Pesona Kecantikan Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng

Ini adalah catatan perjalanan kami beberapa bulan lalu. Namun baru sempat menuliskannya di blog. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi saat kami check out dari salah satu hotel di Wonosobo. Semalam setelah menempuh perjalanan dari Jakarta kami sengaja menginap di salah satu hotel di Wonosobo sebelum melanjutkan perjalanan ke Dieng. Ini adalah perjalanan kedua kami ke Dieng. Tahun lalu kami juga pernah menginjakkan kaki di sana, namun karena sampai Dieng sudah magrib, jadi tidak puas. Perjalanan kali ini adalah perjalanan untuk membunuh rasa penasaran kami atas Dieng yang konon begitu indah.



Wonosobo Dieng sebenarnya cukup dekat. Namun dalam perjalanan ke Dieng kami berhenti terlebih dahulu di alun-alun Wonosobo. Menikmati pemandangan alun-alun dan acara di alun-alun sambil mengambil beberapa foto yang bagus. Setelah puas menghabiskan waktu di alun-alun kami melanjutkan perjalanan ke Dieng.  Kawasan Dieng Plateau  ( 2.093 m dpl ) terletak di antara dua kabupaten ( Banjarnegara-Wonosobo ) yaitu desa Dieng kulon dan Dieng wetan.
Dengan suhu rata-rata 15-20 celcius bahkan bisa mencapai nol derajat  seperti di musim kemarau antara Juli-Agustus. Waktu menunjukkan pukul sebelas siang saat kami tiba di pintu gerbang Dieng Plateau. Sepanjang perjalanan hamparan tanaman kentang dan pemandangan indah membuat mata tidak bisa terpejam meskipun mata terasa ngantuk.  Anak-anak lebih heboh lagi. Kebetulan saat itu Dieng berkabut. Semakin ke atas kabut semakin hilang. Saat mobil kami berhasil menembus awan anak-anak tertawa kegirangan. Apalagi saat jendela mobil dibuka dan terlihat pemandangan indah di bawah. Serasa berada di negeri di atas awan.

gerbang Dieng




Karena pernah ke Dieng sebelumnya kami menjadi tahu obyek wisata mana yang akan dikunjungi. Tujuan wisata kali ini adalah mengunjungi Telaga Warna yang terkenal akan keindahannya. Saat itu kami membeli tiket terusan untuk tiga obyek wisata yaitu kawah Sikadang, Dieng Platheau Theater dan Candi Arjuna seharga 18 ribu rupiah. Untuk menuju Telaga warna kita melewati loket penjualan tiga obyek wisata tersebut dan membelinya. Namun untuk memasuki Telaga Warna sendiri kita diharuskan membeli tiket lagi. Harganya 5000 rupiah per orang untuk weekday. Jika datang saat weekend harganya 7500 rupiah.

Suasana masih sepi saat kami memasuki komplek Telaga Warna. Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah.  Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur  yang cukup tinggi, sehingga saat sinar Matahari mengenainya, maka warna air telaga nampak berwarna warni.  Telaga Warna berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitar telaga warna.  Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi telaga warna adalah saat pagi atau siang hari, karena pada sore hari, kabut tebal akan menutupi daerah sekitar telaga warna, sehingga pengunjung tidak dapat menikmati keindahan alamnya.

Subhanallah...itu kata pertama yang kuucapkan saat menikmati indahnya telaga warna. Airnya tenang sekali dan berwarna biru. Suasana yang sepi membuat kami leluasa berfoto-foto. Huaaa...indah sekali. Rasanya seperti mimpi bisa menginjakkan kaki di tempat indah ini. Di sekitar Telaga Warna ini juga ada  hutan dengan pepohonan yang teduh. Anak-anak senang sekali. Mereka bahkan naik-naik pohon.


Telaga warna



telaga warna





naik pohon



bunga




Saat kami asyik berfoto-foto datang sepasang turis. Tampaknya mereka sendirian dan tanpa guide. Sepertinya mereka ingin berfoto bersama. Kuberanikan diri untuk menolong mengambil foto mereka berdua sambil mengajak ngobrol. Ternyata mereka berdua datang dari Prancis. Dan ini adalah kedatangan pertama kali mereka ke Indonesia. Kekaguman akan keindahan alam Indonesia mereka sampaikan dalam obrolan kami selama beberapa menit. Setelah saling bergantian mengambilkan foto ( hihi..kami juga ingin berfoto berempat) mereka pamitan. Kami pun juga melanjutkan perjalanan. Tujuan selanjutnya adalah Telaga Pengilon. Tempatnya masih satu komplek dengan Telaga Warna. Di kawasan Telaga Warna ini ada beberapa komplek wisata diantaranya adalah Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran dan Telaga Pengilon . Tidak usah khawatir tersesat. Kawasan ini dilengkapi dengan peta besar yang terpampang di pinggir telaga.







Menuju Telaga Pengilon kami sempat beberapa kali berhenti di Goa Semar, Goa Jaran dan Goa Sumur. Anak-anak bahkan melongok ke dalam Goa Jaran. Menurut cerita kubaca yang di depan Goa Jaran, goa tersebut dinamakan Goa Jaran karena pada saat itu terjadi hujan lebat. Seekor kuda betina milik Resi Kendali Seto berteduh dan bermalam di dalam goa. Saat keluar dari goa, kuda betina tersebut dalam keadaan bunting. Konon pasangan yang sulit mendapatkan keturunan jika bersemedi di dalam goa tersebut akan cepat hamil. Wallahualam.

peta

Goa semar


Lagi-lagi aku bertasbih saat sampai di Telaga Pengilon. Subhanallah airnya sungguh jernih. Bahkan saking beningnya bisa untuk berkaca atau  "ngilo" dalam bahasa Jawa. Mungkin karena bias memantulkan bayangan benda di atasnya inilah telaga ini disebut Telaga Pengilon. Jika dilihat dari atas bukit Telaga Warna dan Telaga Pengilon ini terletak bersebelahan. Satu dengan warna hijau indahnya dan satu lagi dengan air beningnya.

telaga pengilon








Rasanya bibir tak henti berdecak kagum melihat pemandangan indah di sekitar Telaga Warna dan Telaga Pengilon ini. Kaki rasanya enggan beranjak dari tempat indah ini. Namun hari semakin siang. Masih banyak obyek wisata yang belum kami datangi. Jadi kami tinggalkan dua telaga ini dengan sebuah asa. Semoga suatu saat nanti bisa bermain kembali ke tempat ini. Sungguh dua telaga indah yang mempesona.

Komentar

  1. Tante, tante, semoga besok2 bisa maen ke Dieng lagi yah! Kalau pas pagi-pagi pemandangan di telaga Warna dan Pengilon lebih bagus lagi lho! Ditunggu lho main-main ke Dieng lagi. :D

    BalasHapus
  2. Iyaaa....memang pengin main kesana lagi nih. Makasih ya sudah berkunjung ke sini ..

    BalasHapus
  3. namanya aja pengilon...buat bercermin. pantes kinclong

    BalasHapus
  4. Iya mbak....bening banget..seperti kaca. MAin kesini doong.BAguus banget pemandangannya.

    BalasHapus
  5. Hi! This is my 1st comment here so I just wanted to give a quick shout out and tell you I really enjoy reading through your articles. Can you suggest any other blogs/websites/forums that cover the same topics? Thanks for your time!

    BalasHapus
  6. Wow! This blog looks just like my old one! It's on a entirely different subject but it has pretty much the same page layout and design. Excellent choice of colors!

    BalasHapus
  7. […] tujuan perjalanan kami selanjutnya setelah dari Telaga Warna. Perjalanan ke Telaga Warna bisa dibaca di sini. Letaknya cukup dekat dari lokasi wisata Telaga Warna. Pemandangan indah menemani perjalanan kami […]

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer