Rabu, 21 Januari 2015

Kontroversi Film Hijab

Akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan film berjudul Hijab karya Hanung Bramantyo. Film yang diputar serentak tanggal 15 Januari ini memang menuai kontroversi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya komentar negatif tentang film ini di media social baik facebook maupun twitter. Tuduhan  menjelek-jelekkan agama Islam sampai tudingan film karya Islam Liberal menambah daftar panjang respon negatif  film ini.


Tak kenal maka tak sayang. Itu adalah ungkapan yang tepat. Maka untuk mengetahui seperti apa film ini, apakah sejelek yang disangka orang-orang maka aku sengaja menonton trailer film ini agar penilaianku obyektif.

Meskipun berjudul  Hijab, jangan bayangkan film ini  adalah film-film religi dengan pemain berhijab tertutup dengan jilbab yang panjang dan lebar menjuntai. Film ini adalah film komedi yang menampilkan keseharian gaya hidup kaum urban di kota besar. Hanung sebagai sutradara melihat keseharian gaya hidup wanita kaum urban di kota besar dan menuangkannya dalam sebuah film.





Adegan dibuka dengan Zaskia A. Mecca, Carissa Puteri dan Tika Bravani yang mengatakan alasan mengapa mereka berhijab. Dikisahkan ketiga wanita tersebut tergantung secara finansial kepada suami mereka. Bersama sahabatnya yaitu Natasha Rizki yang belum menikah mereka ingin mandiri dan tidak bergantung kepada suami.

Selanjutnya digambarkan kesibukan mereka dalam merintis bisnis hijab. Meskipun ingin mandiri namun semua dikerjakan dari rumah. Masing-masing dengan keahliannya mempunyai tugas sendiri-sendiri. Lambat laun bisnis mereka makin maju meskipun semuanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dari suami mereka.

Lambat laun bisnis yang semakin maju ini membuat para suami yang tadinya tidak tahu menjadi kaget dengan pencapaian yang luar biasa pada sebuah event  bisnis hijab mereka. Pencapaian yang luar biasa ini membuat para suami kaget dan tidak terima karena mereka berpikir mencari nafkah itu tugas suami dan bukan tugas istri. Apalagi Mike Lucock yang berperan sebagai suami Zaskia A Mecca sangat menentang seorang istri bekerja karena dalam Islam itu adalah tugas suami.

Untuk beberapa orang yang menganut pemahaman seorang istri harus di rumah dan tidak eksis tentu film ini dianggap tidak bagus karena film ini  mengajarkan wanita untuk mandiri dan eksis. Namun semua tergantung dari sudut pandang masing-masing.

Saya sendiri menganggap film ini adalah film komedi. Diangkat dari kisah-kisah keseharian para wanita yang ingin bisnis tanpa meninggalkan rumahnya. Jadi kalau berharap film ini bertema religius sepertinya salah. Kalau masih penasaran sebaiknya nonton film ini secara keseluruhan bukan trailernya saja.






16 komentar:

  1. saya belum menonton utuh film ini..namun saya sudah menonton thriller-nya dan membaca sinopsis-nya..sebagian orang mengatakan ini adalah film komedi, sebagian mengatakan ini adalah film black comedy...,ada juga yg mengatakan ini film semi religi, hanung memang sering menghasilkan film yang kontraversial....,
    namun bagi saya....hanung tidak secara eksplisit menyebutkan film HIJAB ini ber-genre apa...seolah dia membiarkan publik yang menilai sendiri sesuai pemahaman masing-masing, permasalahannya adalah Hanung mencoba bermain-main dalam ranah yang menggunakan istilah ke-MUSLIMAN..., yang bagi sebagian orang dianggap tabu.......,
    entah apa yang sebenarnya diinginkan oleh Hanung......, ...entahlah

    BalasHapus
  2. film liberal. kata siapa seorang istri dilarang bekerja dalam Islam? asal gak meninggalkan pekerjaan utamanya di rumah boleh boleh saja. tp jelas kewajiban ada di suami.

    BalasHapus
  3. Iya terima kasih atas opininya Pak Hariyanto
    Bermain dalam ranah islam sekarang memang sensitif.Kita serahkan saja pada publik
    Bagaimana mereka menilai film ini

    BalasHapus
  4. Terima kasih mbak Niken sudah berkunjung kemari.Kalau menurut saya film religi semi komedi.Eh tapi liberal bisa juga.Bekeerja dalam islam boleh mbak.Tapi untuk beberapa yg berpaham ekstrem gak boleh.Kalau saya sih berpandangan membolehkan.

    BalasHapus
  5. aku juga baca tentang kontroversi film ini di media maupun di group chat. Jujur aku belum lihar thriller apalagi full filmnya

    BalasHapus
  6. saya blum nonton...
    jd ga tau, apa di bagian endingnya 'meluruskan pandangan2 yg salah tentang islam' atau ga...

    BalasHapus
  7. Aku lihat trailernya mbak Lidya.Menurutku sih biasa aja.Aku tidak berpandangan negatif terhadap film ini
    Kisah yg diangkat ya wajar.Kayak kita kita ini ajalah yg ingin dapat uang lebih dari ngeblog.Dalam film dengan jualan jilbab online
    Masalahnya karena judulnya hijab jadi orang berekspetasi lebih.Coba judulnya jualan jilbab online.Selaras dengan isi filmnya.Orang gak akan ribut kali.

    BalasHapus
  8. Saya juga baru nonton trailernya mbak.Belum nonton utuh.Jadi pendapat saya diatas pendapat dari nonton trailernya. Cuma penasaran saja sama filmnya mbak Nathalia.

    BalasHapus
  9. Athree Zephtee21 Januari 2015 20.34

    Sedikit koreksi typo berulang : seharusnya "trailer" (potongan film), bukan "thriller", karena "thriller" memiliki makna lain, yaitu film suspense / horror.

    BalasHapus
  10. Waah terima kasih koreksinya ya. Saya edit ya..

    BalasHapus
  11. Perna sih nonton trailer nya dan saat itu suami dan saya ngganggep lucu aja .. jadi pengen liat .. kemungkinan besar menurut saya mau itu genre komedi, religi atau hanya terkesan pure drama setiap film memiliki kesan dan pesan tersendiri .. buat saya yang notabene sya istri dan ibu yang bekerja ridho suami sangat penting dan memang jauh melangkah bekerja untuk membantu suami dengan iklas, jadi saya pikir saat seorang istri bisa bekerja di rumah tanpa harus meninggalkan anak serta kewajiban2 yang mengikutinya itu akan menjadi nilai tersendiri ..

    BalasHapus
  12. Iya sih..saya sih menganggapnya seperti itu mbak. Itu juga kerja di rumah sambil mengurus anak.Jadi di mana ya salahnya film ini? kalau saya lihat sih karena salah bikin judul aja. Cuma orang sudah menjudge macam-macam.

    BalasHapus
  13. Sy belum nonton, Mba.
    Tapi filmnya Mas Hanung biasanya bagus kan ya?

    BalasHapus
  14. Ini juga nonton trailernya.Pas kemarin ke Blitz mau nonton ternyata sudah gak diputar lagi.Hiks.

    BalasHapus
  15. sayang saya belum nonton jadi belum bisa beri komentar

    BalasHapus
  16. Iya...sayangnya sudah gak diputar lagi filmnya.

    BalasHapus

Terdampar di Masa Lalu Cafe berkat Treats By Traveloka Eats

Beberapa minggu ini rasanya kerjaan tidak pernah ada habisnya. Beberapa job menulis dan kesibukan domestik rumah tangga terkadan...