Senin, 28 September 2020

Pengalaman Menginap di Hotel Salak The Heritage Saat Pandemi

Pandemi ini mengharuskan kita berdiam diri di rumah untuk sekian lama. Sejak bulan Maret sampai sekarang sebagian besar waktu dihabiskan di rumah. Anak-anak sekolah dari rumah dan si ayah pun kerja dari rumah.

Namun kita tetaplah manusia biasa yang punya rasa jenuh dan lelah. Pertengahan Juli lalu aku memutuskan main ke Bogor dan menginap. Usaha meminta vote untuk calon inspiratifku agar bisa berangkat umroh benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Setiap hari wa dan inbox minta vote ke teman-teman. Dan setiap sore jam 6 aku cek perolehan suara Bu Yuni guru ngaji yang pengin aku berangkatin umroh dari Alianz. Hasilnya aku stress. Meskipun pada akhirnya perolehan suara Bu Yuni mencapai 1143 suara dan beliau berhak berangkat umroh tapi pada  saat prosesnya aku sempat stress. 

Akhirnya setelah bertanya keamanan menginap saat pandemi di grup Indonesia Corners kuberanikan diri menginap ke Bogor. Sekedar keluar dari rutinitas harian dan rasa stress minta vote 3 minggu terakhir. Beruntung a soalnya pas pengin nginap pas dapat flash sale Traveloka up to 50 persen. Jadilah pesen 2 kamar di Hotel Salak The Heritage Bogor.

Hari sudah sore saat kami tiba di hotel. Sebelum masuk hotel kami harus mencuci tangan sebelum masuk ke lobi. Setelah mencuci tangan dengan sabun pak satpam akan cek suhu tubuh kami sebelum masuk hotel.


Di pintu masuk ada spanduk tentang corona. Oya selain bermasker kami juga pakai face shield saat memasuki hotel. Mas-mas customer service menyambut kami dengan ramah. Dia bilang hari itu banyak pengunjung dari luar kota yang datang. Aah ternyata bukan aku saja yang jenuh ya ternyata. Terbukti sore itu parkiran hotel penuh.

Selasa, 22 September 2020

Kurangi Worry dengan Mama’s Choice Moisturizing Hand Gel

Memasuki new normal kita mulai kurangi worry. Di era ini segala aktifitas mulai dilakukan kembali. Tentu saja  dengan protokol kesehatan. Ayah-ayah sudah kembali bekerja, aktifitas berbelanja ke pasar pun mulai normal. Mall-mall dan tempat wisata pun mulai dibuka. Covid-19 memang nyata adanya, tapi bukan berarti dengan adanya Covid-19 kita harus berdiam diri di rumah sepanjang hari tanpa keluar rumah. Kita tetap bisa beraktifitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Aktifitas di rumah kami juga mulai berjalan seperti biasa. Kami mulai berani ke mall sekedar untuk menghilangkan jenuh. Tentu saja dengan atribut lengkap seperti masker dan face shield. Tak lupa rajin cuci tangan dan membawa hand sanitizer. Kadang tanpa kita sadari terlalu sering memakai hand sanitizer membuat tangan menjadi kering karena kebanyakan hand sanitizer mengandung alkohol.

Seperti kita ketahui meskipun Alkohol berfungsi sebagai antiseptik membunuh kuman, penggunaan berulang dapat menyebabkan kekeringan atau iritasi ringan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan hand sanitizer lebih mengiritasi dibanding mencuci tangan berulang kali dengan sabun. Namun kulit yang rusak lebih rentan mengalami iritasi akibat alkohol.

Selain itu alkohol dalam hand sanitizer dapat menghilangkan minyak alami pada kulit dan menyebabkan iritasi. Kandungan asam pada hand sanitizer juga dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan dermatitis kontak. Profesor Wega Trisunaryanti, peneliti dan pengajar Departemen Kimia FMIPA, saat dihubungi redaksi Tirto, menjelaskan hand sanitizer sangat mudah terbakar karena kandungan utamanya adalah alkohol.etanol (alkohol) adalah bahan bakar yang bila dicampur dengan bensin menjadi gasohol.

Selain alcohol biasanya hand sanitizer yang beredar di pasaran juga mengandung triclosan. Triclosan adalah agen antibakteri dan antijamur yang digunakan di banyak produk perawatan tubuh (misalnya sabun cuci tangan). Meskipun senyawa ini efektif melawan kuman dan mikroba, penggunaan berlebihan setiap hari bisa berbahaya.

Triclosan dapat menurunkan kadar hormon tiroid yang penting untuk pertumbuhan, perkembangan janin, dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit.. Antibiotik membantu melawan pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Sayangnya, kandungan triclosan dalam hand sanitizer bisa membuat tubuh kebal terhadap antibiotik

Senin, 21 September 2020

Tak Semua Obat Tipes Efektif Digunakan, Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati


Haloo sobat fadevmother kali ini kita ngomongin kesehatan ya. Pernah sakit types nggak? Aku pernah sih sekali. Kalau si ayah juga pernah. Alhamdulilah sih sekarang nggak pernah kumat lagi. Tapi tentu saja kita juga harus memperhatikan beberapa hal.


Tak semua obat tipes efektif digunakan, lebih baik mencegah daripada mengobati.Sanitasi yang buruk diimbangi dengan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan menjadi salah satu faktor yang memicu beragam jenis penyakit. Termasuk diantaranya adalah tipes, faktanya meskipun anak-anak yang lebih rentan terjangkit penyakit tersebut. Sebenarnya tidak menutup kemungkinan juga bagi orang dewasa untuk terserang masalah kesehatan yang satu ini. Apalagi bagi mereka yang jarang menerapkan kebiasaan cuci tangan, maka akan semakin mudah terserang. Meskipun banyak  obat tipes  yang ditawarkan baik itu medis maupun yang lainnya, namun karena bakteri semakin kuat maka resisten terhadap obat-obatan tersebut.


Senin, 14 September 2020

31 Tempat Wisata di Kabupaten Semarang Siap Menyambut Wisatawan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Haii sobat fadevmother ketemu lagi ya sama aku yang udah lama banget nggak ngomongin jalan-jalan. Iya sih soalnya blog ini sekarang bukan blog khusus jalan-jalan lagi, tapi sudah berubah jadi blog lifestyle alias gado-gado. Biar kita kembali ke fitrah...ciee kita nulis  blog jalan-jalan lagi yuk. 


Kali ini temanya adalah berwisata di era adaptasi kebiasaan baru. Siapa di sini yang udah kangen jalan-jalan hayoo? ngacung yuuuuk. Sama sepertiku pasti teman-teman atau sebagian masyarakat kita udah kangen jalan-jalan. Apalagi selama hampir 6 bulan di rumah ini, kita menahan diri untuk tidak jalan-jalan. pasti penasaran dong teman-teman semua, emang jalan-jalan di era kebiasaan new normal gini aman? Pasti aman lah, apalagi kalau tempat wisatanya sudah menerapkan protokol kesehatan yang lengkap. 

Nah buat yang ingin berwisata ke kabupaten Semarang kini beberapa tempat di Kabupaten Semarang sudah menerapkan protokol kesehatan loh. Dan 31 tempat wisata sudah lolos ujicoba operasional era adaptasi kebiasaan baru. 

31 Tempat Wisata Yang Lolos Uji Operasional di Era Adaptasi Kebiasaan Baru : 

  1. Wisata Cemoro Sewu Kalirejo
  2. Desa Wisata Kalongan
  3. Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK)
  4. Bantir Hills
  5. Sumowono Bamboo Garden
  6. Saloka Theme Park
  7. Tlogo Resort Goa Rong View
  8. Taman Kelinci
  9. Kampoeng Banyumili
  10. Dusun Semilir
  11. Kampoeng Kopi Banaran
  12. Hortimart Agro Center
  13. Eling Bening
  14. Cimory on the Valley
  15. Watu Gajah Park
  16. Kopeng Treetop Adventure
  17. Taman Wisata Kopeng
  18. Agrowisata Gunungsari Kopeng
  19. Pendakian Telomoyo BC Arsal
  20. Pendakian Telomoyo BC Watu Tumpeng
  21. Museum Kereta Api Ambarawa
  22. Kampung Rawa Ambarawa
  23. Umbul Sidomukti
  24. Celosia Happy n Fun Gedongsongo
  25. Taman Wisata New Bandungan Indah
  26. Sunrise Hill Gedongsongo
  27. Wisata Alam Perantunan
  28. Bukit Cinta Rawa Pening
  29. Gumuk Reco Sepakung
  30. Candi Gedong Songo
  31. Agrowisata Air Danuwo

Kamis, 10 September 2020

Berkunjung ke Kampoeng Kopi Banaran di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Siapa yang tidak kenal dengan Kampoeng Kopi Banaran? Hampir sebagian besar kita yang tinggal di Semarang atau Jawa Tengah tidak asing dengan agrowisata satu ini. Kampoeng Kopi Banaran adalah kawasan perkebunan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). Terletak di Areal Perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan tepatnya Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35. Agro wisata ini berada di ketinggian 480 hingga 600 mdp persis di tepi jalan Semarang – Salatiga atau satu kilometer dari Terminal Bawen.

Kampoeng Kopi Banaran ini adalah spot favorit untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan pulang kampung ke Magelang dari Jakarta. Biasanya istirahat sambil makan gorengan atau minum kopi dan teh di Banaran Cafe. Tempat parkir yang luas, pemandangan hijau dan segar menjadikan Kafe Banaran ini selalu ramai dikunjungi para pengunjung, baik pengunjung lokal Semarang yang ingin makan-makan atau pengunjung yang mampir untuk istirahat seperti kami. Sebelum membahas tentang Kampoeng Kopi Banaran di era new normal, kita kasih tahu dulu ya wisata Kampoeng Kopi Banaran buat yang belum pernah berkunjung ke sana. 

Wisata Kampoeng Kopi Banaran 

Untuk mengelilingi kebun kopi kita bisa naik kereta wisata. Kita bisa berkeliling area kebun kopi dengan kereta wisata dengan biaya 85 ribu rupiah untuk 7 orang. Kereta dilengakapi dengan sopir yang berfungsi sebagai pemandu dan akan bercerita seputar kebun kopi sampai pengolahan kopi. 


Sumber : IG Kampoeng Kopi Banaran

Minggu, 06 September 2020

Kupat Tahu Magelang Makanan Khas Magelang yang Bikin Kangen

Salah satu makanan khas Magelang yang  selalu bikin kangen untuk pulang kampung adalah Kupat Tahu Magelang. Sebagai seorang yang lahir dan besar di Magelang aku sangat familiar dengan kupat tahu ini. Saat aku kecil 'Kupat Tahu Mbah Salbiyah ' adalah kupat tahu yang paling terkenal di desaku. Setiap hari pasaran Pahing nenekku selalu membelikan kupat tahu Mbah Salbiyah. 

Sepertinya bukan aku saja penggemar kupat tahu. Almarhum bapakku yang asli Magelang dan merantau ke Jawa Timur untuk bekerja pun sangat suka dengan kupat tahu. Dulu setiap pulang untuk menegokku di rumah nenek, bapak selalu mengajakku membeli kupat tahu di dekat alun-alun Magelang. Dulu sepertinya biasa saja saat makan kupat tahu bersama bapak. Kini saat aku besar dan bapak sudah nggak ada , kenangan makan kupat tahu ternyata  adalah kenangan yang sangat indah untuk diingat. 

Kupat tahu ini sangat familiar buat sebagian besar orang Magelang. Biasanya kalau tidak membeli di penjual kupat tahu, orang-orang membuatnya sendiri. Resepnya sendiri sangat mudah. Buat kita yang tidak terbiasa memasak, kita juga bisa intip resepnya di cookpad atau beberapa situs resep msakan.