Selasa, 20 Januari 2015

Mommylicious Catatan Harian "Gado-Gado" Seorang Mama







Judul Buku : Mommylicious

Penulis        : Murtiyarini dan Rina Susanti

Penerbit     :  BIP                                                                                                                                                Genre          :   Parenting

Jumlah Halaman : 173 halaman

Cetakan Pertama : Agustus 2014

ISBN : 978-602-249-680--9


Menjadi ibu adalah sebuah proses. Ada banyak cerita suka dan duka di dalamnya. Dua mama  ini  menceritakan  bagaimana  indahnya  dan  lezatnya  menjadi  seorang  ibu.  Kehidupan sehari-hari mereka sebagai ibu bekerja namun harus tetap mengasuh anak dan menjadi ibu yang baik buat anak-anaknya terangkum dalam buku ini.


Membaca buku ini seperti  membaca  buku  harian  seorang mama. Disini mama Arin bercerita bagaimana takjubnya pengalaman pertama menjadi seorang ibu pada saat melahirkan untuk pertama kalinya.  Mama Rina juga  bercerita  perasaan bahagianya menjadi  seorang ibu sekaligus  perasaan sedih dan kecewanya saat dia ingin memberikan ASI eksklusifnya pada sang buah hati namun ASI nya susah keluar.

Moment-moment  kebersamaan  dan  keseharian  bersama  sang  anak  diceritakan  secara detail  dengan  bahasa  sehari-hari  yang mengalir  oleh  kedua  mama di  buku  ini.   Bagaimana dewasanya Cinta  anak pertama mama Arin  saat adiknya Asa lahir ada dalam buku ini. Cinta menjadi  asisten cilik  mamanya dan membantu keperluan mamanya saat  mamanya kerepotan dengan si adik yang baru lahir. Pengalaman berbeda ditulis  mama Rina saat Azka si  sulung selalu  merasa  cemburu  dengan  kasih  sayang  sang  mama  saat  sang  Khalif  sang  adik  lahir. Bagaimana sang mama memberikan pengertian kepada Azka agar tidak cemburu.

Membiasakan disiplin untuk anak-anak memang susah. Disini  kedua mama bercerita bagaimana   mengajarkan  kedisplinan  kepada  anak-anak.  Mama  Rina  contohnya.  Dia  harus konsisten  tentang  kedisplinan  untuk  Azka  meskipun  Azka  sedang  bersama  pengasuh  atau neneknya untuk tidak menonton TV terlalu lama atau mengabulkan semua permintaan Azka. Mama Arin lain lagi, dia mendisiplinkan anak-anak agar merapikan mainan dan kertas-kertas gambarnya agar tidak seperti kapal pecah.

Terkadang seorang mama dituntut untuk menyikapi perbedaan. Mama Arin harus sabar saat  si  kecil  Asa  lebih  sering  menjerit  atau  berteriak  saat  ditinggal  meskipun  sebentar  dan mengikuti kemanapun mamanya pergi. Berbeda dengan kakaknya saat kecil yaitu Cinta yang bisa ditinggal sebentar untuk memasak atau mandi. Atau cerita mama Rina yang terkaget-kaget dengan imaginasi Azka yang tiba-tiba minta ditelponin tokoh Diego yang sering ditontonnya ditelevisi atau saat dia bergaya ala robot Power Ranger.

Moment mengharukan pasti terjadi dalam keseharian seorang mama. Disini  mama Arin selalu  merasa  terharu   saat  Cinta  membuat  buah karya  untuk mamanya  berisikan  ungkapan sayang mama baik lewat gambar, surat atau melalui pelukan dan ciuman setiap hari. Mama Rina pernah begitu terharu saat menerima tulisan ucapan ulang tahun dari Azka beserta gambar mama,abi, Azka dan adiknya Khalif padahal tidak pernah mengajarinya membaca dan menulis secara khusus.

Tidak selamanya mengasuh anak-anak itu mudah. Ada saat-saat dimana anak-anak rewel,tantrum atau tidak mau ditinggal saat mamanya kerja. Buku ini menulis bagaimana pergolakan batin kedua mama antara karier dan anak, serta bagaimana mereka memberi pengertian kepada anak-anak mengapa mereka harus bekerja. Termasuk pergolakan batin mama Rina yang akhirnyamemilih resign dari tempatnya bekerja dan menjadi Full Time Mother.

Pembaca diajak larut dalam buku ini. Menyelami perasaan kedua mama saat menjadi ibu. Berusaha memahami saat mama Arin mencuri-curi waktu me time nya dengan menikmati kopi panas  di  malam hari  dengan  sepotong kue  atau  mama Rina  yang memilih  me  time  dengan membaca buku atau membuka media social sebelum tidur.  Secara keseluruhan buku ini asyik dibaca dan bisa menjadi  buku pedoman untuk para ibu bagaimana mengasuh,  mendidik dan memahami buah hati mereka. Buku catatan  dua mama ini berbeda cerita namun kaya rasa.





8 komentar:

  1. sesibuk apapun haru sbisa mencuri waktu untuk me time ya, me time tidak harus keluar rumah tapi di rumahpun cukup. Setiap orag punya cara sendiri untuk menikmati me time

    BalasHapus
  2. Waah betul sekali Mbak Lidya. Kita memang harus punya me time meskipun cuma di rumah baca buku ataupun ngeblog. Ikutan yuk reviewnya.

    BalasHapus
  3. Menjadi ibu ga ada kuliahnya ya, Mba.
    Tapi bisa belajar dari buku itu.

    BalasHapus
  4. Iya mbak..gak ada kuliahnya tapi tetap harus belajar menjadi ibu yang baik.

    BalasHapus
  5. menjadi mama memang rasanya gado2 :)

    BalasHapus
  6. Betuuuul mbaaak.Rasanya gado gado..

    BalasHapus
  7. me time buat mama itu perlu banget.
    semoga sukses buat GAnya ya mak :)

    BalasHapus
  8. Yup..betul banget.Emak emak butuh me.time.Ikutan GA nya yuk.Trima kasih ya sudah berkunjung mak Riana.

    BalasHapus