Kamis, 22 Desember 2022

Salacak Donercisi, Menikmati Sarapan di Tepi Laut Marmara




Hai...kembali lagi dengan fadevmother. Kali ini udah agak lega ya. Anak-anak udah libur, jadi si emak bisa nulis lanjutkan catatan perjalanan ke Turki lagi.

Hawa dingin langsung menyergap saat kita landing di Bandara Turki.  Maklum bulan November di Turki sudah masuk musim dingin. Untung dari pesawat dah pakai jaket ya. Jadi lumayan hangat. Masya Allah bandaranya cukup besar. Jadi kita lumayan berjalan jauh dari turun pesawat ke terminal kedatangan. Kita berhenti sejenak ke toilet untuk membersihkan diri. Maklum penerbangan belasan jam dari Jakarta ke Turki membuat lumayan kucel. Hahaha...

Waktu subuh di Turki ternyata lebih siang daripada kita di Indonesia.  Jadi sambil nunggu bagasi kita sempat sholat subuh di bandara. 

Selanjutnya kita langsung city tour. Tujuan pertama kali ini adalah ziarah ke makam Sulaiman Hilmi Tunahan. Beliau adalah ulama dan pendiri pesantren Sulaymaniyah yang tersebar di Turki, Asia, Eropa dan mempunyai beberapa cabang di Indonesia. Sayang gak boleh memfoto makamnya ya. Tapi boleh memfoto beberapa makam di sekitarnya. Kebetulan beliau dimakamkan di sebuah pemakaman umum yang sudah berusia ratusan tahun di daerah Uskudar.




Selesai ziarah kita diajak sarapan. Kebetulan perut sudah meronta-ronta minta diisi. Oleh travel kita diajak sarapan di Salacak Donercisi sebuah restoran di tepi laut Marmara yang cukup terkenal di Istanbul.

Restoran Salacak Donercisi ini terletak di Uskudar. Letaknya di tepi laut Marmara. Jadi saat sarapan kita bisa melihat indahnya dan birunya laut Marmara. Tampa beberapa kapal ferry yang hilir mudik di laut Marmara. Masya Allah sungguh indah...



Bagian depan  restoran sungguh indah


Restoran Salacak Donercisi ini terdiri dari 2 lantai. Lantai satu terdiri dari beberapa meja dan kursi demikian juga lantai 2. Kali ini kita sarapan di lantai 2.



Lantai 1

Sekarang kita naik ke lantai 2 tempat kita sarapan. Mulut tak henti mengucap asmaNya karena pemandangan dari sini sungguh indah. Kita bisa sarapan pagi dengan latar belakang laut Marmara, langit biru dan beberapa ferry di kejauhan. Masya Allah ....sungguh indah.






Sarapan pagi disini berupa roti dengan berbagai selai, buah zaitun dan sosis. Kebanyakan sarapan di Turki berupa roti. Tapi buat orang Indonesia rasanya aneh karena rotinya roti tawar yang tidak ada rasanya. Untung disediakan selai beraneka rasa yya.ada juga teh hangat. Oya teh di Turki ini rasanya lebih pahit daripada teh kita. 

Kebetulan karena sudah bekerja sama dengan travel , jadi kita disediakan nasi goreng buat sarapan. Alhamdulilah....makan nasi juga akhirnya. Padahal baru sehari ya gak makan nasi. Hihi...






Nah serunya lagi kalau kita pas makan di jendela ada burung juga yang cari makan roti. Burung ini adalah burung-burung yang ada di laut Marmara. Seru loh sarapan  di pinggir laut yang biru plus menikmati burung yang lagi sarapan. Sssttt....nasi gorengnya enak lho...



Buat teman-teman yang ingin jalan-jalan ke Turki restoran ini bisa menjadi salah satu pilihan ya. Udah dulu ya guys....ntar kita sambung lagi jalan-jalan ke Turkinya. Sampai jumpa di catatan perjalanan berikutnya. 

2 komentar:

  1. Mungkin Krn aku memang penyuka roti bangetttt, jadi pas ke turki dulu makannya roti Mulu dengan salad dan kejunya, malah seneng mba 😄. Tapi memang makanan mereka agak hambar sih. Kebabnya juga biasa, aku msh lebih suka kebab di timur tengah drpd Turki punya. Cuma okelaaah, masih masuk buat lidahku. Yg ga bisa masuk itu kopi mereka 🤣🤣🤣. Langsung kaget pas kena lidah 😂. Ga ketelen akhirnya. Strong banget paitnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbaak . Makanan mereka agak hambar ya mbak. Tapi kalau Mbak Fanny penyuka roti ya cocok lah dimakan pakai salad dan kejunya. Aku malah gak sempat makan kebab Turki mbak...

      Hapus