Jumat, 29 November 2019

Menikmati Wahana Permainan di Blitar Park

Sebenarnya acara jalan-jalan ini dah lama, bulan Juni 2019 kemarin, tapi baru sempat nulis. Nggak papa ya guys ditulis daripada nggak sama sekali. 

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Kami berangkat bersepuluh dari rumah. Karena bawa banyak pasukan, mobil adek nggak cukup, jadi bawa mobil eyang uti yang muat banyak. Aku, adik-adik dan eyang uti serta 6 bocil menyesaki mobil. Hanya perlu waktu kurang dari setengah jam untuk sampai di Blitar Park. Adikku segera beli tiket, sementara yang lainnya menunggu sambil berfoto.

Berfoto dulu di depan gerbang (dok.pri)
Senin, 18 November 2019

Pelestarian Cagar Budaya Indonesia Tanggung Jawab Kita Bersama



Hai semuanya bertemu kembali dengan fadevmother di sini. Kali ini bahasan kita agak lebih berat ya. Bukan sekedar tulisan traveling haha hihi. Yup kali ini kita akan berbicara mengenai cagar budaya.

Nah buat yang penasaran tentang apa itu cagar budaya bisa dilihat di bawah ini. Pengertian Cagar Budaya dalam UURI No. 11 Tahun 2010 :

Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.”

Senin, 11 November 2019

Silaturahmi lebih Mudah dengan Transportasi yang Aman dan Nyaman


" Kemanapun kau pergi, sejauh manapun     kau  melangkah pergi , kau tetap akan       pulang ke rumah "  ( Quote)

Pulang adalah hal yang selalu dirindukan semua perantau seperti kami. Bau tanah basah sehabis hujan selalu saja membuat rindu kampung halaman. 

Dulu...saat anak-anak masih kecil kami selalu pulang kampung  naik kereta eksekutif ke Blitar. Pertimbangannya tentu saja keselamatan, kenyamanan dan rasa aman. Kini anak-anak sudah besar dan bersekolah di sekolah swasta semua yang tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tahu sendiri kan biaya sekolah swasta islam di jabodetabek.

Jadi kini kami memilih membeli tiket kereta api bisnis untuk pulang kampung. Dulu sih sebutannya bisnis untuk kereta api Majapahit. Tapi sekarang sepertinya tidak ada lagi sebutan kereta api bisnis. Semua menjadi kereta api ekonomi. Satu tiket kereta api eksekutif bisa kami belikan 2 tiket kereta api Majapahit. Lebih hemat bukan? Apalagi kami pulang kampung berlima.

Uyel-uyelan dong naik kereta api ekonomi.  Eits...jangan salah. Itu dulu, kini naik kereta api ekonomi senyaman kereta api eksekutif. Ruangan ber AC, ada colokan listrik, bersih, semua kursi bernomor dan tidak ada penumpang berdiri atau pedagang asongan yang masuk. Nyaman dan aman. Toiletnya pun bersih dan tidak bau pesing seperti toilet ekonomi jaman dulu. Si bungsu pun nyaman nyaman saja naik kereta api meski bukan naik kereta api eksekutif.

Membantu Orang Tua Mengatasi Speech Delay pada Anak Bersama Dini.id

Gara-gara tetangga cerita tentang anaknya yang terlambat bicara di usia yang hampir 4 tahun, jadi ingat dengan si sulung. Dulu dia juga...