Rabu, 23 Agustus 2023

Belajar Berhitung Makin Asyik dengan Mortgage Calculator Money Games

Sebagai seorang ibu aku sudah mengajarkan keuangan sejak dini pada anak-anak. Beberapa belas  tahun yang lalu saat anak-anak pertama dan kedua anak-anak masih TK, aku sudah mengajarkan konsep uang sederhana.

Mereka belajar keuangan secara sederhana. Dari belajar belanja jajan mereka sendiri ke warung, sampai mengenalkan menabung kepada anak-anak.  Setiap tahun mereka menerima angpau. Agar uang angpaonya tidak terpakai oleh ibunya, mereka aku bukain tabungan anak-anak sejak TK. Jadi uang angpao mereka ditabung. Pun saat mereka belajar mempunyai uang saku. Sisa uang sakunya ditabung. Ini adalah pelajaran literasi keuangan sederhana yang aku ajarkan pada anak-anak saat mereka kecil. Kini mereka sudah SMA. Sudah lebih bisa mengatur keuangan. Dikasih jatah uang saku sebulan dan mereka sendiri yang mengaturnya. Dari uang jajan, uang skin care sampai  uang buat hiburan seperti makan di luar bersama teman-temannya.

Lain si kakak , lain pula si bungsu. Si bungsu sekarang kelas satu SD. Sedang senang-senangnya belajar berhitung. Berhitung apa saja, dari penjumlahan sederhana sampai berhitung uang. Hihihi....iya dia mempunyai dompet uang sendiri. Isinya uang dari tante, nenek sampai uang hasil dia injak-injak ayahnya saat ayahnya capek.

Kalau pengen beli sesuatu, aku ajarkan untuk menabung. Jadi kalau pengen beli mainan yang agak mahal dia biasanya ambil uang dari dompetnya dan tidak minta ibunya lagi. Menabung juga adalah salah satu cara mengajarkan literasi keuangan sejak dini. Agar anak-anak lebih tahu mana kebutuhan dan mana keinginan.  Jadi anak-anak bisa membelanjakan uangnya dengan lebih bijak. 

Beberapa waktu yang lalu dia sangat ingin pergi ke luar negeri. Katanya hanya dia sendiri yang belum pernah ke luar negeri. Kakak-kakaknya beberapa kali saat mereka masih kecil. Habis lebaran kemarin dia memberikan semua uang angpaonya dan minta dibelikan tiket. Untung salah satu maskapai sedang ada free seat dan tiket murah. Jadi uang angpaonya dan uang hasil freelance ibu bisa buat liburan singkat backpackeran berdua saja ke negara tetangga.  Jadi dia semakin mengenal konsep uang.  Bahwa untuk membeli tiket pun harus menabung atau bekerja terlebih dulu tidak ujug-ujug bisa beli tiket kemanapun kita mau.

Kini ada beberapa games permainan tentang keuangan yang bisa dimainkan oleh anak-anak. Kita bisa belajar literasi keuangan untuk anak-anak melalui games yang bisa diakses melalui website Mortgage Calculator Money Games.

Minggu, 13 Agustus 2023

M. Ilham Nurhakim, Pelopor Teknologi FIMP untuk Panen Gurami Lebih Optimal


Tulungagung, kota kecil di yang terletak kurang lebih 154 Km ke arah Barat Daya dari Kota Surabaya, Jawa Timur ini terkenal sebagai penghasil marmer terbaik di Indonesia dan sering disebut sebagai Sweden van Java karena kualitas marmernya. Sekitar 40 persen wilayah Tulungagung merupakan daerah perbukitan kapur yang tandus sehingga kurang optimal untuk lahan pertanian. Wilayah Tulungagung yang subur berada di sekitar lereng gunung Wilis dan dataran rendah yang dilalui sungai Brantas. 

Selain sebagai penghasil marmer, Tulungagung dikenal  sebagai salah satu sentra budidaya ikan. Tidak mengherakan jika di desa-desa di Tulungagung muncul komunitas-komunitas pembudidaya ikan. Salah satunya adalah Sobat Mina Nusantara yang didirikan oleh:

Sumber : youtube Sobat Mina

Sabtu, 12 Agustus 2023

Resep Tempe Goreng Kriuk ala Tepung Kobe, Cobain Yuk!

Siapa orang Indonesia yang tidak kenal tempe? Ya, makanan tradisional yang terbuat dari kacang kedelai ini sudah menyatu dengan budaya kuliner lokal.

Tempe memiliki tekstur yang padat, namun lembut. Selain itu, aromanya cukup khas dengan rasa yang gurih ketika diolah menjadi menu makanan sehari-hari.

Tidak hanya rasanya yang dikenal lezat, tempe juga merupakan sumber protein nabati yang baik bagi tubuh. Kandungan serat dan nutrisi penting lainnya juga bisa ditemukan di dalam tempe yang dapat membantu sistem pencernaan.


Sebagai produk fermentasi, tempe pun mampu meningkatkan kesehatan usus. Terlebih lagi, semua manfaat yang disebutkan tersebut bisa didapat dengan harga yang terjangkau.


Pengolahan tempe sebagai hidangan utama dalam menu sehari-hari bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik itu digoreng, ditumis, ataupun direbus.

Namun satu jenis hidangan tempe yang tidak pernah kehilangan pamor adalah tempe goreng kriuk dengan tepung.

Untuk membuat tempe tepung yang renyah berikut!, catat resep Tempe Goreng Kriuk 




Selasa, 25 Juli 2023

Tips Membeli Rumah Untuk Milenial

Beberapa waktu yang lalu beranda Facebook penuh dengan postingan salah satu pengusaha sekaligus influencer asal Bandung yang menyebutkan kalau membeli rumah itu tidak wajib. Menurutnya rumah adalah kebutuhan tersier dan bukan kebutuhan primer. Sontak postingan facebook tersebut menuai pro dan kontra dari para followersnya. Bahkan komen di postingan tersebut sampai 800 an dan dibagikan lebih dari 500 kali.

Bukan tanpa sebab si influencer bilang kalau beli rumah itu tidk wajib. Hal ini tentu saja dilatar belakangi oleh pengalamannya yang pernah mencicil KPR namun di tengah jalan tidak mampu membayar dan hampir disita. Beliau juga mencontohkan temannya yang harus pinjam uang untuk menutupi cicilan rumahnya yang delapan juta perbulan.

Dengan berbagai alasan versi beliau, beliau tetap berpendapat bahwa jika belum mampu beli rumah secara cash tidak usah mencicil karena menurut beliau rumah tidak penting. Sebuah pendapat anti mainstream sebenarnya. 

Pendapat beliau ini tentu saja beda dengan pendapat kami. Bagi kami rumah adalah kebutuhan pokok, kebutuhan primer. Jadi walau susah ya harus diusahakan. Pendidikan banyak pilihan sekolah, traveling bisa ditunda, baju dan barang branded tidak perlu, tapi rumah adalah kebutuhan utama. Bayangkan jika harus berpindah-pindah kontrakan tiap tahun atau tiap dua tahun karena rumah mau ditempati pemiliknya. Pasti sangat capek dan melelahkan. Solusinya adalah mempunyai rumah. Karena rumah adalah tempat pulang, tempat dimana semua kenyamanan berada.

Setelah menikah adikku dan suaminya langsung membeli rumah. Uangnya tentu saja pinjaman dari mertua. Setiap bulan mereka mencicil ke mertua adik. Tapi tentu saja tidak semua orang seberuntung adikku yang mencicil kepada mertua..Pak suami sendiri memutuskan KPR saat masih muda dan bujang. Ambilnya pun hanya lima tahun. Jadi saat anak pertama lahir dan berusia setahun rumah kami sudah lunas. Awalnya memang berat, harus menekan beberapa keinginan termasuk harus hemat makan dan keinginan lainnya saat itu. Tapi rumah lunas saat anak pertama kurang dari setahun adalah sebuah kelegaan tersendiri. Uang gaji bisa dialokasikan ke tempat lain.

Oya membeli rumah saat masih bujang ini juga aku ajarkan kepada sepupuku. Biasanya anak muda belum bisa mengelola keuangan dengan baik dan gaji habis begitu saja tidak bersisa. Alhamdulilah dengan mencicil rumah , keuangan lebih sehat dan terkumpul karena tidak terdorong untuk membeli hal-hal yang kurang penting.  


Selasa, 11 Juli 2023

Terdampar di Keindahan Eling Bening

Hai guys ketemu lagi nih sama fadevmother.  Huhuhu dah lama banget ya nggak nyapa pembaca dan nulis cerita jalan-jalan.  Padahal banyaaak banget cerita jalan-jalan yang belum ditulis. Kata orang nulis itu harus mood. Jadi kalau nggak mood ya kadang males nulis.

Kali ini mau nulis tentang perjalanan libur lebaran kemarin. Biasanya setiap pulang kampung pasti kami memyempatkan diri untuk berwisata di tempat wisata sekitar.  

Sayangnya libur lebaran kemarin karena mengurus nenek yang sedang sakit,  jadi tidak sempat berwisata. 

Rencananya kita mau main  ke sekitar Ambarawa pas perjalanan pulang ke Jakarta.  Kebetulan banyak tempat wisata yang dilalui saat perjalanan pulang. Ada Candi Gedong Songo, Eling Bening, Palagan Ambarawa,  Museum Kereta Api dan sebagainya. 

Hari H pulang pun tiba.  Sayangnya si bungsu lagi nggak enak badan. Jadi sepanjang perjalanan dia muntah. Satu kilometer dari  Eling Bening wajahnya semakin pucet. Jadi  kita melipir ke Eling Bening.  Niat awalnya buat wisata, namun karena si kecil sakit, kita mampir  buat istirahat sambil nunggu si bocah enakan. Judulnya sih beristirahat sambil berwisata.

Waktu menunjukkan pukul sebelas siang saat kami tiba di Eling Bening.  Parkiran lumayan penuh karena hari itu hari libur lebaran.

Eling Bening berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa indah dan udara segar. Tempat ini terletak di Jalan Sarjono, Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. 

Banyak yang telah berubah dari Eling Bening. sejak terakhir kali ke sini awal tahun 2017. Harga tiketnya waktu itu masih 15 ribu plus dapat mineral water. Sekarang harga tiketnya 35 ribu rupiah dengan fasilitas yang lebih baik.



Rabu, 03 Mei 2023

Jual beli Toyota Altis Bekas Terpercaya dengan Caroline.id


Yuhuu kembali lagi sama fadevmother.  Kali ini aku gak mau ngomongin jalan-jalan dulu nih. Tapi mau ngomongin mobil. Masih ada hubungannya sih sama jalan-jalan.  Soalnya kalau jalan-jalan kan kita perlu mobil buat 'mobile' kan?

By the way ngomongin mobil, si livi  mobil kami saat ini  adalah mobil kedua kami.  Mobil kami di awal nikah si biru Toyota kapsul udah kami jual dan kami tukar dengan si livi  sepuluh tahun lalu. Dah tua juga ya ternyata umur si livi. Hihihi..

By the way meski dah tua, tapi masih awet lho. Setia mengantarkan kami kemana-mana. Jadi kami masih setia belum pengen ganti. Yang jelas sih belum ada dananya. Hahaha...



 

By the way kalau mau ganti mobil, tapi dana belum cukup sebenarnya bisa ganti mobil second dengan umur yang lebih muda. Almarhum bapak pernah ganti mobilnya dengan mobil second dengan umur yang lebih muda. Jaman dulu kalau mau beli mobil second harus datangi dealer satu persatu cari mobil yang bagus dan cocok. 

Rabu, 12 April 2023

Menikmati Indahnya Pegunungan di Senja Pagi Cafe

Hai....cerita umrohnya jeda dulu ya. Setelah nulis Turki sampai part 8 pasti temen-temen bosen ya kan? Kali ini nulis yang seger-seger aja ya. By the way perjalananku ini sebenarnya udah Desember tahun lalu. Tapi kebiasaanku kalau gak mood nulis ya gak ditulis-tulis. Hehehe....

Kali ini aku mau cerita pengalaman pas pulang kampung Desember kemarin. Bulik bilang kalau ada cafe baru yang keren. Pemandangannya enam gunung. Wuiih sebagai pecinta gunung langsung pengen. Apalagi tempatnya dekat dari rumah nenekku. Kurang lebih sejam naik motor santai. Akhirnya cuzz lah berangkat bertiga aja. Aku, bocil dan sepupuku yang masih SMP.

Sebelum ke cafenya sempat browsing bentar. Lihat-lihat instagramnya dan ulasan di google. Waah cakep banget nih. Makin semangat ya jadinya pergi nya. Letaknya sendiri di Jalan Grabag Kopeng, Kragon Kecamatan Ngablak.

Sempat beberapa kali berhenti lihat maps karena nggak sampai-sampai. Hahaha...Iya biasanya tinggal duduk manis di samping pak suami trus sampai di tujuan. Kali ini karena pulkam berdua ma bocil, pergi ke cafenya naik motor sendiri. Buat aku yg susah baca peta jadi berhenti berkali-kali. Hihihi..


Minggu, 09 April 2023

(Turki part 8) Berburu oleh-oleh khas Turki

Nggak terasa ya sudah hari ke 18 Ramadhan. Perasaan baru kemarin puasa ya.  Dah hari ke 18 aja. Semoga bisa mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya ya guys . By the way bisa gak ya ikut BPN Ramadhan challenge sampai selesai. Semoga bisa ya. Semangat....

Kali ini mau cerita oleh-oleh khas Turki ya. Kalau temen-temen ke Turki bisa beli oleh-oleh khas Turki.

1. Turkish Blue Eyes

Orang Turki percaya Turkish Blue Eyes ini bisa menangkal malapetaka dan marabahaya. Nazar boncuk orang menyebutnya.  Konon bisa menangkal sihir jahat dan kecemburuan. 

Bentuknya bulat dan bisa dijadikan berbagai aksesoris. Bisa gantungan kunci sampai tempelan kulkas. Aku sendiri memborong Turkish Blue Eyes ini di spice Bazar. Harganya murah meriah yaitu 15 lira.



Sayang blue eyes ini gampang pecah kalau jatuh. Jadi kalau lebih aman belinya yang gantungan kunci yang kayak ada kulit sintetisnya seperti bentuk ikan di atas. Soalnya kalau jatuh nggak langsung pecah. Ukurannya sendiri bermacam-macam.  Ada yang besar dan ada yang kecil.

Selasa, 04 April 2023

(Turki part 7) Melintasi Dua Benua di Selat Bosphorus

Hari sudah siang saat kami meninggalkan Masjid Sultan Ahmed. Kami bertolak ke tujuan berikutnya yaitu Selat Bosphorus.  Kami akan menyusuri indahnya Selat Bosphorus. Pukul tiga kurang dikit kami sudah sampai.

Tampak beberapa kapal pesiar di sini. Berjajar kapal-kapal pesiar seperti di kepulauan seribu. Kami segera menuju kapal kami. 

Bosphorus adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Bosphorus dalam bahasa Turki disebut Bogazici, yang berarti “selat bagian dalam”.

Selat ini memiliki panjang 30 km dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisari dan Rumelihisari. Kedalamannya bervariasi antara 36 sampai 124 meter. Tepian selat ini berpenduduk padat, salah satu kotanya adalah Istanbul.

Ada dua jembatan yang menyeberangi Selat Bosphorus, yang pertama adalah Jembatan Bosphorus memiliki panjang 1.074 meter dan diselesaikan pada 1973. Yang kedua, Jembatan Fatih Sultan Mehmet dengan panjang 1.090 meter dan diselesaikan pada 1988 sekitar 5 km sebelah utara jembatan pertama.

Saat kami sampai di geladak kapal , pemandangan indah langsung terpampang di depan mata. Subhanallah....sungguh indah ciptaanMu. Laut biru, bangunan-bangunan tua dan ikonik di kejauhan dan burung-burung Camar yang beterbangan menambah indahnya perjalanan ini. Mulut berdecak tak henti menyebut AsmaNya. 

Rabu, 29 Maret 2023

(Turki part 6) Masjid Sultan Ahmed

Sumber : wikipedia



Lanjut dari cerita sebelumnya ya guys . Bisa dibaca di Turki part 5. Jadi sehabis ganti kaos kaki,  baju dan sepatu di pertokoan dekat Istana Topkapi aku langsung menuju ke Masjid Sultan Ahmed. Awalnya bingung lewat mana ya kalau ke Masjid. Ternyata tinggal menyeberang dari komplek pertokoan tadi.

Masuknya gratis dan tidak diminta tiket. Saat sampai disana ternyata rombonganku dah sampai di sana duluan dan bersiap berwudhu untuk sholat dhuhur. Ketemu ibuku di toilet.  Dari wajahnya tampak ibuku legaaa sekali ketemu anaknya lagi. Hahaa santai uti, nggak akan hilang kok anaknya.  Kalau nyasar bisa bertanya kok. Meski sudah gede, aku baru sadar buat seorang ibu kita masih dianggap anak-anak. Hihihi. 

Lanjut cerita tentang Masjid Sultan Ahmed.  Pertama kali ngerti masjid ini dari serial Kosem.  Serial Kosem ini adalah serial lanjutan dari Magnificent Century.  Di sini diceritakan saat Sultan Ahmed membangun masjid dan datang saat peresmian Masjid Biru ini. 

Masjid Sultan Ahmed ini berada satu kawasan dengan Hagia Sophia.  Jadi kayak berhadap-hadapan gitu. Saat kita antri memasuki Hagia Sophia,  tampak dengan jelas masjid biru ini di seberang.  Seperti foto yang kuambil saat antri di Hagia Sophia pagi-pagi. 




Masjid Sultan Ahmed disebut masjid biru karena ubinnya. Julukan Masjid Biru tersemat karena interiornya yang menakjubkan, yang dilapisi dengan lebih dari 20.000 ubin Iznik buatan tangan. Iznik sendiri merupakan kota Anatolia yang terkenal dengan tembikar tradisionalnya, ubin keramik Iznik di Masjid Biru ini berwarna pirus.

Tingkat atas Masjid Biru yang disebut kembaran Hagia Sophia ini juga dicat biru. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa Masjid Sultan Ahmed disebut Masjid Biru. Ubin biru itu menampilkan lebih dari lima puluh desain tulip yang berbeda. Motif lainnya termasuk pohon cemara, mawar dan buah-buahan yang membangkitkan visi surga yang melimpah.

Senin, 27 Maret 2023

(Turki Part 5) Menyusuri Keindahan Hagia Sophia dan Istana Topkapi

Selamat menunaikan ibadah puasa guys. Hari ini memasuki puasa keempat . Semoga kita diberi kekuatan dalam menjalankannya ya. Dan jangan lupa juga amar ma'ruf nahi mungkar. Karena terkadang melihat kemungkaran di depan mata bisa mematikan rejeki kita, jika kita tidak mengingatkannya.

Mumpung ada banyak waktu, mau nulis tentang Turki biar nggak lupa ya. Kali ini mau nulis tentang Hagia Sophia, Masjid Sultan Ahmed dan Istana Topkapi. 

24 November 2022 adalah hari terakhir kami di Turki sebelum menjalankan umroh. Pagi-pagi agenda kami adalah ke Hagia Sophia.  Berangkatnya harus pagi-pagi karena kalau siang antrian mengular. Jam 8 lebih sedikit bis rombongan kami sudah jalan. 

Sayangnya gerimis tiba saat kami tiba di sana. Mana aku salah pakai baju lagi . Ternyata gamis yang kupakai kepanjangan dan belum kupotong bawahnya. Alhasil air hujan merembes ke sepatuku yang terbuat dari kain, masuk ke kaos kaki dan membasahi gamis serta long jhon sampai hampir selutut. Huhuhu...

Antrian di Hagia Sophia tidak lagi terasa menyenangkan karena aku mulai kedinginan.  Saat memasuki Hagia Sophia sepatu dilepas, dan semakin terasa dingin karena kaos kakiku basah meski Hagia Sophia berlantai karpet.

Hagia Sophia dibangun sebagai gereja dan menjadi salah satu katedral terbesar di dunia. Pada masa penaklukan Ottoman di Istanbul pada 1453, Hagia Sophia berubah fungsi menjadi masjid. Bangunan dipercantik dengan arsitektur yang menampilkan elemen khas Kesultanan Ottoman.