Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Juli 2019

Traveling Lebih Mudah dan Nyaman dengan Sewa Mobil Online

Perjalanan ke Bali ini sebenarnya perjalanan akhir tahun lalu di Bulan November. Pukul enam sore  lebih sedikit kami tiba di Bandara Ngurah Rai. Badan sudah capek jiwa dan raga gara-gara Firdan yang nangis sepanjang perjalanan. Badannya memang sedikit tidak enak, jadi dia rewel di pesawat. Beberapa sopir taksi langsung 'nyamperin' saat aku terlihat kerepotan membawa tas dan menggendong toddler. Beberapa menawarkan diri dengan harga yang tidak masuk akal. Aku tahu kalau harganya tidak masuk akal karena sebelumnya aku sudah browsing argo taxi dari bandara ke hotel tempat kami menginap. Akhirnya aku menuju loket resmi bandara dan memesan taxi disana dengan harga yang masuk akal.

Kami sampai di hotel berbarengan dengan ayah yang baru selesai meeting. Ceritanya kami ke Bali karena si ayah tugas disana sehari. Jadi kami nyusul sekalian main dan si ayah extend nemenin kami jalan-jalan. Malamnya kami langsung tertidur karena kecapekan selama di jalan. Kami belum punya acara besok pagi mau jalan kemana.

Paginya setelah badan fresh baru lah si ayah nanya kita mau main kemana. Sudah 3 kali ini kami main ke Bali dan tiap ke Bali pasti sewa mobil. Jadi mau muter-muter Bali bebas karena nyetir sendiri. Terakhir  sewa mobil di Bali tahun 2011 kami datang ke tempat sewa mobil yang sebelumnya kami lihat di website dan memilih mobil yang ada. Tapi sekarang di jaman serba online semua serba mudah. Kita tinggal sewa mobil online. Pilihan beberapa mobil termasuk harga, ketersediaan mobil, jenis mobil yang kita pilih bisa kita lihat di website. Kita juga bisa memilih apakah mobil mau diantarkan atau kita ambil sendiri.

Senin, 29 April 2019

3 Tempat Traveling Romantis Terbaik di Indonesia Tahun 2019

Tak sedikit pasangan dari berbagai kalangan usia yang ingin menghabiskan waktu di tempat traveling romantis. Setiap destinasi wisata tersebut menyimpan nuansa berbeda, tergantung minat dan keinginan Anda serta pasangan. Yuk, kita pahami tempat-tempat berikut.
Sembari melepas penat atas rutinitas sehari-hari, ada kalanya Anda dan pasangan butuh menghabiskan waktu menuju tempat-tempat tertentu. Persembahkan kata kata romantis untuk si dia saat sedang liburan, niscaya hubungan kalian berdua akan semakin lekat serta intim.
Masih bingung dengan tempat traveling romantis skala lokal? Tak usah bingung, Anda tak perlu menghabiskan uang banyak untuk pergi liburan. Berikut 5 tempat traveling romantis terbaik di Indonesia rekomendasi tahun 2019 di bawah ini:
1. Ubud, Bali
Keindahan kawasan Ubud di Bali sudah tak perlu diragukan lagi. Sudah sejak lama, Pulau Dewata menjadi salah satu aset wisata terpenting di Indonesia yang mampu menyajikan pengalaman berharga bagi para pengunjung.
Baik masyarakat Tanah Air hingga skala internasional, menjadikan Ubud sebagai rekomendasi tempat traveling romantis terbaik di Indonesia. Nuansa pantai, laut yang indah, hingga suasana gemerlap malam Bali, tak dapat digantikan oleh tempat manapun.
Kamis, 28 Maret 2019

Semalam di Swiss-Belhotel Rainforest Kuta



Waktu menunjukkan pukul 6 sore lebih sedikit saat pesawat kami mendarat di Bandara Ngurah Rai. Badan rasanya pegel dan capek semua. Maklum ini adalah perjalanan bawa bayi 2 tahunan sendirian tanpa ayahnya. Sebenarnya perjalanan ini bukan perjalanan pertama kali bawa bayi sendirian naik pesawat. Sebulan sebelumnya aku pernah bawa Firdan sendirian naik pesawat Jakarta Malang. Saat itu dia baik-baik saja. Namun perjalanan Jakarta Denpasar kali ini benar-benar menyita tenaga. Berangkat pagi dari rumah, delay di bandara, anak rewel selama perjalanan, nangis di pesawat dan kerepotan bikin diem  dengan jalan mondar-mandir sambil gendong selama di pesawat. Jadi aku benar-benar tidak bisa istirahat.  

Bandara Ngurah Rai sekarang bagus dan cantik. Terakhir ke Bali tahun 2011 Ngurah Rai belum secantik ini. Banyak spot keren dan instagrammable yang bikin tergoda untuk foto. Tapi beratnya bayi di gendongan plus tas ransel di punggung bikin batal foto-foto. Apalagi Firdan udah mulai nangis lagi karena kelaperan.

Setelah makan di Burger King Bandara akhirnya aku langsung mencari taksi untuk mengantar kami ke Swiss-Belhotel Rainforest Kuta. Mencari taksi resmi  di bandara lebih nyaman menurutku karena harganya sudah ditetapkan. Beda dengan taksi di bandara lainnya yang pakai harga tawar menawar.

Taksi meluncur meninggalkan Bandara Ngurah Rai. Menurut website yang kubaca hotel ini dekat dengan bandara. Segera kutelepon si ayah yang lagi tugas di Bali. Ternyata sudah selesai meeting dan langsung menuju hotel. Kami tiba hampir bersamaan di Swiss Belhotel Rainforest.

Alunan musik menyambut kami saat kami datang. Dua gelas wellcome drink yang disiapkan langsung tandas. Maklum perjalanan dari bandara cukup membuat  haus. Kami pun langsung menuju ke kamar.

Jumat, 30 November 2018

Mengenal Lebih Dekat Banjar Berseri Astra Ekowisata Subak Sembung Peguyangan

Waktu menunjukkan pukul empat sore saat kami meninggalkan hotel di kawasan Teuku Umar Bali dan menuju Ekowisata Subak Sembung Peguyangan. Ini adalah hari kedua kami berada di Bali. Salah satu tujuannya ke Ekowisata Subak Sembung Bali. Sayangnya selama dua hari si kecil rewel jadi nggak sempat kemana-mana. Di hari kedua saat si kecil tidak rewel kami memutuskan pergi ke Subak Sembung. 

Cuaca cerah saat kami tiba di Subak Sembung Peguyangan. Parkiran tampak penuh dengan beberapa motor dan mobil milik orang-orang yang jogging. Hawa segar khas area persawahan langsung terasa saat kami tiba di sana. Kontras dengan suasana Denpasar dan Kuta yang padat, kita bisa merasakan sejuknya udara di area ini. Tak sabar rasanya ingin memasuki area subak, tapi sebelumnya sempetin foto dulu. 

Eko wisata Subak Sembung terletak di Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan. Area ini mempunyai  luas 115 hektar. Kata subak sendiri sudah tidak asing bagiku. Dulu pada saat  sekolah dasar diajarkan sistem pengairan di Bali yang disebut subak. Subak Sembung bermula pada saat  petani yang tergabung dalam empat kelompok pengelola irigasi (subak) menggagas ekowisata di desanya. Pada awalnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Denpasar bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana (Unud), Bali mendampingi mereka. Jadi Subak Sembung ada sejak tahun 2014.

Gerbang masuk Banjar Berseri Astra (dok.pri)

Rabu, 07 November 2018

Menikmati Pagi di Desa Wisata Penglipuran Bali

Hari masih gelap saat kami check out dari hotel tempat kami menginap di kawasan Teuku Umar Denpasar. Waktu menunjukkan jam lima pagi lebih sedikit saat kami meninggalkan pelataran hotel. Jalanan masih sepi dan lengang saat mobil yang kami tumpangi menembus jalanan Denpasar - Ubud. Sengaja kami check out pagi-pagi karena ingin melihat suasana di Desa Penglipuran . Kami harus berkejaran dengan waktu karena  jam sebelas siang kami sudah harus sampai Bandara Ngurah Rai untuk terbang kembali ke Jakarta.

Di sepanjang jalan tampak beberapa rumah adat dan pura. Suasana yang berbeda dengan Kota Denpasar yang ramai dan tampak modern. Sepanjang jalan ke Ubud ini kami menemukan suasana khas Bali yang jarang dijumpai di kota lain. Suasana yang sangat religius bagi orang Hindu. Mobil kami  sempat beriringan  dengan rombongan orang- orang yang ingin  beribadah ke pura naik truk bak terbuka. Sebuah pemandangan yang langka bagi kami dan langsung kami abadikan.


Rombongan yang mau berangkat ke pura naik kendaraan bak terbuka (dok.pri)

Desa Penglipuran terletak di desa Kubu kabupaten Bangli Bali. Pukul tujuh kurang seperempat kami sampai di desa Penglipuran. Suasana masih sangat sepi. Awalnya sempat ragu-ragu apakah kami boleh masuk dan parkir karena menurut website yang kami baca  Desa Penglipuran baru buka jam 8 pagi. Tapi kalau untuk menunggu smpai jam 8 pagi kami khawatir nantinya tidak sempat untuk mengejar pesawat pulang. Akhirnya setelah bertanya kepada penduduk setempat mobil kami boleh masuk dan parkir di sana.

Jumat, 29 Juni 2018

Liburan Keluarga Jadi Mudah dengan Vizitrip


Semua keluarga mempunyai prioritas masing-masing. Ada yang lebih mengutamakan membeli barang-barang branded, membeli baju-baju mahal ataupun gonta-ganti baju. Bagi kami semua itu bukan prioritas. Mengajak jalan anak-anak lebih merupakan kebutuhan dibanding baju branded.

Sebenarnya keuangan kami juga nggak banyak. Jadi kalau pengin jalan-jalan pasti menahan diri untuk tidak membeli sesuatu. Paling seneng sih kalau pas pulang kampung. Bisa bersilaturahmi ke banyak saudara sekaligus berwisata ke berbagai tempat wisata.

Ngomongin jalan-jalan nih, demi pengiritan kami biasanya merencanakan tur sendiri. Sibuk hunting tiket sendiri, sibuk cari diskonan hotel sampai merancang itinerary sendiri. Asyik saja sih sebenarnya meski terkadang pusing. Apalagi jika baru pertama kali  bepergian ke tempat tersebut. Jalan-jalan pertama kali keluar negeri tahun 2010 ke Kuala Lumpur. Repot cari tiket pesawat murah, diskon hotel sampai bikin itinerary. Belum lagi kalau pas disana ternyata tidak sesuai dengan kenyataan atau ada itinerary yang meleset. Belum lagi naik transportasi umum di negara tetangga dengan banyak barang bawaan plus bawa 2 anak kecil. 

Sabtu, 18 November 2017

Rencana Liburan Akhir Tahun ke Bali

Beberapa bulan ini kami disibukkan dengan berbagai macam urusan. Mencari sekolahan buat si kakak yang tahun depan SMP. Surveynya dah dari sekarang. Browsing sana-sini nanya sana-sini. Ternyata cari sekolahan SMP bikin pusing dan galau  ya. Trus sudah 4 bulan ini rumah kami renovasi dan belum selesai sampai sekarang.  Urusin desain dari awal, diskusi ini itu sama arsitek, mengecek pekerjaan tukang dan printilan ini itu membuat kami pusing juga. Rasanya  butuh refreshing akhir tahun untuk ngademin kepala yang mulai ngebul. Qiqiqi...

Rabu, 10 Agustus 2016

Hotel Nyaman Buat Honeymoon di Bali

(Adv) Bali...siapa sih yang gak kenal Bali? Keindahan pantai-pantainya terkenal ke seantero negeri bahkan sampai manca negara. Setiap tahun banyak wisatawan berkunjung ke Bali. Karena selain pantai-pantainya yang indah wisata alam Bali juga tidak kalah mempesona. Aku sendiri juga baru tiga kali ke Bali. Tapi rasanya ingin kembali ke sana lagi ...dan lagi. Kendalanya sih cuma satu  yaitu isi dompet. Hihi...

Lihat saja Pantai Kuta. Pantai dengan pasir putihnya ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pantai Kuta menjadi surga bagi pengunjung yang ingin surfing karena ombaknya yang bagus untuk surfing. Selain Pantai Kuta ada Pantai Pandawa, Dreamland, Pantai Legian, Pantai Nusa Dua, Tanjung Benoa dan banyak lagi lainnya. Ada sekitar 15 pantai indah di Bali. Sebagian besar pantainya  berpasir putih dan mempesona. 

Selasa, 17 Juni 2014

Unforgottable "Nol Rupiah" Journey With Kids

Yuhuuuu.....aku berjingklak-jingklak saat akhirnya aku berhasil mendapatkan tiket nol rupiah ke Bali untuk kami berempat dari AirAsia . Nggak sia-sia begadang semaleman. Akhirnya dapat nol rupiah juga. Benar-benar nol rupiah pulang pergi . Ditambah biaya lain-lain plus bagasi aku hanya mengeluarkan tiga ratus ribu untuk berempat untuk berangkat 26 oktober dan pulang 31 oktober 2011.

Sewa Apartemen Harian, Alternatif Hunian Saat Banjir

1 Januari 2020 Tahun baru kemarin adalah hari yang tak terlupakan buatku. Pagi itu dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta adikku telpo...