Indihome Penunjang Kerja Suami Selama WFH
Sekolah Online Lancar Berkat Jaringan Internet Indihome.
Hobi Lancar Berkat IndiHome
![]() |
| Displate si sulung dan blogku |
Silaturahmi Mendekatkan Hati
IndiHome dan Kedaulatan Digital Indonesia
Referensi :
Jumat, 10 Desember 2021
![]() |
| Displate si sulung dan blogku |
Rabu, 08 Desember 2021
Selasa, 30 November 2021
Tips membeli mobil bekas berkualitas dan bersertifikat. Tinggal di kota besar yang membutuhkan mobilitas tinggi, kini mobil bukan lagi menjadi barang mewah. Hampir semua keluarga menengah di banyak kota besar mempunyai mobil. Hal ini disebabkan kebutuhan mereka akan transportasi ini. Apalagi jika jarak dari rumah ke kantor jauh. Mempunyai mobil adalah sebuah kebutuhan. Meskipun saat ini jasa seperti gocar menjamur, namun mempunyai mobil pribadi tetap saja menjadi pilihan karena lebih praktis dan siap pakai jika diperlukan sewaktu-waktu.
Meski demikian tidak semua orang mampu membeli mobil baru karena keterbatasan keuangan. Sebagian lagi juga memilih membeli mobil bekas karena tidak mau kredit mobil baru. Seperti almarhum bapakku. Mobil pertama kami adalah mobil Toyota Kijang Kotak bekas yang dibeli bapak di Jogjakarta. Iya jaman dulu daerah TVRI Jogjakarta terkenal dengan bursa mobil bekasnya. Meski tinggal di Jawa Timur almarhum bapak lebih memilih membeli mobilnya di Jogja.
Rabu, 17 November 2021
Hari Minggu tanggal 7 November 2021 kemarin kami pergi ke Masjid Istiqlal. Yaah sudah lama sekali sejak Masjid Istiqlal direnovasi kami belum pernah ke sana. Renovasi yang memakan biaya lebih dari 500 milyar dan selesai dalam waktu 14 bulan. Kebetulan pandemi melanda dan sepertinya Masjid Istiqlal ditutup untuk umum dan baru akhir Agustus dibuka untuk umum dengan pengawasan ketat. Salah satunya adalah pengunjung sudah divaksin.
Jadi hari minggu kemarin sambil nunggu mobil yang selesai diservis kami naik busway ke Istiqlal. Turunnya di halte Juanda dan tinggal menyebrang. Satu kali naik busway gak pakai ganti rute.
Karena pejalan kaki, kami masuk melalui pintu khusus pejalan kaki. Di dekat pintu masuk ada pos yang dijaga bapak-bapak petugas. Di depannya ada barcode untuk check in dari aplikasi Peduli Lindungi. MasyaAllah mata langsung adem melihat taman hijau dan penuh pohon. Ada juga beberapa tempat duduk. Cuaca juga mendung, jadi mendukung sekali suasana adem. Kalau dulu Istiqlal identik panas dan gersang. Kini lebih hijau dan adem.
Sabtu, 13 November 2021
Rekomendasi 4 game online gratis di solitaire.org. Siapa yang tidak kenal permainan game solitaire? Game kartu ini dulunya merupakan game yang dirilis oleh microsoft dan merupakan layanan bundle untuk operasi windows 3.0 tahun 1990 an. Jadi dulu hampir semua komputer dan laptop yang memakai windows mempunyai game solitaire ini. Game ini adalah penolong pada saat kerja merasa suntuk atau bosan. Sebagai karyawan yang berkutat di depan komputer atau laptop selama beberapa jam game ini adalah favorit suami. Tiap merasa capek atau suntuk pasti refreshing sejenak untuk bermain game solitaire yang ringan dan mudah.
Pertama kali aku kenal game solitaire juga dari suami yang hobi memainkannya saat istirahat atau suntuk kerja. Kalau aku tahunya game kartu ya game kartu manual seperti permainan 41 atau 'minuman" yang dimainkan bersama-sama dengan tetangga saat aku kecil. Nah kalau game solitaire ini bisa dimainkan sendirian alias perorangan.
Dulu setiap komputer pasti dilengkapi solitaire sebagai game bawaan. Kini bermain solitaire tidak hanya bisa dilakukan di komputer atau laptop namun bisa juga dimainkan di android. Dan enaknya bermain game solitaire di android atau komputer pun kini tidak perlu menginstalnya karena kita bisa bermain game online solitaire gratis. Hanya perlu data selular atau wifi dan kita bisa bermain game solitaire gratis. Ada beberapa situs game solitaire di internet. Salah satunya adalah solitaire.org.
Bermain game tidak hanya identik dengan malas-malasan. Bermain game juga memberikan beberapa manfaat.
Senin, 01 November 2021
Rabu, 27 Oktober 2021
Mempunyai anak usia TK di usia yang tidak lagi muda ini membuatku belajar banyak hal baru lagi. Masa-masa bermain dan beraktifitas dengan balita sudah lama sekali. Si sulung sudah 15 tahun dan tengah 14 tahun. Jeda waktu 10 tahunan membuat banyak hal baru yang harus kupelajari. Yup....membesarkan anak-anak 15 tahun lalu beda dengan sekarang. Kalau dulu banyak aktifitas fisik yang bisa dilakukan berdua, saat dimana anak belum kenal handphone dan gadget. Sekarang meski masih ada aktifitas main yang dilakukan berdua kita mau tidak mau tetap harus beradaptasi dengan gadget.
Buatku gadget sendiri tidak selamanya negatif. Ada hal-hal positif yang bisa kita ambil asal kita bijak memanfaatkannya. Biasanya kita melihat youtube anak-anak berbahasa Inggris, belajar ngaji atau sekedar film kartun. Selain itu kita juga main game di gadget. Untuk anak lima tahun tentu saja bukan main game Mobile Legend. Aku mencarikan game - game edukatif buat anak-anak.
Biasanya game-game harus diinstal di handphone. Tentu saja hal ini memakan banyak kapasitas penyimpanan atau memori handphone. Apalagi kalau jumlah game yang diinstal banyak. Wassalam deh handphone. Hehe.
Nah...sekarang kita bisa main game tanpa instal loh. Kita bisa memainkannya langsung di handphone atau pakai komputer. Wiiiiiy....asyik banget kan. Apalagi game nya gratis. Kita tinggal buka website nya yaitu Plays.org dan tinggal kita mainkan deh. Ada ribuan game gratis di sana baik buat orang dewasa maupun buat anak-anak. Nah kalau aku sengaja pilih game yang bisa dimainkan berdua ibu dan anak. Jadi lebih seru.
Selasa, 19 Oktober 2021
Teman-temanku heran kok aku berkarir dan bekerja semudah pilih menu di restoran. Alhamdulillah, rezeki sudah ditakdirkan. Yang penting ikhtiar, doa dan menyiapkan diri dengan perbekalan serta meningkatkan kemampuan. Intinya kita harus pede dan mahir berbahasa Inggris, punya ketrampilan dan menguasai materi saat wawancara pekerjaan.
Jumat, 15 Oktober 2021
Tidak pernah terbayangkan jika pandemi akan terjadi di negara ini. Namun pandemi nyata adanya. Virus Corona yang awalnya hanya kita lihat di televisi akhirnya sampai juga di Indonesia. Meluluhlantakkan semuanya. Perekonomian hancur , kesehatan apalagi. Banyak sektor usaha yang terpaksa tutup. Para pejuang covid dokter dan perawat adalah garda terdepan dalam menghadapi pandemi ini. Bahu membahu mengorbankan tenaga, waktu dan juga materi untuk menyelamatkan sesama.
Bagiku pandemi mengajarkan banyak hal. Nilai gotong royong yang selama ini hampir punah terutama di perkotaan muncul lagi sejak pandemi melanda. Masyarakat bergotong royong dan saling membantu untuk survive.
Aku paling seneng lihat postingan temen mayaku Aprilia Arifiyanti. Sejak pandemi kegiatan gotong royong di perumahannya sebuah perumahan di Purwokerto berjalan bagus. Di awal pandemi banyak warga perumahannya terdampak dan ini membuat dia dan beberapa pengurus RT nya berinisiatif untuk membuat gawang berbagi. Warga yang mampu boleh donasi apa saja dan mencantelkan donasinya di pagar rumah yang ditunjuk. Bisa berupa telur, gula, beras, sayur, tempe maupun minyak. Dan warga yang membutuhkan bisa mengambil apa yang dibutuhkan dari cantelan. Butuh minyak boleh ambil minyak, butuh telur boleh ambil telur dan seterusnya. Sungguh sebuah gotong royong dan saling berbagi yang indah.
Gawang berbagi yang awalnya dibuat saat pandemi dan warga bisa cantelin apa saja kini makin berkembang dan teratur. Bukan setiap hari namun menjadi setiap Jumat. Donasinya pun kini berbentuk uang dan dibelanjakan oleh pengurus. Dalam seminggu ibu-ibu pengurus PKK membagikan 300 bungkus sayur dan lauk. Ibu-ibu yang butuh boleh mengambil sayur, lauk dan pauk maksimal 3 macam. Oya semua dalan kondisi mentah dan bisa diolah sendiri. Salut dengan April dan ibu-ibu di kompleknya yang istiqomah, saling bergotong royong dan berbagi di masa pandemi ini.
![]() |
| Sumber : Instagram Aprilia Arifiyanti |
Sabtu, 25 September 2021
Saat nulis ini aku lagi terdampar di Muze Coffe and Eatery Grand Icon Caman. Kenapa terdampar coba? Yah karena awalnya emang nggak niat ke sini. Gara-gara si ayah ada janji sama sahabatnya di sini bocil pengin ngikut. Ya udah deh ngikut. Eh sampai di jalan tidur. Lha gimana dong. Awalnya sih niatnya kalau ayahnya lagi janjian kita tungguin sambil jalan-jalan ngemall tipis-tipis di sekitar situ. Masak mau gendong. Berat euy...Eh untung ada coffee shop dekat sini. Ya udah deh nungguin bocil tidur sambil ngopi aja deh.
Trus daripada gabut ya udah sambil nulis cafe ini aja. Sebelumnya minta ijin dulu sama mas yang jaga. Sekalian ambil foto-foto. Kebetulan pengunjungnya aku aja. Kadang kasihan juga pandemi gini banyak coffee shop tutup.
Jadi buat kalian yang sekedar pengin nongkrong, ketemu temen atau habisin malam minggu kalian sambil melamun boleh lah ya melipir ke sini. Namanya Muze Coffee and Eatery.
Selasa, 21 September 2021
Berawal dari blog kontes Reddoorz bulan lalu, semua peserta meski nggak menang dapat free voucher menginap di hotel jaringan Reddoorz. Kita bisa pilih hotel se Indonesia di kota yang kita inginkan. Akhirnya karena sudah lama gak liburan ajak anak-anak karena anak-anak ABG sekarang susah diajak pergi, akhirnya kita putuskan buat liburan weekend kemarin sebelum anak-anak masuk sekolah offline.
Karena voucher kami hanya satu kamar, akhirnya pesen lagi kamar buat anak-anak. Sayangnya pesen di aplikasi Reddoorz penuh, dan akhirnya kita pesan di aplikasi lain. Oya harga di aplikasi Reddoorz lebih murah dibandingkan dengan aplikasi lain untuk kamar yang sama. Butuh 2 jam buat ngerayu anak-anak agar mau diajak nginap. Dulu tiap diajak nginap antusias. Sejak ABG punya dunia sendiri dan lebih suka libur tiduran di rumah.
Sore berangkat, perjalanan lancar dan Magrib sampai di hotel. But ada sedikit miskom dari pihak Reddoorz dan hotel. Mereka bilang kamar full. Setelah beberapa waktu akhirnya bisa diselesaikan dan dua kamar kami diupgrade ke type Deluxe dengan view mountain with balkon. Terima kasih buat Pak Hendri dari Wattana yang udah bantuin ya.