt orang, data tersebut berasal dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII).


Peningkatan jumlah pengguna internet juga berdampak bagi e-commerce. Dari segi e-commerce, tercatat juga nominal yang cukup fantastis. Pada tahun 2017 nilai transaksi e-commerce yang tercatat menurut Bank Indonesia sebesar 85 triliun dan 75 triliun pada tahun 2016. Terjadi peningkatan sebesar 10 triliun dari tahun 2016 ke tahun 2017.
Namun sungguh miris, dari total produk yang dijual online di Indonesia saat ini, 93-94% merupakan produk impor & produk lokal hanya 6-7%
Dibesarkan bertahun-tahun di sebuah desa sentra produksi kerajinan tanduk aku sangat mengetahui kehidupan para pengrajin. Produk-produk kerajinan tanduk di desaku pada jaman dahulu sempat menguasai pasaran. Sayangnya dengan banyaknya produksi barang sejenis dari plastik impor dari luar negeri lambat laun para pengrajin tanduk di desaku satu persatu gulung tikar.

Selasa, 21 Agustus 2018

Serunya Bermain di Funtopia Balloon Park di Bintaro Xchange

Sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab terhadap perkembangan dan penggunaan gadget di usia anak-anak yang menggunakan gadget secara berlebihan Traveloka bersama dengan Beyond Screen  Production menghadirkan Funtopia, sebuah arena permainan balon terbesar di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk menciptakan sebuah arena bermain anak di luar ruangan (outdoor) yang dapat dimanfaatkan keluarga Indonesia untuk meningkatkan aktivitas fisik anak dan menciptakan momen kebersamaan bersama keluarga.

Tascha Liudmila sebagai penulis buku Screen Time menjelaskan, “Tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa, untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial. Dalam hal ini, orangtua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga. Selayaknya perkembangan fisik dan kepribadian anak, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh. Artinya peran orangtua sangat penting dan usia prasekolah merupakan rentang usia yang tepat untuk mengembangkan kreativitas mereka”.

Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production menjelaskan, ”Saat ini, tren penggunaan gadget sudah tidak memandang usia dan anak usia prasekolah sudah paham teknologi. Artinya, kreativitas para orangtua dalam menyediakan kegiatan pengganti screen time anak sangat dibutuhkan, karena aktivitas fisik sangat sangat berperan dalam menstimulasi kecerdasan anak. Otak dan daya tahan tubuh saling bergantung dan bekerja timbal balik, sehingga pemberian stimulasi menjadi sama pentingnya dengan pemberian nutrisi.” Beyond Screen Production sebagai event organizer berkomitmen membawa ragam alternatif hiburan yang menyenangkan untuk anak, yang sekaligus bisa menjadi sarana stimulasi untuk mengasah hobi, keterampilan dan kreativitas mereka. Sukses dengan Little Chef Wonder tahun 2015 lalu, sebuah wadah yang mengasah bakat masak si kecil, kini Beyond Screen Production bersama dengan Traveloka, menghadirkan Funtopia.


Beyond Screen Production merupakan anak perusahaan dari event organizer Double Tape yang berdiri sejak tahun 2006. Beyond Screen Production sendiri lahir tahun 2015 dengan filosofi dan komitmen untuk membawa alternatif hiburan menyenangkan sekaligus mendidik yang bisa mengasah kemampuan kreativitas, motorik, sensorik, sekaligus menjadi sarana stimulasi yang baik untuk anak. Berbekal pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai event organizer, misi untuk membawa konsep dalam sebuah eksekusi event yang aman dan memenuhi seluruh aspek dalam pengadaan event yang ideal, menjadi tujuan utama.

Kamis, 16 Agustus 2018

Lautan hosting Teman Setia Perjalanan Blogku

Hai....ketemu lagi sama fadev disini. Maaf kalau postingnya gak kontinyu ya. Karena ngetik pakai hp jadi butuh perjuangan. Maklum seringnya rebutan komputer sama dua bocil.Hehehe...

Sekali-kali cerita perjalanan blogku ah. Gara-gara status seorang teman yang dituduh bohong oleh blogger pemula karena bilang blogging itu menghasilkan. Dan si blogger pemula ini merasa sudah ngeblog sebulan dan belum menghasilkan apa-apa. Jadi deh temenku dituduh bohong. Trus aku jadi kepikiran buat nulis perjalanan blogku.

Jadi sejak jaman SD aku sudah hobi nulis diary. Isinya ya....standar diary jaman dahulu kala. Kalau seangkatan sama aku tahu lah ya karena jaman dulu pada nulis diary. Parahnya kebiasaan nulis diary itu nggak bisa berhenti pas aku kerja. Jadi pas kerja kadang ngumpet-ngumpet nulis diary di buku agenda berisi penelitian di lab. Dulu kerjanya di lab. Pas pindah kerja masih juga ngumpet-ngumpet nulis diary. Akhirnya tahun 2003 diajarin temen bikin blog di blogdrive. Itu blog pertamaku. Isinya? Diary online...Haha...alay pada jamannya.

Blog di blogdrive berisi kegiatan sehari-hari itu masih aku urusin sampai 2007 kalau nggak salah. Trus tahun 2007 aku mulai pindah ke MP atau multiply. Jaman dulu anak-anak milist Magelang pada punya MP. Isinya masa kecil dan perkembangan Faris. Maklum anak pertama. Semua-semua ditulis. And aku nulis sampai th 2009 atau 2010. Trus MP bubar dan semua tulisan dan kenanganku hilang.
Selasa, 31 Juli 2018

Manfaat Menanamkan Menabung Sejak Dini pada Anak - Anak

Januari 1987

Siang itu matahari begitu terik. Aku baru saja pulang sekolah dan belum berganti baju. Meskipun panas tapi tidak menyurutkan langkah kecilku untuk menuju pasar di desaku. Di sebuah rumah kecil tanpa plang aku masuk. Di sana ada sebuah bangku kursi panjang dari kayu. Disanalah aku duduk bersama orang - orang yang mengantri mau menabung sepulang dari pasar. 

Ruangan itu sungguh kecil berukuran 5x4 meter . Di dalamnya ada 2 buah meja dengan 2 orang yang duduk di belakang meja. Sementara di depannya ada dua bangku panjang dari kayu untuk mengantri. Yup..itu adalah bank di desaku. Bukanya setiap 5 hari sekali setiap hari pasaran yaitu hari Pahing dimana pasar di desaku ramai dengan orang - orang yang jual beli.

Saat giliranku dipanggil, bapak petugas bank tersenyum padaku. Kuangsurkan uang seribu rupiah hasil menabungku berhari-hari di celengan. Kemudian bapak itu mencatat di buku TABANASku. Buku bersampul coklat bertuliskan TABANAS itu menjadi buku kesayanganku. Aah..senangnya...tabunganku bertambah seribu rupiah setelah seminggu. Tahun 1987 saat aku kelas 3 SD uang seribu sangat banyak.

sumber : djamandahoeloe.com


Buku TABANAS adalah buku tabunganku pertama kali saat kelas 3 SD. Aku menjadi nasabah terkecil disana. Nenekku yang mendaftarkan aku untuk menabung disana. Jaman itu di desaku  belum lazim anak-anak menabung di bank. Teman-temanku masih menabung uangnya di celengan ayam yang terbuat dari tanah liat. 

Menabung di bank mengajarkanku banyak hal. Sejak kecil jika aku ingin sesuatu aku tidak bisa langsung minta kepada orang tuaku. Tapi aku harus menabung dulu. Harus ada usaha dulu meski saat itu orang tuaku mampu membelikanku barang yang kumau.