Rabu, 03 September 2014

Lima Buku Wajib Dibawa Saat Traveling

Huaaa...sudah hari Rabu nih. Rasanya gak sabar nunggu weekend. Soalnya kayaknya weekend mau liburan deh. Tentu saja seperti biasa, liburan murah meriah. Kayaknya sih rencana minggu ini mau ke kebun teh kalau si ayah dapat cuti. Manfaatin hadiah nginep di hotel karena aku menang kuis dari salah satu majalah bulan kemarin. *Tetep aja namanya nginep gratisan meski judulnya liburan.



By the way ngomongin liburan, biasanya aku selalu bawa buku lho. Soalnya buat emak yang hobi baca ini, sehari tanpa buku rasanya garing. Lebay dot kom. Eh tapi beneran looh soalnya kalau nggak bawa buku biasanya  bete. Kalau kebetulan pas naik pesawat nunggu boarding atau pas pesawat delay aku lebih suka menghabiskan waktu sambil baca buku. Kalau pas kebetulan liburan dan bawa mobil, di perjalanan aku lebih suka baca buku daripada manyun gak jelas. Paling juga sebentar-bentar neriakin krucils biar anteng. Selain aku,   krucils juga suka bawa buku di mobil. Soalnya berjam-jam di perjalanan cuma nonton CD di mobil saja  biasanya mereka bosen. Jadi meskipun tiga biji biasanya mereka juga bawa buku buat dibaca selama perjalanan  atau  sebelum tidur saat di hotel.

Ngomong-ngomong tentang buku yang dibawa, aku biasanya bawa buku favorit aja. Soalnya namanya buku favorit meski sudah berulang-ulang dibaca juga rasanya nggak bosen. Pasti penasaran kan buku favoritku apa aja? Cekidot..




1. Naked Traveler Entah mengapa aku suka banget  dengan buku karangan Trinity ini. Aku punya   beberapa   serialnya dari Naked Traveler 1,2 dan 3. Ada Naked Traveler 4 tapi aku belum punya. Bahasanya ringan dan lucu. Membuatku sering senyum-senyum sendiri saat membacanya. Naked Traveler ini menceritakan perjalanan Trinity sang penulis ke berbagai belahan dunia termasuk ke beberapa destinasi eksotis dan menarik di Indonesia. Membaca buku ini membuat kita merasa ikut berjalan-jalan di tempat di mana Trinity jalan-jalan. Asyiknya di buku ini ada beberapa tips mendapatkan hotel murah, pesawat murah atau apa yang harus dilakukan di Negara tujuan. Buat aku yang suka jalan-jalan murah suka banget buku ini. Sedih, senang,mengagumkan,mengherankan dan segala rasa mewarnai tiap kisah perjalanan di buku ini.

2. Mommylicious Jujur aku kurang suka dengan buku Parenting. Tapi buku Parenting dengan judul Mommylicious karangan Murtiyarini dan Rina Susanti ini mampu membuatku jatuh cinta. Mommylicious...menjadi mama itu delicious.Dari judulnya saja sudah membuatku tergoda untuk membelinya. Isinya ringan berisi catatan dua mama dalam menghadapi buah hatinya. Aku seperti melihat catatan harianku sebagai seorang ibu saat membaca buku ini. Aku ikut terhanyut saat dua mama ini bercerita  bagaimana buah hatinya mengungkapkan kasih sayang dengan bunga atau dengan surat. Aku juga seperti ikut merasakan saat Mama Rina kecewa karena tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Kecewa yang sama yang kurasakan saat aku gagal memberi ASI eksklusif pada Faris dan Devin. Rasa bangga yang dirasakan saat buah hatinya mandiri, atau bagaimana menanamkan rasa disiplin kepada anak-anak. Buku ini memang ditulis oleh dua orang mama. Dengan sudut pandang yang berbeda tentunya. Namun dengan tulisan dua mama menjadikan buku ini karya rasa dan warna. Buat aku sih buku ini recommended. Buku ini kemarin masih kulihat di Gramedia di deretan buku baru. Yang jelas sih buku ini mampu membuatku melirik buku parenting lainnya dan mengubah image bahwa tidak semua buku parenting itu menggurui.

3. 101 Travel Writing Buku ini adalah buku karangan Arini Tathagati. Buku ini layak dimiliki oleh semua traveler atau orang-orang yang suka jalan-jalan. Bagaimana menulis jurnal perjalanan yang baik, bagaimana mengambil foto dari sudut pandang yang unik atau bagaimana cara menuliskan catatan perjalanan dalam sebuah blog dikupas tuntas dalam buku ini. Untuk blogger pemula seperti aku buku ini membantu sekali.  Ditulis disini bagaimana cara mudah menulis artikel perjalanan, membuat foto perjalanan yang menawan, publikasi artikel dan foto perjalanan serta tips menjadi travel writer. Yang jelas sih di buku ini ada beberapa foto menarik beberapa destinasi wisata . Serasa travelling deh.

4. Keajaiban Shodaqoh Jakan-jalan juga terkadang harus diselingi dengan membaca buku-buku rohani. Tentu saja agar hati kita juga tidak terasa kering. Paling tidak itu yang kurasakan. Jadi saat jalan paling tidak ada satu buku rohani yang kubawa. Buku keajaiban Shodaqoh karya Muhammad Muhyidin ini menjadi pilihanku. Bahasanya ringan. Selain ditulis cara bershodaqoh yang baik, di buku ini juga dibahas beberapa shodaqoh yang keliru termasuk seni dan tujuan shodaqoh yang keliru. Contoh-contoh shodaqoh yang bias mendatangkan rezeki, membuat umur panjang dan shodaqoh yang barokah dikupas di buku ini.

5. Cinta dan Harapan di Masa Tua Buku ini adalah buku antologi atau buku yang ditulis bersama-sama oleh Naqiyyah Syam dan kawan-kawan. Membaca buku ini selalu saja menitikkan air mata. Rasa haru selalu saja terasa saat membuka lembaran-lembaran buku ini. Apalagi beberapa penulisnya mengisahkan kisah nyata tentang orang tua, mertua atau neneknya dengan cara yang apik. Membaca buku ini seolah-olah diingatkan bahwa suatu saat nanti kita juga akan menjadi tua. Namun sosok-sosok inspiratif yang ditulis di buku ini membuat kita sadar,bahwa menjadi tua bukan halangan untuk kita tetap berkarya. Ada rasa haru saat membaca bagaimana seorang anak merawat orang tuanya yang sakit, atau seorang ibu yang mau sholat di saat -saat terakhir hidupnya atau pengorbanan seorang ayah. Rasanya air mata selalu saja luruh membaca buku ini. Oke mom...itu adalah buku favoritku yang wajib dibaca saat travelling. Aku percaya semua orang punya hobi sendiri-sendiri. Termasuk tentang pilihan barang yang dibawa saat travelling untuk membunuh waktu di perjalanan.  Tentu saja semua nggak sama. Kalau aku bawa buku, siapa tau diantara mama ada yang bawa benang rajut dan merajut  ya. Apapun itu happy travelling ya mom. Selamat menikmati weekend sebentar lagi .

10 komentar:

  1. JAdi pengen nulis buku traveling ah ... *komen gak nyambung ya ... hehhehehhe

    THanks sharingnya mbak :)

    BalasHapus
  2. Ayo mbak Astri. Cerita jalan-jalannya kan banyak. Dibukukan saja. Nanti saya beli lho. Soalnya saya koleksi buku travelling. Hihi...Makasih ya sudah mampir kesini :)

    BalasHapus
  3. Kalau aku cukup satu dibaca pas perjalanan, kalau banyak2 ntar gak jadi traveling hehehe

    BalasHapus
  4. Ini yang wajib dibawa mbak. Yang dibaca sih biasanya dipilih pilih tergantung berapa lama kita di jalan. Biasanya di mobil berjam jam bengong. Mayan dapat satu buku.Lainnya dibaca ntar lagi gitu pas nyantai di tempat tujuan. Sambil nungguin anak-anak main. Biasanya satu buku dua jam rampung nonstop. Hehehe..

    BalasHapus
  5. buku nomor 3 aku punya,baru dapet hadiah tapi belum dibaca :)

    BalasHapus
  6. saya biasanya bawa buku Naked Traveler 3, kemanapun pergi dan membawa tas saya selalu bawa buku itu, selain bagus ceritanya, cuman buku koleksi satu-satunya, dan ngga pernah tak pindahin dari dalam tas tersebut....mantep kan?

    BalasHapus
  7. Wiiiy....mantep banget...Makasih ya dah mampir kesini

    BalasHapus
  8. Waah....senangnya yang abis dapat hadiah buku.Ayo mbak..dibaca.Asyik lho..

    BalasHapus
  9. saya sedang menuntaskan bacaan buku 101 travel writing hehe

    BalasHapus
  10. Hihi....aku juga belum kelar semua.Belum dipraktekin isinya di blog.Ya...mbak juga suka jalan ya.Aku suka intip blognya.Wajib punya buku ini...

    BalasHapus

Cara Cek Resiko Tertular Virus Corona secara Online

Sejak awal Maret pertama kalinya ada virus corona di Indonesia sampai hari ini sudah 25 ribuan orang di Indonesia positif virus corona. Ter...