Rabu, 27 Agustus 2014

Melepas Penat Di Batu Raden

Sejak subuh kami berangkat dari Magelang  memulai perjalanan pulang kembali ke Jakarta setelah beberapa hari lebaran di kampung. Anak-anak yang masih tidur dibopong di mobil. Kami beristirahat di rest area Kledung sebentar untk sarapan Pop Mie dan berfoto sejenak. Otomatis kami belum mandi dari pagi. Rasa lelah dan badan lengket membuat kami ingin mandi. Di sebuah Pom bensin di daerah Purwokerto kami mandi dan bersih-bersih.



Tuing..tuing..tiba-tiba terbersit ide. Kenapa nggak sekalian jalan ke Batu raden ya? Kan sudah sampai Purwokerto? Urusan kembali ke Jakarta gampang. Kita mudik sambil sekalian jalan-jalan saja pikirku. Dan mobil pun berbelok menuju ke arah Banyumas tempat Batu Raden berada. Batu Raden terletak 15 km dari Purwokerto tepat di kaki Gunung Slamet. Sebuah gunung tertinggi di Jawa Tengah. Sudah lama kami mendengar keindahan Batu Raden ini. Namun belum pernah sekalipun ke sana.

Dan pukul sebelas siang sampailah kami Batu Raden. Udara sejuk dan pemandangan pegunungan yang indah menyambut kedatangan kami. Tapi kayaknya salah waktu deh.Soalnya saat kita datang masih libur lebaran. Jadi masih hari ke 5 lebaran. Parkirannya penuuuh banget sampai uyel-uyelan. Belum lagi pengunjung di dalam membludak.  Jadinya tidak bisa maksimal menikmati pemandangan yang sangat indah. Oya biaya masuk tempat wisata Batu Raden ini hanya sepuluh ribu rupiah saja per orang. Murah bukan?



Ada banyak tempat menarik yang dikunjungi di Batu Raden ini seperti Pancuran Pitu, Pancuran Telu , pemandian air panas, kolam renang dan air terjun. Tapi karena waktu kami hanya sedikit dan niatnya cuma mampir melepas lelah, maka kami hanya main ke air terjun saja atau istilah kerennya cascade alam. Biaya masuknya lima ribu rupiah. Karena harus turun ke bawah dan kami capek, maka yang turun hanya Faris dan ayahnya saja. Aku dan Devin memilih menunggu di atas sambil menikmati sate kelinci.








Selepas dari air terjun dan menikmati lezatnya sate kelinci anak-anak merengek ingin main di tempat permainan. Maklum musim lebaran . Selain panggung tempat penyanyi ada banyak mainan yang disewakan. Dari kereta api mini, skuter, sepeda dan banyak lagi permainan anak. Waduh...gimana nih, padahal pengin bentar doank. Tapi daripada anak-anak nangis terpaksa deh main sebentar.







Puas main kami memutuskan ingin pulang dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Maklum rame banget. Selain cuma melepas penat sebentar , kami juga kurang nyaman kalau banyak banget orang.Tidak bisa memotert banyak obyek wisata yang sebenarnya cantik.









Oya untuk pengunjung yang ingin membawa oleh-oleh sebelum pulang,mungkin gantungan kunci murah meriah dan cantik ini bisa menjadi pilihan oleh-oleh murah meriah selain kaos bergambar Batu Raden.




4 komentar:

  1. seumur2 penasaran sama batu raden saya mak,belum [ernah kesana,semoga bisa sampai batu raden satu saat :)

    BalasHapus
  2. Yuuuk...semoga suatu saat nanti bisa sampai kesana ya...:)

    BalasHapus
  3. aku ke baturaden tahun 2000 :) udah lama banget ya

    BalasHapus
  4. Waaah sudah lama sekali tuh mbak Lidya.Sudah 14 tahun.Tapi mending ya dulu sudah pernah kesana.Saya baru kemarin.Hihi...

    BalasHapus

Memasak lebih praktis dengan Resep Masakan Rinaresep.com

Memasak lebih praktis dengan resep masakan Rinaresep.com .  Buatku yang tidak pandai memasak ini  pandemi seperti ini begitu menyiksa. ...