Sabtu, 15 Agustus 2026

Mata sehat, Camping Perdana pun Lancar

Haloo...lama banget ya gak nulis cerita di blog ini. Rasanya vakum lama banget. Ada banyak cerita tahun ini. Cerita si kecil yang tambah besar, cerita si kakak-kakak yang sudah kuliah dan sebagainya. 

Duniaku berubah sejak dua anak kuliah di Bandung.  Yang jelas gedabrukan setiap pagi siapin sarapan sudah berkurang.  Pagi masih saja sibuk,  namun tidak sesibuk saat duo kakak masih SMA dan di rumah.  Banyak hal yang berubah.  Termasuk si emak yang tidak bisa seenaknya minta tolong.  Biasanya ada si kakak yang diminta tolong pasang galon, si tengah yang diminta tolong jemput adiknya les atau anak-anak yang diminta tolong menyapu dan pel saat ibunya repot. Intinya ibunya harus mandiri. Pun anak-anak di kos, mereka juga belajar mandiri. Menyiapkan baju dan peralatan sendiri, cari makan sendiri,  pun mengurus diri sendiri saat mereka sakit.

Meski mereka kuliah di Bandung,  namun jadwal kuliah padat. Apalagi mereka ada kuliah di hari Sabtu.  Jadi belum tentu sebulan sekali bisa pulang. Mereka hanya pulang saat libur semester atau saat libur tanggal merah yang kejepit. Meski demikian komunikasi kami tetap lancar. Dua hari sekali masih video call dan berapa hari sekali masih menyimak anak-anak yang ngaji lewat video call. Bukan berarti mereka tidak mandiri. Sering video call sebagai wujud rasa perhatian ortu ke anak sekaligus cek perkembangan studi anak-anak. 

Karena jarang ketemu langsung,  bisa dibayangkan kan kangennya kami ke anak-anak.  Kalau dulu bisa melihat mereka setiap hari, bisa makan di luar sering-sering atau bisa liburan bareng, sekarang kesempatan tersebut menjadi hal yang istimewa.  Yuuup seiring bertambahnya umur anak-anak,  hal-hal kecil seperti liburan bareng pun terasa istimewa sekarang. 

Cita-Cita Camping


Meskipun kami sering liburan dan menginap di hotel,  tapi belum pernah sekalipun kami camping bersama. Sebenarnya cita-cita camping ini sudah ada sejak anak-anak SMP. Tapi kekhawatiran akan ketidaknyamanan tidur di tenda, ingin glamping tapi mahal dan sebagainya akhirnya sampai anak-anak kuliah kami belum sempat camping. 

Cita-cita camping masih ada, apalagi setiap kami liburan si ayah nanya.  Kenapa gak menginap di tenda saja, mengapa harus di hotel dan sebagainya.  Seperti biasa aku akan mengemukakan banyak alasan. Dari rasa takut tidak nyaman jika tenda biasa , sampai harga yang mahal jika harus glamping, menginap di tenda modern. 

Awal Juli lalu kami ke Bandung untuk menjemput anak-anak yang mulai libur kuliah sekaligus mengajak anak-anak main ke Garut. Di Garut kami mengunjungi banyak tempat wisata termasuk naik ke Gunung Papandayan.  Naik Gunung Papandayan adalah pengalaman pertama kali kami mengajak si kecil naik gunung.  Rupanya keinginan si ayah untuk mengajak anak-anaknya camping semakin menggebu sejak naik Papandayan.  Ayah ingin lebih mengenalkan alam kepada anak-anak dengan cara camping tidur di tenda.

Dan sejak hari itu pencarian lokasi camping pun dimulai. Si ayah browsing lokasi yang kira-kira bisa dilalui mobil kami yang bukan mobil offroad, aku bandingin harga satu camp ke camp lain , mencari harga paling murah. Hahaha. Finally setelah beberapa hari mencari kami sudah mendapat tempat camping. Namanya Dzakira  Family Camping,  letaknya di puncak.



Rabu, 05 Agustus 2026

I Tried an Ubud Indian Restaurant Worth Visiting – Here's the Tea


The moment I got the chance to spend a holiday in Bali, Ubud was at the top of my itinerary. I wanted something different from Bali's famous beaches. Gorgeous? sure, but always packed with crowds. Ubud fit exactly what I was looking for, with its lush green rice terraces, deep rooted culture, and a slower pace of life that felt like a proper reset. Turns out, that decision led me straight to an Ubud Indian restaurant that became one of the most memorable parts of my trip.

A Simple Ubud Indian Restaurant in Jalan Sukma

I came across this experience while strolling along Jalan Sukma, one of the quieter streets near the center of Ubud. The area is filled with cafés, boutique shops, guesthouses, and wellness spots. It's a pleasant place to wander without any particular plan.

My family and I were simply looking for a place to have lunch, when a modest Ubud Indian restaurant caught our attention. It was a small café with a sign that read “Chai of the Tiger Indian Fusion”. It did not look flashy, but something about it made us curious enough to stop and take a closer look.

To be honest, I had tried Indian food a few times before. The flavors are rich in spices, yet still enjoyable and well balanced. I liked it, but I had never gone out of my way to look for it. That day was different. I happened to be in the mood for something familiar but a little different. So we walked in with zero expectations, just hoping for a good meal.