Minggu, 13 Desember 2015

Menyeberangi Sungai Kapuas

Postingan ini termasuk late post ya. Karena belum sempat nulis, jadi baru sempat ditulis sekarang. Lanjutan dari acara jalan-jalanku ke Pontianak beberapa waktu yang lalu. Perjalanan ke Pontianak dan Tugu Khatulistiwa bisa dibaca di postingan sebelum ini.

Pontianak, Rabu, 14 Oktober 2015

Waktu sudah semakin sore. Hujan masih menyisakan rintiknya setelah beberapa waktu lalu turun dengan derasnya. Tadi saat berada di Tugu Khatulistiwa hujan turun deras sehingga membuat kami berteduh. Lumayan juga menunggu sampai menunggu reda.



Saat ini kami masih berada di mobil. Hujan masih rintik-rintik turun. Mas Yono teman omku yang menyetir mobil menawariku apakah mau menyeberangi Sungai Kapuas menggunakan kapal feri? Yeaay...aku langsung bersorak. Maklum sebagai orang yang tinggal di Jawa dan baru pertama kali ke Kalimantan, aku kagum melihat Sungai Kapuas yang lebar bangeet. Apalagi ditawari menyeberang menggunakan kapal. Wow..seneng banget.

Sungai Kapuas yang terletak di Kalimantan ini adalah sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang 1143 km. Woow...panjang banget ya. Nama sungai Kapuas diambil dari nama daerah Kapuas (sekarang Kapuas Hulu)  sehingga nama sungai yang mengalir dari Kapuas Hulu hingga muaranya disebut sungai Kapuas,

Pada saat kami sampai di dermaga tampak beberapa kendaraan juga mengantri. Si kapal masih  berada di seberang sungai. Jadi kami harus menunggu selama beberapa waktu. Aku baru tahu ternyata masyarakat kota Pontianak ini menggunakan kapal feri untuk menyeberang karena jika melewati jembatan kita harus berjalan memutar dan jarak yang ditempuh makin jauh. Jika menggunakan feri kita langsung sampai ke tengah kota.

Jangan tanya perasaanku. Seneng sekaligus norak. Soalnya ini adalah perjalanan keduaku menyeberang menggunakan kapal. Yang pertama ke Bali saat SMA dan ini yang kedua. Bedanya saat ini aku menyeberang sungai yang sangaaat besaar.

Kapal sudah mendarat di dermaga.  Kami dan beberapa mobil di depan perlahan memasuki kapal. Beberapa pengendara motor yang memakai jas hujan   juga mulai memasuki kapal. Aku sendiri lupa tarif menyeberang ini.  Kalau tidak salah 2500 per orang dan motor, sementara mobil dikenakan biaya 15.000.




 photo antri-menyeberang_zpsswi9wij3.jpg
Antrian masuk kapal
Mobil kami memasuki kapal berjajar dengan beberapa mobil dan motor lain yang ingin menyeberang. Aku yang baru pertama kali  menyeberang segera naik ke atas dak kapal. Dari atas dak tampak Sungai Kapuas dan beberapa  kendaraan yang menyeberang.





kapuas photo mobil-di-kapal_zpswko8dubq.jpg
kendaraan di dalam kapal
Kapal mulai bergerak perlahan meninggalkan dermaga. Hujan sudah berhenti tetapi langit masih menyisakan mendung. Di atas dak tampak beberapa keluarga yang juga menyeberang. Mereka naik ke atas dak dan menikmati keindahan Kapuas sepertiku. Aahh..akhirnya mimpiku menjadi nyata. Sungai terbesar di Indonesia yang sejak kecil aku kenal namanya di pelajaran Geografi akhirnya berhasil kuseberangi. Rasanya campur aduk jadi satu , antara senang, gembira sekaligus teharu.

kapuas narsis photo kapuas-2_zpsd0dhm4vq.jpg
Norak-norak bergembira





kapuas photo kapuas_zpsgc2fpg4q.jpg
Sungai Kapuas
Tak terasa kapal sudah sampai di seberang. Benar kata om ku kalau menyeberang menggunakan kapal feri ini mempersingkat waktu. Tahu-tahu kami sudah sampai di pusat kota Padahal tadi pas berangkat ke Tugu Khatulistiwa melewati jembatan rasanya jauh banget. Jadi pengin ajak anak-anak ke Pontianak dan menyeberangi Kapuas juga suatu hari nanti.  Bye..bye..Kapuas.

22 komentar:

  1. Kalau nyebrang model begini horor banget, udah pernah di Siak. Moga2 segera ada jembatan di beberapa tempat ya.

    BalasHapus
  2. Ini jembatannya ada Mbak Lusi. Cuman memang agak jauh dan memutar. Orang-orang lebih suka menyeberang kayak gini jadinya. Eh tapi kalau jembatannya ada di beberapa tempat seperti mbak bilang asyik juga ya. Nggak perlu menyeberang.

    BalasHapus
  3. wah pengalaman banget ya mbak nyebrang sungai kapuas, aku ke Kalimantan aja belum pernah

    BalasHapus
  4. Hihi..iya Mbak Lidya. Itu juga baru pertama kali ke Kalimantan dan menyeberang sungai besar. Jadi agak norak-norak gimanaa gitu..

    BalasHapus
  5. wih sungai kapuas aernya emang aga butek gitu ya??

    salam kenal dari www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  6. Iya salam travel juga Mas.
    Sungai Kapuas butek mas airnya. Seperti yang ada di foto itu.

    BalasHapus
  7. Besar banget ternyata sungai kapuas ya mbak! Jauhnya udah kayak seujung jalan XDDD

    BalasHapus
  8. Iya Mbak Nindya sungainya besar bangeeet. Saya aja sampai takjub, ada sungai sebesar ini. Hihihi..

    BalasHapus
  9. tarif menyebrangnya sebenarnya juga ga terlalu mahal ya mbak, seenggaknya bisa ketolong gitu kalo pergi2 :D

    BalasHapus
  10. Masalah sebrang menyebrang dengan prahu seumur umur baru ngalamin 2 kali mbak :D Hahaha..
    tapi boleh juga tuh pemandangannya...

    BalasHapus
  11. Waah Toss Mas Eksa.Baru dua kali nyebrang kayak saya.Hihi...makanya kemarin rasanya excited banget.

    BalasHapus
  12. Iya Mbak indri. Sebenarnya tarif menyebrangnya sih gak mahal. Jadi masih terjangkau lah kalau mau pergi-pergi.

    BalasHapus
  13. Akkkkk...Kalimantan! Pengen banget bisa ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuk mbaaak main ke Kalimantaan. Soriii lama gak buka bloog mbaaak

      Hapus
  14. seremnya nyebrang pake perahu... soalnya ga bisa berenang :(

    BalasHapus
  15. Semoga tahun ini bisa ke Kalimantan juga. Minta doanya, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Evi...sori baru balasss...lama gak buka blog nih. Sebulan lebiih. Huhu..gak tau ada koment nih. Semoga mbak Evi kesampaian ke Kalimantan tahun ini ya mbaak

      Hapus
  16. sungainya beusaaaar ya

    BalasHapus
  17. Belum pernah ke Kalimantan sekalipun..... pengen suatu saat nanti jalan-jalan ke Kalimantan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga suatu hari nanti bisa sampai Kalimantan yaa

      Hapus
  18. Masya Allaah.. *_* Sungainya besar banget....!

    BalasHapus

Membantu Orang Tua Mengatasi Speech Delay pada Anak Bersama Dini.id

Gara-gara tetangga cerita tentang anaknya yang terlambat bicara di usia yang hampir 4 tahun, jadi ingat dengan si sulung. Dulu dia juga...