Rabu, 27 April 2022

Tips Mengelola Keuangan Saat Ramadhan

 


"Mam, mau daftar ulang kapan, uangku dah habis nih, " kata temen di sekolah anakku.

" Aku abis lebaran aja mam" jawabku.

" Emang masih ada uangnya mam? Gak abis buat keperluan lebaran? " ucapnya lagi.

"Masih dong, aku kan sengaja nyisihin buat keperluan daftar ulang anak-anak."

Begitulah kira-kira obrolan kami para emak-emak tiap tahun saat bulan puasa menjelang lebaran. Iya....kebetulan sudah beberapa tahun terakhir kenaikan kelas hanya selisih beberapa bulan dengan bulan puasa. Dan biasanya saat bulan puasa , edaran besarnya daftar ulang sudah keluar.

Yuup....sebagai emak-emak yang anaknya tiga dan bersekolah di swasta semua, daftar ulang ini menjadi suatu pe'er  tersendiri. Biasanya sebelum kenaikan kelas sudah beredar biaya daftar ulang tahun ajaran baru dan saat masuk kita sudah harus punya dana untuk daftar ulang.

Buat karyawan yang tidak ada gaji ke 13 untuk sekolah seperti halnya PNS, biasanya aku menyisihkan budget daftar ulang dari THR pak suami. Jadi saat dapat THR uangnya nggak langsung dihabiskan namun aku membuat perencanaan agar uang THR cukup untuk keperluan dan tidak habis dalam sekali waktu.

Jadi aku punya tips perencanaan keuangan selama bulan Ramadhan agar keuangan tidak jebol dan over budget,  termasuk mengamankan THR agar tidak menguap begitu saja. Meski tinggal di kota dan tidak bisa sehemat di kampung yang tinggal petik sayur di kebun atau mengambil telur di kandang, namun beberapa tips di bawah ini sudah kupraktekkan bertahun-tahun dan terbukti berhasil mengatur pengeluaran saat Ramadhan agar tidak jebol. 


Mengelola Keuangan Saat Ramadhan :


1.  Tidak berlebih-lebihan saat buka dan sahur

Biasanya saat bulan puasa keuangan selalu jebol karena budget memasak lebih banyak. Kebanyakan saat puasa semua dibeli. Padahal saat berbuka kita hanya membutuhkan sedikit makanan dan makan sedikit pun terasa kenyang. Alhasil semua jenis takjil dan makanan yang dibeli hanya dimakan secukupnya dan jadi mubazir. Sementara dana yang dikeluarkan banyak. Jadi tips nya berbuka secukupnya jangan lapar mata. Begitu juga saat sahur.

2. Tidak berlebih-lebihan dalam membeli baju lebaran.

Biasanya saat lebaran waktunya membeli baju dan sepatu atau sandal baru. Bayangkan jika serumah 5 orang seperti kami dan semua baju serta sandal baru. Budget yang dikeluarkan lumayan. Kami tidak anti membeli baju baru saat lebaran. Namun jika baju lebaran tahun lalu masih bagus, kami tidak memaksakan diri memberi baju lebaran. Budget untuk baju lebaran bisa digunakan sebagian untuk daftar ulang anak-anak.

3. Membikin hampers sendiri lebih hemat

Biasanya saat lebaran, kita membeli hampers untuk dikirimkan kepada orang terdekat. Agar lebih hemat kita bisa membeli kue-kue, tempat  hampers  kita bikin sendiri. Cukup membeli pita, kardus  atau bahan aksesoris lainnya. Selisihnya cukup lumayan jika kita membeli hampers jadi.

4. Mencicil membeli bingkisan

Biasanya agar pengeluaran tidak terlalu banyak saat lebaran aku mencicil membeli bingkisan. Jadi enam bulan sebelum lebaran biasanya sudah kucicil. Misal bulan ini beliin mukena buat ibu, bulan depan beliin baju buat mbak yang bantuin, bulan depannya lagi beliin baju keponakan. Jadi tidak terasa saat lebaran semua hampers atau bingkisan sudah terbeli semua tanpa mengeluarkan budget berlebih saat bulan puasa.

5. Menyisihkan dana  tiap bulan untuk zakat

Biasanya kita mengeluarkan zakat setiap tahun. Namun jika menunggu  haul , nominal zakat yang dikeluarkan terasa besar. Jadi agar tidak mengambil jatah THR, uang zakat maal aku sisihkan tiap bulan. Saat haul tiba dan wajib dikeluarkan aku keluarkan dari dana yang sudah disisihkan setiap bulan. Jadi tidak terasa berat.

6. Menabung untuk mudik

Pengeluaran paling besar saat Ramadhan dan menjelang lebaran  adalah mudik. Mudiknya cuma seminggu, tapi pengeluaran yang dikeluarkan bisa menghabiskan lebih dari  separuh  THR. Agar THR tidak langsung habis, biaya mudik bisa dicicil tiap bulan. Selama 11 bulan kita bisa mencicil keperluan mudik ini sejumlah tertentu. Jadi tidak memakai uang THR. Uang THR bisa dialokasikan sebagian besar untuk daftar ulang 3 bocah dengan nominal lumayan.  

7. Menyisihkan sebagian THR untuk proteksi

Proteksi ini bisa beragam bentuknya. Salah satunya adalah asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan ini penting sekali. Jika kita sakit dan tidak mempunyai asuransi tabungan banyak pun bisa langsung habis karena biaya yang dikeluarkan saat kita rawat inap atau rawat jalan besar sekali.

Almarhum bapak adalah contohnya. Meski tabungan beliau banyak, namun almarhum  mempunyai sakit jantung dan diabetes. Setiap sakitnya kumat bapak harus rawat inap. Biaya yang dikeluarkan pun banyak. Bahkan pernah bapak dirawat hampir sebulan dan menghabiskan biaya puluhan juta. Meski tabungan bapak banyak, namun sering keluar masuk rumah sakit, lama-lama tabungan terkikis juga. Belum lagi biaya kontrol rawat jalan yang harus bolak-balik rumah sakit.  Bapak memang punya asuransi. Namun asuransi bapak adalah asuransi jiwa dan beliau tidak mempunyai asuransi kesehatan. Bapak pun bukan karyawan swasta atau PNS, jadi setiap sakit pasti biaya rumah sakit ditanggung sendiri. 

Belajar dari pengalaman almarhum bapak, aku jadi tahu pentingnya asuransi kesehatan. Jika bukan kita sebagai ibu yang memikirkannya,  siapa lagi. Terkadang si ayah sebagai kepala keluarga sudah sibuk dengan pekerjaannya dan tidak sempat memikirkan membeli asuransi. Di kantor memang dapat asuransi rawat inap, namun di kantor si ayah tidak semua orang mendapatkan asuransi kesehatan rawat jalan. Jika ingin fasilitas asuransi rawat jalan, kita bisa membelinya secara pribadi. 


Mengenal Asuransi Kesehatan Rawat Jalan Garda Healthtech


Asuransi Garda Healthtech ini adalah asuransi dari Garda Oto. Siapa yang tidak kenal Garda Oto? Asuransi Astra ini dulu terkenal dengan asuransi mobilnya. Kini selain asuransi mobil, Garda Oto mempunyai beragam asuransi. Salah satunya adalah asuransi Garda Healthtech. 

Garda Healthtech adalah asuransi  rawat jalan cashless. Preminya sendiri cukup murah yaitu mulai 500 ribu pertahun dengan total perlindungan sampai 3.2 juta. Dengan 500 ribu pertahun apa saja yang bisa teman-teman dapatkan? Bisa dilihat dari ilustrasi di bawah ini ya. 


 Di  Garda Healthtech.ada tiga jenis paket asuransi yang bisa kita dapatkan yaitu : 

1. Paket Fit
Biayanya 500 ribu pertahun dengan total perlindungan sampai 3,2 juta

2. Paket Classy
Biayanya 900 ribu pertahun dengan total perlindungan sampai 6,6 juta

3. Paket Ultima 
Biayanya 1.2 juta pertahun dengan total perlindungan sampai 8,7 juta.

Cara mendaftar Asuransi  Garda Healthtech

Untuk cara daftarnya sangat mudah. Teman-teman bisa lihat ilustrasi gambar di bawah ini ya.


Cukup mudah bukan pendaftarannya? Teman-teman punya pengalaman dengan asuransi kesehatan atau tips mengelola keuangan saat Ramadhan?  Cerita di sini yuk. 

23 komentar:

  1. Harus bijak memang ya mengelola keuangan, jangan sampai pas ada suatu kebutuhan yang penting, uang sudah menipis mau habis. Ini PR banget sih buat aku.
    Harus menyisihkan juga nih uang untuk proteksi seperti asuransi kesehatan ini, buat jaga2 ke depannya.

    BalasHapus
  2. Banyak yang bilang kalau pengeluaran selama bulan ramadan cukup boros. Bisa iya bisak tidak ya mbak, tergantung kita yang pengang kendali keuangan. Apalagi untuk masalah kirim bingkisan, emang paling benar harus dicicil. Kalau saya, untuk baju selagi masih ada baju yang masih pantas dipakai, nggak perlu beli baru,

    BalasHapus
  3. Ramadan dan lebaran emang butuh uang ekstra ya Mbak. Dari membeli makanan yang lebih istimewa dari hari biasa, pakaian, zakat dan hal-jal lain yang tak terduga. Nah kalau daftar ulang anak-anak berdekatan dengan bulan suci, uang THR harus disisihkan untuk keperluan sekolah ya. Budgeting jauh-jauh hari akan sangat membantu

    BalasHapus
  4. Dennise Sihombing28 April 2022 23.07

    Cakep nih tipsnya dalam mengelola keuangan selama ramadhan. Terkadang kita suka lupa jor-jor an saat buka puasa, yang lumayan nominalnya begitupun saat membeli baju lebaran

    BalasHapus
  5. baru dapet THR biasanya suka gatell pengen belanja ini itu. eitss kudu direm dan bijak atur pengeluaran. dialokasikan untuk asuransi adalah tindakan yg bijak daripada uangnya boros ga jelas :)

    BalasHapus
  6. Samaan nih, ama Missnya udah di kasih wacana buat bayar kenaikan kelas. Emang harus ada pos khusus buat tabungan pendidikan anak yah, biar ngga kaget boncos apalagi abis hari raya. Soalnya pengeluaran mendadak di hari raya tuh kadang ada aja ya.

    BalasHapus
  7. Ramadhan kadang membuat pengeluaran keuangan meningkat ya.. di keluarga aku juga sih, karena memang harus nyiapin makanan berbuka dan sahur yang bisa membuat keluarga dirumah khususnya anak anak jadi tambah semangat puasanya hehe.. tapi setuju banget harus dicatat setiap transaksi ya.. dan bisa jadi evaluasi budget ramadhan tahun depan

    BalasHapus
  8. Ramadhan kadang membuat pengeluaran keuangan meningkat ya.. di keluarga aku juga sih, karena memang harus nyiapin makanan berbuka dan sahur yang bisa membuat keluarga dirumah khususnya anak anak jadi tambah semangat puasanya hehe.. tapi setuju banget harus dicatat setiap transaksi ya.. dan bisa jadi evaluasi budget ramadhan tahun depan ya mbak

    BalasHapus
  9. Saya malah nggak mikirin beli baju lebaran, karena di luar lebaran udah beli-beli baju, itu aja yang dipake. Anak-anak pun ga dibiasakan dengan baju baru buat lebaran. Baju bagus masih ada yang bisa dipake :D

    Iya, saya pun kalau dapat uang lebih kayak THR suami, langsung disimpan untuk rencana-rencana ke depan. Termasuk biaya pendidikan anak. Setiap belanja atau jalan-jalan liburan, itu udah pakai dana lain yang memang udah disiapkan. Ga ada ceritanya abis lebaran atau liburan malah kehabisan duit buat keperluan penting lainnya :D

    Kalo asuransi kesehatan dan jiwa yang dibeli secara pribadi, udah debet otomatis dari rekening yang udah diisi penuh untuk setahun ke depan misalnya. Sedangkan asuransi jiwa, kesehatan, dan kerja dari kantor suami, udah dibayari perusahaan.

    BalasHapus
  10. MasyaAllah TabarokAllah.... makasii banget insight-nya maakk
    karena jujur, mengelola keuangan ketika ramadan dan lebaran tuh aseliikk challenging bgt.

    bismillah, semoga Allah mudahkan semua buibu utk jadi a better mom yaa

    BalasHapus
  11. Ide mengelola keuangan saat Ramadan ini cemerlang sekali.
    Persis banget aku kalau tahu bakalan segera dapat THR. Daftar belanjaan pun mengular...
    Perlu sekali berhemat dan mengeluarkan yang seharusnya memang diprioritaskan.

    BalasHapus
  12. Mengelola keuangan saat ramadhan memang bukan hal yang mudah ya.. butuh disiplin hehe akupun masih sering banget bocor halus soal pengeluaran saat ramadhan.. dan asuransi salah satu point wajib banget dipunya untuk jaman sekarang ya mbak

    BalasHapus
  13. Seringkali, cukup tidak cukup bukan masalah "berapa banyak uang kita" memang ya mbak.. tapi bagaimana mengelolanya. Bagus nih tips mengatur uangnya. Hari raya mmg identik dgn pengeluaran berlipat. Kalau diatur dg baik, kekacauan keuangan paska hari raya pasti bisa diantisipasi ya..

    BalasHapus
  14. Untuk yang memiliki penghasilan mungkin mengatur keuangan lebih mudah. Lebih pusing untuk saya yang sekarang ini tidak memiliki pemasukan. Penghasilan suami Alhamdulillah semua pas-pasan. Tinggal pinter pinter nya kita mengatur mengutamakan kebutuhan, ya.

    BalasHapus
  15. Sayangnya menjelang lebaran biasa ada THR jadinya suka diboros2in pake uangnya hihiii.. tapi emang penting mengelola keuangan dlm situasi apapun.

    BalasHapus
  16. sebenarnya saat puasa itu harusnya pengeluaran kita berkurang ya mbak. soalnya kan jatah makan berkurang sehari hanya dua kali. Tapi ga ngerti kok jajannya jadi banyak hiks hahaha

    BalasHapus
  17. Menarik ya Asuransi Garda Healthtech ini. Harganya bisa mulai 500rb tapi manfaatnya bisa sampe 3,2 jt. Mana daftranya bisa pake aplikasi pula. Praktis. Sabar ya buat yang belom makan. 😁

    BalasHapus
  18. Kebutuhan lebaran ada baiknya dicicil dr uang bulanan biar uang THR pemanfaatannya agak selow ya, Maakk.

    BalasHapus
  19. Mengelola keuangan dengan baik itu perlu ya mbak
    Apalagi saat Ramadan seperti ini
    Nggak boleh lapar mata,
    Dan pastinya emang sangat perlu mengalokasikan sebagaian pendapatan untuk membeli asuransi ya mbak

    BalasHapus
  20. Wah terima kasih tipsnya ya mba terutama menabung dana untuk zakat mal bulanan ya aku bayarnya sekalian dengan zakat fitrah dan dari thr suami jadi langsung berasa hihi mending coba tipsmu ya dicicil ngumpulin biar nggak terasa berat

    BalasHapus
  21. Memnag kalau enggak dikelola dengan baik keuangan saat Ramadan bisa ambyar. Hampir sama sih, jauh hari sudah siapin untuk persiapan Ramadan dan Lebaran. Nyisihin jadi enggak habis-habisan setelahnya

    BalasHapus
  22. Saya baru kepikiran nih, iya juga yaa.. mencicil beli bingkisan itu bikin jadi lebih ringan. Jadi tiap bulan pelan-pelan belinya..pasti gak berat. Ketimbang baru heboh beli di bulan Ramadan atau bahkan jelang lebaran. Yang mana pengeluaran pun pasti lagi banyak-banyaknya.

    BalasHapus
  23. Setelah dihitung-hitung, paling banyak habis di bagian makanan nih aku wakakak. Abisnya suka laper mata huhuhu. Tapi memang yang wajib kaya zakat, fidyah, dll sudah di plot dulu. Jadi ga khawatir soal kewajiban hehe.

    BalasHapus