Rabu, 01 April 2020

Jelajah Tiga Pulau Kepulauan Seribu

Minggu, 29 September 2019 akhirnya kesampaian juga main ke Kepulauan Seribu.  Ini adalah kali kedua aku main ke Kepulauan Seribu Dan pertama kalinya buat si ayah dan anak-anak. Jika dulu aku main ke Pulau Bidadari, kali ini aku jelajah tiga pulau yaitu Pulau Kelor, Pulau Onrust dan Pulau Cipir.  Kalau dulu berangkat bareng teman-teman blogger, kali ini berangkat ikut open trip. Jadi belum kenal dengan peserta lainnya.

Menyusuri Tiga Pulau 


Pukul 7.45 rombongan kami berangkat dari Muara Kamal. Deru perahu motor menemani perjalanan kami menuju pulau. Anak-anak antusias banget. Meski ini bukan perjalanan pertama mereka naik perahu motor, tapi ini adalah perjalanan pertama mereka ke Kepulauan Seribu. Buat si kecil bontot ini adalah perjalanan pertamanya naik perahu motor. Dan dia sangat excited.

Pulau Kelor

Pulau Kelor adalah salah satu pulau di kepulauan seribu. Luasnya  kurang lebih hanya 1.5 hektar. Butuh waktu sekitar 40 menit naik perahu motor dari dermaga Muara Kamal ke pulau ini.

Oya sebelum menyusuri dan explore pulau kita berfoto dulu bersama para peserta lain. Selain foto rame-rame kita juga boleh minta foto per group loh. 


Salah satu daya tarik Pulau Kelor adalah Benteng Martelo. Benteng Martelo merupakan bangunan yang didirikan oleh VOC pada abad ke-17 guna menghalau serangan musuh dari luar. Bentuk bangunan berupa benteng yang melingkar 360 derajat dan terbuat dari bata merah yang kokoh. 


Acara di pulau ini bebas. Jadi kami diberi waktu sampai jam 10 pagi untuk mengeksplor benteng atau main ke pantai. Aku dan dua ABG segera mengeksplor Benteng Martelo dan berfoto-foto sambil menerangkan sejarah Benteng Martelo ke mereka.

Pulau Onrust

Tidak butuh waktu lama buat kami sampai di Pulau Onrust. Si kecil sudah tertidur karena  kelelahan bermain pasir di Pulau Kelor.

Pak Rosadi guide Pulau Onrust yang jenaka menyambut kami. Kami pun diajak berkeliling Pulau Onrust. Pulau Onrust dulunya adalah tempat karantina jamaah  haji. Jadi jamaah haji sebelum sampai di Jakarta dikarantina dulu selama beberapa hari di sini agar tidak membawa penyakit sesampainya di Jakarta.



Para jamaah haji ini ditempatkan di barak-barak. Satu barak berisi sekitar 100 orang. Waah sempit sekali ya. Kini Barak-Barak tersebut tinggal berbentuk puing-puing.



Kami  berkeliling ke penjara dan rumah dokter jaman dulu yang sekarang beralih fungsi menjadi museum. Selain itu kami juga ke komplek pemakaman Belanda.  Pak Rosadi membawa kami ke makam Maria Van de Velve salah satu makam yang paling terkenal di sana. Konon dia meninggal bunuh  diri karena kisah cintanya yang tragis. 



Pulau Cipir

Pulau Cipir ini letaknya dekat dari Pulau Onrust. Dahulu Pulau Cipir ini digunakan untuk menyimpan berbagai barang dari Pulau Onrust. Kedua pulau itu dihubungkan dengan sebuah jembatan. Namun kini jembatannya sudah rusak.


 


Salah satu daya tarik dari Pulau Cipir ini adalah banyaknya reruntuhan bangunan di sana. Ada reruntuhan rumah sakit haji dan banyak meriam. Banyak wisatawan berfoto karena tempatnya yang instagrammable.

Pulau Cipir ini teduh karena banyak pohon. Selain itu pasir pantainya yang putih dan laut yang tenang juga menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anakku bermain naik banana boat di pulau ini.


Pukul 3 siang kami meninggalkan Pulau Cipir dan tiba di Dermaga Muara Kamal 45 menit kemudian. Berpetualang  dari pagi sampai sore capek, tapi kami happy. Next pengin ikutan tour lagi ke destinasi berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

6 Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh di Musim Pandemi

Sejak virus corona menyebar di seluruh dunia awal tahun kemarin kita semua patut waspada. Apalagi Covid 19 ini mulai memasuki Indonesia sej...